PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih
Tampilkan postingan dengan label Kuliah Manajemen dan Organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah Manajemen dan Organisasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 November 2009

KEBIJAKAN PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN KESEHATAN (PRIORITY DEVELOPMENT POLICY HEALTH PROGRAMS)


Dr. Suparyanto, M.Kes

TUJUAN DAN SASARAN

         Meningkatnya kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya
         UHH : 66,2 tahun jadi 70,6 tahun
         IMR  : 35 jadi 26 per 1000 lahir hidup
         MMR : 307 jadi 226 per 100.000 LH
         Gizi kurang anak balita : 25,8% jadi 20%

MASALAH KESEHATAN

         Disparitas status kesehatan antar  daerah masih tinggi
         Rendahnya kualitas kesehatan penduduk miskin à akibat beban ganda penyakit
         Kualitas/kuantitas /pemerataan/ dan keterjangkauan pelayanan kesehatan masih rendah  terutama untuk maskin
         Perilaku masyarakat  kurang mendukung PHBS
         Rendahnya kondisi kesehatan lingkungan
         Pendanaan kesehatan
         Desentralisasi : pusat dan daerah  tidak sinkron

PRIORITAS PEMBANGUNAN

         Pelayanan  maskin
         Kesehatan ibu dan anak
         Penanggulangan  masalah kesehatan akibat bencana

STRATEGI UTAMA

  1. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat.
  2. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas
  3. Meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan
  4. Meningkatkan pembiayaan kesehatan

STRATEGI UTAMA 1

         Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat
        Seluruh desa menjadi desa siaga
        Seluruh masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
        Seluruh keluarga sadar gizi

STRATEGI UTAMA 2

         Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas
        Setiap orang miskin mendapat pelayanan kesehatan yang bermutu
        Setiap bayi, anak, ibu hamil dan kelompok masyarakat risiko tinggi terlindungi dari penyakit.
        Di setiap desa tersedia SDM kesehatan yang kompeten
        Di setiap desa tersedia cukup obat esensial dan alat kesehatan dasar
        Setiap Puskesmas dan jaringannya dapat menjangkau dan dijangkau seluruh masyarakat di wilayah kerjanya
        Pelayanan kesehatan di setiap rumah sakit, puskesmas dan jaringannya memenuhi standar mutu

STRATEGI UTAMA 3

         Meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan
        Setiap kejadian penyakit terlaporkan secara cepat  kepada kepala desa/lurah untuk kemudian diteruskan ke instansi kesehatan terdekat
        Setiap kejadian luar biasa (klb) dan wabah penyakit tertanggulangi secara cepat dan tepat sehingga tidak menimbulkan dampak kesehatan masyarakat
        Semua  sediaan farmasi, makanan dan perbekalan kesehatan memenuhi syarat
        Terkendalinya pencemaran lingkungan sesuai dengan standar kesehatan
        Berfungsinya sistem informasi kesehatan yang evidence based di seluruh indonesia

STRATEGI UTAMA 4

         Meningkatkan pembiayaan kesehatan
        Pembangunan kesehatan memperoleh prioritas penganggaran pemerintah pusat dan daerah (15 % ; DAU à DAK, pendapatan sarana kes à tidak jadi PAD)
        Anggaran kesehatan pemerintah diutamakan untuk upaya pencegahan dan promosi kesehatan.
        Terciptanya sistem jaminan pembiayaan kesehatan terutama bagi rakyat miskin.

ISU ANGGARAN

         Serapan anggaran didaerah masih rendah
         Masih banyak masalah  dalam pengadaan barang
         Terputusnya rantai pelaporan yang seharusnya dilakukan

ISU UKBM

         Desa siaga
         Poskestren
         Penyakit menular: AIDS, TB, malaria

ISU NAKES

         Dokter, Dokter gigi PTT
         Bidan desa/ Bidan PTT
         Perawat
         (Jumlahnya?, statusnya?, Pengawasannya? Managementnya?)


ISU NASIONAL

         Flu burung
         Daerah terpencil
         KLB: Demam berdarah

NILAI

         Keberpihakan pada rakyat
         Bertindak cepat dan tepat
         Kerjasama Tim
         Integritas yang tinggi
         Transparan dan akuntabel

LANGKAH DEPKES

         Penyesuaian lama penugasan bagi dokter, dokter gigi PTT  dgn kriteria Daerah Ter-pencil & Sangat Terpencil sesuai Permenkes RI Nomor: 312 Tahun 2006  yaitu, 1 (satu) tahun di daerah terpencil dan 6 (enam) bulan di daerah sangat terpencil .
         Insentif untuk dokter spesialis sebesar Rp.7.500.000,  dokter umum/dokter gigi sebesar  Rp.5.000.000, dan  bidan sebesar  Rp. 2.500.000,- sesuai Kepmenkes RI nomor:  132 Tahun 2006
         Pelayanan Kes Dokter terbang & RS Terapung
         Kerjasama FK Unhas-Pemda Papua-Depkes untuk penempatan senior residence di Papua.

RENCANA KEGIATAN DEPKES

         Menyusun standar ketenagaan di DACIL, DAGAL & DATAS
         Menganalisis masalah ketenagaan DACIL, DAGAL & DATAS
         Menyusun rencana kebutuhan ketenagaan Dacil, Dagal & Datas.
         Menyusun kebijakan  & rekruitmen tenaga khusus untuk DACIL, DAGAL & DATAS.
         Rekruitmen tenaga kesehatan khusus untuk DACIL, DAGAL & DATAS. 
         Tugas belajar bagi SDM Kes DACIL, DAGAL & DATAS. 
         Tugas belajar bagi SDM Kes DACIL, DAGAL & DATAS .
         Pelatihan teknis dan pelatihan manajerial secara berkala dan berkelanjutan bagi SDM Kes DACIL, DAGAL & DATAS.

MASALAH RUMAH SAKIT

         Sarana pelayanan kesehatan belum merata serta belum memenuhi standar mutu dan Standar Pelayanan Minimal yang harus dipenuhi (UGD, BD/UTD RS, PONEK di RS)
         Sarana Kesehatan tidak optimal dikarenakan Pembangunan baru tidak didukung studi kelayakan yang akurat
         Jauh dari pemukiman penduduk
         Tidak didukung sarana jalan dan transportasi
         Lokasi tidak strategis
         Tidak sesuai dengan kebutuhan pelayanan masyarakat setempat (terlalu mewah ataupun minim)
         Tidak didukung sarana listrik dan air
         Dana APBN terbatas dan kontribusi APBD tidak memadai serta tidak sinergis dan duplikasi

TAHAP PEMBANGUNAN RS

         Penyusunan Study Kelayakan (Feasibility Study)
         Master Program atau Program Induk
         Master Plan atau Rencana Induk
         Detail Design atau Rancang Bangun Rinci

MASALAH DOKTER SPESIALIS

         Jumlah dokter spesialis masih kurang memenuhi kebutuhan
         Terbatasnya produksi
         Distribusi dokter spesialis tidak merata
         Kualitas dan kuantitas pelayanan medik spesialistik masih perlu ditingkatkan
         Menyebabkan derajat kesehatan rendah





