PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Selasa, 07 Desember 2010

PENGOBATAN DAN KECACATAN PENYAKIT KUSTA / LEPRA

Dr. Suparyanto, M.Kes

PENGOBATAN DAN KECACATAN PENYAKIT KUSTA / LEPRA

Tujuan Pengobatan
  • Menyembuhkan penderita kusta dan mencegah timbulnya cacat. Pada penderita tipe Pausebasiler yang berobat lebih dini dan teratur akan mempercepat sembuh tanpa menimbulkan kecacatan. Akan tetapi pada penderita yang sudah mengalami kecacatan hanya dapat mencegah cacat yang lebih lanjut.
  • Memutuskan mata rantai penularan dari penderita terutama tipe yang menular kepada orang lain. Pengobatan kusta ditujukan untuk mematikan kuman kusta sehingga tidak berdaya merusak jaringan tubuh, dan tanda-tanda penyakit menjadi berkurang dan akhirnya hilang. Dengan hancurnya kuman maka sumber penularan dari penderita tipe Multibasiler ke orang lain dapat terputus.

Obat-obatan Yang Digunakan
  • Menurut World Healty Organisation (WHO) pada tahun 1998 menambahkan 3 (tiga) obat antibiotika lain untuk pengobatan alternatif yaitu : ofloksasin, minosiklin dan klarifomisin, sedangkan obat anti kusta yang banyak dipakai saat ini adalah DDS (Diamino Diphenyl Suffone), clofazimine dan rifampizine.
1. DDS (Diamino Diphenyl Suffone)
  • Bentuk obat berupa tablet warna putih dengan takaran 50 mg/tab dan 100 mg/tab, sifat bakteriostatik yaitu menghalangi atau menghambat pertumbuhan kuman Mycobacterium Leprae Dosis : untuk dewasa 100 mg/ hari dan untuk anak-anak 1-2 mg/kg BB / hari. Efek samping jarang terjadi, tetapi biasa yang timbul adalah : anemia hemolitik, anoreksia, nausea, vertigo, penglihatan kabur, sulit tidur hepatitis, alergi terhadap obat DDS (Diamino Diphenl Suffone) sendiri dan Psychosis.

2. Clofazimine atau Lamprene
  • Berbentuk kapsul warna coklat dengan takaran 50 mg/kapsul dan 100 mg/kapsul, sifat bakteriostatiknya menghambat pertumbuhan kuman Mycobacterium Leprae dan anti reaksi (menekan reaksi). Dosis yang digunakan ialah 50 mg/hari atau selang sehari, atau 3 x 100 mg setiap minggu.
  • Efek samping obat ini adalah warna kulit dapat kecoklatan sampai kehitam-hitaman tetapi dapat hilang bila pemberian obat distop, gangguan pencernaan dapat berupa diare dan nyeri pada lambung.

3. Rifampizin
  • Berbentuk kapsul atau kaplet dengan takaran 150 mg, 300 mg, 450 mg dan 600 mg, sifatnya mematikan kuman Mycobacterium Leprae (bakteriosid). Rifampizin merupakan obat kombinasi dengan DDS (Duamino Diphenyl Suffone) dengan dosis 10 mg / Kg BB, diberikan setiap hari atau setiap bulan. Rifampizin tidak boleh diberikan secara monotheraphy karena dapat memperbesar terjadinya resistensi, efek sampingnya yaitu kerusakan pada hati dan ginjal.

4. Prednison
  • Obat ini digunakan untuk penanganan timbulnya reaksi.

5. Sulfas Ferrosus
  • Obat tambahan untuk penderita kusta yang mengalami anemia berat.

6. Vitamin A
  • Obat ini digunakan untuk menyehatkan kulit yang bersisik (Ichthiosis) (Depkes RI, 2006).

Obat alternatif lain yaitu :
1. Ofloksasin
  • Ofloksasin merupakan turunan florokuinolon yang paling aktif terhadap mycobacterium leprae, efek samping terjadi mual, muntah dan gangguan saluran pernafasan lain.

