PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Minggu, 22 Mei 2011

POLIOMYELITIS

Dr. Suparyanto, M.Kes

POLIOMYELITIS

LATAR BELAKANG
  • Polio disebabkan oleh virus dan telah ada beribu-ribu tahun. Bahkan ada benda-benda Mesir yang melukiskan individu-individu dengan fitur-fitur khusus dari kelumpuhan setelah polio. Polio telah disebut dengan banyak nama-nama yang berbeda, termasuk kelumpuhan anak-anak, kelemahan dari anggota-anggota tubuh bagian bawah (kaki-kaki dan tangan-tangan), dan spinal paralytic paralysis. 
  • Kita sekarang merujuk pada virus dan penyakit sebagai polio, yang adalah kependekan untuk poliomyelitis dan mempunyai asal usul Yunani: polios (abu-abu), myelos (sumsum), dan itis (peradangan).
  • Kebanyakan individu-individu yang terinfeksi dengan polio tetap asymptomatic atau mengembangkan hanya gejala-gejala mirip flu yang ringan, termasuk kelelahan, malaise, demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan muntah. 
  • Faktanya, gejala-gejala, jika hadir, mungkin hanya berlangsung 48-72 jam; bagaimanapun, individu-individu itu akan terus menerus melepaskan virus dalam feces mereka untuk periode yang berkepanjangan, melayani sebagai reservoir (gudang) untuk infeksi-infeksi berikut. Kira-kira 2%-5% dari individu-individu yang terinfeksi terus mengembangkan gejala-geala yang lebih serius yang mungkin termasuk persoalan-persoalan pernapasan dan kelumpuhan. 
  • Sekarang ini, tidak ada penyembuhan untuk polio; hanya vaksinasi dapat mencegah penyebaran dari penyakit, dan meskipun di dunia yang telah berkembang (negara maju) hampir tidak terdengar, secara global, polio tetap penyakit yang cukup umum. Mulanya, organisasi-organisasi internasional percaya mampu untuk membasmi polio pada tahun 2000, namun ini telah menjadi lebih sulit daripada waktu awal diharapkan.

TINJUAN PUSTAKA

1. Faktor Agent
  • Enterovirus, poliovirus (PV) yang sangat infeksius, yang terutama mempengaruhi anak-anak muda dan disebarkan melalui kontak langsung orang ke orang, dengan lendir, dahak, feces, yang terinfeksi atau oleh kontak dengan makanan dan air ang terkontaminasi oleh feces dari individu lain yang terinfeksi.
2. Faktor Host
  • Manusia.
3. Faktor Environment
  • kontak langsung orang ke orang, dengan lendir, dahak, feces, yang terinfeksi
  • Oleh kontak dengan makanan dan air yang terkontaminasi oleh feces dari individu lain yang terinfeksi.
4. Port of entry and exit
  • Portal of entry : kontak langsung antar manusia yang terinfeksi
  • Portal of exit : makanan dan air yang terkontaminasi oleh feses dari individu lain yang terinfeksi
5. Transmisi
  • Makanan dan minuman

