PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih
Tampilkan postingan dengan label FISIOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FISIOLOGI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Desember 2010

FISIOLOGI SISTEM LIMFATIK

Dr. Suparyanto, M.Kes

FISIOLOGI SISTEM LIMFATIK

  • Limfe adalah cairan jaringan yang masuk kedalam pembuluh limfe
  • Pembuluh limfe berbentuk seperti tasbih karena mempunyai banyak katub sepanjang perjalanannya
  • Pembuluh limfe dimulai dari: kapiler limfe → pembuluh limfe kecil → pembuluh limfe besar → masuk ke aliran darah
  • Limfe sebelum masuk aliran darah, melalui satu atau banyak kelenjar limfe
  • Pembuluh limfe aferen adalah pembuluh limfe yang membawa limfe masuk kelenjar limfe
  • Pembuluh limfe eferen adalah pembuluh limfe yang membawa limfe keluar kelenjar limfe
  • Limfe masuk aliran darah pada pangkal leher melalui: Ductus Limphaticus dexter dan Ductus thoracicus (Ductus Limphaticus sinister)
  • Sistem saluran limfe berhubungan erat dengan sistem sirkulasi darah.
  • Darah meninggalkan jantung melalui arteri dan dikembalikan melalui vena.
  • Sebagian cairan darah yang meninggalkan sirkulasi dikembalikan masuk pembuluh darah melalui saluran limfe, yang merembes dalam ruang-ruang jaringan.
  • Hampir seluruh jaringan tubuh mempunyai saluran limfatik yang mengalirkan kelebihan cairan secara langsung dari ruang interstisial.
  • Beberapa pengecualian antara lain bagian permukaan kulit, sistem saraf pusat, bagian dalam dari saraf perifer, endomisium otot, dan tulang.
  • Limfe mirip dengan plasma tetapi dengan kadar protein yang lebih kecil.
  • Kelenjar limfe menambahkan limfosit pada limfe sehingga jumlah sel itu sangat besar di dalam saluran limfe.
  • Limfe dalam pembuluh limfe digerakkan oleh kontraksi otot di sekitarnya dan dibantu oleh katup yang terdapat di sepanjang pembuluh limfe.

FUNGSI SISTEM LIMFATIK
  1. Mengembalikan cairan dan protein dari jaringan ke dalam sirkulasi darah.
  2. Mengangkut limfosit dari kelenjar limfe ke sirkulasi darah.
  3. Membawa lemak yang sudah dibuat emulsi dari usus ke sirkulasi darah. Saluran limfe yang melaksanakan fungsi ini ialah saluran lakteal (di mukosa usus halus)
  4. Kelenjar limfe menyaring dan menghancurkan mikroorganisme untuk menghindarkan penyebaran organisme itu ke dalam jaringan, dan bagian lain tubuh.
  5. Apabila ada infeksi, kelenjar limfe menghasilkan zat imun (antibodi) untuk melindungi tubuh terhadap mikroorganisme

SALURAN LIMFE
  • Terdapat dua saluran limfe utama, ductus thoracicus dan ductus limfaticus dextra.
  • Ductus thoracicus atau ductus limfaticus sinister, mengumpulkan cairan limfe dari tubuh bagian tungkai bawah (kanan kiri), abdomen (kanan kiri), dada kiri, kepala kiri, lengan kiri, kemudian masuk ke sirkulasi darah lewat vena subclavia sinistra
  • Ductus Limphaticus Dexter ialah saluran yang jauh lebih kecil dan mengumpulkan limfe dari kepala kanan, leher kanan, lengan kanan dan dada sebelah kanan, dan menuangkan isinya ke dalam vena subklavia dextra yang berada di sebelah bawah kanan leher.
  • Jika terjadi infeksi, kelenjar limfe dapat meradang (kelenjar limfe bengkak, merah dan sakit), proses ini biasa disebut nglanjer (limfadenitis)
  • Limfadenitis menunjukan adanya infeksi pada pembuluh limfe (jaringan) diatasnya

PEMBULUH LIMFE
  • Struktur pembuluh limfe serupa dengan vena kecil, tetapi memiliki lebih banyak katup sehingga pembuluh limfe tampaknya seperti rangkaian petasan atau tasbih.
  • Pembuluh limfe yang terkecil atau kapiler limfe lebih besar dari kapiler darah dan terdiri hanya atas selapis endotelium.
  • Pembuluh limfe bermula sebagai jalinan halus kapiler yang sangat kecil atau sebagai rongga-rongga limfe di dalam jaringan berbagai organ.
  • Pembuluh limfe khusus di vili usus halus yang berfungsi sebagai absorpsi lemak (kilomikron), disebut lacteal villi

KELENJAR LIMFE / LIMFONODI
  • Limfonodi berbentuk kecil lonjong atau seperti kacang dan terdapat di sepanjang pembuluh limfe.
  • Kerjanya sebagai penyaring limfe dan dijumpai di tempat-tempat terbentuknya limfosit.
  • Kelompok-kelompok utama terdapat di dalam leher, axial, thorax, abdomen, dan lipatan paha.

TONSIL
  • Tonsil merupakan kelenjar limfe yang terdapat cavum oris dan faring (tonsila faringialis, tonsila palatina, tonsila lingualis)
  • Tonsil merupakan garis depan pertahanan infeksi yang terjadi di mulut, hidung dan tenggorokan
  • Tonsil yang gagal menahan infeksi akan meradang yang disebut: tonsilitis

LIMPA / LIEN
  • Lien adalah kelenjar yang terletak di regio hipogastrium sinistra, didalamnya berisi banyak jaringan limfe dan sel darah
  • Fungsi lien:
  1. Membentuk eritrosit (terutama saat janin)
  2. Memisahkan eritrosit mati dari sirkulasi darah
  3. Menghasilkan limfosit, antibodi
  4. Menghancurkan leukosit dan trombosit

RES (RETIKULO ENDOTELIAL SITEMA)
  • Sistem didalam jaringan dan organ yang berfungsi memakan (fagosit) benda asing dan bakteri yang masuk tubuh
  • Yang termasuk RES adalah:
  1. Kelenjar limfe
  2. Limpa
  3. Hati
  4. Sumsum tulang

REFERENSI
  1. Snell, 1997, Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran, Jakarta, EGC
  2. Pearce, 2000, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, PT.Gramedia



Jumat, 16 April 2010

FISIOLOGI METABOLISME

Dr. Suparyanto, M.Kes

Apa Itu Metabolisme
  • Metabolisme adalah suatu proses komplek perubahan makanan menjadi energi dan panas melalui proses fisika dan kimia, berupa proses pembentukan dan penguraian zat didalam tubuh organisme untuk kelangsungan hidupnya.

Macam Metabolisme
Metabolisme dibedakan 2 macam :
  • Katabolisme : proses penguraian makanan menjadi energi, yang terjadi pada proses respirasi sel.
  • Anabolisme : proses pembentukan (sintesa) zat organik komplek yang berasal dari zat yang lebih sederhana

Contoh Metabolisme
Contoh Katabolisme :
  • Glikogenolisis : proses pemecahan glikogen menjadi glukose
  • Glikolisis : proses pemecahan glukose menjadi asam piruvat

Contoh Anabolisme :
  • Glikogenesis : proses pembentukan glikogen dari glukose
  • Glikoneogenesis : proses pembentukan glukose dari prtein atau lemak

Alur Metabolisme



Hasil Metabolisme
  • Hasil metabolisme berupa energi dan panas → energi tersebut belum dapat digunakan langsung oleh sel → berikatan adenin, fosfat dan ribose → ATP (Adenosin Tri Fosfat).
  • ATP tersebut merupakan simpanan energi → siap digunakan oleh sel untuk : transport membran, sintesis senyawa kimia, kerja mekanik.
  • Jika sel memerlukan energi, maka energi diambil dari ATP dengan cara melepas satu gugus fosfat menjadi ADP (Adenosin Di Phosfat) dengan melepas 8.000 kalori.

Penggunaan ATP
  • ATP → ADP + PO4 + 8.000 kalori
  • ADP → AMP + PO4 + 8.000 kalori
  • AMP sudah tidak dapat mengeluarkan energi lagi → harus diisi lagi dengan energi baru yang berasal dari metabolisme makanan → menjadi ATP.
  • Metabolisme → proses merubah makanan → ATP

  • Kreatin + ATP → Fosforil kreatin + ADP
  • Kreatin di otot dalam keadaan istirahat mampu mengikat ATP menjadi Fosforil kreatin (simpanan energi)
  • Jika otot perlu energi untuk gerak maka fosforil kreatin dipecah →Kreatin + ATP.
  • ATP inilah yang digunakan untuk gerak

Fase Metabolisme Karbohidrat
  • Glikolisis → proses merubah glukose → asetil Co-A
  • Siklus Kreb → proses merubah asetil Co-A → H
  • Fosforilasi Oksidatif → proses mereaksikan H + O → H2O + ATP

Glikolisis
  • Glikolisis: glukose → asam piruvat/ asetil co-A
  • R/ Glukose + 2 ADP + 2 PO4 → 2 Asam Piruvat + 2 ATP + 4 H
Hasil akhir glikolisis:
  • Asam piruvat / Acetil co-A
  • 2 ATP

Siklus Asam Sitrat
  • Siklus Kreb: asetil co-A → H
  • R/ 2 Asetil Ko-A + 6 H2O + 2 ADP → 4 CO2 + 16 H + 2 Ko-A + 2 ATP
  • Hasil utama: H (hidrogen) dan 2ATP

Fosforilasi Oksidatif
  • Rantai Respirasi → transfer H dari satu karier ke karier lainya dengan enzim dehidrogenase
  • H + O2 → H2O + ATP
  • R/ 2 H + ½ O2 + 2e + ADP → H2O + ATP
  • ATP hasil fosforilasi oksidatif = 34 ATP

Metabolisme Lemak
Ada 3 fase:
  • β oksidasi → proses merubah asam lemak → asetil Co-A
  • Siklus Kreb → proses merubah asetil Co-A →H
  • Fosforilasi Oksidatif → proses mereaksikan H + O → H2O + ATP

Metabolisme Protein
Ada 3 tahap
  • Deaminasi → proses merubah asam amino → asetil Co-A
  • Siklus Kreb → proses merubah asetil Co-A → H
  • Fosforilasi Oksidatif →proses mereaksikan H + O → H2O + ATP

Keseimbangan Energi
  • Energi didalam tubuh kita dikatakan seimbang, jika jumlah energi yang masuk melalui makanan sama besar dengan jumlah energi yang dikeluarkan untuk kelangsungan hidup

Basal Metabolisme Rate (BMR)
  • Basal Metabolisme Rate ( BMR ) : adalah keadaan metabolisme tubuh dalam keadaan istirahat fisik maupun mental
  • Jadi dalam keadaan BMR, diperlukan jumlah tenaga minimal untuk kelangsungan hidup yang terpenting : gerak nafas, suhu tubuh, sirkulasi darah.