2. Minosiklin
  • Termasuk dalam kelompok tetrasiklin, efek bakteriosidalnya lebih tinggi daripada klaritomisin tetapi lebih rendah dari rifampisin

3. Klaritomisin
  • Merupakan kelompok antibiotika mikrolid dan mempunyai aktifitas bakteriosidalnya terhadap Mycobacterium pada tikus dan manusia

  • Rigimen pengobatan MDT di Indonesia sesuai dengan regimen pengobatan yang direkomendasikan oleh WHO regimen tersebut adalah sebagai berikut :
1.Penderita Pausi Basiler (PB) 

a. Penderita Pausi Lesi I diberikan dosis tunggal ROM (Rifampisin Ofloxacin Minocycli)
  • Dewasa 50-70 kg:  600 mg;  400 mg;  100 mg
  • Anak 5-14 tahun:  300 mg;  200mg;  50 mg
  1. Obat ditelan di depan petugas.
  2. Anak kurang 5 (lima) tahun tidak diberikan ROM.
  3. Ibu hamil tidak diberikan ROM. 
  • Pemberian pengobatan sekali saja dan langsung dinyatakan RFT. Dalam program ROM tidak dipergunakan, penderita PB lesi satu diobati dengan regimen PB selama 6 (enam) bulan.

b. Penderita PB lesi 2-5
  • Dewasa, pengobatan bulanan : hari pertama (dosis yang diminum di depan petugas).
  1. 2 kapsul rifampisin @ 300 mg (600 mg).
  2. 1 tablet dapsone atau DDS 100 mg.
  • Pengobatan harian : hari ke 2- 28 : 1 tablet dapsone atau DDS 100 mg, 1 blister untuk 1 bulan.
  • Lama pengobatan : 6 blister diminum selama 6-9 bulan.

4. Penderita Multi Basiler (MB)
  • Dewasa, pengobatan bulan : hari pertama (dosis yang diminum di depan petugas).
  • 2 kapsul rifampisin @ 300 mg (600 mg).
  • 3 tablet lampren @ 100 mg (300 mg).
  • 1 tablet dapsone atau DDS 100 mg.
  • Pengobatan harian : hari ke 2 – 28
  1. 1 tablet lamprene 50 mg.
  2. 1 tablet dapsone atau DDS 100 mg.
  3. 1 blister untuk 1 bulan.

KECACATAN PADA KUSTA
  • Terjadinya cacat pada kusta disebabkan oleh karena kerusakan fungsi syaraf tepi baik karena kuman kusta maupun karena terjadinya peradangan (neuritis) sewaktu keadaan reaksi lepra, mycobacterium leprae menyerang syaraf tepi sehingga mengakibatkan :
1. Kerusakan Fungsi Sensorik
  • Kelainan fungsi sensorik dapat menyebabkan terjadinya kurang atau mati rasa (anestasia), sehingga pada telapak tangan dan kaki dapat mengakibatkan luka sampai pada mutilasi absorbsi tulang, sedangkan pada kornea mata dapat mengakibatkan kurang atau hilangnya reflek kedip sehingga mata mudah kemasukan kotoran, benda-benda asing yang dapat menimbulkan infeksi mata sampai pada timbulnya kebutaan

2. Kerusakan Fungsi Motorik
  • Kekuatan otot tangan dan kaki dapat menjadi lemah atau lumpuh dan lama kelamaan terjadi atropi. Hari-hari tangan dan kaki menjadi bengkok (clawa hand / claw toes) dan akhirnya terjadi kekakuan pada sendi (kontraktur). Bila terjadi kelemahan atau kelumpuhan pada otot kelompak mata maka mata tidak dapat dirapatkan (Logophtalmus).

3. Kerusakan fungsi Otonom
  • Terjadi gangguan pada kalenjar keringat, kalenjar minyak dan gangguan sirkulasi darah sehingga kulit menjadi kering, menebal, mengeras dan akhirnya dapat pecah-pecah, pada umumnya apabila akibat kerusakan fungsi syaraf tidak ditangani secara cepat dan tepat maka akan terjadi cacat tingkat yang lebih berat atau parah (Depkes RI, 2006).

Usaha Pencegahan Cacat
  • Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam usaha pencegahan kecacatan adalah :
1. Pencatatan data dasar setiap pasien pada waktu registrasi, yang meliputi :
  • Pemeriksaan mata.
  • Pemeriksaan tangan yang meliputi :
  1. Adanya nyeri tekan pada syaraf.
  2. Kekuatan otot.
  3. Rasa raba.
  4. Dan adanya kecacatan yang lainnya.
  5. Pemeriksaan pada kaki.
  • Pemeriksaan pada kaki tujuannya sama dengan pemeriksaan pada tangan.

