PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Jumat, 19 Maret 2010

PENGUKURAN NILAI TENGAH

Dr. Suparyanto, M.Kes

Apa Itu Nilai Tengah
  • Tendensi sentral atau nilai tengah: ialah angka yang mewujudkan nilai yang terletak ditengah dari hasil observasi pada suatu agregat
Macam tendensi sentral:
  1. Mean
  2. Median
  3. Modus

Mean
  • Mean adalah nilai yang diperoleh dengan cara menjumlahkan semua nilai pengamatan dibagi jumlah semua pengamatan dalam agregat
Sifat mean adalah:
  • Mempertimbangkan semua nilai pengamatan
  • Dapat dimanipulasi secara matematis, sehingga dapat dipergunakan untuk keperluan statistik
  • Hanya berlaku untuk data kuantitatif
  • Sangat dipengaruhi oleh nilai ekstrem besar atau kecil

Rumus Mean Data Distribusi Tunggal

X = ∑x / n

  • X = mean
  • ∑x = hasil penjumlahan nilai observasi
  • n = jumlah observasi

Contoh Soal
  • Sepuluh pegawai di PT Samudra penghasilan sebulanya dalam satuan ribu rupiah adalah sebagai berikut:
  • 90, 120, 160, 180, 190, 90, 180, 70, 160, 100
  • Me = (90+120+160+180+190+90+180+70+160+100) : 10 = 150
  • Jadi penghasilan rata-rata pegawai di PT Samudra = Rp.150.000,-

Median
  • Median: merupakan nilai observasi yang terletak ditengah setelah data pengamatan diurutkan menurut besar kecilnya (array data)
Sifat nilai median:
  • Median mudah dihitung dan mudah dimengerti
  • Dipengaruhi jumlah observasi
  • Tidak dipengaruhi oleh nilai observasi
  • Sering dipakai pada distribusi frekuensi yang miring
  • Digunakan pada data yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif berskala ratio, interval maupun ordinal

  • Untuk menentukan nilai median harus terlebih dahulu diurutkan dan ditentukan posisi dengan cara:
  • Bila seri pengamatan genap, maka posisi median n/2
  • Bila seri pengamatan ganjil, maka posisi median n+1 / 2

Contoh Median
  • Tinggi badan 11 Mhs Stikes Pemda: 180, 171, 170, 167, 166, 165, 164, 160, 147, 145, 144
  • Berat badan 10 Mhs Stikes Pemda: 39, 45, 52, 43, 37, 51, 65, 56, 71, 44
  • Pendidikan 5 Dosen Stikes Pemda: D3, S2, S1, S1, D3
  • 50, 60, 70 Median à 60
  • 50, 60, 70, 100.000 Median à (60+70)/2 = 65
  • SD, SMP, PT Median à SMP
  • SD, SD, SD, PT Median à SD
  • SD, SD, SMP, PT Median à antara SD dan SMP

Modus
  • Modus adalah nilai yang memiliki frekuensi terbanyak atau sering muncul
Sifat modus adalah:
  • Tidak dipengaruhi nilai ekstrim
  • Digunakan baik pada data kualitatif (nominal dan ordinal) maupun data kuantitatif (interval dan rasio)

Contoh Modus


Data kualitatif
  • Kebanyakan Mahasiswa di Jogja naik sepeda
  • Kebanyakan pemuda Indonesia merokok
  • Pada umumnya Pegawai Negeri Sipil tidak disiplin
  • Pada umumnya warna mobil tahun 70-an adalah cerah, sedangkan tahun 80-an adalah gelap

Data kuantitatif
  • Data umur pegawai di Departemen X adalah: 20, 45, 60, 56, 45, 45, 20, 19, 57, 45, 45, 51, 35

Modus Data Kelompok

Modus = b + p (f1 / (f1+f2))

  • b = batas klas bawah frekuensi terbanyak
  • p = panjang klas
  • f1 = frek klas terbanyak – f sebelumnya
  • f2 = frek klas terbanyak – f sesudahnya

Median Data Kelompok

Median = b + p (1/2n – F / f)

  • b = batas bawah, dimana median akan terletak
  • p = panjang klas
  • n = banyak data
  • F = cf = jumlah semua frekuensi sebelum klas median
  • f = frekuensi klas median

Mean Data Kelompok



Mean = ∑f x / f

  • f = jumlah data
  • x = nilai rata-rata batas interval/ midpoint kelas interval
  • Misal interval: 21 – 30 → x = 21 + 30 / 2 = 25,5

Contoh Soal Nilai Tengah
Hitungan Modus
  • Klas modus = klas ke-4 (f=30)
  • b = 51 – 0,5 = 50,5
  • f1 = 30 – 18 = 12
  • f2 = 30 – 20 = 10
  • Modus = 50,5 + 10 (12 / (12+10)) = 55,95

Hitungan Median
Klas median = klas ke-4 (f=30)
  • b = 51 – 0,5 = 50,5
  • p = 10
  • f = 30
  • F = cf = 2 + 6 + 18 = 26
  • Median = 50,5 + 10 ((50-26) / 30)

Hitungan Mean
  • Mean = 6072/100 = 60,72

Latihan
  • Hasil pemeriksaan tinggi badan pada 10 Mhs: 171, 168, 158, 172, 165, 158, 169, 164, 178, 163
  • Berapa tinggi rata-rata atau mean tinggi badan Mhs tersebut?
  • Mean = 166,6 cm

  • Hasil ujian UTS biostatistik Mahasiswa Stikes dengan nilai rata-rata 65,9. sedangkan hasil ujian UAS rata-rata 71,2. Berapa mean nilai tersebut jika UTS diberi bobot 1 dan UAS diberi bobot 2
  • (65,9 x 1) + (71,2 x 2) / (1 + 2) =
  • Mean = 69,4

  • Berat badan 15 Mhs Stikes: 51, 54, 55, 58, 63, 64, 65, 68, 69, 71, 72, 78, 79, 80
  • Berapa mean, median, modus?
  • Mean = 65,7
  • Median = 65
  • Modus = 58

Latihan
Hasil nilai ujian 40 Mhs Stikes dibagi menjadi 4 group sebagai berikut:




Hitung: Mean, Modus dan Median?

REFERENSI:
  1. Budiarto, 2004, Metodologi Penelitian Kedokteran, Sebuah Pengantar, Jakarta, EGC
  2. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 1 (statistik Deskriptif), Jakarta, Bumi Aksara
  3. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 2 (statistik Infereansif), Jakarta, Bumi Aksara
  4. Nasution, 2004, Metode research (penelitian Ilmiah), Jakarta, Bumi Aksara
  5. Silalahi, 2003, Metodologi Penelitian dan Studi Kasus, Sidoarjo, Citramedia
  6. Tjokronegoro, 2004, Metologi Penelitian Bidang kedokteran, Jakarta, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

PENGUKURAN DISPERSI

Dr. Suparyanto, M.Kes

Pengertian Dispersi
  • Ukuran Dispersi/ Variasi/ Penyimpangan adalah ukuran yang menyatakan seberapa jauh penyimpangan nilai-nilai individu terhadap nilai pusatnya (rata-rata)
  • Jenis ukuran dispersi ada 4:
  • Jangkauan = Range
  • Deviasi rata-rata = Simpangan rata-rata
  • Varians
  • Simpangan baku = Standar Deviasi

Range
  • Range atau Jangkauan adalah selisih nilai terbesar dengan nilai terkecil
  • Range data tunggal:
  • Contoh: Tentukan range data berikut:
  • 7,4,11,1,9, 8
  • Range = 11 – 1 = 10

Contoh Soal
  • Sepuluh pegawai Stikes Jombang, gaji masing-masing tiap bulanya dalam ribuan rupiah adalah sbb:
  • 50, 75, 150, 170, 175, 190, 200, 400, 600, 700
  • Berapa range gaji pegawai tsb?
  • Range: 700 – 50 = 650
  • Makin besar range → makin bervariasi

Range Data Kelompok
Cara menghitung range data kelompok:
1. Selisih titik tengah kelas tertinggi dengan titik tengah kelas terendah
2. Selisish tepi atas kelas tertinggi dengan tepi bawah kelas terendah

Contoh Soal Range



Hitung range data kelompok diatas;
  • Titik tengah kelas terendah = 142
  • Titik tengah kelas tertinggi = 172
  • Tepi bawah kelas terendah = 139,5
  • Tepi bawah kelas tertinggi = 174,5
  • Range = 172 – 142 = 30
  • Range = 174,5 – 139,5 = 35

Deviasi Rata-rata
  • Deviasi rata-rata: adalah nilai rata-rata hitung dari harga mutlak simpangannya
Deviasi rata-rata data tunggal:

DR = ∑ ⅼ X – X1 ⅼ/ n =

X = nilai individu
X1 = nilai rata-rata
n = jumlah data

Contoh Soal
Tentukan deviasi rata-rata dari:
  • 2, 3, 6, 8, 11
  • X1 = (2+3+6+8+11) / 5 = 6
  • Cara mencari deviasi rata-rata dapat menggunakan tabel bantu sbb:
  • DR = 14 / 5 = 2,8

Tabel Bantu



Deviasi Rata-rata Kelompok

Rumus:

DR = (∑ f ⅼ X – X1 ⅼ) / n

  • f = frekuensi kelompok
  • X = nilai tengah kelompok
  • X1 = rata-rata nilai tengah kelompok
  • n = jumlah f

Contoh Soal Deviasi Kelompok 1



Contoh Soal Deviasi Kelompok 2




DR = (∑ f ⅼ X – X1 ⅼ) / n

DR = 282 / 50 = 5,64

Varians
  • Varians merupakan jumlah kuadrat semua deviasi nilai-nilai individu terhadap rata-rata nilai kelompok
  • Akar varians disebut standart deviasi atau simpangan baku
  • Varians sample = s2
  • Varians populasi = σ2 (sigma)

Varians Data Tunggal
Untuk sample besar (>30)

s2 = ∑ (X – X1)2 / n

  • s2 = Varians
  • X = nilai individu
  • X1 = nilai rata-rata
  • n = jumlah data

Untuk sample kecil (n≤30)

s2 = ∑ (X – X1)2 / n-1

  • s2 = Varians
  • X = nilai individu
  • X1 = nilai rata-rata
  • n = jumlah data
  • Varians Data Kelompok
Varians Data Kelompok
Untuk sample besar (>;30)

s2 = ∑ f(X – X1)2 / n

  • s2 = Varians
  • f = frekuensi kelompok
  • X = nilai tengah kelompok
  • X1 = rata-rata nilai tengah kelompok
  • n = jumlah f

Untuk sample kecil (n≤30)

s2 = ∑ f(X – X1)2 / n-1

  • s2 = Varians
  • f = frekuensi kelompok
  • X = nilai tengah kelompok
  • X1 = rata-rata nilai tengah kelompok
  • n = jumlah f