  • BMR rata rata: 2.000 kalori / hari,
  • Kebutuhan energi manusia > 2.000 kalori / hari yang dipergunakan untuk: BMR, kegiatan fisik dan SDA
  • SDA( Specifik Dinamic Action ) yaitu energi yang dibutuhkan untuk metabolisme makanan
  • Laju metabolik → jumlah tenaga yang dibebaskan per satuan waktu

Cara Pengukuran BMR
  • Tidak makan minimal 12 jam
  • Tidur nyenyak semalam
  • Tanpa gerak badan setelah tidur
  • Menghilangkan faktor psikis dan fisik yang merangsang metabolisme
  • Suhu harus nyaman ( 25 – 300 C )

Faktor BMR
  1. Gerak badan
  2. Makan / minum
  3. Suhu lingkungan
  4. Tinggi badan, Berat badan
  5. Jenis kelamin
  6. Suhu tubuh
  7. Kehamilan, menstruasi
  8. Hormon tiroid
  9. Hormon epineprin dan nonepineprin

Cara Menghitung Kebutuhan Energi
  • Untuk menghitung kebutuhan energi seseorang, maka harus diketahui BMR nya dan kegiatan fisiknya, dan untuk memperkirakan jumlah energi yang diperlukan dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut

Rumus BMR



Energi Aktivitas Fisik



Suhu Tubuh
  • Suhu tubuh normal rata rata per oral = 37oC (36,40C - 37,2OC).
Kehilangan panas tubuh melalui cara:
  • Radiasi : 60 %
  • Konduksi ke tempat lain : 3 %
  • Konveksi ke udara: 15 %
  • Evaporasi: 22 %

Perpindahan Panas
  • Konduksi → perpindahan kalor melalui suatu medium, tanpa disertai perpindahan partikel medium tersebut
  • Misal: perpindahan panas tubuh ke kursi
  • Konveksi: perpindahan kalor melalui suatu medium, yang disertai perpindahan partikel medium tersebut
  • Misal: perpindahan panas tubuh ke udara
  • Radiasi → perpindahan panas tanpa melalui medium, dalam bentuk gelombang elektromagnetik
  • Misal: sinar, sinar gama, sinar X, sinar infra merah
  • Evaporasi → perpindahan panas melalui penguapan
  • Misal: penguapan keringat memerlukan kalori

Keseimbangan Panas
  • Panas secara terus menerus dihasilkan oleh tubuh sebagai hasil sampingan metabolisme, dan panas juga dibuang ke lingkungan sekitar.
  • Bila kecepatan pembentukan panas tepat sama dengan kehilangan panas maka tubuh dalam keadaan keseimbangan panas.
  • Tetapi bila keduanya diluar keseimbangan, maka suhu tubuh akan meningkat atau menurun.
  • Jika suhu tubuh > suhu lingkungan → panas akan hilang dengan cara radiasi dan konduksi
  • Jika suhu tubuh < suhu lingkungan → tubuh dapat panas dari radiasi dan konduksi lingkungan → membuang panas dengan Evaporasi.

Pengaturan Suhu Tubuh
  • Pusat pengatur suhu tubuh →Termostat Hipotalamus
  • Reseptor suhu tubuh :
  • Neuron di area Preoptika Hipotalamus
  • Reseptor suhu kulit
  • Reseptor suhu didalam Medulla spinalis, Abdomen.

Mekanisme Pembuangan Panas
  • Perangsangan kelenjar keringat → pembuangan panas secara penguapan.
  • Menghambat pusat simpatis di Hipotalamus posterior, sehingga menghilangkan tonus vasokonstriksi normal pada pembuluh kulit →terjadi vasodilatasi dan kehilangan banyak panas dari tubuh

Mekanisme Pembentukan Panas
  • Vasokonstriksi pada kulit → mencegah konduksi panas dari dalam tubuh ke kulit.
  • Piloereksi “rambut berdiri“ → membentuk isolator pada kulit, efek ini tidak begitu penting pada manusia.
  • Peniadaan keringat → penguapan terhenti.

Peningkatan pembentukan panas :
  • Menggigil (Pusat motorik efek menggigil terletak pada bagian Dorsomedial Hipotalamus Posterior)
  • Peningkatan rangsangan simpatis pembentukan panas → Hormon epinefrin dan norepinefrin meningkatkan metabolisme.
  • Peningkatan pengeluaran Hormon Tiroksin → meningkatkan metabolisme.

Fisiologi Demam
  • Demam → adalah suhu tubuh diatas batas normal biasa, yang disebabkan oleh zat toksik (Pirogen), penyakit bakteri, tumor otak, atau dehidrasi yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu (termostat hipotalamus).
  • Pirogen tsb merangsang termostat hipotalamus, untuk di set pada suhu yang lebih tinggi

  • Karena suhu tubuh lebih rendah dari pada setelan ( set ) termostat hipotalamus → maka terjadi peningkatan suhu tubuh dan terjadilah demam (diatas normal) sampai mencapai suhu kritis (38,6OC)
  • Pada suhu kritis tsb (38,6OC) → maka tubuh berusaha men-set termostat hipotalamus pada suhu normal (37OC) → maka terjadi vasodilatasi, dan berkeringat.
  • Perubahan peristiwa yang mendadak pada demam dari suhu kritis menuju normal disebut Kritis atau FLUSH

  • Bila suhu tubuh meningkat sampai melebihi 40,5OC → terjadi sengatan panas (HEAD STROKE) dengan gejala : dizziness, distress abdomen, delirium, kehilangan kesadaran.
  • Obat anti Piretik (Aspirin) → mempunyai kasiat menurunkan panas, dengan jalan menurunkan penyetelan termostat hipotalamus (kebalikan efek Pirogen).

FISIOLOGI CAIRAN TUBUH

Dr. Suparyanto, M.Kes

Cairan Tubuh
  • Sel organisme multiseluler (manusia) hidup dalam lautan cairan yang dibungkus oleh kulit organisme tsb → Cairan Ekstra Sel (CES)
  • Semua sel organisme multiseluler perlu nutrisi dan O2 dari CES
  • Semua sel organisme multiseluler membuang sisa metabolisme kedalam CES
  • Tugas CES adalah menyediakan nutrisi sel dan membersihkan sisa metabolisme sel, juga merupakan medium transport substansi kimia/transmisi impuls dari satu sel ke sel yang lain
  • CIS : merupakan medium reaksi kimia (aktivitas biokimiawi sel)

Sel dan Cairan Tubuh



Kehidupan Sel



Komposisi Cairan
  • Cairan tubuh terdiri ± 57 % BB → terdiri dari : CIS=70% dan CES=30%
  • Cairan Intra Seluler ( CIS ): Cairan yang terletak didalam sel tubuh
  • Cairan Ekstra Seluler (CES ): Cairan yang terletak diluar sel tubuh
  • CES atau Cairan Interstisial: cairan yang terdapat pada celah antar sel, terdiri: Plasma darah, Cairan serebrospinal, Cairan limfe, Cairan intraokuler, Cairan persendian, Cairan gastrointestinal

Komposisi Mineral



Darah
  • Volume darah : ± 1/13 BB
Komposisi darah terdiri :
  • Sel darah merah ( Eritrosit )
  • Sel darah putih ( Leukosit )
  • Trombosit
  • Plasma darah

Beda Serum dan Plasma Darah
  • Jika darah dibiarkan invitro maka akan terjadi pembekuan, dan diatas bekuan timbul cairan jernih yang disebut : Serum
  • Jadi perbedaan serum dan plasma darah terletak pada ada tidaknya sistem pembekuan darah.
  • Plasma → mengandung sistem pembekuan darah, serum tidak

Hematokrit
  • Hematokrit darah : adalah persentase darah yang berupa sel.
  • Hematokrit 40 berarti 40 % dari volume darah adalah sel, sedang sisanya plasma.
  • Harga normal pria : 42, wanita : 38

Eritrosit
  • Bentuk eritrosit diskus bikonkaf dengan diameter 8,6 µm
  • Mengandung haemoglobin (Hb) yaitu suatu protein yang mengandung zat besi dan karbonik anhidrase (suatu enzim yang terlibat dalam transport O2)
  • Jumlah normal :
  • pria : 4,5 juta – 5,5 juta / mm2, dan
  • wanita : 4 juta – 5 juta / mm2

Fungsi Eritrosit
  • Fungsi eritrosit adalah mengangkut O2 dari paru ke seluruh sel tubuh, sedang CO2 juga diangkut oleh eritrosit dan plasma darah.
  • Daya angkut O2 tersebut akibat Hb mempunyai afinitas terhadap O2, dimana 1 g Hb mampu mengangkut 1,34 cc O2, atau 100 cc darah mengangkut 20 cc O2
  • Harga normal Hb : pria : 13 – 16 g%, sedang wanita : 12 – 14 g%

Metabolisme Eritrosit
  • Umur eritrosit adalah 120 hari
  • Eritrosit mati → mengalami destruksi di limpa → hemoglobin → haem + globin
  • Haem → besi + porfirin, zat besi digunakan untuk membentuk eritrosit baru
  • Porfirin → bilirubin → mewarnai urine (urobilin) dan feses (sterkobiline)
  • Tempat pembuatan sel eritrosit adalah: sumsum tulang, limpa dan hepar

Leukosit Granular



  • Neutrofil : granula tidak berwarna
  • Eosinofil : granula berwarna merah pada pewarnaan asam
  • Basofil : granula berwarna biru pada pewarnaan basa

Leukosit Agranular



  • Monosit : merupakan sel besar dengan bentuk nukleus oval atau seperti ginjal
  • Limfosit : mempunyai nuleus yang besar dan mengisi hampir seluruh sel

Hitung Jenis Leukosit
Harga normal hitung jenis leukosit :
  • Basofil : 0 – 1 %
  • Eosinofil: 2 – 4 %
  • Batang : 1 – 5 %
  • Segmen: 51 – 67 %
  • Limfosit : 20 – 30 %
  • Monosit: 2 – 6 %

Fungsi Leukosit
  • Granulosit dan monosit berfungsi untuk:
  • Melindungi tubuh terhadap invasi organisma dengan cara memakanya yang disebut : fagositosis, dan
  • Mampu menembus dinding pembuluh darah melalui pori pori yang disebut proses diapedesis
  • Limfosit berfungsi untuk proses kekebalan (imunitas seluler)

Tempat Pembuatan Leukosit
  • Granulosit dan monosit dibuat di sumsum tulang
  • Limfosit dibuat di : kelenjar limfe, limpa, timus, tonsil

Sel Darah



Trombosit
  • Trombosit berasal dari sel megakariosit yang pecah menjadi bagian kecil kecil yang disebut platelet atau trombosit
  • Megakariosit berasal dari sel meiloblast yang juga merupakan induk sel leukosit.
  • Harga normal : 200.000 – 400.000 / mm2
  • Trombosit berfungsi sebagai sistem pembekuan darah

Mekanisme Pembekuan Darah
  • Proses pembekuan darah →melalui 3 tahap :
  • Suatu zat yang dinamakan aktivator protrombin terbentuk akibat robeknya pembuluh darah atau rusaknya darah itu sendiri
  • Aktivator protrombin mengaktifkan perubahan protrombin menjadi trombin
  • Trombin bekerja sebagai enzim yang mengubah fibrinogen menjadi benang benang fibrin yang menyaring sel sel daah merah dan plasma untuk membentuk bekuan itu sendiri.