2. Kesimpulan dan tindakan berdasarkan hasil pemeriksaan yang meliputi :
  • Menentukan apakah penderita sedang dalam keadaan reaksi berat atau tidak sehingga perlu diobati dengan prednison atau tidak.
  • Mengajarkan cara perawatan diri kepada penderita dengan cacat yang sudah menetap.
  • Penderita yang tidak cacat perlu diberikan penjelasan mengenai resiko dan tanda-tanda reaksi agar penderita segera lapor ke petugas kesehatan atau puskesmas terdekat

3.Pelaksanaan program pencegahan cacat
4.Tingkat cacat menurut World Health Organisation

TINGKAT KECACATAN
  • Tingkat Mata Telapak Tangan / Kaki
  • 0: Tidak ada kelainan pada mata Tidak ada anesthesia, tidak ada cacat yang kelihatan akibat kusta
  • 1: Ada kelainan pada mata akibat kusta tetapi tidak kelihatan dan visus sedikit berkurang Ada anesthesia tetapi tidak ada cacat atau kerusakan yang kelihatan
  • 2: Ada lagophtalmos, visus sangat terganggu akibat kusta Ada cacat atau kerusakan yangkelihatannya misalnya : ulkus, jari – jari kiting

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENGAMBILAN 0BAT

Dukungan keluarga
  • Dukungan keluarga adalah dukungan antar keluarga yang bersifat suportif yang dapat berupa bantuan langsung yang berkesenimbungan dan terus menerus sepanjang kehidupan (Friedman, 1998). Di dalam suatu keluarga harus saling mendukung diantara seluruh anggota keluarga, orang yang hidup di lingkungan yang bersifat supportif kondisi kesehatan jiwa lebih baik daripada mereka yang hidup tidak adanya dukungan dari keluarga sosial dapat berefek pada adaptasi kesehatan seseorang (Friedman, 1998).

Usia
  • Usia adalah umur individu yang dihitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun (Elizabeth, 1995). Semakin cukup umur tingkat kematangan seseorang akan lebih dipercaya dari pada orang yang belum cukup tinggi kedewasaannya. Jika kematangan usia seseorang cukup tinggi maka pola pikir orang tersebut akan lebih dewasa (Amiruddin, 2006)

Pendidikan
  • Tokoh pendidikan abad 20, Langevelt yang dikutip dari Notoatmojo (1993) mendefinisikan pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak yang tertuju kepada pendewasaan. Jadi dapat dikatakan bahwa pendidikan tersebut menuntun manusia untuk berbuat dan mengisi kehidupannya untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka pengetahuan seseorang akan bertambah (Amiruddin, 2006).
  • Penyakit kusta sampai saat ini masih ditakuti oleh masyarakat, keluarga termasuk sebagian petugas kesehatan, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan atau pengertian masyarakat tentang kusta. Hal tersebut juga menjadi hambatan yang serius dalam pelaksanaan program pemberantasan penyakit kusta termasuk juga peran serta masyarakat (Depkes RI, 1995).

Ekonomi
  • Sosial ekonomi dapat menggambarkan tingkat kehidupan seseorang didalam masyarakat. Tingkat ekonomi dapat ditinjau dari kualitas keluarga yaitu suatu kondisi keluarga yang mencakup aspek pendidikan, kesehatan ekonomi dan budaya, kemandirian keluarga serta nilai agama merupakan dasar untuk mencapai keluarga sejahtera. Menurut Hendar dan Kusnaedi (2002) Ekonomi adalah suatu usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Ada 3 (tiga) tingkatan ekonomi yaitu :
  1. Ekonomi Rendah: Adalah suatu kebutuhan yang mencakup kebutuhan primer saja yaitu : sandang, pangan dan papan.
  2. Ekonomi Sedang : Adalah suatu kebutuhan yang mencakup kebutuhan primer dan sekunder.
  3. Ekonomi Tinggi : Suatu kebutuhan yang mencakup kebutuhan primer, sekunder dan tersier.
  • Penderita kusta bukan menderita karena penyakitnya saja, tetapi juga karena masyarakatnya. Hal ini disebabkan karena kerusakan pada syaraf besar yang irreversible di muka dan di ekstremitas, motorik dan sensorik serta dengan daerah anesthesi yang disertai paralysis dan atropi otot (Juanda, 2000).