6. Pencegahan

Vaksin Untuk Mencegah Polio
  • Sejarah dari vaksin polio adalah benar-benar sejarah sukses kedokteran. Ia masih belum selesai karena polio masih menyebabkan penyakit yang signifikan pada area-area yang kurang berkembang dari dunia seperti di India and Afrika.
  • Selama paruh terakhir dari abad ke 19 dan kedalam paruh pertama dari abad ke 20, polio adalah epidemik global. Bahkan presiden masa depan Amerika, Franklin D. Roosevelt, mendapat polio paralytic pada tahun 1921. Presiden Franklin D. Roosevelt adalah cukup berpengaruh dalam meningkatkan keduanya kesadaran publik dan penelitian ilmiah yang berdedikasi pada pembasmian penyakit. Pada tahun 1938, setelah mendirikan National Foundation for Infantile Paralysis (March of Dimes), ada usaha yang signifikan untuk mengembangkan vaksin untuk mencegah polio. 
  • Ini membuahkan hasil pada tahun 1955 ketika Dr. Jonas Salk mengembangkan vaksin polio yang tidak diaktifkan yang dapat disuntikan atau injectable inactivated polio vaccine (IVP) yang segera didistribusikan dan disuntikan pada anak-anak diseluruh Amerika dan Kanada. 
  • Vaksin polio yang tidak diaktifkan sekarang ini telah ditingkatkan melalui waktu, namun sejak tahun 1999, ia telah menjadi bentuk dari vaksin polio yang direkomendasikan di negara-negara maju.
  • Pada tahun 1961, vaksin oral virus yang hidup terhadap polio (OVP) dikembangkan oleh Albert Sabin yang menjadi tersedia dan digunakan secara luas dari tahun 1963 ke tahun 1999 di negara-negara maju dan pada saat ini di negara-negara berkembang. Vaksin oral virus ini masih direkomendasikan untuk mengontrol pandemik polio diseluruh dunia disebabkan oleh pemasukannya yang mudah (tidak ada jarum-jarum yang diperlukan).
  • Kedua vaksin-vaksin telah dikembangkan untuk anak-anak karena mereka adalah kelompok yang umumnya nampak berada pada risiko yang paling tinggi. Bagaimanapun, vaksin oral (OVP) harus tidak diberikan pada anak-anak yang adalah immunodepressed karena mereka dapat mengembangkan vaccine-associated paralytic poliomyelitis (VAPP)

7. Pemberantasan
  • Pemberian vaksin polio
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan

8. Pengobatan/ Penatalaksanaan
  • Penyuluhan. Harus dijelaskan tentang hal-hal mana saja yang dapat memperberat penyakit dan harus dihindari serta bagaimana cara pengobatan yang bai
  • Pelaksanaan imunisasi Polio secara rutin.
  • Tidak ada penyembuhan untuk polio, jadi pencegahan adalah sangat penting

Tanda-Tanda Dan Gejala-Gejala Dari Polio
  • Tanda-tanda dan gejala-gejala dari polio berbeda tergantung pada luas infeksi. Tanda-tanda dan gejala-gejala dapat dibagi kedalam polio yang melumpuhkan (paralytic) dan polio yang tidak melumpuhkan (non-paralytic).
  • Pada polio non-paralytic yang bertanggung jawab untuk kebanyakan individu-individu yang terinfeksi dengan polio, pasien-pasien tetap asymptomatic atau mengembangkan hanya gejala-gejala seperti flu yang ringan, termasuk kelelahan, malaise, demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan muntah. Gejala-gejala, jika hadir, mungkin hanya bertahan 48-72 jam, meskipun biasanya mereka bertahan untuk satu sampai dua minggu.
  • Paralytic polio terjadi pada kira-kira 2% dari orang-orang yang terinfeksi dengan virus polio dan adalah penyakit yang jauh lebih serius. Gejala-gejala terjadi sebagai akibat dari sistim syaraf dan infeksi dan peradangan sumsum tulang belakang (spinal cord).
  • Gejala-gejala dapat termasuk:
  1. sensasi yang abnormal,
  2. kesulitan bernapas,
  3. kesulitan menelan,
  4. retensi urin,
  5. sembelit,
  6. mengeluarkan air liur (ileran),
  7. sakit kepala,
  8. turun naik suasana hati,
  9. nyeri dan kejang-kejang otot, dan
  10. kelumpuhan.