Skema Mekanisme Pembekuan Darah



Plasma Darah
  • Air : 91-92 %
  • Protein plasma terdiri : albumin, globulin, fibrinogen, protrombin
  • Albumin : 4,5 g%, berfungsi menyebabkan tekanan osmotik pada membran kapiler, dan mencegah cairan plasma keluar dari kapiler masuk kedalam ruang interstitial.
  • Jika kadar albumin rendah (hipoalbumin) → tekanan osmotik rendah → cairan darah masuk jaringan → udem

  • Globulin : 2,5 g%, terdiri globulin α, β, γ
  • Globulin α, βberfungsi untuk mengangkut protein yang dapat bergabung denganya
  • Globulin γ berfungsi membentuk antibodi.
  • Fibrinogen : 0,3 g%, berfungsi untuk proses pembekuan darah
  • Protrombin : berfungsi untuk proses pembekuan darah

  • Unsur anorganik : Na, K, Ca, Mg, Fe, I dll
  • Unsur organik : urea, asam urat, kreatinin, glukose, asam lemak, asam amino, enzim, hormon.

Golongan Darah


  • Golongan darah sistem ABO → diberi nama berdasarkan adanya aglutinogen (zat yang dibekukan) yang terdapat dalam permukaan eritrosit
  • Macam aglutinogen: A dan B
  • Aglutinogen tersebut akan menyebabkan aglutinasi dan hemolisis → jika bercampur dengan aglutinin anti-A (α) dan anti-B (β) yang terdapat dalam plasma darah
  • Aglutinin (zat yang membekukan) merupakan γ globulin

Reaksi Transfusi
  • Jika gol darah tidak sama → aglutinin anti-A akan menggumpalkan aglutinogen A yang terdapat dalam eritrosit
  • Begitu juga aglutinin anti-B menggumpalkan aglutinogen B
  • Sel yang menggumpal → beberapa jam → hari → difagositosis oleh leukosit

  • Jika gol darah tidak cocok → yang menggumpal adalah darah donor, bukan darah resipien, karena plasma darah donor (mengandung aglutinin) segera diencerkan oleh plasma resipien → tidak cukup untuk menggumpalkan aglutinogen resipien
  • Plasma resipien (mengandung aglutinin) dalam jumlah banyak → segera menggumpalkan aglutinogen donor

Reaksi Transfusi
  • Aglutinasi
  • Hemolisis
  • Icterus
  • Gagal ginjal: ( hemolisis → toksin → vasokonstriksi tubulus ginjal → gagal ginjal)

Imunologi
  • Imunologi: Ilmu yang mempelajari tentang sistem imun ( kekebalan ) tubuh
  • Sistem Imun → semua mekanisme perlindungan tubuh terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan berbagai bahan dalam lingkungan hidup.
Sistem Imun dibagi 2 :
  • Sistem Imun alamiah / non spesifik / nature / innate
  • Sistem Imun didapat / spesifik / adaptif / acquired

Sistem Imun Non Spesifik
  • Sistem tersebut non spesifik karena tidak ditujukan terhadap mikroorganisme tertentu, tetapi berespon terhadap semua jenis antigen
  • Telah ada dan siap berfungsi sejak lahir, contoh: permukaan tubuh, selaput lendir dan berbagai komponen dalam tubuh (cairan vagina, lambung, saliva, air mata)

  • Sistem Imun non spesifik merupakan pertahanan tubuh terdepan dalam menghadapi serangan berbagai mikroorganisme, oleh karena dapat memberikan respon langsung terhadap antigen.
  • Sedang sistem imun spesifik membutuhkan waktu (untuk mengenal antigen terlebih dahulu) sebelum dapat memberikan responya.

Contoh Sistem Imun Non Spesifik
  • Fisik: kulit, selaput lendir, batuk, bersin
  • Larutan: asam lambung, cairan vagina, saliva, air mata
  • Sel: monosit, basofil, neutrofil, eosinofil, makrofag

Sistem Imun Spesifik
  • Sistem imun spesifik mempunyai kemampuan untuk mengenal benda yang dianggap asing bagi dirinya. Benda asing yang pertama kali muncul dalam badan segera dikenal oleh sistem imun spesifik → menyebabkan sensitisasi sel sel sistem imun tersebut
  • Bila sel imun tersebut berpapar kembali dengan benda asing yang sama, maka benda asing yang terakhir ini akan dikenal lebih cepat, kemudian dihancurkan olehnya (antibodi atau sel T).

Contoh:
  • Larutan: antibodi (sel B)
  • Seluler: sel T

Antigen
  • Bahan yang dapat merangsang respon imunologi atau bahan yang dapat bereaksi dengan antibodi yang sudah ada
  • Secara fungsional antigen dibagi dua : Imunogen dan Hapten
  • Imunogen → bahan yang dapat menimbulkan respon imun
  • Hapten → molekul yang dapat bereaksi dengan antibodi, tetapi tidak dapat merangsang pembentukan antibodi secara langsung

Antibodi
  • Adalah protein serum yang disebut Globulin, dan sekarang dikenal sebagai Imunoglobulin (Ig)
  • Imunoglobulin dibentuk oleh sel plasma yang berasal dari porliferasi sel B akibat kontak dengan antigen
  • Ig terdiri dari α, β, γ dan yang terbanyak adalah γ globulin
  • Macam imunoglobulin adalah : Ig G, Ig A, Ig M, Ig E, Ig D

Hipersensitivitas
  • Hipersensitivitas : yaitu reaksi imune yang patologik, terjadi akibat respon imune yang berlebihan sehingga menimbulkan kerusakan jaringan tubuh
Dibagi 4 tipe:
  • Hipersensitivitas tipe 1: disebut juga reaksi alergi
  • Hipersensitivitas tipe 2
  • Hipersensitivitas tipe 3
  • Hipersensitivitas tipe 4

Retikulo Endotelial Sistem (RES)
  • RES= Retikulo Endotelial Sistem → sistem organ yang berfungsi dalam perlindungan tubuh terhadap infeksi dengan cara memakan (fagositosis) benda asing dan bakteri
  • Yang termasuk RES → kelenjar limfe, limpa, hati dan sumsum tulang
  • RES berhubungan dengan limfosit dan organ pembentuk darah

Tugas Individu
  • Sebutkan foktor intrinsik dan faktor ekstrinsik yang berpengaruh dalam pembekuan darah
  • Jelaskan reaksi transfusi yg terjadi antar golongan darah (semuanya)

Rabu, 14 April 2010

FISIOLOGI PANCAINDERA 2

Dr. Suparyanto, M.Kes

Organum Visualis
  • Supercilium
  • Palpebra sup & inf
  • Cilia
  • Conjunctiva
  • Kornea
  • Sklera
  • Iris
  • Pupil

  • Kornea: jaringan epithel transparan
  • Iris: bagian berwarna pada mata
  • Pupil: lubang(lingkaran ditengah iris)
  • Lensa
  • Camera oculi anterior:ruang mata antara kornea dan pupil
  • Camera oculi posterior: ruang mata antara pupil dan lensa

  • Corpus ciliaris: memproduksi humor aqueous (glandula ciliaris)
  • Ligamentum suspensorii lentis ligamen yg mempertahankan posisi lensa
  • Humor aqueous: cairan bola mata yang mengisi camera oculi
  • Angulus iridocornealis: sudut antara iris dan kornea tempat homur aqueous mengalir ke sinus venosus sclera

Lapisan bola mata:
  • Sclera → luar, keras
  • Choroidea → kaya vascular
  • Retina → jaringan saraf
  • Nervus Opticus
  • Humor Vitreus: transparan seperti jeli

  • Fovea centralis
  • Makula Lutea: area paling sempurna menerima rangsang cahaya
  • Discus optik: bintik buta, tempat nervus opticus dan pembuluh darah masuk

Glandula Lakrimalis
  • Glandula Lakrimalis
  • Punctum lakrimalis
  • Canaliculi lakrimalis
  • Sacus lakrimalis
  • Ductus nasolakrimalis

Indera Penglihatan
  • Mata secara optik = kamera fotografis biasa → mempunyai sistem lensa dan retina yang dapat disamakan dengan film

  • Organ yang ada hubunganya dengan proses optik adalah: kornea, humor akuosus, lensa, humor vitreus dan retina

Fungsi Lensa
  • Pembentukan bayangan pada retina → diaktifkan oleh lensa → memfokuskan bayangan di retina dengan mekanisme akomodasi →dan hasil bayanganya terbalik dari bendanya

Bayangan
  • Walaupun bayangan terbalik → kita merasakan sebagai bayangan tegak, karena otak sudah terlatih untuk menganggap suatu bayangan terbalik sebagai normal

Mekanisme Akomodasi
  • Akomodasi → kemampuan mencembungkan lensa → akibat kontraksi m siliaris → relaksasi ligamen sunpensorius yang memegang lensa, dan sebaliknya jika m siliaris berelaksasi → kekuatan dioptri lensa paling lemah.
  • Makin bertambah usia, lensa kehilangan elastisitasnya dan menjadi suatu massa yang relatif keras, mungkin karena denaturasi protein secara progresif, sehingga daya akomodasi menurun dari 14 dioptri setelah lahir menjadi 2 dioptri pada usia 45 – 50 tahun
  • Sesudah itu lensa mata dianggap hampir sama sekali tidak dapat berakomodasi yang disebut : presbiopia