PARADIGMA SEHAT MENUJU INDONESIA SEHAT 2010 (HEALTH PARADIGM TOWARDS HEALTHY INDONESIA 2010)

Dr. Suparyanto, M.Kes

PENGERTIAN PARADIGMA SEHAT

  • Paradigma Sehat adalah cara pandang, pola pikir, atau model pembangunan kesehatan yang bersifat holistik
  • Melihat masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersifat lintas sektor
  • Upayanya lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan dan perlindungan kesehatan,
  • Bukan hanya panyembuhan orang sakit atau pemulihan kesehatan


PERUBAHAN PARADIGMA

  • Paradigma sakit: upaya membuat orang sakit  menjadi sehat
  • Paradigma sehat: upaya membuat orang sehat tetap sehat
  • Paradigma sehat mengutamakan: upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif

LATAR BELAKANG

  • Kesehatan hak azasi manusia, menentukan kualitas hidup SDM
  • Kesehatan karunia Tuhan, perlu disyukuri
  • Kesehatan dipengaruhi banyak faktor, yang utama lingkungan dan perilaku
  • UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan pasal 3 menyebutkan bahwa tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal.

VISI KESEHATAN

  • Untuk mewujudkan paradigma sehat tersebut ditetapkan visi, yaitu gambaran, prediksi atau harapan tentang keadaan masyarakat Indonesia pada masa yang akan datang, yaitu:
  • Indonesia Sehat 2010

PENGERTIAN INDONESIA SEHAT 2010

  1. Indonesia Sehat 2010 adalah gambaran masyarakat Indonesia di masa depan yang penduduknya hidup dalam:
  • Lingkungan sehat,
  • Perilaku sehat,
  • Mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata,
  • Memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tinggi nya.

    PENGERTIAN LINGKUNGAN SEHAT

    • Lingkungan Sehat adalah lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang:
    1. Bebas polusi,
    2. Tersedia air bersih,
    3. Sanitasi lingkungan memadai,
    4. Perumahan dan pemukiman sehat
    5. Perencanaan kawasan berwawasan kesehatan,
    6. Kehidupan masyarakat saling tolong-menolong.

      PENGERTIAN PERILAKU SEHAT

      • Perilaku Sehat adalah perilaku proaktif untuk;
      1. Memelihara dan meningkatkan kesehatan,
      2. Mencegah resiko terjadinya penyakit,
      3. Melindungi diri dari ancaman penyakit,
      4. Berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat

        MISI PEMBANGUNAN KESEHATAN

        1. Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan: Pelbagai sektor pembangunan harus memasukkan pertimbangan kesehatan dalam semua kebijakan pembangunan-nya: Program pembangunan yang tidak berkontribusi positif terhadap kesehatan, apalagi yang berdampak negatif terhadap kesehatan, seyogyanya tidak diselenggarakan.
        2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Kesehatan adalah tanggung jawab bersama setiap individu, masyarakat, pemerintah dan swasta: Apapun peran yang dimainkan oleh pemerintah, tanpa kesadaran individu dan masyarakat untuk secara mandiri menjaga kesehatan mereka, hanya sedikit yang dapat dicapai
        3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau. Salah satu tanggung jawab sektor kesehatan adalah menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau oleh masyarakat. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dilakukan oleh pemerintah, swasta dan masyarakat .
        4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya. Tugas utama sektor kesehatan adalah memelihara dan meningkatkan kesehatan segenap warganya: Oleh karena itu upaya kesehatan yang harus diutamakan adalah yang bersifat promotif-preventif yang didukung oleh upaya kuratif-rehabilitatif. Selain itu upaya penyehatan lingkungan juga harus diprioritaskan.

          STRATEGI PEMBANGUNAN KESEHATAN

          1. Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan
          • Semua kebijakan pembangunan nasional yang sedang dan atau akan diselenggarakan harus berwawasan kesehatan, setidak-tidaknya harus memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan lingkungan dan perilaku sehat. Sedangkan pembangunan kesehatan harus dapat mendorong pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, terutama melalui upaya promotif-preventif yang didukung oleh upaya kuratif-rehabilitatif.

          2. Profesionalisme
          • Pelayanan kesehatan yang bermutu perlu didukung oleh penerapan pelbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penerapan nilai-nilai moral dan etika. Untuk itu akan ditetapkan standar kompetensi bagi tenaga kesehatan, pelatihan berdasar kompetensi, akreditasi dan legislasi serta kegiatan peningkatan kuatitas lainnya

          3. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM)
          • Untuk memantapkan kemandirian masyarakat dalam hidup sehat perlu digalang peranserta masyarakat yang seluas-luasnya termasuk dalam pembiayaan. JPKM pada dasarnya merupakan penataan sistem pembiayaan kesehatan yang mempunyai peranan yang besar pula untuk mempercepat pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan.

          4. Desentralisasi
          • Untuk keberhasilan pembangunan kese­hatan, penyelenggaraan pelbagai upaya kesehatan harus berangkat dari masalah dan potensi spesifik masing-masing daerah. Untuk itu wewenang yang lebih besar didele­gasikan kepada daerah untuk mengatur sistem pemerintahan dan. rumah tangga sendiri, termasuk di bidang kesehatan.

          PROGRAM UNGGULAN
          1. Kebijakan Kesehatan, Pembiayaan Kesehatan dan Hukum Kesehatan,
          2. Perbaikan Gizi.
          3. Pencegahan Penyakit Menular termasuk Imunisasi.
          4. Peningkatan Perilaku Hidup Sehat dan Kesehatan Mental.
          5. Lingkungan Pemukiman, Air dan Udara Sehat.
          6. Kesehatan Keluarga, Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana
          7. Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
          8. Anti Tembakau, Alkohol dan Madat
          9. Pengawasan obat, Bahan Berbahaya, Makanan dan Minuman.
          10. Pencegahan Kecelakaan dan Rudapaksa, termasuk Keselamatan Lalu Lintas

          PERENCANAAN PUSKESMAS (PUBLIC HEATLH CENTER PLANNING)

          Dr. Suparyanto, M.Kes

          PENGERTIAN MICROPLANNING
          • Merupakan penyusunan rencana 5 tahunan dengan tahapan tiap-tiap tahun di tingkat Puskesmas untuk mengembangkan dan membina Posyandu KB Kesehatan di wilayah kerjanya, berdasarkan masalah yang dihadapi dan kemampuan yang dimiliki dalam rangka meningkatkan fungsi Puskesmas
          • Perencanaan Tingkat Puskesmas, bertujuan meningkatkan kemampuan Puskesmas dalam bidang perencanaan, khususnya berpikir analitik, inisiatif, kreatif dan inovatif
          • Lokakarya Mini Puskesmas, bertujuan meningkjatkan kemampuan Puskesmas dalam menggerakan stafnya dalam pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan
          • Stratifikasi Puskesmas, bertujuan meningkatkan kemampuan Puskesmas dalam melakukan pengendalian dan penilaian Puskesmas

          MACAM PERENCANAAN PUSKESMAS
          1. Perencanaan Upaya Kesehatan Wajib:Promkes, PL, KIA-KB, Gizi, P2, BP.
          2. Perencanaan Upaya Kesehatan Pengembangan:UKS, PKM, UKK, Kesgilut, Keswa, Mata, Lansia, Batra.