Contoh Soal
Tentukan varians dari data:
  • 2, 3, 6, 8, 11
  • n = 5
  • X1 = (2+3+6+8+11)/5 = 6

Contoh Soal Varian



s2 = ∑ (X – X1)2 / n-1

(54)/ (5-1) = 13,5

Contoh Soal Varians 2



Contoh Soal Varians 3



X1 =(66+69+72+75+78+81) / 6 = 73,425

s2 = ∑ f(X – X1)2 / n

s2 = (467,790) / 40 =
11,694

Standart Deviasi (SD)
  • Simpangan Baku atau Standart deviasi adalah akar dari varians
  • Standart Deviasi sample = s
  • Standart Deviasi populasi = σ (sigma)
Untuk sample besar (> 30)

s = √ ∑ (X – X1)2 / n

  • s = Standart Deviasi
  • X = nilai individu
  • X1 = nilai rata-rata
  • n = jumlah data

Untuk sample kecil (n≤30)

s = √ ∑ (X – X1)2 / n-1

  • s = Standart Deviasi
  • X = nilai individu
  • X1 = nilai rata-rata
  • n = jumlah data
Data Kelompok
Untuk sample besar (>30)

s = √ ∑ f(X – X1)2 / n

  • s = Standart Deviasi
  • f = frekuensi kelompok
  • X = nilai tengah kelompok
  • X1 = rata-rata nilai tengah kelompok
  • n = jumlah f

Untuk sample kecil (n≤30)

s = √ ∑ f(X – X1)2 / n-1

  • s = SD (standart deviasi)
  • f = frekuensi kelompok
  • X = nilai tengah kelompok
  • X1 = rata-rata nilai tengah kelompok
  • n = jumlah f

Contoh Soal
Berikut adalah sample nilai UTS Biostatistik dari sekelompok Mahasiswa Stikes Pemda Jombang:
30, 35, 42, 50, 58, 66, 74, 82, 90, 98
Tentukan Simpangan Bakunya!

Contoh soal varians 4



s = √ ∑ (X – X1)2 / n-1


s = √ 4.950,5 / 9

√ 550,056 = 23,45

Contoh Soal Varians 5



Contoh Soal Varians 6



X1 = ∑fx / ∑f = 5.585 / 100 = 55,85

s = √ ∑ (X – X1)2 / n

S = √ (5.342,75) / 100 =
7,31

REFERENSI:
  1. Budiarto, 2004, Metodologi Penelitian Kedokteran, Sebuah Pengantar, Jakarta, EGC
  2. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 1 (statistik Deskriptif), Jakarta, Bumi Aksara
  3. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 2 (statistik Infereansif), Jakarta, Bumi Aksara
  4. Nasution, 2004, Metode research (penelitian Ilmiah), Jakarta, Bumi Aksara
  5. Silalahi, 2003, Metodologi Penelitian dan Studi Kasus, Sidoarjo, Citramedia
  6. Tjokronegoro, 2004, Metologi Penelitian Bidang kedokteran, Jakarta, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Kamis, 18 Maret 2010

VARIABEL STATISTIK

Dr. Suparyanto, M.Kes

Apa Itu Variabel
  • Variabel: adalah suatu sifat atau fenomena yang menunjukan sesuatu yang dapat diamati dan nilainya berbeda-beda
Sesuatu dikatakan variabel, jika:
  • Mempunyai nama
  • Dapat diamati atau diukur
  • Nilainya berbeda-beda
  • Memiliki definisi verbal
  • Ada kelompok penggolongan atau satuan

Contoh variabel tinggi badan:
  • Nama : tinggi badan
  • Dapat diukur : dapat
  • Nilai pengukuran : berbeda
  • Definisi verbal : jarak antara kepala – kaki
  • Satuan : centimeter

  • Bagian dari variabel disebut: atribut
  • Variabel: jenis kelamin, tingkat pendidikan
  • Atribut: laki, perempuan →atribut dari variabel jenis kelamin
  • Atribut: SD, SMP, SMA, PT → atribut dari variabel tingkat pendidikan

Subyek dan Obyek Penelitian
  • Jika kita akan meneliti tingkat pengetahuan ibu hamil → maka ibu hamil disebut subyek penelitian →sedangkan tingkat pengetahuan disebut obyek penelitian
  • Meneliti jumlah kunjungan Puskesmas → Puskesmas: subyek, kunjungan: obyek
  • Meneliti kemanjuran obat → obat: subyek, kemanjuran: obyek

Macam Variabel
  • Variabel Tergantung/ Akibat / Terpengaruh/ Dependen → variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain
  • Variabel Bebas/ Sebab/ mempengaruhi/ Independen →variabel yang mempengaruhi variabel lain
  • Contoh: variabel pendidikan dan pekerjaan →variabel pendidikan (variabel bebas), variabel pekerjaan (tergantung) → sebab pendidikan mempengaruhi pekerjaan

Sebutkan, mana yang termasuk variabel bebas dan variabel tergantung
  1. Jenis olah raga dan bakat
  2. Pekerjaan dan jenis kelamin
  3. Kepribadian, pendidikan, dan keturunan

Hubungan Antar Variabel
  1. Hubungan Asimetris
  2. Hubungan Simetris
  3. Hubungan Timbal Balik (Resiprocal)

Hubungan Variabel Asimetris
  • Hubungan variabel Asimetris adalah hubungan suatu variabel yang mempengaruhi variabel lainya
  • X → Y
  • X = variabel bebas, independent, pengaruh, prediktor
  • Y = variabel tergantung, dependent, terpengaruh, kriterium

Hubungan Variabel Simetris
  • Hubungan simetris artinya kedua variabel ada hubungan tetapi tidak saling mempengaruhi
  • Contoh: variabel Tinggi badan (Y1) dan Berat Badan (Y2) dipengaruhi oleh variabel pertumbuhan (X)
  • Antara Y1 dan Y2 ada hubungan, tetapi tidak saling mempengaruhi

Hubungan Variabel Timbal Balik
  • Hubungan antar dua variabel yang saling mempengaruhi
  • Misal: hubungan antara variabel malnutrisi dan variabel malabsorbsi
  • Malabsorbsi akan menyebabkan malnutrisi
  • Malnutrisi akan menyebabkan atropi mukosa usus halus → malabsorbsi

Variabel Perantara
  • Variabel perantara atau penghubung: variabel yang menjadi penghubung antara variabel bebas dan variabel tergantung
  • Misal: modernisasi (status wanita) dapat mempengaruhi fertilitas, tetapi tidak secara langsung, namun melalui kontrasepsi atau penundaan usia perkawinan → variabel kontrasepsi dan penundaan usia perkawinan disebut: Variabel Perantara

Variabel Penekan/ Pra Kondisi
  • Variabel penekan atau prakondisi adalah variabel yang merupakan prasyarat bekerjanya variabel bebas dan variabel tergantung
  • Contoh: Kuman M. TB (variabel bebas) menyebabkan penyakit TB (varibel tergantung) → proses diatas dapat berlangsung pada saat kondisi tubuh lemah (variabel penekan/ prakondisi)

Variabel Pengganggu/ Distorter
  • Variabel pengganggu/ distorter adalah variabel yang mengganggu bekerjanya variabel bebas dan variabel tergantung
  • Contoh: Hipotesis: akseptor KB ekonomi lemah akan lebih banyak daripada ekonomi tinggi →ternyata hipotesis tersebut salah, hal ini disebabkan ada variabel pengganggu yaitu variabel status pekerjaan: PNS dan Non PNS → ternyata hipotesis tsb benar pada pegawai non PNS

Definisi Operasional Variabel
  • Definisi operasional adalah seperangkat instruksi yang lengkap untuk menetapkan apa yang akan diukur dan bagaimana cara mengukur variable.
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun definisi operasional sebuah variable adalah:
  • Nama variable
  • Definisi verbal variable
  • Kelompok penggolongan variable
  • suatu cara untuk menggolongkannya

  • Agar variabel dapat diamati dan diukur, maka setiap konsep yang ada dalam permasalahan atau yang ada dalam hipotesis harus disusun Definisi Operasional.
  • Definisi operasional dari variabel sangat diperlukan terutama untuk menentukan alat atau instrumen yang akan digunakan dalam pengumpulan data.

  • Sebagai contoh konsep orang lapar: Orang lapar dapat didefinisikan sebagai:
  • Orang yang dapat menghabiskan sepiring nasi dalam waktu kurang dari dua menit
  • Orang yang kelihatan mengantuk, tidak suka berbicara dan kelihatan lesu.
  • Untuk menentukan seseorang lapar atau tidak, berdasarkan definisi 1 diperlukan sepiring nasi dan sebuah pencatat waktu, sedang berdasar definisi 2 tidak diperlukan alat, kecuali indera pengamatan

Tuliskan Definisi Operasional Variabel Berikut:
  1. Pengetahuan
  2. Persepsi
  3. Sikap
  4. Perilaku
  5. Kinerja
  6. Adat
  7. Tradisi
  8. Budaya
REFERENSI:
  1. Budiarto, 2004, Metodologi Penelitian Kedokteran, Sebuah Pengantar, Jakarta, EGC
  2. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 1 (statistik Deskriptif), Jakarta, Bumi Aksara
  3. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 2 (statistik Infereansif), Jakarta, Bumi Aksara
  4. Nasution, 2004, Metode research (penelitian Ilmiah), Jakarta, Bumi Aksara
  5. Silalahi, 2003, Metodologi Penelitian dan Studi Kasus, Sidoarjo, Citramedia
  6. Tjokronegoro, 2004, Metologi Penelitian Bidang kedokteran, Jakarta, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.