Mata Normal



Hipermetropia



Miopia



Jaras Saraf Penglihatan
  • Retina (reseptor) → n optikus → pada kiasma optikum semua serabut menyilang ke sisi yang lain →membentuk tractus optikus → cortex optikus

Retina/ Fotoreseptor
  • Fovea centralis
  • Makula Lutea: area paling sempurna menerima rangsang cahaya
  • Discus optik: bintik buta, tempat nervus opticus dan pembuluh darah masuk

Sel Retina
  • Sel kerucut : untuk penglihatan warna
  • Sel batang : untuk penglihatan di tempat gelap
  • Makula merupakan tempat paling peka terhadap cahaya yang disebut fovea centralis

Sel Batang Retina
  • Terdapat pada semua retina kecuali pada fovea
  • Berisi rodopsin (penglihatan warna ungu) dan derivat vitamin A
  • Rodopsin → berwarna ungu pada keadaan gelap, tetapi pucat oleh cahaya yang dapat dilihat

Sel Kerucut Retina
  • Banyak ditemukan pada makula lutea, disamping juga menyebar pada semua retina
  • Merupakan satu-satunya sel pada fovea, tempatnya berkumpul dengan rapat
  • Tiap kerucut mengandung satu dari tiga pigmen (fotopsin)

Adaptasi Terang
  • Jika seseorang dari tempat gelap → terang → akan silau (tidak kelihatan)
  • Hal ini disebabkan semua fotopsin dalam keadaan siaga → perlu adaptasi terang
  • Adaptasi terang → proses perubahan fotopsin dalam sel kerucut → retinal dan opsin
  • Retinal diubah → vitamin A yang tidak peka cahaya → jadi mata menjadi tidak peka terhadap cahaya
  • Perlu waktu 5 menit

Adaptasi Gelap
  • Jika seseorang pindah dari tempat terang ke tempat gelap → tidak kelihatan (semua jadi gelap)
  • Hal ini disebabkan jumlah fotopsin sedikit (jadi retinal / vitamin A) → perlu adaptasi gelap
  • Adaptasi gelap → perubahan vitamin A → retinal → perubahan retinal dan opsin → fotopsin yang peka cahaya
  • Perlu waktu 20 menit
  • Defesiensi vitamin A → jumlah retinal, fotopsin dan rodopsin berkurang → kesulitan adaptasi gelap →buta senja (niktalopia ).

Penglihatan Warna
  • Menurut Young – Helmholtz ada 3 sel kerucut : biru, hijau dan merah
  • Buta warna yang tersering :
  • butawarna merah – hijau, → sulit membedakan warna merah , hijau dan kuning,
  • Butawarna merah – hijau – biru → kesulitan membedakan warna biru, hijau, kuning.
  • Buta warna ini adalah kelainan kongenital yang terpaut sex ( X – linkage ).

Indera Perasa
Ada empat macam reseptor kulit :
  • Raba – tekan
  • Dingin
  • Hangat
  • Nyeri

Reseptor Kulit
  • Korpuskel paninian:
  • berkapsul, mendeteksi tekanan vibratori, terdapat di jari tangan, genetalia interna dan payudara
  • Korpuskel Meissner dan Discus Merkle:
  • Berkapsul, mendeteksi sentuhan
  • Korpuskel Ruffini:
  • Berkapsul mendeteksi tegangan dan tekanan, terdapat di plantar kaki

Proprioseptor
  • Proprioseptor: reseptor yang otot, tendon dan persendian
  • Gelondong otot → tegangan otot →terletak diantara serat otot
  • Organ tendon Golgi → tegangan pada tendon
  • Korpuskel Panician → tekanan

Jaras Saraf
  • Jaras saraf : reseptor → saraf sensoris → medulla spinalis → otak (area sensorik somatik di dalam gyrus postcentrallis dan didalam dinding fissura Sylvii)

Jaras Sensorik
  • Sentuhan/posisi → ganglion radix posterior → serabut sentralis naik didalam kolumna dorsalis → menyilang di medulla oblongata → cortex sensoris cerebri
  • Nyeri/suhu → ganglion radix posterior → memotong medulla spinalis → naik pada traktus antero lateral sisi yangg berlawanan → cortex sensoris cerebri

Tugas Individu
  • Gambar dan jelaskan cara mengkoreksi kelainan mata berikut:
  • Emetropia
  • Miopia
  • Hipermetropia
  • Astigmatismus
  • Presbiopia

FISOLOGI PANCAINDERA 1

Dr. Suparyanto, M.Kes

Organum Olfactorium
  • Tractus olfactorius
  • Bulbus olfactorius
  • Sel olfactorius terletak pada atap cavum nasalis: berupa lamina kribiformis os frontalis

  • Ada 107 sel indera primer penciuman → terletak pada neuroepitelium regio olfactorius (epitelium olfaktori)
  • Reseptor penciuman (kemoreseptor olfaktori) bersifat bipolar, ujung dendritnya membawa 5-20 silia yg ditutupi oleh mukus, akson menuju ke otak

  • Epitelium olfactori mengandung sel penunjang, sel basal dan sel olfaktori
  • Sel olfactory merupakan neuron bipolar, ujungnya berambut yang menonjol pada mukus

  • Kemoreseptor olfactorius terletak didalam bagian khusus mucosa hidung yakni membrana mucosa olfactorius.
  • Kemoreseptor olfactorius hanya berespon terhadap senyawa yang berkontak dengan epitel olfactorius dan dilarutkan dalam lapisan tipis mukus yang menutupinya.

Syarat zat yang dapat di-bau :
  • Harus mudah menguap → dapat masuk hidung
  • Sedikit larut dalam air sehingga dapat melalui mukus untuk mencapai sel olfactorius
  • Harus dapat larut dalam lipid karena diduga rambut olfactorius dan ujung luar sel olfactorius terutama terdiri dari zat lipid

Jaras Saraf Olfactorius
  • Silia olfactoria → sel olfactoria (reseptor) →akson olfactoria → glomeruli olfactorius → sel mitral → tractus olfactorius →striae olfactoriae medialis et lateralis →cortex olfactorium

Peranan Penciuman
  • Menimbulkan sekresi saliva dan getah lambung → respon bau menyenangkan, bau busuk
  • Memantau kebersihan → keringat, kotoran
  • Membentuk info sosial → penciuman “keluarga” dan “orang luar’
  • Mempengaruhi tingkah laku seksual
  • Mempengaruhi emosi → gembira, lesu

Kelainan Penciuman
  • Anosmia: tak ada indera penciuman
  • Hiposmia: sensitifitas penciuman yang berkurang
  • Disosmia: indera penciuman yang berubah

Organum Gustatorium
  • Papilla lingualis
  • Papilla fungiformis
  • Papilla filiformis
  • Papilla sircumvalata
  • Tonsila lingualis
  • Reseptor gustatorius terdapat dalam papila lingualis

  • Sel reseptor gustatorius (tunas pengecapan) terletak di lidah, merupakan kemoreseptor yang berespon terhadap senyawa yang dilarutkan dalam cairan mulut
  • Pada manusia terletak pada : Lidah, Palatum, Epiglotis, Nasofaring

Macam sensasi pengecapan dan letaknya di lidah :
  • Pahit: dorsum posterior linguae
  • Manis: ujung lidah
  • Asin: dorsum anterior linguae
  • Asam: sepanjang tepi (lateral) lidah

Jaras Saraf Gustatorius
  • Saraf sensorik 2/3 anterior lidah → chorda tympani dari n facialis ( VII )
  • 1/3 posterior lidah → n glosofaringius (IX)
  • Faring melalui n vagus ( X )
  • Ketiganya masuk ke nukleus tractus solitarius di batang otak → kemudian diteruskan oleh lemnicus medialis bersama rasa raba, nyeri dan suhu → menuju area proyeksi pengecapan ( cortex cerebri )

Peranan Indera Pengecap
  • Menjaga makanan yg rusak (citarasa yang buruk: reflek muntah; citarasa pahit: biasanya beracun)
  • Menimbulkan sekresi saliva dan getah lambung

Kelainan Pengecapan
  • Ageusia → tak ada indera pengecapan
  • Hipogeusia → sensitivitas pengecapan yang berkurang
  • Disgeusia → indera pengecapan yang terganggu

Indera Pendengaran
  • Telinga luar terdiri : aurikula (pinna) , meatus akustikus eksternus
  • Telinga tengah terdiri : membrana timpani, ossicles (malleus, incus, stapes) , meatus akustikus internus , tuba faringotimpani (tuba Eustachius).
  • Telinga dalam terdiri: terdiri dua buah organ , organ pendengaran (cochlea) dan organ keseimbangan (aparatus vestibularis).

Proses Mendengar
  • Pendengaran → indera mekanoreseptor → memberikan respon terhadap getaran mekanik gelombang suara yang terdapat diudara.
  • Getaran suara diterima membrana timpani → maleus → inkus → stapes → labirin membranosa pada lubang foramen ovale → gelombang suara dihantarkan ke telinga dalam (koklea)

  • Koklea (tabung bergelung) → terbagi menjadi tiga ruangan (scalae) → skala vestibuli, skala timpani dan skala media.
  • Skala vestibuli, skala timpani berisi perilimfe, skala media berisi endolimfe

  • Skala vestibuli, skala timpani saling berhubungan melalui lubang kecil di apek koklea yang disebut helicotrema
  • Skala vestibuli dan skala media dipisahkan oleh membrana vestibularis (membran Reissner)

  • Antara skala media dan skala timpani dipisahkan oleh membrana basilaris
  • Skala media berisi organ korti yang terletak di membrana basilaris → reseptor getaran suara.

  • Getaran suara masuk skala vestibuli dari permukaan lebar stapes pada foramen ovale, perlekatan ini dihubungkan oleh ligamen anulare yang relatif longgar sehingga dapat bergerak keluar dan kedalam → gerakan kedalam menyebabkan cairan bergerak kedalam skala vestibuli, skala media dan skala timpani dan menyebabkan foramen rontundum menonjol keluar dan menimbulkan getaran sesuai dengan frekuensinya.