Minggu, 15 Mei 2011

KONSEP KELAS IBU HAMIL 3

Dr. Suparyanto, M.Kes



KONSEP KELAS IBU HAMIL 3

MATERI KELAS IBU HAMIL PERTEMUAN KE-3

A. PERAWATAN BAYI

(1). PERAWATAN BAYI BARU LAHIR
  • Bayi lahir sehat diketahui dari tanda-tanda (Depkes RI, 2009) sebagai berikut:
  1. Bayi lahir segera menangis
  2. Seluruh tubuh bayi kemerahan
  3. Bayi bergerak aktif
  4. Bayi dapat menghisap puting susu dengan kuat
  5. Berat lahir 2500 gram-400 gram
  • Tujuan perawatan bayi adalah memenuhi kebutuhan dasar bayi seperti menjaga pernafasan, nutrisi yang cukup, suhu tubuh dan menghindari kontak dengan infeksi. Penting untuk membantunya menyesuaiakan diri dengan kehidupan baru di luar rahim (Wiyati, 2010).

  • Perawatan bayi baru lahir antara lain:
(a). Perawatan kulit dan kuku
  • Kulit bayi baru lahir sangat rentan terhadap iritasi dari bahan kimia yang ada dalam pakaian baru, dan sisa sabun atau detergen yang menempel pada pakaian yang sudah dicuci. 
  • Untuk menghindari masalah ini, ibu harus membilas semua pakaian bayi, seprei, selimut dan bahan lain yang dicuci sebelum dipakaikan ke bayi. 
  • Untuk beberapa bulan pertama, ibu harus mencuci pakaian bayi dalam tempat yang terpisah dari pakaian keluarga yang lain. 
  • Seperti apa yang ibu baca pada iklan untuk produk bayi, bayi biasanya tidak memerlukan lotion, minyak atau bedak. 
  • Jika kulitnya sangat kering, ibu dapat mengoleskan lotion pada tempat-tempat yang kering. Jangan menggunakan produk perawatan kulit yang tidak dibuat khusus untuk bayi, karena produk tersebut umumnya mengandung parfum dan bahan kimia yang lain yang dapat mengiritasi kulit bayi.
  • Satu satunya perawatan untuk kuku bayi adalah memotongnya. Ibu dapat menggunakan gunting kuku khusus untuk bayi atau gunting kecil berujung tumpul. Waktu yang baik untuk memotong kuku adalah setelah mandi jika bayi berbaring dengan tenang, tetapi akan lebih mudah lagi bila ibu melakukannya ketika bayi sedang tidur.
(b). Perawatan mata dan telinga
  • Ibu tidak perlu membiasakan diri menuangkan minyak hangat ke dalam kanal telinga bayi karena hal itu hanya akan menambahkan lebih banyak lagi kotoran di telinganya dari pada membersihkannya. Saat ibu membersihkan matanya, mengusapkan gumpalan kapas atau handuk dari ujung mata di dekat hidung ke arah luar. Ibu tidak perlu menghias mata bayi dengan pewarna.
(c). Perawatan tali pusat
  • Puntung tali pusat biasanya akan lepas dalam waktu seminggu jika dibiarkan, tidak basah saat mandi atau ditarik supaya lepas. Jika pada saat mengering, daerah pusar ini agak merah, sebaiknya ibu mengolesinya dengan krim bayi setiap hari. 
  • Jika ada nanah atau cairan keluar dari pusar, atau jika diraba terdapat gumpalan seukuran kacang pada bayi yang berusia 2 atau 3 minggu yang disebut polyp atau granulasi, maka yang harus dilakukan oleh ibu adalah memeriksakan pada petugas kesehatan guna untuk menghindari infeksi yang lebih parah.
(d). Perawatan hidung
  • Perawatan hidung sangat penting untuk menjaga hidung tetap bersih karena bayi akan menangis dan sulit bernafas jika hidungnya tersumbat. Ibu sebaiknya menghindari memasukkan gumpalan kapas kedalam hidung bayi.
(e). Mengenakan pakaian bayi
  • Baju bayi seharusnya tidak membuatnya berkeringat. Oleh masyarakat awam mengenakan pakaian yang berlebihan sering kali dilakukan dengan cara memberi pakaian yang berlapis-lapis, bahkan di cuaca yang cerah. 
  • Hal itu dapat membuat bayi tidak bisa bernafas dengan baik, berkeringat, dan menunjukkan gejala susah bernafas, mengarah pada sembelit dan keringat buntu. Ibu sebaiknya menghindari pakaian yang menyentuh leher bayi, karena hal ini dapat mengakibatkan gesekan yang mengganggu. Selama musim panas ibu sebaiknya memberikan pakaian dalam dan popok saja pada bayi.
(f). Memandikan bayi
  • Ibu tidak perlu sering memandikan bayi asalkan ibu selalu mencuci area popok dengan seksama selama penggantian popok, Mandi dua atau tiga kali seminggu selama tahun pertama sudah cukup. Jika dimandikan lebih sering kulitnya akan menjadi kering. Selama seminggu atau dua minggu pertama, sampai tali pusat lepas, bayi baru lahir sebaiknya di basuh dengan spons.
(g). Menyusui Bayi
  • Ibu sebaiknya menyusui bayinya dengan cara alami. Karena air susu ibu (ASI) merupakan menu utama bagi seorang bayi. Sebaiknya ibu memberikan ASI kepada bayi setiap 2-3 jam. Menyusui bayi dengan ASI adalah tradisi yang sangat mulia, baik dari sudut pandang agama dan sosial maupun dunia ilmu kedokteran modern, karena ASI disamping sebagai makanan utama bayi, juga penguat jalinan jiwa. Misalnya saja saat disusui bayi menggenggam kepalan tangannya, dan menempatkan dibawah dagu dan menggerakkan jari kakinya kontak mata antara ibu dan bayi juga terjadi yang dapat meningkatkan komunikasi antara ibu bayi (Soetjiningsih, 2007).