          LANGKAH PENYUSUNAN PERENCANAAN UPAYA KESEHATAN
          1. Menyusun usulan kegiatan:Rincian kegiatan, tujuan, sasaran, volume, waktu, lokasi, biaya untuk setiap kegiatan
          2. Mengajukan Usulan Kegiatan, ke Dinkes
          3. Menyusun Rencana Pelaksanaan Kegiatan (POA)

          FORMAT MICROPLANNING
          1. Pendahuluan
          2. Keadaan dan Masalah
          3. Tujuan dan Sasaran
          4. Pokok kegiatan dan Tahapan pelaksanaan tahunannya
          5. Penyusunan kebutuhan sumber daya
          6. Pemantauan dan Penilaian
          7. Penutup

          DEFINISI:
          1. Perencanaan: salah satu fungsi manajemen yg merupakan keseluruhan proses memilih alternatif, langkah dan alokasi sumber daya yang terbaik untuk mencapai suatu tujuan
          2. Masalah: sesuatu yang perlu dipecahkan mengingat adanya kesenjangan antara tujuan yang diharapkan dengan kenyataan
          3. Tujuan: pernyataan tentang sesuatu yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu, yang dinyatakan dalam uraian pokok dan ringkas serta tidak perlu dinyatakan secara kuantitatif
          4. Sasaran: suatu pernyataan tentang suatu hasil yang terukur (kuantitatif) dan yg direncanakan dicapai dalam kurun waktu tertentu
          5. Kebijakan: ketentuan yang ditetapkan untuk dipergunakan sebagi pedoman atau petunjuk untuk menyelenggarakan upaya dalam mencapai tujuan dan sasaran
          6. Strategi: arah dan cara bertindak yang dipilih dengan memperhitungkan berbagai segi, serta faktor lingkungan, untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai

          LOKAKARYA MINI BULANAN

          • Pertemuan yang diselenggarakan setiap bulan di Puskesmas yang dihadiri oleh seluruh staff di Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Bidan di desa serta dipimpin oleh Kepala Puskesmas
          • Proses penggalangan kerjasama tim Puskesmas dengan pendekatan sistem

          Masukan
          1. Laporan hasil kegiatan bulan lalu
          2. Informasi: hasil rapat dinas kab /kota, rapat kecamatan, kebijakan, program dan konsep baru
          Proses .
          1. Analisis hambatan dan masalah, Analisis sebab masalah,
          2. Merumuskan alternatif pemecahan masalah
          Keluaran
          1. Rencana kerja bulan yang baru

          LOKAKARYA MINI TRIBULANAN

          • Pertemuan yang diselenggarakan setiap 3 bulan sekali di Puskesmas yang dihadiri oleh instansi lintas sektor tingkat kecamatan, Badan Penyantun Puskesmas (BPP), staf Puskesmas dan jaringannya, serta dipimpin oleh camat
          • Proses penggalangan kerjasama tim lintas Sektor Puskesmas dengan pendekatan sistem

          Masukan
          1. Laporan pelaksanaan program kesehatan dan dukungan sektor terkait
          2. Inventarisasi masalah/hambatan dari masing­masing sektor dalam pelaksanaan program kesehatan
          3. Pemberian informasi baru
          Proses
          1. Analisis hambatan dan masalah pelaksanaan program kesehatan
          2. Analisis hambatan dan masalah dukungan dari masing-masing sector
          3. Merumuskan cara penyelesaian masalah
          Keluaran
          1. Rencana kerja tribulan yang baru
          2. Kesepakatan bersama (untuk hal-hal yang dipandang perlu)

          SUPERVISI
          • Pengawasan dibedakan atas dua macam yakni pengawasan internal dan eksternal.
          1. Pengawasan internal dilakukan secara melekat oleh atasan langsung.
          2. Pengawasan eksternal dilakukan oleh masyarakat, dinas kesehatan kabupaten/kota serta berbagai institusi pemerintah terkait.
          • Pengawasan mencakup aspek administratif, keuangan dan teknis pelayanan. Apabila pada pengawasan ditemukan adanya penyimpangan, baik terhadap rencana, standar, peraturan perundang-undangan maupun berbagai kewajiban yang berlaku, perlu dilakukan pembinaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

          POSYANDU KB-KES
          • Merupakan salah satu bentuk kegiatan BPD (dulu LKMD), dimana masyarakat (antara lain PKK) menyelenggarakan pelayanan 5 program prioritas secara terpadu di satu tempat dan dalam waktu yang sama, dengan bantuan pelayanan langsung dari staf Puskesmas, yaitu pada jenis pelayanan yang masyarakat tidak kompeten untuk memberikannya sendiri.

          KETERPADUAN POSYANDU

          1. Keterpaduan antar 5 program (KIA, KB, Imunisasi, Gizi dan penanggulangan diare)
          2. Keterpaduan antar sektor terkait (BPD, PKK, BKB, Kes
          3. Keterpaduan Pelayanan Kesehatan oleh masyarakat dan kesehatan

          POLINDES

          • Suatu tempat yang didirikan oleh masyarakat atas dasar musyawarah, sebagai kelengkapan dari pembangunan kesehatan masyarakat desa, untuk memberikan pelayanan KIA dan KB.
          • Dikelola BDD kerjasama dengan dukun bayi serta dibawah pengawasan dokter Puskesmas

          • Pertolongan persalinan yang ditangani: persalinan normal, faktor risiko sedang
          • Kriteria faktor risiko sedang:
          • Umur Ibu <20th atau >35Th
          • Tinggi badan <145 cm , Jarak antar dua kehamilan < 2 th , Jumlah paritas > 3

          Kriteria faktor risiko tinggi:
          1. Perdarahan selama kehamilan
          2. Panas tinggi atau infeksi
          3. Eklamsi
          4. Kelainan letak bayi dalam kandungan

          PERSYARATAN POLINDES
          1. Adanya BDD
          2. Adanya peralatan: bidan kit, IUD kit, imunisasi, TB, Infus set, obat sederhana & uterotonika, buku KIA-KB, inkubator
          3. Memenuhi syarat rumah sehat: air bersih, ventilasi cukup, penerangan cukup, SPAL, pekarangan bersih, ukuran minimal: 3x4m2
          4. Lokasi terjangkau roda 4
          5. Ada tempat bersalin, post partum, 1 TT

          TUJUAN POLINDES
          Tujuan Umum:
          • Memperluas jangkauan, meningkatkan mutu dan mendekatkan pelayanan KIA-KB kepada masyarakat desa

          Tujuan Khusus:
          1. Meningkatkan jangkauan dan mutu ANC dan persalinan normal di desa
          2. Meningkatkan pembinaan dukun desa
          3. Meningkatkan konsultasi dan penyuluhan
          4. Meningkatkan pelayanan kesehatan bayi dan anak oleh bidan