    POPULASI SAMPLE SAMPLING

    Dr. Suparyanto, M.Kes

    Apa Itu Populasi
    • Populasi: kumpulan individu atau obyek yang mempunyai kateristik yang akan dihitung/diukur
    • Misal: penduduk Jombang, pasien poli kandungan, perawat puskesmas
    • Macam Populasi:
    • Populasi Finit (terhingga): diketahui jumlahnya
    • Populasi Infinit (tak terhingga): tidak diketahui jumlahnya, dapat diubah menjadi terhingga dengan cara membatasi wilayah atau jumlah

    Apa Itu Sampel
    • Sampel: adalah perwakilan dari populasi, yang dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya
    • Pengambilan sample dilakukan dengan cara acak/random →agar semua anggota pupolasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih

    Apa Itu Sampling
    • Sampling adalah cara memperoleh sample dari populasi
    • Sampling dibedakan menjadi dua; random dan non random

    Random Sampling
    1. Simple Random Sampling
    2. Systematic Sampling
    3. Stratified Sampling
    4. Cluster Sampling
    5. Multistage Sampling

    Non Random Sampling
    1. Asidentil sampling
    2. Kuota sampling
    3. Purpose sampling

    Sample Random Sampling
    • Pengambilan sample dengan menggunakan tabel random atau diundi
    • Tabel Random Sampling: 88, 00, 23, 67, 14, 45, 17, 48, 79, 59, 42, 08, 54, 65, 61, 84, 86, 33, 64, 90, 15, 69, 97, 58, 80, 25, 72, 52, 35, 40, 98, 24, 21, 66, 01, 08, 23, 15, 55, 02, 32, 83, 24, 54, 52, 07, 44, 53, 64, 33, 80, 87, 18, 01, 39, 84, 62, 25, 72, 07, 17, 52, 86, 14, 06, 33, 70, 75, 89, 10, 22, 91 dst

    Sistematic Random Sampling
    • Populasi diurutkan terlebih dahulu
    • Pemilihan random diperoleh dengan cara mencari angka kelipatan
    • Angka kelipatan diperoleh dari: populasi/sample → misal: 100/50=2
    • Hasil pemilihan sample dengan angka kelipatan 2 adalah: 00, 02, 04, 06, 08, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22 dst

    Stratified Random Sampling
    • Populasi dibagi menjadi beberapa kelompok atau strata → baru dilakukan random sampling
    • Misal penelitian IQ siswa SD →dikelompokan dulu per kelas → lalu masing2 kelas dilakukan random sampling
    • Misal jumlah sample 60 siswa → maka masing2 kelas diambil 10 sample dipilih secara random

    Cluster Random Sampling
    • Cluster sampling dipergunakan saat unit samplingnya terdiri lebih dari satu elemen populasi
    • Misalnya: survey kualitas air minum penduduk didesa
    • Penduduk kita kelompokan dulu → dapat berdasar RT/RW, jalan, sungai

    Multistage Random Sampling
    • Teknik pemilihan sample yang dilakukan secara bertingkat dan biasanya berdasarkan pembagian wilayah kerja suatu pemerintahan
    • Misal: survey jamban di jawa timur → kita tentukan dulu berapa kabupaten/kota yang disampling →berapa kecamatan →berapa desa → berapa dusun → berapa RW → berapa RT

    Asidentil Sampling
    • Pengambilan saple secara kebetulan
    • Misalnya, pada hari dan jam kapan peneliti sempat atau pengunjung puskesmas yang saat itu datang

    Kuota sampling
    • Pengambilan sample yang jumlahnya telah ditentukan oleh peneliti

    Purpose sampling
    • Pengambilan sample yang kriterianya sesuai dengan keinginan atau tujuan peneliti

    Pengumpulan Data
    1. Sensus: mencari data dengan mengamati atau mengukur semua responden
    2. Survey: mencari data dengan mengamati atau mengukur sebagian responden
    • Keuntungan survey:
    • Biaya murah, waktu dan tenaga sedikit, data lebih valid
    • Kerugian survey:
    • Data bersifat sesaat, tidak dapat menggambarkan perubahan yang terjadi dengan berjalannya waktu

    Teknik Pengumpulan Data
    1. Pengamatan
    2. Wawancara
    3. Angket
    4. Pengukuran

    Instrumen Pengumpulan Data
    1. Formulir isian
    2. Check list
    3. Kuesioner tertutup atau terbuka
    4. Alat ukur: timbangan, tersimeter

    Formulir Isian
    • Formulir isian → menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi apa yang akan diamati dan pengamat hanya menulis hasil dari obyek yang diamati
    • Tidak ada komunikasi antara responden dan peneliti
    • Misal: Apakah penyakit Flu burung membahayakan?

    Check List
    • Check list terdiri dari beberapa pertanyaan yang jawabanya sudah disediakan oleh peneliti, responden tinggal memberi tanda centang (√)
    • Misal: Pendidikan saudara: □ SD, □ SMP, □ SMA, □ PT
    Kuesioner
    • Kuesioner: daftar pertanyaan yang sudah tersusun secara tertulis dan responden tinggal menulis jawabanya
    • Kuesioner tertutup: jika jawaban sudah disediakan peneliti, responden tinggal memilih jawaban yang telah disediakan
    • Kuesioner terbuka: jika jawaban tidak disediakan peneliti, responden harus menulis jawaban dimana jawabannya tergantung pemikiran responden
    REFERENSI:
    1. Budiarto, 2004, Metodologi Penelitian Kedokteran, Sebuah Pengantar, Jakarta, EGC
    2. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 1 (statistik Deskriptif), Jakarta, Bumi Aksara
    3. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 2 (statistik Infereansif), Jakarta, Bumi Aksara
    4. Nasution, 2004, Metode research (penelitian Ilmiah), Jakarta, Bumi Aksara
    5. Silalahi, 2003, Metodologi Penelitian dan Studi Kasus, Sidoarjo, Citramedia
    6. Tjokronegoro, 2004, Metologi Penelitian Bidang kedokteran, Jakarta, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.


      PENGOLAHAN DATA

      Dr. Suparyanto, M.Kes

      Langkah Pengolahan Data
      • Editing → (melengkapi, memperbaiki, memperjelas, pengecekan logis) jawaban responden
      • Coding → memberikan jawaban secara angka atau kode sehingga mudah diolah → misal: SD (1), SMP (2), SMA (3), PT (4)
      • Transfering → memindahkan jawaban/kode jawaban ke dalam media pengolah/kartu kode
      • Tabulating → menyusun data dalam bentuk tabel/grafik

      Editing
      • Editing satuan:
      • Umur: hari, minggu, bulan, tahun, selapan, jaman jepang
      • Berat: gram, kilogram, ton, ons

      • Editing pekerjaan:
      • Wiraswasta: pedagang, penjual bakso, makelar, blantik sapi
      • Swasta: pekerja pabrik, pelayan toko, pegawai bank

      Coding
      • Coding jenis kelamin: laki (1), wanita (2)
      • Coding pekerjaan: PNS (1), swasta (2), wiraswasta (3), lain-lain (4)
      • Coding kepuasan: (skala Lickert)
      1. Sangat tidak puas : 1
      2. Tidak puas : 2
      3. Cukup : 3
      4. Puas : 4
      5. Sangat puas : 5

      Transfering



      Tabulating
      Menyusun data dalam bentuk tabel:
      1. Tabel distribusi atau tabel frekuensi
      2. Tabel silang atau cross tabulating

      Distribusi
      • Distribusi: kumpulan data yang kita amati dalam suatu karakteristik tertentu
      • Data yang tidak dikelompokan disebut: distribusi tunggal
      • Misal umur tenaga kesehatan: 34, 45, 24, 37, 55, 19, 21, 36, 33, 44, 28
      • Data yang dikelompokan disebut: distribusi kelompok (frekuensi)

      Tabel Disribusi/ Tabel Frekuensi



      Cara membuat Distribusi Frekuensi
      • Carilah rentang nilai dengan cara nilai terbesar dikurangi nilai terkecil
      • Hasil rentang nilai dibagi dengan banyaknya kelas interval yang diinginkan.
      • Banyaknya kelas interval mulai 5 s/d 15
      • Hasil pembagian rentang nilai dengan banyaknya kelas merupakan panjang dari kelas interval

      Penyajian Data
      1. Narasi: tulisan, karangan, textular
      2. Tabel:
      3. Tabel Distribusi Frekuensi
      4. Tabel Silang (Cross Tabulation)
      5. Grafik:
      • Grafik Batang; Histogram, Single Bar, Sub Divided Bar, Multiple Bar
      • Grafik Garis: Poligon, Ogive, Propotional Line Diagram, Propotional Change Line Diagram, Grafik Garis Tunggal, Grafik Garis Berganda, Hi-Lo

      Grafik
      • Grafik Gambar (Pictogram)
      • Grafik Lingkaran (Pie Diagram)
      • Grafik Tebar (Scater Diagram)
      • Grafik Batang

      Contoh Tabel Distribusi



      Contoh Tabel Silang Raw



      Contoh Tabel Silang Colum



      Contoh Tabel Silang Total



      Contoh Grafik Histogram



      Latihan Soal
      Buat Table Disribusi Frekuensi berdasarkan:
      1. Umur dengan interval 10 tahun
      2. Pendidikan
      3. Status perkawinan
      4. Kinerja

      Buat Tabel Silang antara
      1. Umur dengan pendidikan
      2. Pendidikan dengan status perkawainan
      3. Pendidikan dengan kinerja
      REFERENSI:
      1. Budiarto, 2004, Metodologi Penelitian Kedokteran, Sebuah Pengantar, Jakarta, EGC
      2. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 1 (statistik Deskriptif), Jakarta, Bumi Aksara
      3. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 2 (statistik Infereansif), Jakarta, Bumi Aksara
      4. Nasution, 2004, Metode research (penelitian Ilmiah), Jakarta, Bumi Aksara
      5. Silalahi, 2003, Metodologi Penelitian dan Studi Kasus, Sidoarjo, Citramedia
      6. Tjokronegoro, 2004, Metologi Penelitian Bidang kedokteran, Jakarta, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.


        DATA STATISTIK

        Dr. Suparyanto, M.Kes

        Apa itu Data?
        • Data (jamak → datum): himpunan angka yang berasal dari hasil pengukuran peneliti
        • Kumpulan data disebut: agregat

        Klasifikasi data
        Menurut pengolahannya:
        • Raw data: data mentah dan belum diolah
        • Misal: umur mhs: 20, 31, 45, 23, 19

        • Array data: data yang belum diolah, tetapi sudah diurutkan
        • Misal: umur mhs: 19, 20, 23, 31, 45

        • Ungrouped data: raw data yang belum dikelompokan
        • Misal: A(23, Pria, Islam), B (30, Pria, Katolik), C (25, Wanita, Islam), D (19, Pria, Kristen)

        • Gruoped data: data yang telah dikelompokan dalam kelas tertentu:
        • Misal: Umur: kelompok (11-20), (21-29), (31-39)
        • Agama: Islam, Katolik

        Menurut bentuk angka
        • Data Diskrit: data yang angkanya bulat
        • Data kontinue: data yang angkanya pecahan (desimal)

        Menurut Sifatnya
        • Data Kuantitatif: data yang berwujud angka
        • Data Kualitatif: data yang tidak berwujud angka

        Menurut Sumbernya
        • Data Primer: data yang diukur atau dihitung sendiri oleh peneliti
        • Data Skunder: data yang didapat dari sumber lain, yang tidak diukur atau dihitung sendiri oleh peneliti

        Menurut Skala Pengukuranya
        • Skala Nominal: data yang hanya dapat membedakan (mengkatagorikan), tidak diketahui tingkat perbedaanya dan tidak ada urutanya
        • Misal: jenis kelamin, agama, alamat, status perkawinan

        • Skala Ordinal: data yang mempunyai kategori, mempunyai tingkat perbedaanya, teapi tidak diketahui berapa nilai tingkat perbedaanya
        • Misal: golongan, pangkat, tingkat pendidikan

        • Skala Interval: data yang mempunyai kategori, diketahui tingkat perbedaanya, ada urutan, tidak ada nilai nol mutlak (artinya mempunyai nilai nol →realnya ada nilai nol)
        • Misal: suhu badan, nilai ujian

        • Data Skala Ratio: data yang mempunyai kategori, diketahui tingkat perbedaanya, ada urutan, mengakui nilai nol mutlak (artinya tidak ada nilai nol  realnya tidak ada)
        • Misal: berat badan, umur
        REFERENSI:
        1. Budiarto, 2004, Metodologi Penelitian Kedokteran, Sebuah Pengantar, Jakarta, EGC
        2. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 1 (statistik Deskriptif), Jakarta, Bumi Aksara
        3. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 2 (statistik Infereansif), Jakarta, Bumi Aksara
        4. Nasution, 2004, Metode research (penelitian Ilmiah), Jakarta, Bumi Aksara
        5. Silalahi, 2003, Metodologi Penelitian dan Studi Kasus, Sidoarjo, Citramedia
        6. Tjokronegoro, 2004, Metologi Penelitian Bidang kedokteran, Jakarta, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.