(2). PEMBERIAN K1 INJEKSI PADA BAYI BARU LAHIR
  • Pemberian vitamin K1 bertujuan guna mencegah terjadinya perdarahan akibat kekurangan vitamin K1. Manifestasi klinik yang sering ditemukan pada bayi kurang vitamin K1 adalah perdarahan, pucat dan pembesaran lever atau hati ringan. Perdarahan dapat terjadi spontan akibat trauma, terutama pada trauma proses kelahiran. Kebanyak kasus perdarahan terjadi di kulit, mata, hidung dan saluran cerna.
  • Penyebab kekurangan vitamin K1 (Depkes RI, 2009) sebagai berikut:
  1. Mengkonsumsi obat-obatan atau jamu selama masa kehamilan terutama yang dapat mengganggu metabolisme vitamin K1 seperti obat anti pembekuan darah.
  2. Pembentukan vitamin K1 yang kurang oleh bakteri usus, misalnya bayi yang sering menggunakan antibiotik, khususnya bayi lahir prematur, bayi yang mengalami gangguan fungsi hati dan bayi yang kurang asupan vitamin K1. Begitu juga dengan bayi yang menderita gangguan pencernaan dan diare kronik.

(3). TANDA BAHAYA BAYI BARU LAHIR
  • Tanda bahaya bayi baru lahir (Depkes RI, 2009) sebagai berikut:
  1. Adanya kejang atau tanpa kesadaran menurun: bayi menangis melengking tiba-tiba, adanya gerakan yang tidak terkendali pada mulut, mata atau anggota gerak, mulut mencucu, kaku seluruh tubuh dengan atau tanpa rangsangan.
  2. Adanya gangguan nafas: nafas berhenti lebih dari 20 detik, bayi tampak biru, tarikan dinding dada ke dalam yang sangat kuat, pernapasan cuping hidung, bayi merintih.
  3. Penurunan suhu tubuh kurang dari 36O C: badan bayi teraba dingin, tampak mengantuk, ada bagian tubuh yang merah dan mengeras, kaki dan tangan teraba dingin dan gerakan bayi kurang dari normal.
  4. Bayi demam > 37,5O C
  5. Adanya infeksi: bayi tampak mengantuk atau tidak sadar, adanya kejang, gangguan napas, malas atau tidak dapat minum, ubun-ubun cembung, ada bagian tubuh yang merah dan mengeras, badan teraba dingin, adanya bisul-bisul kecil pada kulit, nanah keluar dari mata, pusar kemerahan sampai ke dinding perut dan berbau busuk.
  6. Bayi kuning pada hari pertama setelah lahir atau setelah umur 14 hari atau pada umur lebih dari 2 minggu.
  7. Adanya gangguan saluran cerna: bayi muntah, bayi gelisah, rewel dan perut kembung, teraba benjolan pada perut. Untuk bayi baru lahir: belum buang air besar dalam 24 jam terakhir, ada darah dalam tinja tanpa diare, periksa apakah ada lubang duburnya.
  8. Diare: keadaan umum bayi apakah tampak mengantuk atau tidak sadar, gelisah atau rewel, mata cekung, cubitan pada kulit perut kembali lambat.