          KEGIATAN POLINDES
          1. ANC
          2. Persalinan normal
          3. Pelayanan kesehatan bufas dan buteki
          4. Pelayanan kesehatan neonatal, bayi, balita, anak prasekolah, imunisasi
          5. Pelayanan KB
          6. Pertolongan pertama persalinan risiko tinggi
          7. Menampung rujukan dukun bayi dan merujuk ke fasilitas kes yg lebih mampu
          8. Melatih dan membina dukun bayi
          9. Penyuluhan kesehatan
          10. Mencatat dan melaporkan kegiatan ke Puskesmas

          • Pembinaan oleh dokter Puskesmas
          • Pembiayaan: ditetapkan berdasarkan musyawarah desa
          • Perizinan: bidan harus punya SIPB

          PENGERTIAN SP2TP
          • Sistem Pencatatan dan Pelaporan terpadu Puskesmas: kegiatan pencatatan dan pelaporan data umum, sarana, tenaga dan upaya pelayanan kesehatan di Puskesmas yang ditetapkan melalui SK MENKES/SK/II/1981

          JENIS DATA SP2TP
          1. Umum dan demografi
          2. Ketenagaan
          3. Sarana
          4. Kegiatan pokok Puskesmas

          MACAM PENCATATAN
          • Pencatatan dalam gedung dan diluar gedung
          1. Pencatatan dalam gedung , menggunakan: family folder, kartu indek penyakit, buku register dan sensus harian
          2. Pencatatan diluar gedung, menggunakan kartu register dan kartu murid

          FORMULIR PELAPORAN
          1. Formulir LB: untuk data kesakitan dan obat dengan LPLPO
          2. Formulir LT: untuk data kegiatan
          3. Formulir LS: untuk data sarana, kegiatan dan kematian
          • LB1: laporan data kesakitan
          • LB2: laporan data kematian (tidak dipakai)
          • LB3: laporan gizi, KIA-KB, P2M
          • LB4: laporan obat-obatan (LPLPO)

          • LT: laporan kegiatan Puskesmas (tribulan)
          • Laporan data dasar Puskesmas (LSD1, LSD2, LSD3)
          • LSD1: data kependudukan, fasilitas pendidikan, kesehatan, lingkungan dan peran serta)
          • LSD2: ketenagaan Puskesmas dan Pustu
          • LSD3: peralatan Puskesmas dan Pustu
          .

          PWS KIA (MONITORING LOCAL AREA MATERNAL AND CHILD HEALTH)

          Dr. Suparyanto, M.Kes

          PENGERTIAN PWS-KIA
          • Pemantauan Wilayah Setempat KIA (PWS-KIA) adalah alat manajemen program KIA untuk memantau cakupan pelayanan KIA di suatu wilayah (Puskesmas/Kecamatan) secara terus menerus, agar dapat dilakukan tindak lanjut yang cepat dan tepat terhadap desa yang cakupan KIA-nya rendah

          LATAR BELAKANG
          • AKI dan AKB di Indonesia masih tinggi
          • Penyebab kematian persalinan: Perdarahan: 40 %, Infeksi: 30 %, Toksemia: 20 %
          • Untuk mengatasi masalah diatas, pelayanan KIA dituntut meningkat baik jangkauan maupun mutunya
          • Pelayanan KIA perlu dipantau terus menerus untuk mengetahui gambaran tentang kelompok mana dalam wilayah yang paling rawan
          • Dengan diketahuinya lokasi (desa) rawan kesehatan ibu dan anak, maka desa tersebut dapat lebih diperhatikan dan dicarikan pemecahan masalahnya
          • Untuk memantau cakupan pelayanan KIA dikembangkan sistem PWS-KIA

          TUJUAN UMUM
          • Meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan KIA diwilayah kerja Puskesmas, melalui pemantauan cakupan pelayanan KIA di tiap desa secara terus menerus.

          TUJUAN KHUSUS
          1. Memantau cakupan pelayanan KIA secaraterus menerus untuk tiap desa
          2. Menilai kesenjangan antara target dan pencapaian sebenarnya untuk tiap desa
          3. Menentukan urutan desa prioritas yang akan ditangani berdasarkan besarnya kesenjangan
          4. Merencanakan tindak lanjut dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.
          5. Membangkitkan peran pamong setempat dalam penggerakan sasaran dan mobilisasi sumberdaya

          PRINSIP PENGELOLAAN PROGRAM KIA
          1. Peningkatan pelayanan ANC disemua fasilitas yankes (mutu dan jangkauan)
          2. Peningkatan pertolongan Bulin oleh nakes profesional
          3. Peningkatan DDRT Bumil baik oleh nakes, kader maupun dukun bayi
          4. Peningkatan pelayanan neonatal (mutu dan jangkauan)

          PELAYANAN ANC
          Standart minimal 5 T:
          1. Timbang berat badan ukur tinggi badan
          2. (Ukur) Tekanan darah
          3. (Pemberian Imunisasi) Tetanus toksoid (TT) lengkap
          4. (Ukur) Tinggi fundus uteri
          5. (Pemberian) Tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan

          FREKUENSI ANC
          1. Minimal 1 kali pada triwulan pertama
          2. Minimal 1 kali pada triwulan kedua
          3. Minimal 2 kali pada triwulan ketiga

          PERTOLONGAN PERSALINAN
          1. Oleh tenaga profesional: Dokter spesialis kebidanan, dokter umum, bidan
          2. Memenuhi standart minimal 3 bersih: bersih tangan penolong, bersih alat pemotong tali pusat, bersih tempat ibu berbaring
          3. Prinsip persalinan: steril, sesuai SOP, merujuk kasus yang tidak mampu ditangani

          STRATEGI MAKING PREGNANCY SAFER ( MPS )
          1. Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih
          2. Setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat
          3. Setiap wanita usia subur ( WUS ) mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran

          MENANGANI KEMATIAN AKIBAT TERLAMBAT
          1. Terlambat mengenali bahaya resiko tinggi
          2. Terlambat mengambil keputusan dalam keluarga
          3. Terlambat memperoleh transportasi / rujukan
          4. Terlambat memperoleh penanganan GDON (Gawat Darurat Obstetri Neonatal) secara memadai

          DDRT BUMIL (deteksi Dini Risiko Tinggi Ibu Hamil)
          1. Primigravida < 20 tahun atau > 35 tahun
          2. Anak > 4
          3. Jarak persalinan terakhir dan kehamilan sekarang < 2 tahun Tinggi badan < 145 cm Berat badan < 38 kg atau Lila < 23,5 cm. Riwayat keluarga: DM, HT, cacat kongenital Kelainan bentuk tubuh, misalnya kelainan tulang belakang atau panggul RISTI BUMIL Hb kurang dari 8 gr. % Tekanan darah tinggi (sistole > 140 mmHg, diastole > 90 mmHg).
          4. Oedema yang nyata
          5. Eklampsia
          6. Perdarahan per vaginam
          7. Ketuban pecah dini
          8. Letak lintang pada usia kehamilan lebih dari 32 minggu
          9. Letak sungsang pada primigravida
          10. Infeksi berat / sepsis
          11. Persalinan prematur
          12. Kehamilan ganda
          13. Janin yang besar
          14. Penyakit kronis ibu : jantung, paru, ginjal, dll.
          15. Riwayat obstetri buruk, riwayat bedah sesar dan komplikasi kehamilan.