REFERENSI
  1. Arikunto, Suharsini, (1998) Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Rineka Cipta, Jakarta
  2. Andrianto Petrus, (1989), Dermanto – Venerologi, EGC, Jakarta
  3. Djuanda, Adhi (2000), Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Jilid III, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
  4. Depkes RI, (1995), Buku Pedoman Pemberantasan Penyakit Kusta, DITJEN PPM & PLP, Jakarta
  5. Depkes RI, (1997), Perawatan Kesehatan Masyarakat Petunjuk Teknis Kesehatan Masyarakat Pada Sasaran Individu dan Keluarga, Jakarta.
  6. Depkes RI, (1999), Buku Pedoman Kusta Nasional Untuk Sentinel Surveilans, DITJEN PPM & PLP, Jakarta.
  7. Depkes RI, (2005), Buku Pedoman Eliminasi Kusta, DITJEN PPM & PLP, Jakarta.
  8. Depkes RI, (2005), Buku Pedoman Nasional Pemberantasan Penyakit Kusta, Cetakan XVII, DITJEN PPM & PLP, Jakarta
  9. Depkes RI, (2006), Model pelatihan Program P2 Kusta Bagi UPK, DITJEN PPM & PLP, Jakarta.
  10. Harahap, Mawardi (2000), Penyakit Kulit, Hipokrates, Jakarta.
  11. Friedman (1998), Perawatan Keluarga, Jakarta : EGC
  12. Notoatmodjo, S, (1993), Metodologi Penelitian Kesehatan Cetakan 2, Rineka Cipta, Jakarta.
  13. Nursalam, (2001), Metodologi Riset Keperawatan, Cetakan 1, Info Medika, Jakarta
  14. Nursalam, (2003), Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Salemba Medika, Jakarta
  15. Suprayitno, (2004), Asuhan Keperawatan Keluarga Aplikasi Dalam Praktek , Jakarta : EGC
  16. Sutedja Endang dkk, (2003), Kusta, Edisi II Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

74 komentar:

  1. dok,, prednison khan dapat menyebabkan osteoporosis apa bila digunakan kepada pasien kusta bila diberkan dalam jangka waktu lama ??

    BalasHapus
  2. Sdr Anonim, benar prednison dapat menyebabkan osteoporosis jika digunakan jangka panjang, oleh karena itu penggunaan prednison pada penderita kusta hanya digunakan pada penderita reaksi saja dengan pengawasan dokter

    BalasHapus
  3. dok, mycobacterium basiler termasuk penyakit apa?
    dan penyebabnya apa?

    BalasHapus
  4. @Anonim: Mycobacterium yang terkenal ada dua, Mycobacterium leprae dan Mycobacterium tuberkulose, M. leparae menyebabkan penyakit kusta sedang M. tuberkulose menyebakan penyakit TB

    BalasHapus
  5. dok, kenapa tidak diberi dexametason utk pasien reaksi kusta, tetapi diberi prednison?

    BalasHapus
  6. Dok, kulit kehitaman akibat meminum obat kusta, apakah kehitaman pada kulit dan muka bisa hilang dengan sendirinya?yang dari awalnya kulitnya putih menjadi hitam akibat meminum obat kusta?dan juga kulit yang bersisik bagaimana cara menyembuhkannya?apakah bisa hilang dari sendirinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kehitaman pada kulit akibat minum obat kusta dapat hilang sendiri setelah pengobatan selesai. Trims

      Hapus
    2. dok, ayah sy menderita lepra tipe mb.dapat rujukan dari rsu bojonegoro untuk merawat penyakit tsb d rsu kecamatan kasiman. namun rsu tersebut menolak memberi obat dg alasan sudah ada d puskesmas. namun jika ayah sy berobat k puskesmas, maka keluarga sy akan dikucilkan. mhn saran dari dokter. terima kasih. diah yuni- bojonegoro

      Hapus
  7. Dok,Apakah penggunaan Rifampicin pada penderita Kusta dengan penderita TB itu sama?

    BalasHapus
  8. @Anonim: Rifampicin yang digunakan pada penderita TB sama dengan untuk penderita Kusta, yang berbeda hanya cara pemberiannya. Trims

    BalasHapus
  9. @Noe's: hiperpigmentasi akibat minum obat kusta dapat hilang sendiri, setelah penderita tidak minum obat lagi, perlu waktu 3 - 6 bulan untuk menormalkan warna kulitnya. Trims

    BalasHapus
  10. dokter.. saya penderita kusta. saya sudah berobat sejak umur 14 tahun s/d 22 tahun, karena bosan dan banyak efek sampingnya saya berhenti berobat hingga sekarang. saat ini saya sudah menikah dan mempunyai anak umur 9 bulan. (jenis kusta saya mungkin jenis yg tidak merusak, karena saya tidak mengalami cacat tubuh, hanya saja banyak bagian kulit di tangan dan di kaki mati rasa). menurut dokter saya harus bagiamana? saya masih bingung dengan dengan diri saya sendiri.. dan kawatir dengan anak istri saya tertular...