(4). PENGAMATAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI ATAU ANAK
  • Sangat penting untuk mengamati pertambahan berat badan bayi dengan membawanya ke posyandu untuk ditimbang setiap bulan. Setiap bulan berat badan anak akan meningkat sesuai dengan pita hijau pada KMS (Depkes RI, 2009).
  • Perkembangan dan kepandaian anak akan bertambah sesuai dengan umur dan anak yang sehat akan jarang sakit, selalu gembira, ceria, aktif. lincah dan cerdas. 
  • Tanda-tanda anak tumbuh sehat (Depkes RI, 2009) sebagai berikut:
  1. Berat badan anak naik setiap bulan
  2. Pada KMS garis pertumbuhan naik mengikuti salah satu pita warna atau pindah ke pitra warna diatasnya.
  • Tanda anak tumbuh kurang sehat (Depkes RI, 2009) sebagai berikut:
  1. Berat badan tidak naik
  2. Pada KMS garis pertumbuhan turun, datar, pindah ke pita warna di bawahnya atau ada di bawah garis merah.

(5). PEMBERIAN IMUNISASI BAYI BARU LAHIR
  • Imunisasi merupakan upaya untuk melindungi bayi dari berbagai aspek penyakit menular. Imunisasi pertama diberikan pada saat bayi baru lahir yaitu dengan memberikan imunsasi Hepatitis B-O (HBO). HBO sebaiknya diberikan sebelum bayi berumur 7 hari. Imunsiasi selanjutnya diberikan di posyandu, puskesmas, rumah sakit atau dokter praktek swasta. Bayi harus mendapatkan imunsasi dasar lengkap sebelum berumur 1 tahun. Bayi yang akan diimunisasi harus dalam keadaan sehat, namun batuk pilek ringan bukan merupakan halangan untuk mendapatkan imunsasi. 
  • Penyakit yang dapat dicegah dengan imunsasi (Depkes RI, 2009) adalah:
  1. Hepatitis B (HB)
  2. TBC
  3. Polio
  4. Difteri, Perfusis (batuk rejan), Tetanus (DPT)
  5. Campak

B. MITOS
  • Banyak mitos mengenai kehamilan dan kesehatan anak. Namun namanya juga mitos tentu banyak juga yang perlu diteliti kebenarannya. Beberapa mitos dapat bertahan karena memberikan nasihat yang sesuai dengan pengalaman sehari-hari. Namun banyak mitos terutama sekitar kehamilan dan melahirkan, terbukti salah atau tidak efektif sesuai dengan kemajuan kedokteran dan teknologi (Depkes RI, 2009).

C. PENYAKIT MENULAR
  • Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang dapat menyebar dari satu orang ke orang lainnya melalui hubungan seks dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di banyak negara. 
  • Angka kejadian IMS diperkirakan tinggi dan kegagalan dalam mendiagnosa serta mengobati IMS sedini mungkin dapat menimbulkan komplikasi dan kecacatan termasuk terjadinay infertilitas, keguguran, kehamilan ektopik, kanker daerah panggul bahkan infeksi pada bayi baru lahir. Komplikasi yang terjadi akibat IMS dan penyakit radang panggul (PRP) menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan reproduksi (Depkes RI, 2009)

D. AKTA KELAHIRAN
  • Menurut UU No 23/2002: Perlindungan Anak pasal 5 menjelaskan bahwa setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan. Pasal 27 juga menyatakan bahwa identitas diri anak harus diberikan sejak kelahirannya dan dituangkan dalam akta kelahiran yang dibuat berdasarkan pada surat keterangan dari orang yang menyaksikan dan/atau membantu proses kelahiran (Depkes RI, 2009).

