PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Minggu, 02 Mei 2010

LUKA (VULNUS)

Luka (Vulnus)
  • Luka : adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh
Etiologi :
  • Mekanis / traumatis
  • Perubahan suhu
  • Zat kimia
  • Ledakan
  • Sengatan listrik
  • Gigitan hewan

Trauma tajam menyebabkan :
  • Luka iris : Vulnus scisum / incisivum
  • Luka tusuk : Vulnus ictum
  • Luka gigitan : Vulnus morsum

Trauma tumpul menyebabkan :
  • Luka terbuka : Vulnus apertum
  • Luka tertutup : Vulnus occlusum +
  • Luka lecet : Vulnus excoriatio
  • Luka memar : contusio + hematome

Tembakan menyebabkan : Vulnus sclepetorum

Fase peyembuhan Luka
  • Fase Inflamasi : berlangsung mulai terjadi luka sampai hari ke 5
  • Terjadi akibat sel mast dalam jaringan ikat menghasilkan serotonin dan histamin yang meningkatkan permiabilitas kapiler sehingga terjadi eksudasi cairan, penumpukan sel radang disertai vasodilatasi setempat yang menyebabkan udem dan pembengkakan yang ditandai dengan warna kemerahan karena kapiler melebar (rubor), suhu hangat (kalor), rasa nyeri (dolor) dan pembengkakan (tumor).

  • Fase Proliferasi / Fibroplastic / Granulasi :
  • Terjadi mulai akhir fase inflamasi sampai akhir minggu ke 3. Pada fase ini luka dipenuhi sel radang, fibroblast dan kolagen, membentuk jaringan berwarna kemerahan dengan permukaan yang berbenjol halus yang disebut jaringan granulasi.
  • Proses ini baru berhenti setelah ephitel saling menyentuh dan menutup seluruh permukaan luka.

  • Fase penyudahan / Pematangan.
  • Fase ini berlangsung berbulan bulan dan dinyatakan berakhir jika semua tanda radang telah hilang.
  • Pada fase ini terjadi proses pematangan yang terdiri penyerapan kembali jaringan yang berlebih, pengerutan sesuai dengan gaya grafitasi, dan akhirnya perupaan kembali jaringan yang baru dibentuk.

Klasifikasi Penyembuhan
Penyembuhan Primer (sanatio per primam intentionem)
  • Didapat bila luka bersih, tidak terinfeksi, dan dijahit dengan baik.

Penyembuhan sekunder (sanatio per secundam intentionem)
  • Didapat pada luka yang dibiarkan terbuka
  • Luka diisi jaringan granulasi dimulai dari dasar terus naik sampai penuh
  • Ephitel menutup jaringan granulasi mulai dari tepi
  • Penyembuhan

Penyembuhan Primer tertunda atau Penyembuhan dengan jaringan tertunda
  • Luka dibiarkan terbuka
  • Setelah beberapa hari ada granulasi baik dan tidak ada infeksi
  • Luka dijahit
  • Penyembuhan

Penatalaksanaan Luka
Sebelum mulai :
  • Perhatikan keadaan umum
  • Cari kemungkinan cedera lain

Penanganan hari pertama :
  • Anestesi lokal / umum
  • Pembilasan luka (cairan garam faali)
  • Sterilisasi luka (yodium povidum 1 %, klorheksidin ½ %, yodium 3 %, alkohol 70 %)
  • Luka dikelilingi dengan kain steril

  • Pembersihan luka ( debrideman )
  • Kotoran, benda asing, eksisi jaringan mati, eksisi pinggir kulit .
  • Hemostasis baik
  • Jahitan primer jika diharapkan penyembuhan primer
  • Biarkan luka terbuka jika diharapkan sanatio primer tertunda
  • Pemasangan pengalir ( drainage )
  • Pembalut

  • Amati luka pada hari kedua, ketiga atau keempat untuk mempertimbangkan :
  • Pemasangan penjahitan kulit primer tertunda jika ternyata tidak ada infeksi dan ternyata timbul jaringan granulasi sehat di dasar luka untuk mencapai penyembuhan primer tertunda
  • Biarkan luka terbuka jika ada infeksi atau jaringan granulasi yang tidak kelihatan baik, selanjutnya
  • Tunggu epitelisasi permukaan luka dari pinggir ( penyembuhan sekunder 

    Sabtu, 01 Mei 2010

    ANATOMI MUSKULOSKELETAL

    Dr. Suparyanto, M.Kes

    ANATOMI SISTEM MUSKULOSKELETAL

    TULANG (OSSEOUS)

    Tulang tersusun atas sel, serat dan matriks
    Jenis sel tulang
    • Osteoblast: membentuk sel baru
    • Osteosit: sel matang
    • Osteoklas: menghancurkan tulang
    Jenis jaringan tulang
    • Tulang kompak: padat
    • Tulang cancellus: berspon/trabekular