    BalasHapus
  11. @Anonim: sebaiknya saudara menghubungi Puskesmas terdekat untuk memastikan apakah penyakit saudara sudah sembuh, jika belum agar segera diobati kembali sampai tuntas agar tidak terjadi kecacatan. Untuk Istri dan Anaknya, kalau diketemukan bercak mati rasa, segera bawa ke Puskesmas terdekat untuk diobati segera, hilangkan rasa malu. Ingat Kusta adalah penyakit menular yang dapat disembuhkan dan gratis. Trims

    BalasHapus
  12. Pak dokter saya pernah menderita kusta, Saya terkena kusta kira-kira tahun 1993 dan berobat selama 24 bulan secara rutin setiap bulan atau bila obat habis(sd tahun 1996)di puskesmas. Dan oleh dokter dinyatakan sembuh. Utk keadaan fisik saya tidak sampai cacat. Kata dokter saya harus kontrol, tetapi sampai sekarang saya tidak pernah kontrol lagi. Yang ingin saya tanyakan apakah saya harus kontrol lagi karena sudah 15 tahun berlalu, dan juga saya sdh pindah ke Palembang, dan apakah ada kemungkinan kusta saya timbul lagi dan menular. saat ini saya sudah berkeluarga, dan memiliki 2 orang anak yang masih balita 4 tahun dan 1,4 tahun.
    terima kasih

    BalasHapus
  13. @Anonim: sebaiknya saudara kontrol ke Puskesmas terdekat untuk memastikan ada kekambuhan atau tidak, kalau tidak ada berarti saudara memang sudah sembuh. Trims

    BalasHapus
  14. pak dokter sebelumnya terimakasih atas infonya sangat membantu,bagaimana cara mendapatkan obatnya ap dijual bebs d apotik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau perlu obat ada di Puskesmas, silakan hubungi Puskesmas terdekat. Trims

      Hapus
    2. Dok, salah satu orang tua saya adalah penderita lepra sejak tahun 2011. sudah berobat selama 6 bulan lebih tapi belum ada perkembangan, yang semula ruam-ruam merah di pipi, kini juga menyebar sampai dada dan punggung. itu kenapa ya Dok? padahal selalu minum obat secara teratur, tapi malah memburuk. warna kulit pun jadi hitam. lalu, bagaimana dengan anggota keluarga lainnya. apakah bisa tertular? bagaimana cara mencegah penularannya?

      Hapus
    3. pak, waktu umur 9 tahun kulit tangan saya pernah ada putih2. lalu dokter puskesmas mengetes dengan menusuk2 dengan jarum kecil untuk mengetahui apakah terasa sakit atau tidak. jadi dokternya mengira akalu itu lepra. saya sekarang umur 23 tahun. saya jadi takut dulu itu beneran atau tidak ada gejala seperti itu. sekarang sih nggak ada putih2 lagi di kulit saya. yang saya tanyakan apakah saya terinfeksi sekarang? apa kalau tidak ada putih2nya sekarang berarti bukan? ayah saya penderita lepra dok. dulu hanya merah2 di wajah, tapi setelah berobat di rumah sakit, kenapa malah seluruh tubuh jadi merah ruam?

      Hapus
    4. Bercak yang menjadi hitam termasuk efek samping pengobatan, itu tidak masalah, sebab akan hilang sendiri setelah pengobatan selesai, kami sarankan untuk rutin minum obat sampai selesai dan dinyatakan sembuh. keluarga bisa ketularan, untuk itu harus dilakukan pemeriksaan ke Puskesmas terdekat, apakah ada bercak mati rasa yang menjadi ciri khas penyakit kusta, kl tidak diketemukan berarti tidak ketularan.Trims

      Hapus
    5. Kalau ada bercak mati rasa, itu tanda khas penyakit kusta, kalau tidak ada bercak berarti tidak ada tanda, namun untuk memastikan apakah saudara terinfeksi kusta atau tidak, lebih baik periksa ke Puskesmas terdekat, karena ada keluarga yang menderita kusta. Trims

      Hapus
  15. pak,saya saat ini menderita kusta..saya sudah minum obat selama 11 bulan..timbul bengkak di tangan,kaki dan wajah,saya sudah periksa di rumah sakit dan akhirnya kempes,karena terlalu banyak beraktifitas akhirnya bengkaknya kambuh lagi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teruskan minum obat sampai selesai, semua keluah akan hilang setelah dinyatakan sembuh, dan lakukan kontrol secara rutin. Trims

      Hapus
  16. Pak, selain di puskesmas & RSUD, apakah RS Swasta juga melayani pengobatan kusta?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Obat kusta hanya ada di Puskesmas, sebaiknya berobat di Puskesmas terdekat. Trims

      Hapus
    2. di puskesmas ngawi jawa timur tidak tersedia obatnya dok

      Hapus
  17. dok ayah saya terkena kusta, bagaiman cara agar say dan saudara2 saya tidak tertular, apakah penyakit kusta dapat menyebabkan kematian? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penyakit kusta menular akibat kontak yang lama, sebagai anggota keluarga, punya risiko tertular, untuk itu yang terpenting adalah mengobati ayahnya sampai sembuh agar tidak menular lagi dan anggota keluarganya kontrol secara rutin ke Puskesmas terdekat untuk mengetahui tertular atau tidak, kalau diketahui sejak awal, pengobatanya mudah dan tidak menimbulkan kecacatan. Trims