2). MATERI SENAM IBU HAMIL
  • Senam ibu hamil dilakukan secara rutin dan terus mnenerus, hal ini bertujuan: untuk mengurangi dan mencegah timbulnya gejala yang mengganggu selama masa kehamilan seperti sakit pinggang, bengkak kaki dan lain-lain, mengurangi ketegangan otot-otot sendi sehingga mempermudah kelahiran. 
  • Senam semasa kehamilan (Depkes RI, 2009) sebagai berikut:
a. Senam untuk kaki
  • Senam untuk kaki dilakukan (Depkes RI, 2009) sebagai berikut:
  1. Duduk dengan kaki diluruskan ke depan dengan tubuh bersandar tegak lurus (rileks).
  2. Tarik jari-jari kearah tubuh secara perlahan-lahan lalu lipat ke depan.
  3. Lakukan sebanyak 10 kali, penghitungan sesuai dengan gerakan (gambar 1)
  4. Tarik kedua telapak kaki kea rah tubuh secara perlahan-lahan dan dorong ke depan. Lakukan sebanyak 10 kali, penghitungansesuai dengan gerakan (gambar 2)




Gambar 5 Gerakan jari-jari kaki













Gambar 6 Gerakan mendorong ke depan





b. Senam duduk bersila
  • Senam ibu hamil dapat dilakukan dengan cara duduk bersila (Depkes RI, 2009) sebagai berikut sebagai berikut:
  1. Duduk kedua tangan diatas lutut
  2. Letakkan kedua telapak tangan di atas lutu
  3. Tekan lutut ke bawah dengan perlahan-lahan (gambar 3).
  4. Lakukanlah sebanyak 10 kali, lakukan senam duduk bersila ini selama 10 menit sebanyak 3 kali sehari.







Gambar 7 Senam Duduk Bersila






c. Cara tidur yang nyaman
  • Berbaringlah miring pada sebelah sisi dengan lutut di tekuk (gambar 4)








Gambar 8 Senam Ibu Hamil Berbaring Miring





d. Senam Untuk Pinggang (posisi terlentang)
  1. Tidurlah terlentang dan tekuklah lutut jangan terlalu lebar, arah telapak tangan ke bawah dan berada di samping badan
  2. Angkatlah pinggang secara perlahan (gambar. 5)
  3. Lakukanlah sebanyak 10 kali








Gambar 9 Senam Pinggang (Posisi Terlentang)





e. Senam untuk pinggang (posisi merangkak)
  1. Badan dalam posisi merangkak
  2. Sambil menarik napas angkat perut berikut punggung ke atas dengan wajah menghadap ke bawahg membentuk lingkaran.
  3. Sambil perlahan-lahan mengangkat wajah hembuskan napas, turunkan punggung kembali dengan perlahan (gambar 6).
  4. Lakukanlah sebanyak 10 kali.









Gambar 10 Senam Untuk Pinggang (Posisi Merangkak)



f. Senam Dengan satu lutut
  1. Tidurlah terlentang, tekuk lutut kanan.
  2. Lutut kanan digerakkan perlahan kearah kanan lalu kembalikan (gambar 7).
  3. Lakukanlah sebanyak 10 kali.
  4. Lakukanlah hal yang sama untuk lutut kiri.








Gambar 11 Senam Dengan Satu Lutut




g. Senam dengan kedua lutut
  1. Tidurlah terlentang, kedua lutut ditekuk dan kedua lutut saling menempel.
  2. Kedua tumit dirapatkan, kaki kiri dan kanan saling menempel.
  3. Kedua lutut digerakkan perlahan-lahan kea rah kiri dan kanan (gambar 8).
  4. Lakukanlah sebanyak 8 kali.