          DDRT NEONATAL
          1. BBLR ( berat lahir kurang dari 2500 gram )
          2. Bayi dengan tetanus neonaturum
          3. Bayi baru lahir dengan asfiksia
          4. Bayi dengan ikterus neonaturum (ikterus > 10 hari setelah lahir )
          5. Bayi baru lahir dengan sepsis
          6. Bayi lahir dengan berat > 4000 gram
          7. Bayi preterm dan post term
          8. Bayi lahir dengan cacat bawaan sedang
          9. Bayi lahir dengan persalinan dengan tindakan

          GRAFIK PWS-KIA
          1. Grafik cakupan K1
          2. Grafik cakupan K4
          3. Grafik cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan
          4. Grafik penjaringan ibu hamil beresiko oleh masyarakat
          5. Grafik penjaringan ibu hamil beresiko oleh tenaga kesehatan
          6. Grafik cakupan neoantal oleh tenaga kesehatan

          CARA MEMBUAT GRAFIK
          1. Menentukan target rata2 per bulan untuk menggambarkan skala pada garis vertikal (sumbu Y), caranya target 1 tahun/12
          2. Hasil perhitungan cakupan kumulatif, dimasukan kedalam lajur % kumulatif secara berurutan sesuai peringkat (tertinggi sebalah kiri)
          3. Nama desa ditulis pada lajur desa, menyesuaikan lajur kumulatif
          4. Hasil perhitungan bulan ini dan bulan lalu untuk tiap desa dimasukan ke lajur masing2
          5. Gambar anak panah untuk mengisi lajur trend,
          6. Bila bulan ini lebih tinggi dari bulan lalu maka trend naik (↑)
          7. Bila bulan ini lebih rendah dari bulan lalu maka trend turun (↓)
          8. Bila bulan ini sama dari bulan lalu maka trend tetap (−)



          RENCANA TINDAK LANJUT
          • Bagi desa yang berstatus baik atau cukup, pola penyelenggaraan pelayanan KIA perlu dilanjutkan, dengan beberapa penyesuaian tertentu sesuai kebutuhan
          • Desa berstatus kurang, yang terutama berstatus jelek perlu diprioritaskan untuk pembinaan selanjutnya. Perlu dilakukan analisis lebih dalam serta dicari penyebab rendahnya cakupan, sehingga dapat diupayakan cara penanganan masalah secara spesifik

          • Intervensi kegiatan yang bersifat teknis (termasuk logistik) harus dibicarakan dalam minilokakarya puskesmas dan rapat dinas kesehatan kabupaten
          • Intervensi kegiatan non teknis (motivasi, penggerakan sasaran, mobilisasi sumberdaya) harus dibicarakan pada rapat koordinasi kecamatan

          CARA PENGISIAN KOHORT IBU

          NO URUT    NO INDEK      NAMA          ALAMAT RT/RW
                                                     IBU SUAMI
          1                       2                 3          4                       5

          Kolom 1: diisi nomor urut
          Kolom 2: diisi nomor indek dari Family Folder SP2TP
          Kolom 3: diisi nama ibu hamil
          Kolom 4: diisi suami ibu hamil
          Kolom 5: diisi alamat ibu hamil

                                       UMUR
                          IBU                        KEHAMILAN
          <20   20-35    >35       0-12 mg    13-24       >24
             6         7        8             9           10          11

          6, 7, 8: diisi umur ibu hamil yang sebenarnya dengan angka, misalnya umur 23 tahun diisikan pada kolom 7

          9, 10, 11: diisi umur kehamilan ibu pada kunjungan pertama dengan angka, misalnya 20 minggu diisikan pada kolom 10

          HAMIL KE     BB TIII <45 Kg    TB <145 cm    Hb <8 g%    TENSI 160/95
            1   2-4    ≥5
          12   13      14      15                      16                17                 18

          12, 13, 14: diisi jumlah kehamilan yg pernah dialami oleh ibu yg bersangkutan, misalnya kehamilan ke 4, diisikan angka 4 pada kolom 13 15: diisi tanggal ditemukan ibu dengan BB kurang dari 45 Kg pada trimester III 16: diisi tanda (√) bila TB ibu < 145 cm 17: diisi tanggal ditemukan ibu hamil dengan Hb < 8 gr% 18: diisi tanggal ditemukan ibu hamil dengan tekanan darah 160/95 mmHg

          PENDETEKSI FAK. RISK       JARAK KEHAMILAN              IMUNISASI
                  K             NK                <2TH       >2TH         TT 1      TT 2     TTU
                 19            20                   21           22             23         24        25

          19, 20: diisi tanggal ditemukan ibu hamil dengan risiko tinggi, NK = non kesehatan, K = kesehatan
          21, 22: diisi tanda (√) bila jarak kehamilan <2tahun atau >2 tahun
          23, 24, 25: diisi tanggal ibu hamil mendapat imunisasi TT 1, TT 2 atau TT ulang

                                                               KUNJUNGAN IBU
          J     F    M    A   M    J    J    A     S    O     N    D    J     F     M     A     M     J     J     A   S   O   N   D
          26  27   28   29  30   31 32   33  34   35   36   37   38   39   40    41    42    43   44   45   46 47  48  49

          26-49: diisi tanggal pada bulan yang sesuai dengan kunjungan ibu hamil dan kode:
          O Untuk K 1
          # Untuk K 4
          * Untuk persalinan
          + Untuk kematian ibu

          Contoh: K4 pada tanggal 21 januari, ditulis 21 # pada kolom 26 dan 38

          PENOLONG PERSALINAN        KELAHIRAN              IBU MENYUSUI        KET
                                                 LM       LH
          TK     DT    DTT            <2500       ≥2500      <42 hr      42 hr -2 th
          50     51      52               53             54           55             56                 57

          50,51,52: diisi tanda (√) sesuai penolong persalinan; TK = tenaga kesehatan, DT = dukun terlatih, DTT = dukun tidak terlatih
          53,54: diisi tanggal kelahiran, LM = lahir mati, LH = lahir hidup
          55; diisi tanda lidi setiap kali kunjungan, selama masa nifas (diharapkan 2 kali kunjungan)
          56: diisi tanda lidi setiap kali kunjungan, selama periode pasca nifas sampai 2 tahun (diharapkan 4 kali kunjungan setiap tahun)
          57: diisi hal lain yang dianggap penting untuk ibu hamil yang bersangkutan

          CARA PENGISIAN KOHORT BAYI

          NO URUT   NO INDEK   NAMA BAYI    TGL LAHIR    NAMA ORTU     ALAMAT
                1           2                   3                   4                 5                      6