Jaras Saraf
  • Organ corti (reseptor) → n. koklearis → nukleus koklearis (medulla oblongata) → nukleus olivaris superior → kolikulus inferior (pusat refleks pendengaran) → nukleus genikulatum mediale (didalam thalamus) → cortex cerebri (radiatio auditoria) yang terletak di girus superior lobus temporalis

Ketulian
  • Tuli hantar : tuli akibat gangguan hantaran bunyi dari telinga luar atau tengah, akibat :
  • Sumbatan mae oleh serumen atau benda asing
  • Kerusakan ossicula auditus
  • Penebalan membrana timpani setelah infeksi telinga tengah ( otitis media )
  • Kekakuan perlekatan antara stapes dan foramen ovale

  • Tuli saraf : tuli akibat kerusakan sel rambut atau jaras saraf, yang diakibatkan :
  • Degenerasi toksin sel rambut akibat streptomisin dan gentamisin
  • Kerusakan sel rambut luar akibat oleh antibiotika
  • Tumor pada n vestibularis dan hantaran diatasnya
  • Audiometer : alat untuk mengukur ketajaman pendengaran.
  • Frekuensi yang dapat didengar antara : 20 – 20.000 Hz ( siklus / detik )

Aparatus Vestibularis
  • Aparatus vestibularis adalah organ sensoris keseimbangan
  • Terdiri: utrikulus, sakulus dan duktus semisirkularis (bagian labyrin membranaseus)

  • Kanalis semisirkularis (ampula) → berkenaan dengan rotasi → terdiri: ductus semisircularis superior, lateralis, posterior → dalam ampula terdapat krista → didalam krista terdapat kupula
  • Vestibularis → berisi: Utriculus dan Sacculus → didalamnya terdapat makula → berkenaan dengan keseimbangan statis (posisi dan gerakan garis lurus)

  • Tiap makula dilapisi oleh gelatinosa tempat tertanam banyak kristal kecil kalsium karbonat yang disebut otokonia dan sel rambut dimana dasar sel rambut tersebut berhubungan dengan akson sensoris dari n.vestibularis

  • Makula terdiri: sel penunjang dan reseptor yang disebut sel rambut
  • Tiap makula dilapisi oleh gelatinosa dan mengandung banyak kristal kecil dari kalsium karbonat yang disebut otokonia /statokonia dan sel rambut dimana dasar sel rambut tersebut berhubungan dengan akson sensoris dari n.vestibularis (n.VIII)

  • Dalam ampula kanalis sirkularis, ada krista kecil yang disebut krista ampularis
  • Diatas krista terdapat massa gelatinosa yang disebut kupula yang didalamnya ada sel rambut (silia)
  • Sel rambut berhubungan dengan serabut sensoris n vestibularis → diteruskan ke nukleus vestibularis (terletak pada pertemuan medulla oblongata dan pons) →cerebelum (otak kecil)

Keseimbangan Statis
  • Keseimbangan statis adalah kesadaran akan posisi kepala terhadap gaya gravitasi jika tubuh tidak bergerak
  • Termasuk kesadaran untuk merespon perubahan dalam percepatan linear: yaitu kecepatan dan arah pergerakan kepala dan tubuh dalam suatu garis lurus
  • Reseptor keseimbangan statis adalah: makula yang terdapat dalam utrikulus dan sakulus

Keseimbangan Dinamis
  • Keseimbangan dinamis adalah kesadaran akan posisi kepala saat merespon gerakan anguler atau rotasi
  • Reseptor keseimbangan dinamis adalah: ampula, didalam ampula terdapat krista
  • Krista terdiri sel penunjang dan sel rambut yang menonjol membentuk lapisan gelatin yang disebut kupula
  • Gerakan kepala menyebabkan endolimfe dalam saluran semisirkularis menggerakan kupula

Kelainan Vestibularis
  • Vertigo : kelainan atau penyakit pada organ keseimbangan
  • Mabuk kendaraan : adalah akibat gangguan pada labirin oleh gerakan yang berulang ulang dari endolymphe

Tugas Individu
  • Apa yang menyebabkan nafsu makan menurun pada orang yang menderita batuk pilek?
  • Bagaimana cara membedakan penderita tuli akibat tuli hantar dan tuli saraf?

Sabtu, 06 Maret 2010

FISIOLOGI SARAF 2

Dr. Suparyanto, M.Kes

Macam Saraf
  1. Saraf sensoris adalah saraf yang membawa impuls dari reseptor ke SSP (Sistem Saraf Pusat)
  2. Saraf konektor adalah saraf menghubungkan saraf sensoris dan saraf motoris di medula spinalis pada gerak reflek
  3. Saraf motoris adalah saraf yang membawa impuls dari SSP ke efektor

Macam Saraf



Sistem Lokomotorius



Gerak Reflek
  • Gerak reflek adalah gerak (respon terhadap impuls sensoris) yang tidak disadari
  • Jarasnya: reseptor → saraf sensoris → saraf konektor (medulla spinalis) → saraf motorik → efektor

Reseptor Sensoris
  • Reseptor sensorik adalah organ/sel yang berfungsi menerima rangsang/stimulasi lingkungan menjadi impuls saraf
  • Reseptor dibagi berdasarkan:
  • Sumber (lokasi) sensasi
  • Jenis sensasi yang terdeteksi

Macam Reseptor
  • Eksteroseptor: reseptor yang menerima rangsang dari luar tubuh. (sentuhan, tekanan, nyeri, suhu, penciuman, penglihatan, pendengaran)
  • Propioseptor: reseptor yang menerima rangsang dari dalam tubuh. (otot, tendon, persendian, keseimbangan)
  • Interoseptor/viseroseptor: reseptor yang terletak di organ visera dan pembuluh darah yang diinervasi oleh SSO. (digesti, ekskresi dan sirkulasi)
  • Mekanoreseptor: reseptor untuk rangsangan mekanik. (vibrasi, tekanan, propriosepsi, pendengaran, keseimbangan, tekanan darah)
  • Termoreseptor: reseptor untuk suhu
  • Reseptor nyeri/nosiseptor: reseptor untuk kerusakan jaringan
  • Fotoreseptor: reseptor untuk cahaya
  • Kemoreseptor: reseptor untuk zat kimia

Sistem Saraf
  • Sistem Saraf Pusat (SSP) terdiri dari cerebrum dan medulla spinalis
  • Sistem Saraf Tepi (SST) adalah saraf yang keluar dari SSP yang terdiri dari nervi cranialis dan nervi spinalis
  • Sistem Saraf Otonom (SSO) adalah saraf SST yang sifatnya tidak sadar (involunter) terdiri dari nervi simpatis dan nervi parasimpatis

Jaras Saraf Sensoris
  • Jaras mulai dari reseptor → cortex sensoris cerebri → membawa impuls dari reseptor ke SSP
  • Badan sel saraf sensoris ada di ganglion radik posterior dekat medulla spinalis
  • Kerusakan pada jaras sensoris menyebabkan anestesia

Ada dua jalur:
  1. Untuk Sentuhan/posisi saraf berjalan mulai ganglion radix posterior kemudian melalui serabut sentralis naik didalam kolumna dorsalis lalu menyilang di medulla oblongata dan berakhir di cortex sensoris cerebri
  2. Untuk Nyeri/suhu saraf berjalan mulai ganglion radix posterior kemudian memotong medulla spinalis lalu naik pada traktus antero lateral sisi yang berlawanan menuju cortex sensoris cerebri

Jaras Motoris
  • Jaras motoris adalah jaras saraf mulai dari cortex motorik cerebri sampai ke efektor (otot, kelenjar)
  • Jaras menyilang di medulla oblongata
  • Dibagi dua yaitu:
  1. UMN
  2. LMN

Upper Motor Neuron (UMN)
  • Jaras saraf mulai dari cortex motorik cerebrum sampai cornu anterior medulla spinalis
  • Kerusakan pada jaras UMN akan menyebabkan paralisa yang bersifat spastik

Lower Motor Neuron (LMN)
  • Jaras saraf mulai dari cornu anterior medulla spinalis sampai ke efektor
  • Kerusakan LMN akan mengakibatkan paralise yang bersifat flacid (layuh)

Fungsi Hemisfer:
Fungsi hemisfer kiri:
  • Fungsi motorik/sensorik tubuh kanan
  • Fungsi berbahasa
  • Berpikir matematik atau logis

Fungsi hemisfer kanan:
  • Fungsi motorik/sensorik tubuh kiri
  • Mengendalikan ruang
  • Pemikiran abstrak/imajiner/seni

Sinap:
  • Sinap adalah hubungan satu neuron dengan neuron lain
  • Pada motorneuron siap terjadi pada soma atau dendrit (ribuan)
  • Diantara bongkol sinap (synaptic knob) ada yang bersifat eksitasi atau inhibisi
  • Bongkol sinap disebut juga terminal knob atau terminal presinaptik

  • Antara terminal sinaptik dan soma neuron terdapat celah sinap
  • Didalam bongkol sinap terdapat vesikel sinaptik dan mitokondria
  • Vesikel sinaptik mengandung senyawa transmiter yang bila dilepaskan kedalam celah sinap dapat merangsang atau menghambat neuron
  • Mitokondria menyediakan ATP yang digunakan untuk mensintesis transmiter baru

  • Bila potensial aksi menyebar sampai bongkol sinaptik, depolarisasi membran menyebabkan pengosongan sejumlah kecil vesikel kedalam celah sinap
  • Neurotransmiter akhirnya menyebabkan eksitasi / inhibisi

Neurotransmiter:
  • Suatu transmiter akan menyebabkan eksitasi atau inhibisi tak hanya ditentukan oleh sifat transmiter tetapi juga oleh sifat reseptor didalam membran presinaptik
  • Misal :
  • Neuron yang sama akan terangsang oleh sinap yang melepaskan asetilkolin , tetapi terinhibisi oleh sinap lain yang melepaskan glisin
  • Jadi membran saraf mengandung reseptor eksitasi untuk asetilkolin dan reseptor inhibisi untuk glisin
  • Satu neuron hanya melepaskan satu jenis transmiter

Organisasi Sistem Saraf:
  • Tugas pokok terpenting dari sistem saraf adalah mengatur kegiatan tubuh, dengan cara:
  • Kontraksi otot rangka → untuk gerak sadar (volunter)
  • Kontraksi otot polos (didalam organ internal) →untuk gerak otonom
  • Sekresi kelenjar eksokrin dan endokrin

Pengolahan Informasi:
  • Sebenarnya > 99 % dari semua informasi sensoris terus dibuang oleh otak karena tidak penting, misal :
  • Orang sama sekali tidak menyadari bahwa pakaianya bersentuhan dengan kulit
  • Orang tidak menyadari tekanan pada tempat duduknya
  • Tempat pengaturan penghantaran impul saraf ada pada sinap