Gambar 12 Senam Dengan Kedua Lutut





h. Latihan untuk saat persalinan
  • Latihan untuk saat persalinan dibagi menjadi (Depkes RI, 2009) sebagai berikut:
(1). Cara pernapasan saat persalinan
  • Cari posisi yang nyaman, misalnya duduk bersandar antara duduk dan berbaring serta kaki diregangkan, posisi merangkak, duduk di kursi.
  • Tarik napas dari hidung dan keluarkan melalui mulut.
  • Usahakan tetap rileks








Gambar 13 Latihan Untuk Saat Persalinan




(2). Cara mengejan
  • Cari posisi yang nyaman atau posisi ibu antara duduk dan berbaring serta kaki direnggangkan
  • Perlahan-lahan tarik napas sebanyak 3 kali dan pada hitungan ke 4 tarik napas kemudian tahan napas, sesuai arahan pembantu persalinan (gambar 10).
  • Mengejan ke arah pantat.








Gambar 14 Cara Mengejan




(3). Cara pernapasan pada saat melahirkan
  • Cara ini dilakukan jika bidan mengatakan tidak usah mengejan lagi, yaitu:
  1. Letakkanlah kedua tangan di atas dada
  2. Bukalah mulut lebar-lebar bernapaslah pendek sambil mengatakan hah-hah-hah (gambar 11).










Gambar 15 Cara pernapasan pada saat melahirkan



i. Senam untuk memperlancar ASI
  1. Lipat lengan ke depan dengan telapak tangan digenggam dan berada di depan dada, gerakkan siku ke atas dan ke bawah.
  2. Lipat lengan ke atas hingga ujung jari tengah menyentuh bahu, dalam posisi dilipat lengan diputar dari belakang ke depan, sehingga siku-siku bersentuhan dan mengangkat payudara lalu bernapaslah dengan lega (gambar 2.13)
  3. Lakukanlah sebanyak 2 kali.









Gambar 16 Gerakan Siku Ke Atas Dan Ke Bawah












Gambar 17 Mengangkat Payudara




DAFTAR PUSTAKA

  1. Aziz, 2007. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta: Salemba Medika
  2. Azrul, 2008. Memilih Melahirkan Secara Alamiah atau Seksio. www.InfoIbu.com
  3. Azwar, 2010. Sikap Manusia, Jogjakarta: Pustaka Pelajar
  4. Depkes RI, 2006. Promosi Kesehatan bagi Petugas Kesehatan, Jakarta
  5. Depkes RI. 2009. Pegangan Fasilitator Kelas Ibu Hamil. Jakarta
  6. Depkes RI. 2009. Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil. Jakarta.
  7. Depkes RI. 2009. Senam Ibu Hamil. Jakarta.
  8. Hurlock, 2009. Psikologi Perkembangan Rentang Kehidupan. Jakarta: EGC
  9. Notoatmodjo, 2007. Kesehatan Masyarakat dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta
  10. Notoatmodjo, 2009. Ilmu Perilaku Manusia. Jakarta: Rineka Cipta
  11. Notoatmodjo, 2010. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
  12. Nursalam, 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
  13. Saryono dkk, 2009. Perawatan Payudara. Jogjakarta:Mitra Cendekia.
  14. Soemantri, 2010. Aplikasi Statistika dalam Penelitian, Bandung: Pustaka Setia
  15. Soetjiningsih, 2009. Tumbuh Kembang Anak, Jakarta: EGC
  16. Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta
  17. Suliha, dkk., 2009. Manajemen Organisasi, Jakarta: Puspa Swara
  18. Suririnah, 2009. Air Susu Ibu (ASI) Memberi Keuntungan Ganda Untuk Ibu dan Bayi. http://www.infoibu.com/mod
  19. Wiyati, 2010. Perawatan Ibu Bersalin, Jogjakarta: Fitra Maya