          1: diisi no urut
          2: diisi nomer indeks dari Family Folder SP2TP
          3-6: cukup jelas

          L/P                     BBL                        KUNJUNGAN
                                                      NEONATAL                  POST NEONATAL
                                                   0-7 Hr        8 Hr-1 Bl
          7                          8               9                 10                             11

          7: diisi sesuai jenis kelamin, L = laki, P = Perempuan
          8: diisi angka dalam gram BB bayi yang baru lahir (BBL)
          9, 10, 11: diisi tanggal kunjungan tenaga kesehatan yang memeriksa bayi tsb, dan ditulis AE1 (ASI Eksklusif bulan pertama)

                            HASIL PENIMBANGAN
          J    F    M    A    M    J      J    A    S    O     N     D
          12 13    14   15   16   17 18    19   20  21   22   23

          12 – 23: diisi tanggal dan kode BB bayi yang ditimbang; N = naik, T = turun, R = bawah garis titik-titik (BGT), # = bawah garis merah (BGM)

          Kolom 12, 13, 14, 15, 16: berturut turut ditulis AE 2, AE 3, AE 4, AE 5, AE 6 ( ASI Eksklusif ke 1,2,3,4,5,6)

                                   IMUNISASI
          BCG    DPT1/P1    DPT2/P2     DPT3/P3     CAMPAK
          24          25               26               27             28

          24 – 28: diisi tanggal bayi mendapat imunisasi

                                 MENINGGAL                                                        KET
          TGL       TETANUS             ISPA            DIARE         LAIN2
          29              30                     31              32              33              34

          29: diisi tanggal bayi ditemukan meninggal
          30 – 32: diisi tanda (√) sesuai dengan penyebab kematian bayi tersebut
          33: diisi diagnose penyakit penyebab kematian bayi selain, tetanus, ISPA dan diare
          34: diisi hal lain yang dianggap penting untuk bayi yang bersangkutan
          .

          Rabu, 25 November 2009

          UNSUR POKOK MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN (ELEMENTS OF HEALTH SERVICES MANAGEMENT)

          Dr. Suparyanto, M.Kes

          MANAJEMEN KESEHATAN menurut: Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat

          Suatu proses yang menyangkut perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, pengkoordinasian dan penilaian terhadap sumber, tatacara dan kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan terhadap kesehatan, perawatan kedokteran serta lingkungan yang sehat dengan jalan menyediakan dan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan yang ditujukan kepada perseorangan, keluarga, kelompok dan atau masyarakat

          UNSUR POKOK MANAJEMEN

          Berdasar definisi (Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat) ditemukan 5 faktor pokok yang berperan penting dalam menetukan keberhasilan manajemen kesehatan, 5 unsur pokok manajemen kesehatan adalah: masukan (input), proses (process), keluaran (output), sasaran (target) serta dampak (impact)

          INPUT

          Input (masukan) adalah segala sesuatu yg dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan manajemen
          Menurut (Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat) input ada 3 macam:
          1. Sumber (resources)
          2. Tatacara (prosedures)
          3. Kesanggupan (capacity)

          Sumber (resources) adalah segala sesuatu yang dapat dipakai untuk menghasilkan barang atau jasa
          Sumber (resources) dibagi 3 macam:
          1.Sumber tenaga (labour resources): dibedakan
          a.Tenaga ahli (skilled): dokter, bidan, perawat
          b.Tenaga tidak ahli (unskilled): pesuruh, penjaga

          2.Sumber modal (capital resources), dibedakan
          a.Modal bergerak (working capital): uang, giro
          b.Modal tidak bergerak (fixed capital): bangunan, tanah, sarana kesehatan

          3.Sumber alamiah (natural resources) adalah segala sesuatu yang terdapat dialam yang tidak termasuk sumber tenaga dan sumber modal

          Tatacara (procedures): adalah berbagai kemajuan ilmu dan teknologi kesehatan yang dimiliki dan yang diterapkan
          Kesanggupan (capacity): adalah keadaan fisik, mental dan biologis tenaga pelaksana

          Menurut Koontz: input manajemen ada 4: Man, Capacity, Managerial, Technology
          Untuk organisasi yang tidak mencari keuntungan, macam input ada 4M: Man, Money, Material, Method
          Untuk organisasi yang mencari keuntungan, macam input ada 6M: Man, Money, Material, Method, Machinery, Market

          PROSES

          Proses (process) adalah langkah2 yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
          Proses dikenal dengan nama fungsi manajemen
          Pada umumnya proses dan ataupun fungsi manajemen merupakan tanggung jawab pimpinan

          Macam fungsi manajemen:
          1. Menurut (Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat) ada 6: Planning, Organizing, Directing, Controlling, Coordinating, Evaluation (PODCCE)
          2. Menurut Freeman ada 6: Planning, Actuating, Coordinating, Guidance, Freedom, Responsibility (PACGFR)
          3. Menurut George R. Terry ada 4: Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC)
          4. Menurut Barton ada 8: Planning, Organizing, Staffing, Budgeting, Implementing, Coordinating, Reporting, Evaluation (POSBICRE)
          5. Menurut Luther M. Gullick ada 7: Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, Budgeting (POSDCoRB)
          6. Menurut Hendry Fayol ada 5: Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controling (POCCC)

          Fungsi manajemen yang utama:
          1. Planning: termasuk penyusunan anggaran belanja
          2. Organizing: termasuk penyusunan staff
          3. Implementing: termasuk pengarahan, pengkoordinasian, bimbingan, penggerakan dan pengawasan
          4. Penilaian: termasuk penyusunan laporan

          OUTPUT

          Output: adalah hasil dari suatu pekerjaan manajemen
          Untuk manajemen kesehatan, output dikenal dengan nama pelayanan kesehatan (health services)
          Macam pelayanan kesehatan: Upaya kesehatan perorangan (UPK) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)

          SASARAN

          Sasaran (target group)adalah kepada siapa output yang dihasilkan, yakni upaya kesehatan tsb ditujukan
          1. UKP untuk perseorangan
          2. UKM untuk masyarakat (keluarga dan kelompok)
          Macam sasaran:
          1. Sasaran langsung (direct target group)
          2. Sasaran tidak langsung (indirect target group)

          IMPACT

          Dampak (impact) adalah akibat yang ditimbulkan oleh output
          Untuk manajemen kesehatan dampak yang diharapkan adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan
          Peningkatan derajat kesehatan dapat tercapai jika kebutuhan (needs) dan tuntutan (demands) perseorangan/masyarakat dapat dipenuhi

          KEBUTUHAN KESEHATAN (HEALTH NEEDS)

          Kebutuhan kesehatan (needs) bersifat obyektif, karena itu pemenuhanya bersifat mutlak
          Kebutuhan kesehatan sangat ditentukan oleh masalah kesehatan di masyarakat
          Masalah kesehatan perorangan/keluarga yang terpenting adalah penyakit yang diderita
          Masalah kesehatan masyarakat adalah status kesehatan masyarakat