          Selasa, 16 Maret 2010

          MEMBACA TABEL

          Dr. Suparyanto, M.Kes



          Cara Membaca Tabel
          • Narasi tabel: menyangkut What, Where, When dan How much
          Contoh:
          • 90% tenaga kesehatan di RS swadana Jombang pada tahun 2006 adalah Bidan
          • Diantara bidan yang bekerja di RS swadana Jombang pada tahun 2004 yang sudah menikah adalah 57%

          Contoh Tabel Distribusi


















          Latihan:
          1. Jumlah paramedis?
          2. Tenaga kesehatan terbesar?
          3. Tenaga kesehatan terkecil?
          4. Diantara paramedis, berapa % yang pendidikanya SPK?
          5. Diantara paramedis, berapa % yang pendidikanya Akper?

          Tabulasi Silang


















          Latihan Soal:
          1. Berapa % tenaga medis yang motivasi tinggi?
          2. Berapa % tenaga paramedis yang motivasi sedang?
          3. Berapa % perawat SPK yang motivasi rendah?
          4. Diantara perawat SPK, berapa % yang motivasinya tinggi?

          1. Diantara tenaga medis, berapa % yang motivasinya sedang?
          2. Diantara tenaga kesehatan yang motivasinya tinggi, berapa % yang pendidikanya Akper?
          3. Diantara tenaga kesehatan yang motivasinya rendah, berapa % yang pendidikanya dokter?
          4. Berapa % tenaga dokter yang motivasinya sedang?
          5. Diantara tenaga kesehatan yang motivasinya sedang, berapa % yang pendidikanya dokter?

          Tenaga Kesehatan



          Buat Tabel untuk Menjawab Pertanyaan Berikut:
          1. Berapa % tenaga kesehatan yang pendidikanya dokter?
          2. Berapa % paramedis yang rumahnya Cukir?
          3. Diantara perawat SPK, berapa % yang agamanya Islam?
          4. Diantara tenaga kesehatan yang alamatnya Jombang, berapa % yang bekerja di UGD
          5. Berapa %, tenaga kesehatan yang bekerja di Poli tetapi agamanya Hindu?

          Referensi
          1. Noor, 1997, Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          2. Bustan, 2000, Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          3. Bustan, 2002, Pengantar Epidemiologi, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          4. Notoatmojo, 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip Prinsip Dasar, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          5. Entjang, 2000, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti
          6. Vaughan, Morrow, 1993, Panduan Epidemiologi Bagi Pengelolaan Kesehatan Kabupaten, Bandung, ITB

          EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF

          Dr. Suparyanto, M.Kes

          Apa Itu Epidemiologi Deskriptif
          • Epidemiologi deskriptif adalah ilmu yang menggambarkan penyebaran/distribusi penyakit yang terjadi di masyarakat berdasarkan variabel epidemiologi yang mempengaruhinya.
          • Variabel epidemiologi tersebut dikelompokan menurut: orang (person), tempat (place) dan waktu (time)

          Variabel Orang/ Person:
          • Meliputi: umur, jenis kelamin, kelas sosial, pekerjaan, etnik/suku, status perkawinan, besarnya keluarga, paritas

          Variabel Templat/ Place:
          • Meliputi: alamat, RT, RW, dusun, desa, kecamatan, kabupaten, propinsi, pulau, negara. Kota, desa, pantai, pegunungan, hutan, rawa, Pasar, mal, jalan raya, stasiun, tempat wisata, hotel

          Variabel Waktu/Time:
          • Jam, hari, bulan, tahun, tanggal, Musim penghujan, kemarau, Terus menerus, berkala, insidentil, Musim buah, perayaan, upacara

          Cara Penyajian Data
          1. Narasi
          2. Tabel Distribusi
          3. Tabulasi Silang
          4. Diagram/Grafik/Gambar

          Komponen tabel:
          1. Ada judul: yang memuat What, Where dan When
          2. Ada Badan Tabel
          3. Ada Sumber: nama (nama pengarang, institusi), tahun

          Contoh Judul:
          Tabel 1.2: Distribusi tenaga kesehatan menurut pendidikan di Puskesmas Jombang Tahun 2010

          Contoh Sumber:
          Sumber: Suparyanto, 2010

          Contoh Badan Tabel Distribusi/frekuensi:

          Tabel 1.2: Distribusi tenaga kesehatan menurut pendidikan di Puskesmas Jombang Tahun 2010












          Sumber: Suparyanto, 2010



          Contoh Badan Tabel Silang (Raw):

          Tabel 1.3: Distribusi tenaga kesehatan menurut pendidikan di Puskesmas Jombang Tahun 2010











          Sumber: Suparyanto, 2010


          Contoh Badan Tabel Silang (Colum):

          Tabel 1.4: Distribusi tenaga kesehatan menurut pendidikan di Puskesmas Jombang Tahun 2010











          Sumber: Suparyanto, 2010



          Contoh Badan Tabel Silang (Total):

          Tabel 1.5: Distribusi tenaga kesehatan menurut pendidikan di Puskesmas Jombang Tahun 2010 











          Sumber: Suparyanto, 2010


          Histogram:
          Untuk grafik, gambar, cara penulisan judul ada dibawah grafik, baru sumbernya


          Grafik 1.2: Distribusi tenaga kesehatan menurut pendidikan di Puskesmas Jombang Tahun 2010














          Sumber: Suparyanto, 2010

          Latihan soal:




          Tugas Individu:
          Buat table frekuensi berdasarkan:
          1. Umur dengan interval 10 tahun
          2. Pendidikan
          3. Status perkawinan
          4. Kinerja

          Buat tabel silang antara:
          1. Pendidikan dan status perkawinan (raw)
          2. Umur (kelas interval 10) dan kinerja (colum)
          3. Status perkawinan dan kinerja (total)

          Buat Grafik Histogram
          1. Pendidikan
          2. Status perkawinan
          3. Kinerja

          Waktu pengerjaan 1 minggu, ditulis dalam kertas HVS atau folio bergaris

          Referensi
          1. Noor, 1997, Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          2. Bustan, 2000, Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          3. Bustan, 2002, Pengantar Epidemiologi, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          4. Notoatmojo, 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip Prinsip Dasar, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          5. Entjang, 2000, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti
          6. Vaughan, Morrow, 1993, Panduan Epidemiologi Bagi Pengelolaan Kesehatan Kabupaten, Bandung, ITB

          DIAGNOSIS SAKIT

          Dr. Suparyanto, M.Kes

          Cara Diagnosis
          • Diagnosis adalah upaya untuk menegakan atau mengetahui jenis penyakit yang diderita oleh seseorang atau maslah kesehatan yang dialami oleh masyarakat
          Cara diagnosis: (Ahlbom)
          1. Anamnesis
          2. Pemeriksaan fisik
          3. Tes Penunjang

          Anamnesis
          • Anamnesis adalah upaya untuk mencari keluhan yang berupa gejala (simptom) yang dirasakan pasien
          • Berdasarkan apa yang dirasakan pasien (hasil observasi objektif pasien)
          • Contoh: sakit kepala, mual, sakit perut, linu-linu

          Pemeriksaan Fisik
          • Pemeriksaan fisik adalah upaya untuk mencari Tanda (sign) yaitu hasil pengamatan obyektif dokter/tenaga kesehatan terhadap keluhan pasien
          • Berdasarkan apa yang ditemukan tenaga kesehatan dalam pemeriksaan
          • Contoh: panas, edem, memar, kembung

          Test Pemeriksaan
          • Test pemeriksaan adalah upaya untuk membantu menegakan diagnosis dengan Pemeriksaan laboratorium atau alat lain (USG, EKG, Rontgen)
          • Contoh: pemeriksaan darah lengkap, widal, foto dada, USG abdomen

          Beda Diagnosis Sakit antara UKM dan UKP



          Definisi Kasus
          • Kasus adalah mereka yang menderita suatu penyakit (UKP) atau masalah kesehatan (UKM)
          • Upaya diagnosis adalah upaya mendefinisikan jenis penyakit atau masalah kesehatan
          • Pada UKP, diagnosis perlu untuk intervensi Terapi
          • Pada UKM, diagnosis perlu untuk strategi pemberantasan atau pencegahan penyakit di masyarakat

          Untuk mendefinisikan kasus perlu kriteria diagnosis:
          1. Pemisahan sehat dan sakit
          2. Status sakit: mungkin (possibel); barangkali (probable); pasti (definitif)
          3. Status sakit: ringan; sedang; berat
          4. Stadium penyakit: stadium I; II; III dan IV

          Contoh Kasus TB
          • Diagnosis Possible jika ada keluhan batuk berdahak > 2 minggu
          • Diagnosis Probable jika ada respon dengan pengobatan anti TB atau gejala batuk berdahak warna kuning kehijauan dan batuk darah (hematemisis)
          • Diagnosis Definitif jika ditemukan BTA dalam sputum

          Apa diagnosis possible, probable dan definitif untuk kasus: Polio, kusta, DBD, HIV/AIDS

          Status Kesehatan
          1. The Traditional (Ecological) Model
          2. The Health Field Concept (H.L. Laframboise, 1973)
          3. The Environment of Health (Hendrik L. Blum, 1974)