  • Ada sinap yang menghantarkan impuls dengan mudah ada juga yang sulit
  • Juga impuls fasilitasi atau inhibisi dari daerah lain didalam sistem saraf dapat ikut mengatur kegiatan sinaptik
  • Ada neuron yang bereaksi dengan sejumlah impuls dan ada yang sedikit
  • Jadi sinap merupakan tempat melakukan tindakan selektif impuls saraf

  • Hanya sebagian kecil informasi sensoris yang menyebabkan reaksi motorik segera
  • Sebagian besar informasi sensoris digunakan untuk mengatur kegiatan motorik dimasa yang akan datang dan untuk digunakan dalam proses berpikir

  • Letak penyimpanan memori ada di korteks serebri, dan proses penyimpanan informasi disebut daya ingat
  • Pada isyarat sensoris tertentu yang melalui serangkaian sinap, sinap tersebut akan lebih cepat menghantarkan isyarat yang sama pada kesempatan berikutnya, proses ini disebut : fasilitasi

Tingkat Sistem Saraf
1. Tingkat Medulla Spinalis
2. Tingkat Otak rendah (batang otak/ truncus encephali)
3. Tingkat Otak tinggi / korteks cerebri

Tingkat Medulla Spinalis
  • Pada dasarnya semua reaksi motorik medulla spinalis bersifat otomatis dan terjadi hampir segera sebagai reaksi terhadap isyarat sensoris yang disebut : Reflek
  • Contoh : Otot teregang tiba tiba → muscle spindle (sensoris) →medulla spinalis → motor neuron cornu anterior → Otot (efektor) → kontraksi

Tingkat Otak Rendah
  • Hampir semua kegiatan bawah sadar tubuh diatur didalam otak yang lebih rendah, seperti :
  • Medulla Oblongata, Pons, Mesensefalon, Hipotalamus, Talamus, Serebelum, Ganglia basalis
  • Tekanan darah arteria & pernafasan → pusatnya ada di medulla oblongata & pons
  • Keseimbangan pusatnya ada di serebelum, medulla oblongata, pons, mesensefalon
  • Gerakan yang terkoordinasi antara kepala, seluruh tubuh, mata pusatnya ada di mesensefalon, serebelum, ganglia basalis
  • Reflek makanan seperti pengeluaran air liur merupakan koordinasi antara medulla oblongata, pons, mesensefalon, hipotalamus

Tingkat Otak Tinggi:
  • Korteks serebri merupakan suatu daerah penyimpanan informasi yang luas sekali
  • Cortex serebri juga berfungsi sebagai proses berpikir
  • Bagian otak yang berfungsi menerima impuls sensoris disebut: Area sensoris
  • Bagian otak yang berfungsi mengatur impuls motoris disebut: Area motoris

Tugas Individu
1. Mengapa pada penderita kusta, dapat terjadi mati rasa. Apa yang diserang? Bagaimana prosesnya?
2. Pada penderita polio, kakinya lumpuh layuh dan menjadi kecil. Apa yang diserang? Bagaimana prosesnya?
3. Penderita yang menjalani operasi lokal, dia sadar tetapi tidak merasa sakit. Mengapa itu bisa terjadi, jelaskan?

REFERENSI

  1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC
  2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC
  3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia
  4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview
  5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey
  6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC
  7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia
  8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia
  9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta
  10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta
  11. Lutjen, et all, 2001, Atlas foto anatomi: struktur dan fungsi tubuh manusia, edisi 2, EGC, Jakarta

SEL EKSITABEL

Dr. Suparyanto, M.Kes

Renungkan:
1. Mengapa tangan kamu bisa bergerak?
2. Siapa yang menyuruh?
3. Bagaimana caranya?
4. Bagaimana payudara bisa tumbuh?
5. Siapa yang menyuruh?
6. Bagaimana caranya?

Apa Itu Sel?
  • Sel adalah unit struktural terkecil makluk hidup yang mampu mengurus kehidupannya sendiri
  • Sel manusia terdiri 75 triliun
  • Sel terdiri 2 bagian utama: nukleus dan sitoplasma
  • Antara nukleus dan sitoplasma dipisahkan oleh membran inti
  • Antara sitoplasma dan dunia luar dipisahkan oleh membran sel

Koordinasi Kehidupan
  • Manusia termasuk organisme multiseluler
  • Sel, jaringan, organ, sistem organ
  • Pusat pengaturan sistem organ: otak
  • Otak menyampaikan pesan kepada organ melalui:
  1. Impuls listrik: via neuron
  2. Impuls kimia: via hormon

Apa Itu Sel Eksitabel
  • Sel eksitabel adalah sel yang peka terhadap rangsang (saraf dan otot)
  • Neuron terdiri: dendrit, badan sel, akson dan neurit
  • Arah impuls dari dendrit ke neurit

Komponen Neuron
  • Dendrit
  • Badan sel
  • Akson
  • Neurit
  • Mielin
  • Sel Schwan berfungsi sebagai regenerasi sel saraf

Macam Rangsangan
  • Listrik
  • Kimia
  1. Asam
  2. Basa
  3. Garam
  • Fisika
  1. Suara
  2. Sinar
  3. Trauma
  4. Warna

Komposisi Mineral Sel



Potensial Membran:
  • Sel dalam keadaan istirahat diluar bermuatan (+) dan didalam (-) , perbebadaan potensial antara didalam sel dan diluar sel disebut potensial membran
  • Potensial membran ini akibat adanya “pompa Na-K” dimana pada pompa Na-K, mengeluarkan K dari sitoplasma keluar sel, dan memasukan Na dari CES ke dalam sel (3K, 2Na)
  • K tinggi didalam sel (CIS), Na tinggi diluar sel (CES)

Potensial Aksi
  • Pada saat ada rangsangan saraf, rangsangan menyebabkan pompa Na-K berhenti
  • Rangsangan menyebabkan permiabilitas Na kedalam sel meningkat 5000x yang menyebabkan ion dalam sel berubah jadi positif dan diluar negatif , perubahan ion dari negatif menjadi positif disebut depolarisasi
  • Perbedaan polaritas ini menyebabkan aliran impuls yang disebut potensial aksi
  • Potensial aksi adalah perubahan mendadak seperti denyutan dalam potensial membran yang berlangsung 1/10.000 s/d 1/1.000 detik, akibat adanya beda potensial
  • Potensial aksi berpindah sepanjang jaringan saraf dan menimbulkan isyarat/impuls saraf

Aliran Impuls



Stadium Potensial Aksi
Potensial aksi terdiri 2 stadium :
  1. Depolarisasi membran
  2. Repolarisasi membran

Depolarisasi
  • Depolarisasi adalah perubahan muatan ion didalam sel dari negatif menjadi positif
  • Perubahan ion tsb akibat permiabilitas Na masuk kedalam sel yang meningkat
  • Permiabilitas Na yang meningkat akibat adanya rangsangan pada sel (listrik, zat kimia)
  • Potensial positif didalam sel disebut: Potensial Reversal

Repolarisasi
  • Potensial Reversal (potensial positif) menyebabkan, permiabilitas Na tertutup, akibatnya hanya ion K saja yang keluar dari sel, hal tersebut menyebabkan potensial didalam sel berubah lagi dari positif menjadi negatif
  • Perubahan potensial positif menjadi negatif didalam sel disebut: Repolarisasi

Fisiologi Neuron Otot
  • Potensial aksi menyebabkan vesikel dalam bongkol sinap mengeluarkan neurotransmiter
  • Neurotransmiter adalah zat kimia yang meneruskan impuls dari satu neuron ke neuron/badan sel lainya

Neurotransmiter
  • Sifat neurotransmiter ada dua yaitu: eksitasi dan inhibisi
  • Neurotransmiter dapat bekerja jika sel penerima mempunyai reseptor didalam membran presinaptik
  • Misal: neuron yang sama akan terangsang(exitasi) oleh sinap yang melepaskan asetilkolin , tetapi terinhibisi (dihambat) oleh sinap lain yang melepaskan glisin
  • Jadi membran saraf mengandung reseptor eksitasi untuk asetilkolin dan reseptor inhibisi untuk glisin
  • Satu neuron hanya melepaskan satu jenis neurotransmiter
Transmiter Eksitasi:
  • Asetilkolin: Disekresi oleh neuron di area otak, umumnya bersifat eksitasi efek inhibisi terjadi pada sistem saraf parasimpatik perifer seperti inhibisi jantung oleh nervus vagus
  • Asam Glutamat: disekresi oleh bongkol sinaptik lintasan sensorik, umumnya eksitasi
  • Zat P, disekresi oleh ujung saraf nyeri dalam substansia gelatinosa medulla spinalis, umumnya eksitasi
  • Enkefalin dan Endorfin, disekresi oleh ujung saraf medulla spinalis, batang otak, talamus dan hipotalamus, umumnya eksitasi

Transmiter Inhibisi:
  • Norepineprin: disekresi oleh neuron di formatiorecularis batang otak dan hipotalamus, umumnya bersifat inhibisi, tapimada yang eksitasi
  • Epineprin: disekresi sedikit neuron, sifat sama dengan norepineprin
  • Dopamin: disekresi oleh neuron substansia nigra, umumnya bersifat inhibisi
  • Glisin: disekresi oleh sinap medulla spinalis, umumnya inhibisi
  • Asam Gama Amionobutirat: disekresi oleh sinap medulla spinalis, serebelum, ganglia basalis, umumnya inhibisi
  • Serotonin: disekresi oleh batang otak, penghambat lintasan nyeri di medulla spinalis

Sinap:
  • Sinap adalah hubungan satu neuron dengan neuron lain
  • Hubungan sinap dapat: neurit – dendrit atau neurit – badan sel (tidak dapat neurit – neurit)
  • Pada motorneuron sinap terjadi pada soma atau dendrit (ribuan)
  • Diantara bongkol sinap (synaptic knob) ada yang bersifat eksitasi atau inhibisi
  • Bongkol sinap disebut juga terminal knob atau terminal presinaptik

  • Antara terminal sinaptik dan soma neuron terdapat celah sinap
  • Didalam bongkol sinap terdapat vesikel sinaptik dan mitokondria (menyediakan ATP yang digunakan untuk mensintesis transmiter baru)
  • Vesikel sinaptik mengandung neurotransmiter , yang akan terlepas jika ada potensial aksi.