          Menurut Gordon dan Le Right (1950) penyakit/status kesehatan ditentukan oleh 3 faktor: Host, Agent dan Environment
          Upaya untuk menemukan kebutuhan masyarakat, perhatian harus ditujukan pada ketiga faktor tsb
          Apabila penyebab penyakit diketahui baru dilanjutkan dengan tindak lanjut (solusi)

          TUNTUTAN KESEHATAN (HEALTH DEMANDS)

          Tuntutan kesehatan (health demands) pada dasarnya bersifat subyektif, karena itu pemenuhanya bersifat fakultatif
          Tuntutan kesehatan yang subyektif dipengaruhi oleh latar belakang individu (pendidikan, ekonomi, budaya dsb)
          Tuntutan kesehatan sangat dipengaruhi oleh teknologi kedokteran

          CONTOH; NEEDS - DEMANDS

          Kebutuhan: sembuh , Tuntutan: Bidan, Dokter umum, Dokter spesialis
          Kebutuhan: lahir normal , Tuntutan: Bidan, Dokter umum, Dokter spesialis
          Kebutuhan: rawat inap , Tuntutan: Klas 3, Klas 2, Klas 1, Pavilyun
          Kebutuhan: mengetahui DJJ , Tuntutan: funanduskop, Doppler, USG

          REFERENSI:
          1. Gibson, 1996, Organisasi,Perilaku, Struktur, Proses, Jakarta, Binarupa Aksara
          2. Thoha, 2003, Perilaku Organisasi, Konsep Dasar dan Aplikasinya, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada
          3. Koontz, 1996, Manajemen, Jakarta, Erlangga
          4. Handoko, 1985, Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia, Yogyakarta, Liberty
          5. Hanafi, 1997, Manajemen, Yogyakarta, UPP AMP YKPN
          6. Siagian, 2002, Manajemen Sumberdaya manusia, Jakarta, Bumi Aksara
          7. Sutarto, 2002, Dasar-dasar Organisasi, Jogjakarta, Gadjah Mada University Press


          .

          Minggu, 22 November 2009

          IMPLEMENTASI MANAJEMEN (IMPLEMENTATION OF MANAGEMENT)

          Dr. Suparyanto, M.Kes

          Pada kuliah kali ini hanya dibahas implementasi manajemen tentang:
          Manajemen SDM
          Manajemen Keuangan
          Manajemen Logistik

          MANAJEMEN

          Manajemen berarti proses POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controling)
          Unsur manajemen 6 M (Man, Money, Material, Method, Machine, Market)
          Manajemen SDM berarti proses POAC tentang Man
          Manajemen Keuangan berarti proses POAC tentang Money
          Manajemen logistik berarti proses POAC tentang logistik/Material

          MANAJEMEN SDM

          Planning Man: berarti merencakan:
          Berapa jenis pekerjaan yang diperlukan (job description)
          Berapa jumlah tenaga yang diperlukan
          Apa kriteria tenaga yang diperlukan (Job specification)
          Kapan merekrut? Bagaimana cara merekrut?
          Kapan mulai kerja?

          Organizing SDM: contoh
          Mengatur pegawai A sebagai apa?
          Menjelaskan tugas pegawai A apa?

          Actuating SDM: contoh
          Menggerakan SDM agar bekerja sesuai dengan rencana:
          Memberi motivasi
          Memberi contoh
          Memberi hadiah
          Memberi hukuman

          Controling SDM: berarti mengawasi (contoh)
          Dengan absensi
          Dengan monitoring
          Dengan supervisi

          MANAJEMEN KEUANGAN

          Planning Money: contoh
          Rincian biaya pengeluaran
          Gaji pegawai
          Listrik, air, telepon
          Bahan habis pakai
          Rincian sumber pemasukan
          Pasien rawat jalan
          Pasien melahirkan

          Organizing Money: contoh
          Alokasi dana berdasarkan pos anggaran
          Gaji pegawai
          Pengeluaran rutin
          Pengeluaran incidentil/cadangan
          Dana pengembangan

          Controling Money: contoh
          Audit harian, bulanan, tahunan
          Target pemasukan
          Monitoring
          Supervisi

          MANAJEMEN LOGISTIK

          Planning Material: contoh
          Berapa jumlah peralatan yang diperlukan
          Berapa jumlah biaya perawatan alat
          Berapa jumlah bahan habis pakai

          Organizing Material: contoh
          Alokasi material yang seimbang pada setiap bagian
          Memenuhi material setiap bagian sesuai dengan kebutuhan pelanggan (baik internal maupun eksternal)

          Actuating Material: contoh
          Memenuhi kebutuhan material sesuai dengan rencana
          Menyesuaikan antara pesanan material dan penggunaan
          Koordinasi antara keuangan dan SDM

          Controling Material: contoh
          Membuat protap penggunaan alat
          Jadwal servis
          Jadwal kaliberasi alat
          Monitoring
          Supervisi
          Evaluasi

          TUGAS KELOMPOK

          Pembagian Kelompok: Klas A dibagi 2 kelompok, Klas B dibagi 2 kelompok (berdasarkan nomer absen ganjil dan genap)
          Membuat proposal tentang implementasi manajemen SDM, keuangan dan logistik:di Praktek Bidan Swasta, Rumah Bersalin, Polindes
          Waktu 2 minggu (dikumpulkan waktu UTS)

          KERANGKA PROPOSAL

          Judul: Proposal Pendirian Rumah Bersalin “ICMe” di Jombang (Kajian Manajemen)
          1.Pendahuluan:
          a.Latar belakang
          b.Maksud dan Tujuan

          2.SDM
          a.Perencanaan
          b.Pengorganisasian
          c.Penggerakan
          d.Pengevaluasian

          3.Keuangan
          a.Perencanaan
          b.Pengorganisasian
          c.Penggerakan
          d.Pengevaluasian

          4.Logistik
          a.Perencanaan
          b.Pengorganisasian
          c.Penggerakan
          d.Pengevaluasian

          5.Penutup

          REFERENSI:
          1. Gibson, 1996, Organisasi,Perilaku, Struktur, Proses, Jakarta, Binarupa Aksara
          2. Thoha, 2003, Perilaku Organisasi, Konsep Dasar dan Aplikasinya, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada
          3. Koontz, 1996, Manajemen, Jakarta, Erlangga
          4. Handoko, 1985, Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia, Yogyakarta, Liberty
          5. Hanafi, 1997, Manajemen, Yogyakarta, UPP AMP YKPN
          6. Siagian, 2002, Manajemen Sumberdaya manusia, Jakarta, Bumi Aksara
          7. Sutarto, 2002, Dasar-dasar Organisasi, Jogjakarta, Gadjah Mada University Press
          .

