PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Sabtu, 06 Maret 2010

SEL EKSITABEL

Dr. Suparyanto, M.Kes

Renungkan:
1. Mengapa tangan kamu bisa bergerak?
2. Siapa yang menyuruh?
3. Bagaimana caranya?
4. Bagaimana payudara bisa tumbuh?
5. Siapa yang menyuruh?
6. Bagaimana caranya?

Apa Itu Sel?
  • Sel adalah unit struktural terkecil makluk hidup yang mampu mengurus kehidupannya sendiri
  • Sel manusia terdiri 75 triliun
  • Sel terdiri 2 bagian utama: nukleus dan sitoplasma
  • Antara nukleus dan sitoplasma dipisahkan oleh membran inti
  • Antara sitoplasma dan dunia luar dipisahkan oleh membran sel

Koordinasi Kehidupan
  • Manusia termasuk organisme multiseluler
  • Sel, jaringan, organ, sistem organ
  • Pusat pengaturan sistem organ: otak
  • Otak menyampaikan pesan kepada organ melalui:
  1. Impuls listrik: via neuron
  2. Impuls kimia: via hormon

Apa Itu Sel Eksitabel
  • Sel eksitabel adalah sel yang peka terhadap rangsang (saraf dan otot)
  • Neuron terdiri: dendrit, badan sel, akson dan neurit
  • Arah impuls dari dendrit ke neurit

Komponen Neuron
  • Dendrit
  • Badan sel
  • Akson
  • Neurit
  • Mielin
  • Sel Schwan berfungsi sebagai regenerasi sel saraf

Macam Rangsangan
  • Listrik
  • Kimia
  1. Asam
  2. Basa
  3. Garam
  • Fisika
  1. Suara
  2. Sinar
  3. Trauma
  4. Warna

Komposisi Mineral Sel



Potensial Membran:
  • Sel dalam keadaan istirahat diluar bermuatan (+) dan didalam (-) , perbebadaan potensial antara didalam sel dan diluar sel disebut potensial membran
  • Potensial membran ini akibat adanya “pompa Na-K” dimana pada pompa Na-K, mengeluarkan K dari sitoplasma keluar sel, dan memasukan Na dari CES ke dalam sel (3K, 2Na)
  • K tinggi didalam sel (CIS), Na tinggi diluar sel (CES)

Potensial Aksi
  • Pada saat ada rangsangan saraf, rangsangan menyebabkan pompa Na-K berhenti
  • Rangsangan menyebabkan permiabilitas Na kedalam sel meningkat 5000x yang menyebabkan ion dalam sel berubah jadi positif dan diluar negatif , perubahan ion dari negatif menjadi positif disebut depolarisasi
  • Perbedaan polaritas ini menyebabkan aliran impuls yang disebut potensial aksi
  • Potensial aksi adalah perubahan mendadak seperti denyutan dalam potensial membran yang berlangsung 1/10.000 s/d 1/1.000 detik, akibat adanya beda potensial
  • Potensial aksi berpindah sepanjang jaringan saraf dan menimbulkan isyarat/impuls saraf

Aliran Impuls



Stadium Potensial Aksi
Potensial aksi terdiri 2 stadium :
  1. Depolarisasi membran
  2. Repolarisasi membran

Depolarisasi
  • Depolarisasi adalah perubahan muatan ion didalam sel dari negatif menjadi positif
  • Perubahan ion tsb akibat permiabilitas Na masuk kedalam sel yang meningkat
  • Permiabilitas Na yang meningkat akibat adanya rangsangan pada sel (listrik, zat kimia)
  • Potensial positif didalam sel disebut: Potensial Reversal

Repolarisasi
  • Potensial Reversal (potensial positif) menyebabkan, permiabilitas Na tertutup, akibatnya hanya ion K saja yang keluar dari sel, hal tersebut menyebabkan potensial didalam sel berubah lagi dari positif menjadi negatif
  • Perubahan potensial positif menjadi negatif didalam sel disebut: Repolarisasi

Fisiologi Neuron Otot
  • Potensial aksi menyebabkan vesikel dalam bongkol sinap mengeluarkan neurotransmiter
  • Neurotransmiter adalah zat kimia yang meneruskan impuls dari satu neuron ke neuron/badan sel lainya

Neurotransmiter
  • Sifat neurotransmiter ada dua yaitu: eksitasi dan inhibisi
  • Neurotransmiter dapat bekerja jika sel penerima mempunyai reseptor didalam membran presinaptik
  • Misal: neuron yang sama akan terangsang(exitasi) oleh sinap yang melepaskan asetilkolin , tetapi terinhibisi (dihambat) oleh sinap lain yang melepaskan glisin
  • Jadi membran saraf mengandung reseptor eksitasi untuk asetilkolin dan reseptor inhibisi untuk glisin
  • Satu neuron hanya melepaskan satu jenis neurotransmiter
Transmiter Eksitasi:
  • Asetilkolin: Disekresi oleh neuron di area otak, umumnya bersifat eksitasi efek inhibisi terjadi pada sistem saraf parasimpatik perifer seperti inhibisi jantung oleh nervus vagus
  • Asam Glutamat: disekresi oleh bongkol sinaptik lintasan sensorik, umumnya eksitasi
  • Zat P, disekresi oleh ujung saraf nyeri dalam substansia gelatinosa medulla spinalis, umumnya eksitasi
  • Enkefalin dan Endorfin, disekresi oleh ujung saraf medulla spinalis, batang otak, talamus dan hipotalamus, umumnya eksitasi

