SEKILAS
TENTANG AIR SUSU IBU (ASI)
1.
Pengertian
ASI
ASI
(Air Susu Ibu) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktose, dan
garam-garam organik yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara ibu,
sebagai makanan utama bagi bayi (Kristiyanasari, 2011).
2.
Pengertian
ASI Eksklusif
ASI
Eksklusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan, diberikan
tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih, sampai
bayi berumur 6 bulan (Purwanti, 2004).
ASI
eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa bahan cairan lain sepserti
susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat
seperti pisang, papaya, bubur susu, biscuit, bubur nasi, dan tim
(Kristiyanasari, 2011).
3.
Komposisi
ASI
Rata-rata
sample Air Susu Ibu yang dikumpulkan selama 24 jam mengandung:
1)
Protein : 1,2%
2)
Lemak : 4,5%
3)
Karbohidrat : 7,1%
4)
Garam
Mineral : 0,2%
5)
Air : 87,1%
6)
Vitamin
seperti pada kolostrum
7)
Nilai
kalori : 80 Kilo Joule per 30 ml.
Protein
dalam ASI terdiri dari casein (protein yang sulit dicerna) dan whey (protein
yang mudah dicerna). ASI lebih banyak mengandung whey dari pada casein sehingga
protein ASI mudah dicerna. Sedangkan pada susu sapi kebalikannya. Protein dari
susu (curd) disebut Kasein. Kadar protein yaitu laktalbumin dan laktoglobulin
lebih besar pada air susu ibu dibanding air susu sapi (Proverawati, 2010).
Lemak
ASI adalah penghasil kalori (energi) utama dan merupakan komponen zat gizi yang
sangat bervariasi. Lebih mudah dicerna karena sudah dalam bentuk emulsi. Peneliian
OSBORN membuktikan, bayi yang tidak mendapatkan ASI lebih banyak menderita
penyakit jantung koroner di usia muda (Proverawati, 2010).
4.
Manfaat
Utama ASI Eksklusif pada bayi
A).Dapat
membantu memulai kehidupannya dengan baik.
Bayi
yang mendapat ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik setelah lahir,
pertumbuhan setelah periode perinatal baik, dan mengurangi kemungkinan
obesitas. ASI adalah makanan bayi yang paling sempurna, baik kualitasnya maupun
kuantitasnya, dengan melaksanakan tata laksana menyusui yang tepat dan benar,
produksi ASI serang ibu akan cukup sebagai makanan tunggal bayi normal sampai
dengan usia enam bulan. Setelah usia enam bulan, bayi harus mulai diberikan
makanan padat tetapi ASI masih dapat diteruskan sampai 2 tahun atau lebih.
B).Mengandung
antibodi
Mekanisme
pembentukan antibodi pada bayi adalah sebagai berikut: apabila ibu mendapat
infeksi maka tubuh ibu akan membentuk antibodi dan akan disalurkan dengan
bantuan jaringan limfosit. Dalam tinja bayi yang mendapat ASI terdapat antibodi
terhadap bakteri E. Coli dalam konsentrasi yang tinggi sehingga jumlah bakteri
E. Coli dalam tinja bayi tersebut juga rendah. Di dalam ASI juga pernah di
buktikan bahwa adanya antibodi terhadap salmonella typhi, shigela, dan antibodi
terhadap virus, seperti rota virus, polio, dan campak.
C).Meningkatkan
Kecerdasan
Lemak
pada ASI adalah lemak tak jenuh yang mengandung omega 3 untuk pematangan
sel-sel otak sehingga jaringan otak bayi yang mendapat ASI eksklusif.
D).Meningkatkan
jalinan kasih sayang anatar ibu dan bayi
Hubungan
fisik ibu dan bayi baik untuk perkembangan bayi, kontak kulit ibu ke kulit bayi
yang mengakibatkan perkembangan psikomotor maupun social yang lebih baik.
E).Mengurangi
kejadian karies dentis
Insiden
karies dentis pada bayi yang mendapat susu formula jauh leih tinggi dibanding
yang mendapat ASI. Kebiasaan menyusui dengan botol dan dot terutama pada waktu
akan tidur menyebabkan asam yang terbentuk akan merusak gigi.
F).Membantu
perkembangan rahang dan merangsang pertumbuhan gigi karena gerakan menghisap
mulut bayi pada payudara.
Telah
dibuktikan bahwa salah satu penyebab mal oklusi rahang adalah kebiasaan lidah
yang mendorong ke depan akibat menyusui dengan botol dan dot.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Arikunto.
2010. ProsedurPenelitian, SuatuPendekatanPraktik. Rinekacipta. Jakarta :
192-194.
2.
Azwar,Saifuddin.
2011. Sikap Manusia, Teori & Pengukurannya.Pustaka Pelajar. Yogyakarta :
24-28.
3.
Hidayat,
A. Aziz Alimul. 2007. Riset keperawatan. Salemba Medika. Jakarta : 32-33, 38-39, 55.
4.
Hidayat,
A.Aziz alimul.2010. Metode penelitian kebidanan dan tekik analisa data.Salemba
Medika. Jakarta :
5.
Kristiyanasari,
Weni. 2011. ASI, Menyusui &Sadari. Nuha Medika. Yogyakarta : 9, 15-17, 23.
6.
Notoatmodjo.
2005. Promosi Kesehatan, Teori, Dan Perilaku. Rineka Cipta.Jakarta : 16-17,136,
140
7.
Nursalam.2003.Konsep
Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Pedoman Skripsi, Tesis,
Dan Instrumen Penelitian Keperawatan. SalembaMedika. Jakarta : 97.
8.
Nursalam.
2008. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Pedoman
Skripsi, Tesis, Dan Instrumen Penelitian keperawatan. Salemba Medika. Jakarta :
100.
9.
Purwanto,
M. Ngalim. 2007. Psikologi Pendidikan. Remaja Rosdakarya. Bandung : 71-77.
10. Proverawati, Atikah.
2010. Kapita Selekta ASI & Menyusui. Nuha Medika. Yogyakarta : 3-4, 14-15.
11. Purwanti.2004. Konsep
Penerapan ASI Eksklusif Buku Saku Untuk Bidan.EGC Jakarta : 5-6
12. Widayatun, Tri
Rusmi.2009.Ilmu perilaku.Sagung seto.Jakarta : 115, 126
Tidak ada komentar:
Posting Komentar