    • Struktur tulang kompak terdiri sistem Haverst terdiri:
    • Kanal Haverst: mengandung pembuluh darah, saraf dan limfe
    • Lamella: lempeng tulang (sirkular) yang mengelilingi kanal Haverst
    • Lakuna: ruang diantara lamella mengandung osteosit dan saluran limfe
    • Kanalikuli: saluran kecil penghubung lakuna dan kanal sentral

    Osteologi
    • Ilmu yang mempelajari tentang tulang (osteum)
    • Tulang kanselus
    • Tulang kompak
    • Periosteum
    • Diafisis
    • Epifisis

    Os cranium
    • Os frontalis
    • Os nasalis
    • Os zigomaticum
    • Os maksilaris
    • Os mandibularis
    • Sutura

    • Os Frontalis
    • Os Parietalis
    • Os Oksipitalis
    • Os Temporalis
    • Os Zigomatikum
    • Os Maksilaris
    • Os Mandibularis

    Columna Vertebralis
    • Vertebrae cervicalis: 7
    • Vertebrae thorakalis: 12
    • Vertebrae lumbalis: 5
    • Vertebrae Sacralis: 5
    • Vertebrae Cocygis: 4

    Apertura Thoraxis
    • Os Sternum
    • Manubrium sterni
    • Corpus sterni
    • Procesus xiphoideus

    Os Costae
    • Costae verae: asli
    • Costae spurae: palsu
    • Costae fluitantes: melayang

    Ossa Membri Superior
    • Os Scapula
    • Os Clavicula
    • Os Humerus
    • Os Radius
    • Os Ulna
    • Ossa Carpalia
    • Ossa Metacarpalia
    • Ossa digitorum (phalanges)

    Ossa Membri Inferior
    • Os Coxae
    • Os Ilium
    • Os Ischium
    • Os Pubis

    • Os Femur
    • Os Tibia
    • Os Fibula
    • Os Patella
    • Ossa Tarsus
    • Ossa Metatarsus
    • Ossa digitorum (phalanges)

    Regio Capitis
    • Regio Frontalis
    • Regio Parietalis
    • Regio Ocipitalis
    • Regio Facialis
    • Regio Orbitalis
    • Regio Nasalis
    • Regio Oralis
    • Regio Bucalis
    • Regio Mentalis

    Regio Thorax
    • Regio Cervicalis
    • Regio Pectoralis
    • Regio Mamaria
    • Regio Axilaris

    Regio Abdominalis
    • Regio Hypochondrium
    • Regio Epigastrium
    • Regio Lumbalis
    • Regio Umbilicalis
    • Regio Inguinalis
    • Regio Hypogastrium

    Regio Dorsalis
    • Regio Dorsalis
    • Regio Sacralis
    • Regio Vertebralis
    • Regio Perinealis
    • Regio Analis
    • Regio Urogenetalis

    Regiones membri Superior
    • Regio Deltoid
    • Regio Brachialis
    • Fossa Cubitalis
    • Regio Antebracialis
    • Regio Carpalis
    • Regio Manus

    Regio Digitus Manus
    • Digitus Primus/Pollex
    • Digitus Skundus/Indek
    • Digitus Tertius/Medius
    • Digitus Quartus
    • Digitus Quintus

    Regiones Membri Inferior
    • Regio Glutalis
    • Regio Coxalis
    • Regio Femuralis
    • Regio Genus
    • Fossa Poplitea
    • Regio Cruralis
    • Regio Tarsus
    • Regio Pes

    Regio Digitus pedis
    • Digitus Primus/Hallux
    • Digitus Skundus
    • Digitus Tertius/Medius
    • Digitus Quartus
    • Digitus Quintus

    ARTIKULATIO

    • Artikulatio fibrosa
    • Artikulatio kartilaginosa
    • Artikulatio sinovial

    Macam Sendi
    • Sendi Bidang: permukaan sendi datar atau hampir datar → artikulatio akromioklavikular
    • Sendi Hinge: sendi yg menghasilkan gerakan fleksi dan ekstensi → artikulatio cubiti
    • Sendi Plana: permukaan sendi bentuk plana → artikulatio karpometakarpalis
    • Sendi Bola dan soket: kapaut salah satu tulang masuk kedalam mangkuk tulang lainya → artikulatio coxae
    • Sendi Kondiloid: sendi yang memungkinkan gerakan lateral → artikulatio temporomandibulare
    • Sendi Pivot: sendi yg memungkinkan gerakan rotasi → artikulatio radius ulnaris

    REFERENSI

    1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC
    2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC
    3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia
    4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview
    5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey
    6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC
    7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia
    8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia
    9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta
    10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta
    11. Lutjen, et all, 2001, Atlas foto anatomi: struktur dan fungsi tubuh manusia, edisi 2, EGC, Jakarta