          The Traditional (Ecological) Model



          • Status kesehatan menurut model ekologi adalah hasil interaksi antara Host, Agent & Environment
          • Status kesehatan Sehat, jika hasil interaksi ketiga faktor dalam keadaan seimbang
          • Status kesehatan Sakit jika hasil interaksi negatif atau ada gangguan

          Gangguan Keseimbangan
          • Kemampauan agent meningkat misal virulensi bertambah atau resistensi bertambah
          • Kepekaan Host meningkat misal gizi turun, kecapekan, kekebalan tubuh menurun

          • Pergeseran lingkungan yang meningkatkan kemampuan agent misal lingkungan kotor, hujan
          • Perubahan lingkungan yang meningkatkan kepekaan Host misal kepadatan penduduk, hujan, kemarau

          The Health Field Concept (Laframboise)



          • Status Kesehatan Sehat menurut Model Laframboise jika semua faktor mendukung
          • Status Kesehatan Sakit, jika ada salah satu atau lebih faktor tidak mendukung

          The Environment of Health (Blum)



          • Status Kesehatan Sehat menurut Blum, jika semua faktor mendukung
          • Status Kesehatan Sakit, jika satu atau lebih faktor tidak mendukung
          • Bedanya dengan konsep Lamframboise adalah pada model Blum telah ditentukan faktor prioritas terhadap faktornya
          Prioritas faktor:
          1. Lingkungan
          2. Perilaku
          3. Pelayanan kesehatan
          4. Keturunan

          Referensi
          • Noor, 1997, Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          • Bustan, 2000, Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          • Bustan, 2002, Pengantar Epidemiologi, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          • Notoatmojo, 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip Prinsip Dasar, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          • Entjang, 2000, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti
          • Vaughan, Morrow, 1993, Panduan Epidemiologi Bagi Pengelolaan Kesehatan Kabupaten, Bandung, ITB

          KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI PENYAKIT

          Dr. Suparyanto, M.Kes

          Segitiga Epidemiologi
          • Segitiga epidemiologi merupakan konsep dasar epidemiologi yang memberi gambaran tentang hubungan antara tiga faktor yg berperan dalam terjadinya penyakit dan masalah kesehatan lainnya
          • Segitiga epidemiologi merupakan interaksi antara Host (penjamu), Agent (penyebab) dan Environment (lingkungan)

          Segitiga Epidemiologi



          • Keadaan di masyarakat dikatakan ada masalah kesehatan jika terjadi ketidak seimbangan antara Host, Agent dan Environment
          • Pada saat terjadi ketidakseimbangan antara Host, Agent dan Environment akan menimbulkan penyakit pada individu atau masalah kesehatan di masyarakat

          Faktor Host
          Adalah faktor yang melekat pada Host
          • Genetik: DM, asma, hipertensi
          • Umur: osteoporosis, campak, polio, ca servix, ca mammae
          • Jenis kelamin: ca servik, BPH, ca paru
          • Suku/ras/warna kulit: negro lebih kuat dari kulit putih
          • Fisiologis: kelelahan, kehamilan, pubertas, stres, kurang gizi
          • Imunologis: ASI, imunisasi, sakit
          • Perilaku: gaya hidup, personal higienis, HAM, rekreasi, merokok, napza

          Faktor Agent
          Faktor yang menyebabkan penyakit atau masalah kesehatan
          • Gizi: kurang gizi, vitamin, mineral, kelebihan gizi
          • Kimia: pengawet, pewarna, asbes, cobalt, racun, antigen
          • Fisik: radiasi, trauma, suara, getaran
          • Biologis: amoeba, bakteri, jamur, riketsia, virus, plasmodium, cacing

          Faktor Environment
          Faktor lingkungan yang mempengaruhi Host dan Agent
          • Fisik: iklim (kemarau dan hujan), geografis (pantai dan pegunungan), demografis (kota dan desa)
          • Biologis: flora dan fauna
          • Sosial: migrasi/urbanisasi, lingkungan kerja, perumahan, bencana alam, perang, banjir

          Karakteristik Host
          • Resistensi: kemampuan Host untuk bertahan hidup terhadap infeksi (agent)
          • Imunitas: kemampuan Host mengembangkan sistem kekebalan tubuh, baik didapat maupun alamiah
          • Infectiousness: potensi Host yg terinfeksi untuk menularkan penyakit yang diderita kepada orang lain

          Karakteristik Agent
          • Infektivitas: kesanggupan agent untuk beradaptasi sendiri terhadap lingkungan Host untuk mampu tinggal, hidup dan berkembang biak dalam jaringan Host
          • Patogenesitas: kesanggupan agent untuk menimbulkan reaksi patologis (penyakit) pada Host setelah infeksi
          • Virulensi: kesanggupan agent untuk menghasilkan reaksi patologis berat yang menyebabkan kematian
          • Toksisitas: kesanggupan agent untuk memproduksi toksin yang merusak jaringan Host
          • Invasivitas: kesanggupan agent untuk penetrasi dan menyebar kedalam jaringan Host
          • Antigenisitas: kesanggupan agent merangsang reaksi imunologis Host (membentuk antibodi)

          Karakteristik Environment
          • Topografi: situasi lokasi tertentu (letak/posisi/peta), baik alamiah maupun buatan manusia, yang mempengaruhi terjadinya dan penyebaran penyakit tertentu (danau, sungai, hutan, sawah)
          • Geografis: keadaan yang berhubungan dengan permukaan bumi (struktur geologi, iklim, penduduk, flora, fauna) yang mempengaruhi terjadinya dan penyebaran penyakit tertentu (tanah pasir atau tanah liat)

          Portal of Entry dan Portal of Exit
          • Portal of entry: pintu masuknya Agent kedalam Host contoh: oral, kulit, nafas, kemih
          • Portal of exit: pintu keluarnya Agent dari Host contoh: nafas, anal, darah, cairan tubuh
          • Transmisi: vektornya?
          Bagaimana preventifnya?
          • Cuci tangan sebelum makan
          • Menolong partus memakai sarung tangan
          • Jangan meludah sembarang tempat

          Kejadian Penyakit Dalam Komunitas
          • Endemis: penyakit yang menetap pada suatu tempat, populasi dan masyarakat tertentu (minimal 3 tahun berturut-turut)
          • Epidemi: terjadi peningkatkan penyakit melebihi normal (2 x lipat sebelumnya) di masyarakat  wabah
          • Pandemi: epidemi yang terjadi pada daerah yang sangat luas (mendunia)

          Tugas Individu: buat makalah

          • Pendahuluan
          1. Latar Belakang
          2. Tujuan 

          • Tinjuan Pustaka
          1. Faktor Agent
          2. Faktor Host
          3. Faktor Environment
          4. Port of entry and exit
          5. Transmisi
          • Pembahasan
          1. Pencegahan
          2. Pemberantasan
          3. Pengobatan/ Penatalaksanaan
          • Penutup
          1. Kesimpulan
          2. Saran

          Referensi
          1. Noor, 1997, Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          2. Bustan, 2000, Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          3. Bustan, 2002, Pengantar Epidemiologi, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          4. Notoatmojo, 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip Prinsip Dasar, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          5. Entjang, 2000, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti
          6. Vaughan, Morrow, 1993, Panduan Epidemiologi Bagi Pengelolaan Kesehatan Kabupaten, Bandung, ITB

          KONSEP SEHAT DAN MASALAH KESEHATAN

          Dr. Suparyanto, M.Kes

          Apa Itu Sehat?
          • Keadaan sejahtera sempurna fisik, mental dan sosial, tidak terbatas pada bebas dari penyakit dan kelemahan (WHO)
          • Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU 23 th 1992 tentang Kesehatan)

          Komponen Sehat
          1. Sehat fisik: sehat anatomi dan fungsi
          2. Sehat mental: rasional, emosi sesuai dengan realita, spiritual
          3. Sehat sosial: bersosialisasi dengan lingkungan
          4. Sehat ekonomi: mampu membiayai atau mengurusi dirinya sendiri atau menunjukan prestasi

          Ruang Lingkup Masalah Kesehatan
          Menurut Fletcher →6 D
          1. Death → kematian
          2. Disease →penyakit
          3. Disability → kecacatan
          4. Discomfort → kekurang nyamanan
          5. Dissatisfaction → kekurang puasan
          6. Destitution →kelemahan (minder)

          Ruang Lingkup Epidemiologi
          • Epidemiologi → pendekatan khusus terhadap masalah kesehatan (mencari solusi)
          • Mulai mengidentifikasi masalah →mengkaji apa penyebab masalah kesehatan → tindak lanjut → implementasi →evaluasi
          Ruang lingkup epidemiologi → 6E
          • Etiologi; Efikasi; Efisiensi; Efektivitas; Evaluasi; Edukasi

          Etiologi
          • Mengidentifikasi apa penyebab penyakit dan masalah kesehatan
          • Misal: penyakit DBD
          • Etiologis → virus dengue
          • Masalah Prevalensi DB: meningkat
          • Penyebab Masalah → sarang nyamuk, partisipasi masyarakat, kebodohan, sarana kesehatan

          Apa penyebab dan masalah:
          1. KB
          2. HIV/AIDS
          3. Kehamilan pra nikah
          4. TB
          5. Kusta
          6. Pengangguran

          Efikasi
          • Efek atau daya optimal yang dapat diperoleh (mencapai tujuan) dari adanya intervensi kesehatan
          • Imunisasi → efikasi 90% → artinya dengan imunisasi didapat kekebalan sebanyak 90% balita yang diimunisasi
          • PSN 3M → dapat menurunkan ABJ (Angka Bebas jentik) →menurunkan morbiditas DBD

          1. Apa efikasi Alat kontrasepsi?
          2. Apa efikasi ANC?
          3. Apa efikasi Sex education?
          4. Apa efikasi Pap smear?
          5. Apa efikasi General Check Up?
          6. Apa efikasi Olah raga?