Transmiter Inhibisi:
  • Norepineprin: disekresi oleh neuron di formatiorecularis batang otak dan hipotalamus, umumnya bersifat inhibisi, tapimada yang eksitasi
  • Epineprin: disekresi sedikit neuron, sifat sama dengan norepineprin
  • Dopamin: disekresi oleh neuron substansia nigra, umumnya bersifat inhibisi
  • Glisin: disekresi oleh sinap medulla spinalis, umumnya inhibisi
  • Asam Gama Amionobutirat: disekresi oleh sinap medulla spinalis, serebelum, ganglia basalis, umumnya inhibisi
  • Serotonin: disekresi oleh batang otak, penghambat lintasan nyeri di medulla spinalis

Sinap:
  • Sinap adalah hubungan satu neuron dengan neuron lain
  • Hubungan sinap dapat: neurit – dendrit atau neurit – badan sel (tidak dapat neurit – neurit)
  • Pada motorneuron sinap terjadi pada soma atau dendrit (ribuan)
  • Diantara bongkol sinap (synaptic knob) ada yang bersifat eksitasi atau inhibisi
  • Bongkol sinap disebut juga terminal knob atau terminal presinaptik

  • Antara terminal sinaptik dan soma neuron terdapat celah sinap
  • Didalam bongkol sinap terdapat vesikel sinaptik dan mitokondria (menyediakan ATP yang digunakan untuk mensintesis transmiter baru)
  • Vesikel sinaptik mengandung neurotransmiter , yang akan terlepas jika ada potensial aksi.

  • Bila potensial aksi menyebar sampai bongkol sinaptik, depolarisasi membran menyebabkan pengosongan sejumlah kecil vesikel kedalam celah sinap
  • Neurotransmiter akhirnya menyebabkan eksitasi atau inhibisi, tergantung sifatnya

Transmisi Sinap



Fisiologi Otot:
  • Bagian otot yang berperan untuk gerak adalah: Aktin dan Miosin
  • Jarasnya adalah: SSP (area motoris) menyampaikan impuls lewat saraf motorik menuju motor end plate yang mengeluarkan acetil kolin kemudian merangsang Otot (aktin & miosin) dan menyebakan kontraksi

Tonus Otot
  • Dalam keadaan sadar, otot tidak pernah istirahat, tetapi selalu berkontraksi untuk membentuk tonus yang berfungsi mempertahankan postur tubuh

Rangsangan Tonus
Tonus otot terjadi akibat rangsangan yang berasal dari:
  1. Spindel otot (propioseptor)
  2. Mata
  3. Organ vestibuler

Koordinasi Gerak
Gerak yang harmonis terjadi akibat koordinasi antara:
  1. Otot Penggerak Utama contohnya m. Bisep
  2. Otot Antagonis contohnya m. Trisep
  3. Otot Fiksasi contohnya otot depan dan bawah bahu (sekitar bahu)

Tugas Individu
  1. Apa yang disebut sel eksitabel
  2. Jelaskan bagaimana cara otak mengkoordinasi semua sitem organ dalam tubuh
  3. Sebutkan 10 macam sistem organ dalam tubuh
  4. Apa yang dimaksud dengan potensial membran
  5. Jelaskan mengapa potensial membran bisa terjadi
  6. Apa yang dimaksud dengan Potensial aksi
  7. Apa yang menyebabkan potensial aksi
  8. Apa hubungan antara potensial aksi dengan bongkol sinaptik
  9. Apa yang dimaksud dengan neuro transmiter
  10. 1Jelaskan mengapa otot bisa bergerak
  11. Jelaskan mengapa otot geraknya bisa harmonis
  12. Apa yang disebut tonus otot dan apa gunanya 
REFERENSI


  1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC
  2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC
  3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia
  4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview
  5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey
  6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC
  7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia
  8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia
  9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta
  10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta
  11. Lutjen, et all, 2001, Atlas foto anatomi: struktur dan fungsi tubuh manusia, edisi 2, EGC, Jakarta

    2 komentar:

    1. Arifin Santoso5 April 2010 13.00

      terimakasih dokter, makalah ini sangat membantu saya memahami transmisi sistem saraf :)

      BalasHapus
    2. Trims untuk sdr Arifin Santoso telah mampir di blog kami. Alhamdulillah kalau blog ini manfaat.

      BalasHapus