      Hapus
  18. dok, saya penderita kusta tipe basah dan dlm proses pengobatan. kira2 bercak di muka saya bisa hilang saat kusta saya dinyatakan sembuh? trims dok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bercak umumnya akan hilang setelah pengobatan. trims

      Hapus
  19. dok saya penderita lepra saya ingin bertanya apa pada daerah -daerah yg mati rasa itu dapat hilang setelah kita dinyatakan sembuh dok?
    terus pada bagian yg bengkak apa bisa kempes seperti semula ?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kecacatan akibat penyakit kusta ada dua macam, ada yang dapat kembali normal dan ada yang tidak, umumnya jika kecacatan baru terjadi dapat kembali normal segera setelah diobati dan dinyatakan sembuh. untuk itu tolong segera kontrol ke Puskesmas terdekat. trims

      Hapus
  20. dok saya penderita kusta dan saya di beri obat MDT MB sekarang sudah berjalan 2 bulan dan rencana akan diberikan selama 12 bulan bulan 1 saya di beri tambahan prednison dosis 6mg pagi dan malam bulan ke 2 prednison diturunkan jadi 8mg pagi tetapi bulan pertama bengkak pada ruam2 merah sudah mulai menipis bulan kedua ruammerah tersebut kembali bengkak bahkan timbul bintik2 merah lagi saya berobat kedokter dosis prednison diturunkan menjadi 4 mg saja sedangkan ruam merah tadi semakin bengkak jari kaki pun ikut bengkak saya pernah dengar klooo terjadi hal tersebut berarti reaksi sekarang yang saya rasakan jari kaki bengkak ruam kulit bengkak bahkan timbul bintik2 baru saya baru dari doktr 1 mgg lalu saya masih bekerja dan sambil kuliah oya saya tidak ke puskesmas tpi ke dokter spesialis kulit jujur saya malu pada tmn2 karna selalu bertanya2 ttg penyakit saya blm lagi info dr dokter yang tidak jelas apa saya harus pindah dokter mohon info tentang reaksi itu apa padahal saya sudah berobat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami sarankan untuk berobat ke Puskesmas saja, dengan pertimbangan biaya gratis, obat bermutu, dan tenaga kesehatan yang melayani terlatih. Bengkak dan kemerahan yang diderita itu akibat reaksi dari penyakit kusta yang sedang diderita, untuk mengobati reaksi perlu minum prednison, dosis memang perlu diturunkan secara perlahan, jika timbul kemerahan lagi, perlu dinaikan lagi ke dosis sebelumnya, kalau sudah hilang bengkak dan kemerahannya baru dosis diturunkan lagi. Untuk jelasnya tolong konsultasi ke Puskesmas terdekat. Trims

      Hapus
  21. makasih sebelumnya dokter karna masih mau meluangkan waktu dokter untuk berbagi informasi

    BalasHapus
  22. Dokter.. Saya penderita kusta,skr hamil 4 bln.dokter memberikan obat Clofazimine Setiap hari 50 mg & rifampizine 300 mg 1 x sebulan.pengobatan selama 6 bln.cukup amankah obat2 tsb untuk baby saya?terima kasih...

    BalasHapus
  23. Insya Allah tidak ada pengaruh, namun alangkah lebih baik kalau ibu kontrol ke dokter spesialis kandungan (SpOG)untuk memastikan kesehatan janin ibu. Trims

    BalasHapus
  24. Dokter, saya penderita kusta, dan pengobatan berjalan bulan ke lima, tapi bibir saya kok malah menebal. tunggkai kaki kiri saya terasa lunglai,kira2 bisa sembuhkah kaki saya,trims pak dokter

    BalasHapus
  25. Dok apabila sudah terjadi pemendekan jari, apakah jari itu bisa balik seutuhnya lagi dok setelah dilakukan pengobatan?
    Mohon dijawab

    BalasHapus
  26. Suami mantan penderita kusta,,,tp stlh 3thn bercak putihnya adalagi,,sdh periksa dokter dan cek darah 2x tp hasilnya negatif,,,gmn dok...trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penyakit kusta bisa kambuh lagi walaupun jarang, ada bercak putih belum tentu tanda kusta, tetapi bila disertai mati rasa pada bercak itu, pasti kusta, untuk itu pastikan tanda bercak tsb ke puskesmas terdekat kusta atau bukan, petugas kusta puskesmas lebih teliti dalam mendiagnosis penyakit kusta. Trims