          KONSEP KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP CONCEPT)

          Dr. Suparyanto, M.Kes

          PENGERTIAN KEPEMIMPINAN

          Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemampuan untuk tujuan kelompok (George R. Terry)

          Kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang2 agar mau bekerja sama untuk mencapai beberapa tujuan yang mereka inginkan (Ordway Ted)

          Kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (Harold Koontz dan Cyril O’Donnell)

          Kepemimpinan adalah seni mengkoordinasi dan memotivasi individu2 serta kelompok2 untuk mencapai tujuan yang diinginkan (John D. Pfiffner & Robert Presthus)

          UNSUR KEPEMIMPINAN
          Adanya pemimpin (Leader)
          Adanya pengikut (follower)
          Adanya sifat atau perilaku tertentu (dari pemimpin, sebagai penggerak)
          Adanya situasi dan kondisi tertentu (lingkungan internal dan eksternal)

          SIFAT PEMIMPIN Ordway Tead
          1.Memiliki kekuatan fisik dan mental
          2.Paham arah dan tujuan
          3.Antusiasme
          4.Ramah tamah dan efektif
          5.Memiliki integritas (terpercaya)
          6.Memiliki keahlian teknis
          7.Cepat dan tepat dlm pengambilan keputusan
          8.Cerdas
          9.Cakap mengajar
          10.Setia

          SIFAT PEMIMPIN John D. Millet
          1.Kemampuan melihat perusahaan (organisasi) secara keseluruhan
          2.Kemampuan mengambil keputusan2
          3.Kemampuan melimpahkan atau mendelegasikan wewenang
          4.Kemampuan menanamkan kesetiaan pada perintah

          SIFAT PEMIMPIN Keith Davis
          1.Cerdas (intelligence)
          2.Kematangan dan keluasan pandangan sosial (social maturity and breath)
          3.Mempunyai motivasi dan keinginan mencapai sukses yang berasal dari dalam dirinya (inner motivation and achievement desires)
          4.Mempunyai sikap perilaku yang suka menjalin hubungan antar manusia (Human relations attitudes)

          TEORI LAHIRNYA PEMIMPIN
          Teori orang besar (the great men theory) atau Teori bakat (trait theory)
          Seorang pemimpin dilahirkan, berasal dari keturunan pemimpin
          Bakat memimpin dan sifat pemimpin yang diperlukan sudah didapat sejak lahir

          Teori Situasi (situational theory)
          Seorang pemimpin tidak harus keturunan pemimpin
          Dia jadi pemimpin karena situasi yang menguntungkan
          Pemimpin bukan dilahirkan, tetapi dapat diciptakan

          Teori Ekologi
          Seseorang memang dapat dibentuk menjadi seorang pemimpin
          Banyak pemimpin yang gagal karena tidak mempunyai jiwa kepemimpinan
          Pemimpin yang baik harus mempunyai bakat kepemimpinan yang diperoleh dari alam

          GAYA KEPEMIMPINAN Ronald Lippits dan Ralph K. White

          1.Otoriter (Authoritarian), Otokratis (Autocratic), Diktator (Dictatorial)
          2.Demokratis (Democratic)
          3.Liberal, Kebebasan (Laissez-faire), Bebas-kendali (free-rein), Kebebasan (Libertarian)

          CIRI KEPEMIMPINAN OTORITER

          1.Wewenang mutlak terpusat pada pimpinan
          2.Keputusan selalu dibuat oleh pimpinan
          3.Kebijakan selalu dibuat oleh pimpinan
          4.Komunikasi berlangsung satu arah dari pimpinan kepada bawahan
          5.Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan, atau kegiatan para bawahanya dilakukan secara ketat
          6.Prakarsa harus selalu datang dari pimpinan
          7.Tiada kesempatan bagi bawahan untuk memberikan saran, pertimbangan atau pendapat
          8.Tugas2 bagi bawahan diberikan secara instruktif
          9.Lebih banyak kritik daripada pujian
          10.Pimpinan menuntut prestasi sempurna dari bawahan tanpa syarat
          11.Cenderung adanya paksaan, ancaman dan hukuman
          12.Kasar dalam bertindak
          13.Kaku dalam bersikap
          14.Tanggung jawab keberhasilan organisasi hanya dipikul oleh pimpinan

          Keuntungan: cepat dan tegas dalam membuat keputusan, dan bertindak sehingga produktivitas cepat meningkat

          Kerugian: suasana kaku, tegang, mencekam, menakutkan, ketidak puasan, merusak moral, meniadakan inisiatif, menimbulkan permusuhan, agresivitas, keluhan, absen, pindah dan tidak puas

          Kepemimpinan otoriter hanya tepat diterapkan dalam organisasi yang sedang menghadapi keadaan darurat karena sendi2 kelangsungan hidup organisasi terancam, apabila keadaan darurat telah selaesai gaya ini harus segera ditinggalkan

          CIRI KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS

          1.Wewenang pimpinan tidak mutlak
          2.Pimpinan bersedia melimpahkan sebagian wewenang kepada bawahan
          3.Keputusan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan
          4.Kebijakan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan
          5.Komunikasi berlangsung timbal-balik antar pimpinan dan bawahan
          6.Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku perbuatan atau kegiatan bawahan dilakukan secara wajar
          7.Prakarsa dapat datang dari pimpinan maupun bawahan
          8.Banyak kesempatan bagi bawahan untuk menyampaikan saran, pertimbangan atau pendapat
          9.Tugas2 kepada kepada bawahan diberikan dengan lebih bersifat permintaan daripada instruktif
          10.Pujian dan kritikan seimbang
          11.Pimpinan mendorong prestasi sempurna para bawahan dalam batas kemampuan masing2
          12.Pimpinan meminta kesetiaan bawahan secara wajar
          13.Pimpinan memperhatikan perasaan dalam bersikap dan bertindak
          14.Terdapat suasana saling percaya, saling hormat menghormati dan saling harga menghargai
          15.Tanggung jawab keberhasilan organisasi dipikul bersama pimpinan dan bawahan

          CIRI KEPEMIMPINAN LIBERAL
          1.Pimpinan melimpahkan wewenang sepenuhnya kepada bawahan
          2.Keputusan lebih banyak dibuat oleh bawahan
          3.Kebijakan lebih banyak dibuat oleh bawahan
          4.Pimpinan hanya berkomunikasi apabila diperlukan oleh bawahanya
          5.Hampir tiada pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan atau kegiatan yang dilakukan para bawahan
          6.Prakarsa selalu datang dari bawahan
          7.Peranan pimpinan sangat sedikit dalam kegiatan kelompok
          8.Kepentingan pribadi lebih utama daripada kepentingan kelompok
          9.Tanggung jawab keberhasilan organisasi dipikul oleh orang per orang

          REFERENSI:
          1. Gibson, 1996, Organisasi,Perilaku, Struktur, Proses, Jakarta, Binarupa Aksara
          2. Thoha, 2003, Perilaku Organisasi, Konsep Dasar dan Aplikasinya, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada
          3. Koontz, 1996, Manajemen, Jakarta, Erlangga
          4. Handoko, 1985, Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia, Yogyakarta, Liberty
          5. Hanafi, 1997, Manajemen, Yogyakarta, UPP AMP YKPN
          6. Siagian, 2002, Manajemen Sumberdaya manusia, Jakarta, Bumi Aksara
          7. Sutarto, 2002, Dasar-dasar Organisasi, Jogjakarta, Gadjah Mada University Press
          .