  • Bila potensial aksi menyebar sampai bongkol sinaptik, depolarisasi membran menyebabkan pengosongan sejumlah kecil vesikel kedalam celah sinap
  • Neurotransmiter akhirnya menyebabkan eksitasi atau inhibisi, tergantung sifatnya

Transmisi Sinap



Fisiologi Otot:
  • Bagian otot yang berperan untuk gerak adalah: Aktin dan Miosin
  • Jarasnya adalah: SSP (area motoris) menyampaikan impuls lewat saraf motorik menuju motor end plate yang mengeluarkan acetil kolin kemudian merangsang Otot (aktin & miosin) dan menyebakan kontraksi

Tonus Otot
  • Dalam keadaan sadar, otot tidak pernah istirahat, tetapi selalu berkontraksi untuk membentuk tonus yang berfungsi mempertahankan postur tubuh

Rangsangan Tonus
Tonus otot terjadi akibat rangsangan yang berasal dari:
  1. Spindel otot (propioseptor)
  2. Mata
  3. Organ vestibuler

Koordinasi Gerak
Gerak yang harmonis terjadi akibat koordinasi antara:
  1. Otot Penggerak Utama contohnya m. Bisep
  2. Otot Antagonis contohnya m. Trisep
  3. Otot Fiksasi contohnya otot depan dan bawah bahu (sekitar bahu)

Tugas Individu
  1. Apa yang disebut sel eksitabel
  2. Jelaskan bagaimana cara otak mengkoordinasi semua sitem organ dalam tubuh
  3. Sebutkan 10 macam sistem organ dalam tubuh
  4. Apa yang dimaksud dengan potensial membran
  5. Jelaskan mengapa potensial membran bisa terjadi
  6. Apa yang dimaksud dengan Potensial aksi
  7. Apa yang menyebabkan potensial aksi
  8. Apa hubungan antara potensial aksi dengan bongkol sinaptik
  9. Apa yang dimaksud dengan neuro transmiter
  10. 1Jelaskan mengapa otot bisa bergerak
  11. Jelaskan mengapa otot geraknya bisa harmonis
  12. Apa yang disebut tonus otot dan apa gunanya 
REFERENSI


  1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC
  2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC
  3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia
  4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview
  5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey
  6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC
  7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia
  8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia
  9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta
  10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta
  11. Lutjen, et all, 2001, Atlas foto anatomi: struktur dan fungsi tubuh manusia, edisi 2, EGC, Jakarta

    Rabu, 20 Januari 2010

    CARDIOVASKULER HUMAN PHYSIOLOGY (FISIOLOGI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH)

    Dr. Suparyanto, M.Kes

    SISTEM SIRKULASI

    • Sistem sirkulasi adalah penghubung antara lingkungan interna dan lingkungan eksterna tubuh
    • Sistem ini membawa nutrien, gas ke semua sel, jaringan, organ dan sistem organ serta membawa produk akhir metabolik dari sel ke luar tubuh

    KOMPONEN SISTEM SIRKULASI

    • Sistem cardiovaskuler yang terdiri jantung, pembuluh darah dan darah
    • Sistem limfatik yang terdiri pembuluh limfe, dan nodus limfe yang terletak pada pembuluh limfe yang besar
    • Sistem pembentuk dan penyimpan darah yang terdiri limfe, hati, sumsum tulang, kelenjar timus

    FUNGSI SISTEM SIRKULASI

    • Transport: makanan, gas, hormon, mineral, enzim, sisa metabolisme.
    • Mempertahankan suhu tubuh dengan cara vasokontriksi dan vasodilatasi
    • Perlindungan melalui sistem imun dan pembekuan darah
    • Buffering, protein darah merupakan sisten buffer yang mempertahankan pH darah

    MACAM SIRKULASI

    • Sirkuit pulmoner: ventrikel kanan → arteri pulmonal → paru → vena pulmonal → atrium kiri, fungsi menerima darah penuh CO2 menjadi darah penuh O2 (teroksigenasi)
    • Sirkulasi sistemik: ventrikel kiri → aorta → semua sel → vena →atrium kanan, sebagai transport nutrien, O2 dan zat lain

    • Aliran bypass janin melalui jantung:
    • Sebelum lahir, darah tidak perlu lewat sirkulasi pulmonal yang belum berfungsi, tetapi darah teroksigenasi dari umbilikus langsung dimasukan dari atrium kiri menuju atrium kanan melalui lubang yang disebut: foramen ovale
    • Saat lahir, paru sudah berfungsi, foramen ovale ditutup jika masih lubang menimbulkan penyakit: Defek septum interatrium

    • Aliran bypass janin melalui jantung:
    • Darah teroksigenasi yang belum melintasi foramen ovale pada janin, mengalir ke ventrikel kanan. Darah ini kemudian dibelokan dari trunkus pulmonar menuju aorta melalui duktus arteriosus. Ductus ini menutup setelah lahir dan meninggalkan sisa: ligamentum arteriosus. Jika lintasan ini tidak menutup akan menimbulkan defek jantung yang disebut: Ductus arteriosus paten

    SISTEM PENGATURAN JANTUNG

    • Serabut Purkinje: serabut otot jantung khusus yang mampu menghantarkan impuls 5x lebih cepat. Serabut tsb memungkinkan atrium berkontraksi bersamaan yang diikuti oleh kontraksi ventrikel
    • Nodus Sinoatrial (Nodus SA)
    • Lokasi: dinding posterior atrium kanan dibawah pembukaan vena cava superior

    • Nodus SA melepas impuls 72 x/menit, dipengaruhi oleh saraf simpatis dan parasimpatis, berfungsi mengatur frekuensi kontraksi irama sehingga disebut: pemacu jantung
    • Nodus Atrioventrikuler (Nodus A-V)
    • Lokasi: dinding posterior atrium kanan
    • Nodus A-V menunda impuls seperatusan detik, sampai ejeksi darah atrium selesai sebelum terjadi kontraksi ventrikuler

    • Berkas A-V (berkas His)
    • Adalah sekelompok serabut Purkinje yang berasal dari nodus A-V dan membawa impuls di sepanjang septum interventrikuler menuju ventrikel, lalu bercabang menjadi berkas kanan dan kiri
    • Berkas kanan menuju ventrikel kanan, sedang berkas kiri menuju ventrikel kiri

    ABNORMALITAS HANTARAN

    • Irama Jantung Abnormal (Aritmia): disebabkan ketidakteraturan nodus S-A dan nodus A-V atau gangguan sistem hantaran
    • Blok jantung: gangguan pada hantaran sehingga sebagian atau semua impuls tidak mencapai ventrikel → jantung berdenyut dengan irama sendiri

    • Blok jantung parsial: atrium berdenyut normal, frekuensi hantaran yang melalui nodus A-V melambat → mengakibaatkan ventrikel hanya berkontraksi sekali setelah atrium kontraksi ke 2, 3 atau 4
    • Blok jantung komplet: atrium berdenyut normal, tetapi ventrikel berdenyut sendiri dengan frekuensi: 20 – 40 x/menit

    • Blok jantung diatasi dengan memasang alat pacu jantung buatan yang dipasang dibawah kulit
    • Fokus Ektopik: adalah defek hantaran yang menyebabkan denyut abnormal
    • Kontraksi Ventrikular Premature atau ekstra sistole
    • Geletar (flutter) dan fibrilasi: kontraksi cepat dan tidak terkoordinasi baik pada ventrikel maupun atrium

    • Flutter jika frekuensi: 200 – 300 x/menit, jika lebih disebut fibrilasi
    • Fibrilasi atrial tidak mengancam kehidupan, sedang fibrilasi ventrikel akan menyebabkan kematian

    SIKLUS JANTUNG

    • Jantung berkontraksi disebut Sistole, jantung relaksasi disebut Diastole
    • Kontraksi jantung mengakibatkan perubahan tekanan dan volume darah
    • Tekanan darah normal sitole 120 mmHg, diastole 80 mmHg

    BUNYI JANTUNG

    • Jantung berkontraksi disebut Sistole, jantung relaksasi disebut Diastole
    • Kontraksi jantung mengakibatkan perubahan tekanan dan volume darah
    • Tekanan darah normal sitole 120 mmHg, diastole 80 mmHg

    FREKUENSI JANTUNG

    • Frekuensi normal: 60 – 100 denyut/menit, rata2: 75 x/menit → siklus jantung berlangsung selama 0,8 detik, sistole 0,5 detik dan diastole 0,3 detik
    • Takikardi: peningkatan frekuensi jantung > 100 x/menit
    • Bradikardi: penurunan frekuensi jantung < 60 x/menit

    CURAH JANTUNG

    • Curah jantung adalah volume darah yang dipompa jantung per menit. Rata2: 5 liter/menit
    • Perhitungan curah jantung: frekuensi x isi sekuncup
    • Faktor yang mempengaruhi:
    • Aktivitas berat → meningkat 25 – 35 l/mnt
    • Aliran balik vena ke jantung

    • Faktor memperbesar aliran darah vena:
    • Pompa otot rangka
    • Pernafasan (tekanan negatif rongga dada saat inspirasi)
    • Reservoir vena (limpa, hati dan pembuluh darah besar)
    • Gaya gravitasi

    • Faktor memperlambat aliran darah vena:
    • Perubahan posisi tubuh
    • Tekanan darah abnormal vena: hemoragi, vulome darah rendah
    • Tekanan darah tinggi: semakin besar tahanan yang varus dihadapi ventrikel yang berkontraksi, semakin sedikit curah jantungnya

    • Faktor lain:
    • Hormon medular adrenal: epinefrin dan norepinefrin  meningkatkan
    • Ion: K, Na, Ca dalam darah
    • Usia dan ukuran tubuh
    • Penyakit kardiovaskuler: aterosklerosis, jantung jantung iskemik, infark miokardial, penyakit katup

    TEKANAN DARAH

    • Tekanan darah adalah daya dorong darah ke semua arah pada permukaan yang tertutup
    • Tekanan darah ventrikel sistole: 120 mmHg, dan diastole: 0 mmHg
    • Tekanan darah aorta sistole: 120 mmHg, dan diastole: 80 mmHg
    • Perubahan sistemik: aorta 100 mmHg → arteri (100 – 40 mmHg) → arteriole (25 – 10 mmHg) → vena (10 – 5 mmHg) → vena cava ( 5 – 0 mmHg) → atrium kanan 0 mmHg

    • Faktor yang mempengaruhi:
    • Curah jantung, makin besar makin tinggi
    • Tahanan perifer aliran darah:
    • Viskositas darah: makin kental makin tinggi
    • Panjang pembuluh: makin besar tahanan makin besar
    • Radius pembuluh: berbanding terbalik, vasodilatasi → menurunkan, vasokontriksi → meningkatkan