      Hapus
  27. pak dokter.selama proses pengobtan kusta, kondisi sy kok mudah ngedrop, trus jika capek sedikit kulit semakin menebal. Apa ini efek dari obat kusta. Mhn penjelasan pak. trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kulit terasa tebal adalah tanda adanya gangguan saraf akibat penyakit kusta, itu akan hilang jika telah berobat sesuai dosis yang dianjurkan. masalah kondisi drop biasanya masalah mental (tidak siap menerima penyakit ini), kami sarankan untuk terus tegar dan sabar, yang jelas penyakit kusta bisa disembuhkan dengan minum obat teratur sesuai dosis yang dianjurkan. Trims

      Hapus
  28. trims pak dokter atas penjelasanya

    BalasHapus
  29. dok gimana cara menghilangkan bercak" putih d kulit yg mati rasa?? mohon bantuannya dok.... trima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bercak putih akan hilang sendiri, sedang mati rasa tergantung kerusakan sarafnya, ada yang pulih kembali ada yang tidak. Trims

      Hapus
  30. pak,maaf sy mau bertanya. suami sy trkena kusta. dan sudah berobat di puskesmas jalan 3 bulan dgn pngobatan rutin. sy mau bertanya kira2 gejala yang tmbul sbg indikasi tertularnya apa pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika ada bercak putih atau merah yang mati rasa, itu tanda utama penyakit kusta. Kami menyarankan jika ada bercak, sebaiknya segera menghubungi puskesmas terdekat untuk dipastikan, bercak tsb kusta atau bukan. Trims

      Hapus
  31. dok. Saya pnderita kusta dan sudah 12 bln minum obat. Dan skrng sudah tdk lagi minum obt kira2 hmpir seminggu. Kta ptugas pusksmas sudah selesai pngobtan. Tp kog mukaku msih bengkak ? Apakh stlah tdak mnum obat cacat msih berlanjut dok ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setelah selesai minum obat, pembengkakan akan hilang, namun tentang kecacatan ada dua macam, ada yang dapat kembali normal ada yang tidak, untuk cacat yang tidak dapat kemabali normal, dapat di rekonstruksi dengan operasi, hubungi Puskesmas terdekat, dan biayanya gratis. Trims

      Hapus
  32. Permisi dok saya mau tanya
    Saya perderita kusta dan sudah 4 bulan pengobatan dan pada bulan ini tangan saya bengkak dan ada bentol bentol pada lengan saya
    Kata dokter puskesmas itu reaksi obat nya
    Tapi ko ga berhnenti malah tambah bengkak.saya takut akan mengelupas dan cacat dok,padahal ga ada cacat dan ga mati rasa

    Saya mohon solusi nya dok
    Sebelum nya saya ucapkan Terimakasih dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Reaksi obat kusta juga seperti itu, ada cara untuk mengobati reaksi obat kusta, untuk itu saya sarankan terus kontrol ke Puskesmas, dan lanjutkan minum obat sesuai nasehat dokter. trims

      Hapus
  33. salamat siang dokter. saya sudah menderita kusta selama 5 tahun. awalnya saya tidak tau, saya baru tau kalau kulit di sikut saya tebal dan mati rasa. kalau kena benturan terasa sakit. setelah saya periksa ke dokter kulit ternyata saya kena kusta. sudah tiga bulan ini saya menjalani pengobatan. saya mau tanya dok: kenapa lidah saya putih dan terasa tebal. apakah ini pengaruh kusta yang saya derita? mohon penjelasannya dok. terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penyakit kusta memang menyerang saraf, lidah terasa tebal, memang gejala kelainan saraf, namun jika belum mati rasa, masih bisa pulih kembali, untuk itu teruskan minum obat sampai selesai. Trims

      Hapus
  34. Dok sya pnderita kusta,stlah mnum obat bntukkulit mnjdi hitam,gmn cra mghilngkn kulit yg brubh hitam itu dok,mksi,,,,,,dri sdra irman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sdr Irman, efek kulit jadi hitam akibat minum obat kusta, dapat hilang sendiri setelah saudara menyelesaikan dosis obat, artinya setelah tidak minum obat, kehitaman di kulit akan berlangsung hilang, perlu waktu sekitar 6 bulan. trims