          Efektivitas
          • Besarnya hasil yang dapat diperoleh (mencapai tujuan) dari suatu tindakan (intervensi) kesehatan
          • Misal: peningkatan kasus DBD 70% →dilakukan fogging → kasus menurun 50% → fogging efektif menurunkan kasus DBD 20%
          • Efektivitas penurunan kasus diare setelah kaporisasi sumur dan penyuluhan

          • Intervensi kesehatan akan efektif jika intervensi sesuai dengan causa masalah kesehatan
          • Causa kesehatan dapat diketahui dengan epidemiologi analitik (penelitian)
          • Intervensi dikatakan efektif jika output sesuai dengan tujuan

          • Intervensi apa yang efektif menurunkan penyakit DBD?
          1. Penyuluhan tentang penyakit DBD
          2. PSN 3M
          3. Fogging

          • Intervensi apa yang efektif menurunkan Angka kematian bayi?
          1. ANC
          2. Imunisasi TT
          3. Memimpin partus sesuai SOP

          Efisiensi
          • Pengaruh yang dapat diperoleh (mencapai tujuan) dengan menggunakan sumber daya yang ada seminimal mungkin
          • Imunisasi BCG → 1X, tidak efisien jika diberikan 2x
          • PSN → cukup 3M → tidak efisien jika membersihkan semua lingkungan

          Efektif atau Efisien?
          1. Pemeriksaan ANC setiap bulan
          2. KB dengan metode kalender
          3. Sectio pada kehamilan fisiologis
          4. Memimpin partus letak lintang
          5. Mengobati anemia berat dengan banyak makan sayuran hijau
          6. Menentukan umur kehamilan dengan tinggi fundus

          Evaluasi
          • Penilaian secara keseluruhan keberhasilan suatu intervensi kesehatan
          • Evaluasi baru dapat dilaksanakan jika ada perencanaan (target)
          • Intervensi dikatakan berhasil →jika mampu mencapai target yang telah ditetapkan atau melebihi
          • Imunisasi TT bumil >90% akan menurunkan morbiditas Tetanus neonatorum

          Edukasi
          • Intervensi berupa peningkatan pengetahuan tentang kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit
          • Penyuluhan gejala DBD →segera merujuk ke RS → kematian DBD dapat diturunkan
          • Penyuluhan tanda bahaya kehamilan → kematian ibu dapat diturunkan → menghindari 3 terlambat (diagnosis, keputusan, rujuk)

          Materi apa yang perlu diberikan untuk menurunkan penyakit:
          1. TB
          2. HIV/AIDS
          3. Abortus
          4. Tetanus neonatorum
          5. Campak

          Konsep Sehat
          • Sehat dan sakit →merupakan suatu rangkaian proses yang berjalan terus menerus dalam kehidupan masyarakat
          • Sehat → sakit → sehat → sakit
          • Sakit awalnya single-cause → multiple-cause
          • Seseorang dikatakan sehat jika memenuhi syarat sehat WHO atau UUK atau tidak mempunyai masalah kesehatan (6D menurut Fletcher)

          Konsep Sakit
          • Untuk menjadi sakit → seseorang harus terpapar dengan kausa (agent) dan rentan terhadap keterpaparan agent tsb
          • Untuk mencegah sakit:
          • Menghindari terpapar agent → disinfektan; cuci tangan; pakai masker; pakai sarung tangan
          • Menurunkan kerentanan →meningkatkan daya tahan →makan bergizi, istirahat cukup, Olah Raga teratur, PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

          Konsep Sakit


          Referensi
          1. Noor, 1997, Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          2. Bustan, 2000, Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          3. Bustan, 2002, Pengantar Epidemiologi, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          4. Notoatmojo, 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip Prinsip Dasar, Jakarta, PT. Rineka Cipta
          5. Entjang, 2000, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti
          6. Vaughan, Morrow, 1993, Panduan Epidemiologi Bagi Pengelolaan Kesehatan Kabupaten, Bandung, ITB

          Selasa, 09 Maret 2010

          MASALAH KESEHATAN

          Dr. Suparyanto, M.Kes

          MASALAH KESEHATAN

          Apa Itu Masalah
          • Masalah: adalah sesuatu yang perlu dipecahkan mengingat adanya kesenjangan antara tujuan yang diharapkan dengan kenyataan
          • Masalah adalah kesenjangan antara:
          • Harapan dan Kenyataan
          • Tujuan dan Hasil/Capaian
          • Kebutuhan dan Ketersediaan
          • Target dan Cakupan

          Narasi Masalah
          • Penulisan masalah minimal menjawab pertanyaan: What?; Where?; When?; lebih lengkap jika ada How much?
          Contoh:
          • Rendahnya cakupan Imunisasi Campak di wilayah kerja Puskesmas Jombang pada tahun 2007 dimana terdapat kesenjangan cakupan -30% dari target yang seharusnya 90%
          • Meningkatnya kasus Avian Influensa di Indonesia pada tahun 2007 yaitu 40 kasus dibanding tahun 2006
          • Kurang lengkapnya sarana pemeriksaan laboratorium di Puskesmas Jombang pada tahun 2006
          • Menurunnya kinerja perawat di Rumah Sakit Jombang pada tahun 2005

          Apa Itu Sistem
          • Sistem adalah suatu tatanan yang terdiri dari berbagai komponen/subsistem dimana antara komponen satu dengan lainnya saling berhubungan dan mempengaruhi
          Komponen sistem dikelompokan:
          1. Input
          2. Proses
          3. Output
          4. Lingkungan

          Komponen Input
          • Man: pasien, direktur, pegawai, pejabat
          • Money: anggaran, retribusi, tarif
          • Material: spuit, bed, bangunan, obat
          • Machine: ambulance, EKG, USG, X-ray
          • Methode: protap, peraturan, SK
          • Market: masyarakat, siswa, anggota organisasi

          Komponen Proses
          • Proses adalah upaya mengubah input menjadi output
          Contoh: Manajemen Kesehatan:
          • P1: Perencanaan
          1. Rencana Usulan kegiatan
          2. Rencana pelaksanaan Kegiatan
          • P2: Pelaksanaan dan Pengendalian
          1. Pengorganisasian
          2. Penyelenggaraan
          3. Pemantauan
          • P3: Pengawasan dan Pertanggungjawaban
          1. Pengawasan internal dan eksternal
          2. Pertanggungjawaban

          Komponen Output
          • AKB: angka kematian bayi
          • AKI: angka kematian ibu
          • Prevalensi penyakit
          • Morbiditas
          • Mortalitas
          • Umur Harapan Hidup

          Letak Masalah
          • Masalah letaknya ada di output:
          Contoh:
          • Meningkatnya AKI di Kabupaten Jombang pada tahun 2007
          • Meningkatnya AKB di Kabupaten Jombang pada tahun 2007
          • Menurunya jumlah akseptor KB di Puskesmas Jombang pada tahun 2005
          • Menurunya cakupan imunisasi Polio di Desa Jombang pada tahun 2004

          Letak Penyebab Masalah
          • Penyebab masalah letaknya ada di: Input atau Proses
          Contoh:
          • Rendahnya anggaran pemberantasan penyakit DBD di Puskesmas Jombang tahun 2007
          • Kurangnya tenaga perawat di Rumah Sakit Jombang pada tahun 2002
          • Tidak ada perencanaan pelaksanaan Posyandu di desa Jombang pada tahun 2006

          Penyelesaian Masalah
          • Menetapkan prioritas masalah
          • Mengidentifikasi penyebab masalah
          • Merencanakan Tindak lanjut

          Tugas Kelompok:
          • Membuat makalah tentang: Penyelesaian masalah kesehatan
          • Mahasiswa dibagi dalam 10 kelompok
          • Makalah ditulis dalam kertas HVS kwarto, margin: kiri 1,5 inchi, kanan, atas, bawah 1 inchi, spasi double, huruf: Time New Roman atau Arial dengan besar font: 12
          • Dijilid dengan sampul biru muda dengan disertai softcopy dalam CD

          Kerangka Makalah:
          • Pendahuluan:
          1. Latar Belakang
          2. Masalah
          3. Tujuan: Umum dan Khusus
          4. Manfaat

          • Tinjauan Pustaka
          • Berisi materi yang diambil minimal 5 sumber dengan batasan penerbitan maksimal 10 tahun
          • Sumber dapat berupa: buku, journal, majalah kedokteran, internet

          • Pembahasan:
          • Membahas cara menyelesaikan masalah dengan cara mencari penyebab masalah dan merencakan tindak lanjut berdasarkan teori yang ada

          • Penutup:
          1. Kesimpulan: menjawab tujuan penulisan baik tujuan umum maupun khusus
          2. Saran: menyampaikan saran untuk perbaikan baik untuk institusi maupun masyarakat

          Topik Bahasan
          1. Imunisasi
          2. Gizi Buruk
          3. KB
          4. Posyandu
          5. Sampah
          6. Kebersihan lingkungan
          7. DBD
          8. HIV
          9. TB
          10. Avian Influenza
          11. Merokok
          12. Napza

          KONSEP PUSKESMAS

          Dr. Suparyanto, M.Kes

          Pengertian Puskesmas
          • Puskesmas adalah unit pelaksana teknis (UPT) dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja
          • UPT tugasnya adalah menyelenggarakan sebagian tugas teknis Dinas Kesehatan
          • Pembangunan Kesehatan maksudnya adalah penyelenggara upaya kesehatan
          • Pertanggung jawaban secara keseluruhan ada diDinkes dan sebagian ada di Puskesmas
          • Wilayah Kerja dapat berdasarkan kecamatan, penduduk, atau daerah terpencil

          Visi Puskesmas
          • Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah tercapainya Kecamatan Sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat
          Indikator Kecamatan Sehat:
          (1) lingkungan sehat,
          (2) perilaku sehat,
          (3) cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu
          (4) derajat kesehatan penduduk kecamatan

          Misi Puskesmas
          1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya
          2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya
          3. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan
          4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya

          Fungsi Puskesmas
          1. Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan
          2. Pusat Pemberdayaan Masyarakat
          3. Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama
          4. Pelayanan Kesehatan Perorangan
          5. Pelayanan Kesehatan Masyarakat

          Kedudukan
          • Sistem Kesehatan Nasional → sebagai sarana pelayanan kesehatan strata pertama yang bertanggungjawab menyelenggarakan UKP dan UKM di wilayah kerjanya.
          • Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota → sebagai UPT Dinas Kesehatan yang bertanggungjawab menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan Kabupaten/kota di wilayah kerjanya.
          • Sistem Pemerintahan Daerah  adalah sebagai unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang merupakan unit struktural Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bidang kesehatan di tingkat kecamatan.
          • Antar Sarana Pelayanan Kesehatan Strata Pertama → sebagai mitra dan sebagai pembina upaya kesehatan berbasis dan bersumberdaya masyarakat seperti Posyandu, Polindes, Pos Obat Desa dan Pos UKK.