    • Pengaturan saraf: oleh medulla oblongata (pusat vasomotorik), pusat akselerator dan inhibitor jantung, serta baroreseptor aorta dan karotis
    • Pengaturan kimia dan hormonal:
    • Hormon adrenal: epinefrin dan norepinefrin
    • ADH
    • Angiotensin, histamin, glukagon, kolesistokinin, sekretin, bradikinin, prostaglandin → vasoaktif

    DENYUT NADI

    • Denyut arteri adalah gelombang tekanan yang merambat 6 – 9 m per detik, sekitar 15 x lebih cepat dari darah
    • Denyut dapat dirasakan pada arteri yang dekat kulit (arteri radialis pada pergelangan)
    • Dua bunyi jantung sebanding dengan satu denyut arteri
    • Frekuensi denyut memberikan informasi mengenai; kerja jantung, pembuluh darah dan sirkulasi

    REFERENSI

    1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC
    2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC
    3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia
    4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview
    5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey
    6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC
    7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia
    8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia
    9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta
    10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta
    11. Lutjen, et all, 2001, Atlas foto anatomi: struktur dan fungsi tubuh manusia, edisi 2, EGC, Jakarta

    Sabtu, 16 Januari 2010

    FISIOLOGI SISTEM DIGESTIVUS (DIGESTIVE HUMAN PHYSIOLOGY)


    Dr. Suparyanto, M.Kes

    APA ITU PENCERNAKAN

    • Pencernakan adalah proses perubahan makanan dari bentuk komplek menjadi bentuk sederhana atau dari bentuk kasar menjadi halus
    • Tujuan dari pencernakan adalah agar makanan mudah untuk diserap (absorpsi)
    • Hasil pencernakan karbohidrat adalah monosakarida, protein adalah asam amino dan lemak adalah asam lemak
    • Pencernakan dibedakan 2 macam:
    1.      Pencernakan Fisika: yaitu pencernakan yang merupakan makanan dari bentuk besar menjadi kecil, yang terjadi hanya perubahan bentuk, tidak terjadi perubahan zat (tidak terbentuk zat yang baru), dilakukan oleh gigi
    2.      Pencernakan Kimiawi adalah pencernakan makanan dengan menggunakan enzim, mengubah makanan menjadi zat baru yang lebih sederhana

    PERUBAHAN BENTUK MAKANAN

    1. Karbohidrat (polisakarida) menjadi disakarida kemudian dipecah lagi menjadi monosakarida (glucose, fructose dan galaktose)
    2. Lemak dipecah menjadi asam lemak
    3. Protein dipecah menjadi polipeptida, kemudian dipecah lagi menjadi asam amino

    MASTIKASI

    • Mastikasi adalah proses mengunyah makanan, yang dilakukan oleh gigi menjadi bagian-bagian yang halus, kemudian dengan bantuan saliva dijadikan satu menjadi bulatan yang disebut bolus
    • Dengan adanya bolus, proses menelan makanan menjadi lebih mudah
    • Didalam saliva terdapat enzim ptyalin (enzim α amilase) yang berfungsi merubah karbohidrat (amilum) menjadi disakarida (maltose)
    • Fungsi saliva:
      • Membasahi mulut
      • Membunuh kuman (mengandung antiseptik)
      • Mencerna secara kimiawi (mengandung enzim ptyalin)
    • Faktor sekresi saliva:
      • Rangsangan rasa asam pada lidah
      • Rangsangan taktil pada lidah terutama obyek yang halus
      • Rangsang bau terutama makanan yang disukai
      • Fantasi makanan yang disukai

    DIGLUTISI

    • Diglutisi adalah proses menelan, memasukan bolus dari cavum oris kedalam gaster
    • Ada 3 fase diglutisi:
    1.      Fase lingual/oral, bersifat (volunter) sadar (sesuai perintah otak) yang dilakukan oleh lidah
    2.      Fase faringeal, bersifat involunter (tidak sadar, bergerak secara reflek, jika ada gangguan akan menimbulkan salah jalan, tersedak), pada fase tsb terjadi proses:
    o       Palatum molle menutup nares posterior, agar makanan tidak masuk hidung
    o       Arkus palatofaringeal menyempit dibagian tengah, membentuk segitiga dengan dasar diatas agar bolus masuk ke farink posterior
    o       Epiglotis mengayun bolus masuk esofagus, sebagai papan lucur bolus
    3.      Fase esofagial, dengan gerak peristaltik, mendorong makanan masuk gaster, jika bolus terlalu besar menimbulkan rasa sakit saat menelan

    ·        Jika proses menelan terganggu terjadi tersedak
    ·        Jika bolus terlalu besar menimbulkan nyeri pada esofagus
    ·        Saat menelan ada udara ikut masuk disebut aerofagia yang sebagian diregurgitasi (sendawa) dan  sebagian terus masuk ke usus keluar sebagai flatus

    FUNGSI GASTER

    1. Menyimpan makanan
    2. Mencampur makanan dengan getah lambung menjadi bahan setengah padat yang disebut Kimus
    3. Mengatur Kimus dikeluarkan sedikit demi sedikit kedalam duodenum, proses pengaturan dilakukan oleh sfinkter piloricum (satu porsi perlu waktu 6 jam)

    ·        Didalam lambung protein dicerna oleh enzim pepsin menjadi pepton dan protease
    ·        Pepsin terdapat didalam getah lambung sebagai enzim pepsinogen yang belum aktif (artinya belum dapat mencerna protein)
    ·        Pepsinogen perlu diaktifkan HCl (asam lambung) menjadi pepsin (enzim yang aktif, artinya sudah dapat mencerna protein)
    ·        Yang dapat mengaktifkan enzim pepsinogen adalah asam lambung (HCl) dan pepsin yang telah terbentuk
    ·        Renin adalah enzim yang befungsi mengkoagulasi susu terdapat banyak pada bayi

    GETAH LAMBUNG

    • Isi getah lambung:
      • Mukus
      • Pepsinogen
      • HCl
      • Renin
    • Faktor sekresi:
      • Adanya makanan dalam mulut & lambung
      • Fantasi makanan
      • Emosi (stress)
      • Hipoglikemi
      • Protein, alkohol, cafein, obat-abatan (antalgin, asam mefenamat)

    ABSORPSI MAKANAN

    • Di usus halus makanan dicerna oleh enzim jadi bentuk sederhana:
      • Karbohidrat menjadi monosakarida (glukose, fruktose dan galaktose), oleh enzim ptyalin, amilase pankreas dan maltose
      • Lemak menjadi asam lemak, oleh enzim lipase usus dan lipase pankreas
      • Protein menjadi asam amino, oleh pepsin, tripsin dan peptidase
      • Vitamin, mineral, air
    • Glukose dan asam amino, absorpsi oleh usus halus dengan cara diffusi masuk darah melalui vena vorta menuju hati, di hati semua monosakarida dirubah menjadi glukose baru diedarkan keseluruh sel melalui darah
    • Asam lemak, sebagai kilomikron diabsorpsi oleh lakteal sentralis (dalam vili usus) kemudian lewat aliran limfe dimasukan kedalam aliran darah

    MACAM ENZIM USUS HALUS

    1. Peptidase berfungsi merubah polipeptide menjadi asam amino
    2. Maltase berfungsi merubah maltose menjadi 2 glukose
    3. Sukrase berfungsi merubah sukrose menjadi glukose + fruktose
    4. Laktase berfungsi merubah laktose menjadi  glukose + galaktose
    5. Lipase berfungsi merubah lemak menjadi asam lemak + gliserol

    GETAH PANKREAS

    • Getah pankreas mengandung enzim:
    1. Tripsin berfungsi merubah protein menjadi polipeptide
    2. Amilase pankreas, berfungsi merubah amilum menjadi maltose dan dekstrin
    3. Lipase pankreas berfungsi merubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol

    GETAH EMPEDU

    • Getah empedu mengandung: garam empedu yang berfungsi mengemulsi lemak (sebagai deterjen) yang bertujuan agar lemak dapat bercampur dengan air (enzim), sehingga lemak dapat dicerna oleh enzim
    • Jika ductus choleducus buntu maka garam empedu tidak dapat masuk duodenum, yang mengakibatkan lemak tidak dapat dicerna oleh enzim, sehingga lemak ikut terbuang bercampur bersama faeses yang menyebabkan feses berwarna putih seperti dempul
    • Absorbsi vitamin ADEK juga perlu bantuan garam empedu, tidak ada garam empedu akan menyebabkan defisiensi vitamin ADEK

    FUNGSI USUS BESAR

    • Mengabsorbsi air dan mineral
    • Merubah sisa makanan menjadi padat (faeses)
    • Jika peristaltik colon terlalu cepat akan menyebabkan diare, sedangkan jika peristaltik colon terlalu lambat akan menyebabkan konstipasi

    DEFEKASI

    • Defekasi adalah proses pengeluaran feses
    • Proses defekasi dimulai dari pasase feses dari colon descenden masuk rectum
    • Adanaya feses dalam rectum akan menimbulkan reflek defekasi (kontraksi otot rectum), membukanya sfinter ani interna yang bertujuan untuk mengosongkan isi rectum
    • Proses ini dapat ditahan oleh sfinkter ani eksternum yang mengakibatkan reflek defekasi berhenti
    • Reflek defekasi akan timbul lagi, saat ada feses masuk lagi kedalam rectum

    FISIOLOGI DIARE

    • Diare terjadi jika peristaltik colon terlalu cepat yang menyebakan  feses cair sehingga menimbulkan diare
    • Peristaltik colon meningkat jira terjadi rangsangan pada colon
    • Faktor perangsang peristaltik colon:
      • Kuman
      • Toksin
      • Zat kimia/makanan
      • Psikologis

    FISIOLOGI KONSTIPASI

    • Konstipasi terjadi jika peristaltik colon terlalu lambat yang menyebakan absorpsi cairan terlalu lama menyebabkan feses padat sehingga menimbulkan konstipasi
    • Faktor penghambat peristaltik colon:
      • Disengaja/menahan defekasi
      • Psikis
      • Anestesi


    REFERENSI

    1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC
    2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC
    3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia
    4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview
    5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey
    6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC
    7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia
    8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia
    9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta
    10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta
    11. Lutjen, et all, 2001, Atlas foto anatomi: struktur dan fungsi tubuh manusia, edisi 2, EGC, Jakarta