      Hapus
  35. Dok saya penderita kusta.sudah menjalani pengobatan 6 bulan. kata dokternya setelah minum obat 6 bulan sudah sembuh.lalu setelah 2 tahun saya tidak pernah kontrol karna saya kira sudah sembuh.sebulan yang lalu timbul merah2 pada hidung saya seperti dulu .saya periksa kembali ke dokter ternyata kambuh lagi.saya sedih bgt.
    Apakah pengobatan saya harus 6 bln lagi apa lebih lama dok.?terima kasi dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika kambuh harus diobati kembali dengan dosis yang berbeda, di Puskesmas namanya obat kategori 2. untuk itu saya sarankan untuk berobat kembali ke Puskesmas, tuntaskan minum obatnya, biar sembuh sempurna. Trims

      Hapus
  36. Saya berobat di RSUD...
    Kalo diselingi minum obat herbal bgmn dok?trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berobat ke RSUD juga boleh, yang saya tahu obat di Puskesmas gratis, sedang obat herbal belum teruji khasiaatnya. Trims

      Hapus
  37. Kalo minum obat kusta dari dokter trus ditambah obat herbal bgmn dok?apakah pengaruh pada obat kusta dari dokter?

    BalasHapus
  38. Assalamu alaikum wr.wb
    Dok ap tanda tanda kusta yg mau sembu

    BalasHapus
  39. Wawrwb. Tanda penyakit mau sembuh, jika bercak di kulit menghilang, dan pada pemeriksaan laboratorium darah, kuman lepra tidak ditemukan (negative). Trims

    BalasHapus
  40. dok saya penderita kusta,,,tipe kusta basah,,saya sudah minum obat selama 12 bulan rutin,,,dan bercak putih pada tubuh ada yg hilang dan ada yg tidak. setelah 3 tahun kemudian,,bercak yg dulu hilang kini muncul lagi,,apa saya harus berobat dari awal lagi, dan mengapa bercak putih pada tubuh saya ada yg tidak hilang dok, saya mohon masukan nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bercak timbul lagi ada kemungkinan kambuh lagi, untuk itu kami sarankan untuk kontrol lagi ke Puskesmas untuk memastikan apakah betul terjadi kekambuhan, jika betul kambuh, maka harus menjalani pengobatan ulang. Trims

      Hapus
    2. saya sudah konsul ke puskesmas nya dok kata a disuruh ke dokter kulit yg merekomendasi pemberian obat 12 bulan pada saat awal2 pengobatan,,,pada saat saya ke dokter kulit tsb saya diminta untuk cek darah, untuk melihat persentase jumlah bakteri yg tersisa,,dan bagaimana bila kusta dinyatakan sembuh dok,,apakah persentase jumlah bakteri nya harus negative, kemudian dok saya sudah berobat 12 bulan, bercak putih pada kulit ada yg belum hilang, dan pada bagian betis mati rasa dok,,apakah penyakit kusta saya belum sembuh. trus dok saat ini spt ada muncul2 nodule pada dahi saya,,seprti bintil2 kecil tidak gatal dan sakit, ciri2 nodule kusta yg timbul diwajah itu bagaimana dok,,,apa mula2 bercak2 putih dan jg disertai mati rasa pada bagian kulit tsb. terima kasih dok.

      Hapus
    3. Kusta dinyatakan sembuh, salah satu syaratnya kuman di darah negative, bercak dan mati rasa memang ada yang tdk pulih kembali, walaupun sudah sembuh, itu yang disebut cacat. Trims

      Hapus
  41. Dok saya penderita kusta dlu dah dinyatakan sembuh sekarang kambuh dan menjalani pengobatan rutin lagi,sekarang dah 2 bulan dan tdi saya priksa diberi obat rifampicin,ofloxacin,neurodex seperti bulan kemaren,,tpi tdi ditambah lameson 16.
    Kegunaan lameson buat ap y dok?terimakasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Obat Lameson ditambahkan untuk pengobatan reaksi kusta (alergi), diminum saja sesuai dosis yang dianjurkan, dan diteruskan sampai semua dosis obat selesai, agar penyakit saudara sembuh total. Trims

      Hapus
  42. Dok,, Apakah bisa menggunakan obat DDS untuk menghilangkan reaksi kusta..?? dan apakah reaksi kusta bisa sembuh total?? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. DDS bukan obat untuk reaksi kusta, namun obat untuk membunuh kuman kusta. Trims

      Hapus
  43. dok bagaimana menangani klu sudah basah kulit penderita leprae doc?

    BalasHapus
  44. dok, saya mau tanya, apakah penderita kusta pb yg sudah menjalni pengobtan 6 bulan dan di nyata kan smbuh masih memiliki kemungkinan kusta nya akan kambuh ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penyakit kusta bisa kambuh, untuk itu diminta kontrol setiap 6 bulan ke Puskesmas untuk memastikan ada kekambuhan atau tidak. Trims

      Hapus