          Struktur Organisasi
          • Kepala Puskesmas
          • Unit Tata Usaha:
          1. Data dan Informasi,
          2. Perencanaan dan Penilaian,
          3. Keuangan, Umum dan Kepegawaian
          • Unit Pelaksana Teknis Fungsional Puskesmas:
          1. UKM / UKBM
          2. UKP
          • Jaringan pelayanan Puskesmas:
          1. Unit Puskesmas Pembantu
          2. Unit Puskesmas Keliling
          3. Unit Bidan di Desa/Komunitas

          Tata Kerja
          • Kantor Camat → koordinasi
          • Dinkes → UPT → bertanggung jawab ke Dinkes
          • Jaringan Pelayanan Kesehatan Strata Pertama → sebagi mitra
          • Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat → sebagai pembina
          • Jaringan Pelayanan Kesehatan Rujukan →kerjasama
          • Lintas sektor → koordinasi
          • Masyarakat → perlu dukungan/partisipasi →BPP (Badan Penyantun Puskesmas)

          Badan Penyantun Puskesmas (BPP)
          Pengertian :
          • Suatu organisasi yang menghimpun tokoh-tokoh masyarakat peduli kesehatan yang berperan sebagai mitra kerja Puskesmas dalam menyelenggarakan upaya pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas.
          Fungsi:
          • Melayani pemenuhan kebutuhan penyelenggaraan pembangunan kesehatan oleh Puskesmas (to serve)
          • Memperjuangkan kepentingan kesehatan dan keberhasilan pembangunan kesehatan oleh Puskesmas (to advocate)
          • Melaksanaan tinjauan kritis dan memberikan masukan tentang kinerja Puskesmas (to watch)

          Upaya Puskesmas
          • Ada dua: UKM DAN UKP
          • Upaya kesehatan Wajib → upaya berdasarkan komitmen nasional, regional dan global serta punya daya ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta wajib diselenggarakan puskesmas di wilayah Indonesia.
          • Upaya Kesehatan Pengembangan → upaya yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas

          Upaya Kesehatan Wajib:
          1. Upaya Promosi Kesehatan
          2. Upaya Kesehatan Lingkungan
          3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana
          4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
          5. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
          6. Upaya Pengobatan

          Upaya Kesehatan Pengembangan
          1. Upaya Kesehatan Sekolah,
          2. Upaya Kesehatan Olah Raga,
          3. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat,
          4. Upaya Kesehatan Kerja,
          5. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut,
          6. Upaya Kesehatan Jiwa
          7. Upaya Kesehatan Mata,
          8. Upaya Kesehatan Usia Lanjut,
          9. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional.

          Azas Penyelenggaraan
          • Azas Pertanggungjawaban Wilayah →bertanggung jawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya
          • Azas Pemberdayaan Masyarakat → Puskesmas wajib memberdayakan perorangan, keluarga dan masyarakat, agar berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap upaya Puskesmas
          • Azas Keterpaduan
          1. Azas keterpaduan lintas program → MTBS, UKS, PUSLING, POSYANDU
          2. Azas Keterpaduan Lintas Sektor → UKS, GSI, UKK
          • Azas Rujukan
          1. Rujukan Upaya Kesehatan Perorangan → kasus, spesimen, ilmu pengetahuan
          2. Rujukan Upaya Kesehatan Masyarakat → sarana dan logistik, tenaga, operasional

          Manajemen Puskesmas
          • P1: Perencanaan
          1. Rencana Usulan Kegiatan
          2. Rencana Pelaksanaan Kegiatan
          • P2: Pelaksanaan dan Pengendalian
          1. Pengorganisasian
          2. Penyelenggaraan
          3. Pemantauan
          • P3: Pengawasan dan Pertanggungjawaban
          • Pengawasan internal dan eksternal
          • Pertanggungjawaban
          Referensi:

          • Depkes, 2004, Keputusan Menteri Kesehatan, Nomor: 128/Menkes/ SK/ II/ 2004, Tentang Pelayanan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat





            Senin, 08 Maret 2010

            KEPERAWATAN TRANSKULTURAL

            Dr. Suparyanto, M.Kes

            Pengertian Budaya
            • Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
            • Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
            • Kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

            Unsur/Komponen Budaya
            1. Alat-alat teknologi
            2. Sistem ekonomi
            3. Keluarga
            4. Kekuasaan politik

            Wujud Budaya
            1. Gagasan,
            2. Aktivitas
            3. Artefak.

            • Gagasan : adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak
            • Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat.

            • Aktivitas (tindakan): adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu.
            • Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial.

            • Artefak (karya) adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan

            Komponen Budaya
            1. Komponen Material
            2. Komponen Non Material

            • Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci
            • Kebudayaan non material adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional

            Hubungan Antar Unsur Kebudayaan
            • Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)
            • Sistem mata pencaharian hidup
            • Sistem kekerabatan dan organisasi sosial
            • Bahasa
            • Kesenian
            • Sistem kepercayaan
            • Sistem ilmu dan pengetahuan

            Teknologi
            • Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan.
            • Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian

            Sistem Kekerabatan
            • Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan

            Bahasa
            • Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat)

            Kesenian
            • Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga.

            Keyakinan
            • keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini, yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya.

            Sistem Ilmu dan Pengetahuan
            • Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan.
            • Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia. Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi, wahyu, dan berpikir menurut logika, atau percobaan-percobaan yang bersifat empiris (trial and error).

            Kelompok Ilmu Pengetahuan
            1. Pengetahuan tentang alam
            2. Pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan di sekitarnya
            3. Pengetahuan tentang tubuh manusia, pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia
            4. Pengetahuan tentang ruang dan waktu

            Penetrasi Kebudayaan
            • Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara:
            1. Penetrasi damai (penetration pasifique)
            2. Penetrasi kekerasan (penetration violante)

            Penetrasi Damai
            • Penetrasi damai (penetration pasifique) Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia.
            • Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat.
            • Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.

            Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis.
            • Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli.
            • Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India.
            • Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru (gabungan keduanya).
            • Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.

            Penetrasi kekerasan
            • Penetrasi kekerasan (penetration violante) Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak.
            • Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat.

            Referensi
            1. Reese, W.L. 1980. Dictionary of Philosophy and Religion: Eastern and Western Thought, p. 488.
            2. Templat:Cite study, based on American Jewish Year Book. 106. American Jewish Committee. 2006. http://www.ajcarchives.org/main.php?GroupingId=10142.
            3. Adherents.com - Number of Christians in the world
            4. Miller, Tracy, ed. (2009), Mapping the Global Muslim Population: A Report on the Size and Distribution of the World’s Muslim Population, Pew Research Center, http://pewforum.org/newassets/images/reports/Muslimpopulation/Muslimpopulation.pdf, hlm.4"
            5. Boritt, Gabor S. Lincoln and the Economics of the American Dream, p. 1.




            Sabtu, 06 Maret 2010

            PENGANTAR BIOSTATISTIK (BIOSTATISTIC INTRODUCTION)

            Dr. Suparyanto, M.Kes

            Sejarah Statistik
            • Statistik berasal dari bahasa Yunani (states): artinya negara, waktu itu banyak digunakan untuk urusan negara misalnya biaya pajak, jumlah penduduk sehingga muncul istilah statistik penduduk, statistik pendidikan, statistik kelahiran, statistik kematian
            • Statistika adalah ilmu yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan data, serta sifat-sifat data
            • Biostatistik adalah statistik tentang makluk hidup (termasuk kesehatan)

            • Statistika: metode (prosedur, ilmu) untuk pengumpulan, pengorganisasian, penyajian, dan analisa data
            • Statistik: ukuran (karakter, besaran) dari sampel, merupakan informasi
            • Contoh: rata-rata hitung (rerata, mean), median, modus, proporsi, jangkauan (range)
            • BB (berat badan) adalah data , bukan statistik
            • Rata-rata BB mahasiswa Stikes Pemda adalah Statistik

            Langkah Statistik:
            1. Pengumpulan data
            2. Pengolahan data
            3. Penyajian data
            4. Penganalisaan data
            5. Penarikan kesimpulan

            • Langkah berurutan, tidak dapat dibolak-balik
            • Statistik merubah data menjadi informasi

            Contoh Statistik
            • Data umur mahasiswa: 18, 19, 18, 20, 21, 20, 19, 23, 19, 20, 19, 20, 21, 22, 20
            • Informasi apa yang dapat diambil dari data umur mahasiswa diatas?

            Syarat Statistik
            1. Merupakan agregat
            2. Diperoleh dengan menghitung atau mengukur
            3. Mempunyai variabilitas

            Agregat
            • Agregat adalah kumpulan fakta yang diperoleh dari obyek yang kita amati
            • Cara memperoleh agregat: mengamati satu/sekelompok obyek secara berulang
            Misal:
            • Agregat umur: 12, 13, 12, 15, 16
            • Agregat agama: Islam, Katolik, Kristen, Budha, Hindu
            • Agregat status nikah: tidak menikah, menikah, duda, janda

            Beda Menghitung dan Mengukur
            • Menghitung: tidak ada alat ukurnya, bentuk angkanya bulat, tidak ada satuanya
            • Misal: jumlah mahasiswa, jumlah buku
            • Mengukur: ada alat ukurnya, bentuk angkanya desimal, ada satuanya
            • Misal: suhu tubuh, tekanan darah, berat badan, tinggi badan

            Kegunaan Statistik
            • Memberikan gambaran tentang suatu objek secara lengkap dan ringkas
            • Membandingkan kejadian satu dengan kejadian lainya dengan memakai acuan waktu atau tempat
            • Membuat ramalan pada kejadian yang sama dimasa yang akan datang

            Ruang Lingkup
            • Statistik deskriptif/deduktif adalah statistik yang bertujuan menggambarkan ciri suatu obyek berdasarkan data yang diperoleh, tanpa tindak lanjut (mencari penyebab)
            • Misal:
            • Statistik kunjungan Puskesmas
            • Statistik penderita Ca servix di poli kandungan

            • Statistik Inferensial/ induktif adalah statistik bertujuan menaksir secara umum suatu populasi dengan menggunakan hasil sampel, termasuk didalamnya teori penaksiran dan pengujian teori
            • Misal:
            • Uji faktor yang mempengaruhi kunjungan Puskesmas
            • Uji faktor pengaruh antara umur ibu dengan ca servix

            Pendekatan Statistik
            • Pendekatan/ cara berpikir statistik dibagi:
            • Cara berpikir Deduktif adalah mengambil kesimpulan dari data yang bersifat umum ke kesimpulan yang bersifat spesifik
            • Kesimpulan yang ditarik adalah benar, jika premis (dasar pemikiran) benar dan prosedur penarikan kesimpulan benar
            Contoh:
            • Premis mayor: semua manusia akan mati
            • Premis minor: Si Fulan adalah manusia
            • Kesimpulan: Si Fulan akan mati

            • Cara berpikir Induktif adalah mengambil kesimpulan dari data yang bersifat sfesifik ke kesimpulan yang bersifat umum
            • Walaupun premis benar, prosedur penarikan kesimpulan sah, kesimpulan belum tentu benar, tetapi bisa dikatakan bahwa kesimpulan tsb mempunyai peluang benar

            Contoh:
            • Si Amir berkaki dua
            • Si Santi berkaki dua
            • Si Heru berkaki dua
            • Si Lina berkaki dua
            • Si Hasan berkaki dua
            • Amir, Santi, Heru, Lina, Hasan adalah manusia
            • Kesimpulan: semua manusia (mempunyai peluang besar) berkaki dua
            REFERENSI:
            1. Budiarto, 2004, Metodologi Penelitian Kedokteran, Sebuah Pengantar, Jakarta, EGC
            2. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 1 (statistik Deskriptif), Jakarta, Bumi Aksara
            3. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 2 (statistik Infereansif), Jakarta, Bumi Aksara
            4. Nasution, 2004, Metode research (penelitian Ilmiah), Jakarta, Bumi Aksara
            5. Silalahi, 2003, Metodologi Penelitian dan Studi Kasus, Sidoarjo, Citramedia
            6. Tjokronegoro, 2004, Metologi Penelitian Bidang kedokteran, Jakarta, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.


              FISIOLOGI SARAF 2

              Dr. Suparyanto, M.Kes

              Macam Saraf
              1. Saraf sensoris adalah saraf yang membawa impuls dari reseptor ke SSP (Sistem Saraf Pusat)
              2. Saraf konektor adalah saraf menghubungkan saraf sensoris dan saraf motoris di medula spinalis pada gerak reflek
              3. Saraf motoris adalah saraf yang membawa impuls dari SSP ke efektor

              Macam Saraf



              Sistem Lokomotorius



              Gerak Reflek
              • Gerak reflek adalah gerak (respon terhadap impuls sensoris) yang tidak disadari
              • Jarasnya: reseptor → saraf sensoris → saraf konektor (medulla spinalis) → saraf motorik → efektor

              Reseptor Sensoris
              • Reseptor sensorik adalah organ/sel yang berfungsi menerima rangsang/stimulasi lingkungan menjadi impuls saraf
              • Reseptor dibagi berdasarkan:
              • Sumber (lokasi) sensasi
              • Jenis sensasi yang terdeteksi

              Macam Reseptor
              • Eksteroseptor: reseptor yang menerima rangsang dari luar tubuh. (sentuhan, tekanan, nyeri, suhu, penciuman, penglihatan, pendengaran)
              • Propioseptor: reseptor yang menerima rangsang dari dalam tubuh. (otot, tendon, persendian, keseimbangan)
              • Interoseptor/viseroseptor: reseptor yang terletak di organ visera dan pembuluh darah yang diinervasi oleh SSO. (digesti, ekskresi dan sirkulasi)
              • Mekanoreseptor: reseptor untuk rangsangan mekanik. (vibrasi, tekanan, propriosepsi, pendengaran, keseimbangan, tekanan darah)
              • Termoreseptor: reseptor untuk suhu
              • Reseptor nyeri/nosiseptor: reseptor untuk kerusakan jaringan
              • Fotoreseptor: reseptor untuk cahaya
              • Kemoreseptor: reseptor untuk zat kimia

              Sistem Saraf
              • Sistem Saraf Pusat (SSP) terdiri dari cerebrum dan medulla spinalis
              • Sistem Saraf Tepi (SST) adalah saraf yang keluar dari SSP yang terdiri dari nervi cranialis dan nervi spinalis
              • Sistem Saraf Otonom (SSO) adalah saraf SST yang sifatnya tidak sadar (involunter) terdiri dari nervi simpatis dan nervi parasimpatis

              Jaras Saraf Sensoris
              • Jaras mulai dari reseptor → cortex sensoris cerebri → membawa impuls dari reseptor ke SSP
              • Badan sel saraf sensoris ada di ganglion radik posterior dekat medulla spinalis
              • Kerusakan pada jaras sensoris menyebabkan anestesia

              Ada dua jalur:
              1. Untuk Sentuhan/posisi saraf berjalan mulai ganglion radix posterior kemudian melalui serabut sentralis naik didalam kolumna dorsalis lalu menyilang di medulla oblongata dan berakhir di cortex sensoris cerebri
              2. Untuk Nyeri/suhu saraf berjalan mulai ganglion radix posterior kemudian memotong medulla spinalis lalu naik pada traktus antero lateral sisi yang berlawanan menuju cortex sensoris cerebri

              Jaras Motoris
              • Jaras motoris adalah jaras saraf mulai dari cortex motorik cerebri sampai ke efektor (otot, kelenjar)
              • Jaras menyilang di medulla oblongata
              • Dibagi dua yaitu:
              1. UMN
              2. LMN

              Upper Motor Neuron (UMN)
              • Jaras saraf mulai dari cortex motorik cerebrum sampai cornu anterior medulla spinalis
              • Kerusakan pada jaras UMN akan menyebabkan paralisa yang bersifat spastik

              Lower Motor Neuron (LMN)
              • Jaras saraf mulai dari cornu anterior medulla spinalis sampai ke efektor
              • Kerusakan LMN akan mengakibatkan paralise yang bersifat flacid (layuh)

              Fungsi Hemisfer:
              Fungsi hemisfer kiri:
              • Fungsi motorik/sensorik tubuh kanan
              • Fungsi berbahasa
              • Berpikir matematik atau logis

              Fungsi hemisfer kanan:
              • Fungsi motorik/sensorik tubuh kiri
              • Mengendalikan ruang
              • Pemikiran abstrak/imajiner/seni

              Sinap:
              • Sinap adalah hubungan satu neuron dengan neuron lain
              • Pada motorneuron siap terjadi pada soma atau dendrit (ribuan)
              • Diantara bongkol sinap (synaptic knob) ada yang bersifat eksitasi atau inhibisi
              • Bongkol sinap disebut juga terminal knob atau terminal presinaptik

              • Antara terminal sinaptik dan soma neuron terdapat celah sinap
              • Didalam bongkol sinap terdapat vesikel sinaptik dan mitokondria
              • Vesikel sinaptik mengandung senyawa transmiter yang bila dilepaskan kedalam celah sinap dapat merangsang atau menghambat neuron
              • Mitokondria menyediakan ATP yang digunakan untuk mensintesis transmiter baru

              • Bila potensial aksi menyebar sampai bongkol sinaptik, depolarisasi membran menyebabkan pengosongan sejumlah kecil vesikel kedalam celah sinap
              • Neurotransmiter akhirnya menyebabkan eksitasi / inhibisi

              Neurotransmiter:
              • Suatu transmiter akan menyebabkan eksitasi atau inhibisi tak hanya ditentukan oleh sifat transmiter tetapi juga oleh sifat reseptor didalam membran presinaptik
              • Misal :
              • Neuron yang sama akan terangsang oleh sinap yang melepaskan asetilkolin , tetapi terinhibisi oleh sinap lain yang melepaskan glisin
              • Jadi membran saraf mengandung reseptor eksitasi untuk asetilkolin dan reseptor inhibisi untuk glisin
              • Satu neuron hanya melepaskan satu jenis transmiter

              Organisasi Sistem Saraf:
              • Tugas pokok terpenting dari sistem saraf adalah mengatur kegiatan tubuh, dengan cara:
              • Kontraksi otot rangka → untuk gerak sadar (volunter)
              • Kontraksi otot polos (didalam organ internal) →untuk gerak otonom
              • Sekresi kelenjar eksokrin dan endokrin

              Pengolahan Informasi:
              • Sebenarnya > 99 % dari semua informasi sensoris terus dibuang oleh otak karena tidak penting, misal :
              • Orang sama sekali tidak menyadari bahwa pakaianya bersentuhan dengan kulit
              • Orang tidak menyadari tekanan pada tempat duduknya
              • Tempat pengaturan penghantaran impul saraf ada pada sinap

              • Ada sinap yang menghantarkan impuls dengan mudah ada juga yang sulit
              • Juga impuls fasilitasi atau inhibisi dari daerah lain didalam sistem saraf dapat ikut mengatur kegiatan sinaptik
              • Ada neuron yang bereaksi dengan sejumlah impuls dan ada yang sedikit
              • Jadi sinap merupakan tempat melakukan tindakan selektif impuls saraf

              • Hanya sebagian kecil informasi sensoris yang menyebabkan reaksi motorik segera
              • Sebagian besar informasi sensoris digunakan untuk mengatur kegiatan motorik dimasa yang akan datang dan untuk digunakan dalam proses berpikir

              • Letak penyimpanan memori ada di korteks serebri, dan proses penyimpanan informasi disebut daya ingat
              • Pada isyarat sensoris tertentu yang melalui serangkaian sinap, sinap tersebut akan lebih cepat menghantarkan isyarat yang sama pada kesempatan berikutnya, proses ini disebut : fasilitasi

              Tingkat Sistem Saraf
              1. Tingkat Medulla Spinalis
              2. Tingkat Otak rendah (batang otak/ truncus encephali)
              3. Tingkat Otak tinggi / korteks cerebri

              Tingkat Medulla Spinalis
              • Pada dasarnya semua reaksi motorik medulla spinalis bersifat otomatis dan terjadi hampir segera sebagai reaksi terhadap isyarat sensoris yang disebut : Reflek
              • Contoh : Otot teregang tiba tiba → muscle spindle (sensoris) →medulla spinalis → motor neuron cornu anterior → Otot (efektor) → kontraksi

              Tingkat Otak Rendah
              • Hampir semua kegiatan bawah sadar tubuh diatur didalam otak yang lebih rendah, seperti :
              • Medulla Oblongata, Pons, Mesensefalon, Hipotalamus, Talamus, Serebelum, Ganglia basalis
              • Tekanan darah arteria & pernafasan → pusatnya ada di medulla oblongata & pons
              • Keseimbangan pusatnya ada di serebelum, medulla oblongata, pons, mesensefalon
              • Gerakan yang terkoordinasi antara kepala, seluruh tubuh, mata pusatnya ada di mesensefalon, serebelum, ganglia basalis
              • Reflek makanan seperti pengeluaran air liur merupakan koordinasi antara medulla oblongata, pons, mesensefalon, hipotalamus

              Tingkat Otak Tinggi:
              • Korteks serebri merupakan suatu daerah penyimpanan informasi yang luas sekali
              • Cortex serebri juga berfungsi sebagai proses berpikir
              • Bagian otak yang berfungsi menerima impuls sensoris disebut: Area sensoris
              • Bagian otak yang berfungsi mengatur impuls motoris disebut: Area motoris

              Tugas Individu
              1. Mengapa pada penderita kusta, dapat terjadi mati rasa. Apa yang diserang? Bagaimana prosesnya?
              2. Pada penderita polio, kakinya lumpuh layuh dan menjadi kecil. Apa yang diserang? Bagaimana prosesnya?
              3. Penderita yang menjalani operasi lokal, dia sadar tetapi tidak merasa sakit. Mengapa itu bisa terjadi, jelaskan?

              REFERENSI

              1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC
              2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC
              3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia
              4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview
              5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey
              6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC
              7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia
              8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia
              9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta
              10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta
              11. Lutjen, et all, 2001, Atlas foto anatomi: struktur dan fungsi tubuh manusia, edisi 2, EGC, Jakarta