PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Senin, 06 Desember 2010

MASALAH GIZI BURUK DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA

Dr. Suparyanto, M.Kes

MASALAH GIZI BURUK DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA

LATAR BELAKANG
  • Balita yang menderita Gizi buruk dan infeksi akan menyebabkan “tumbuh kembang otak” tidak optimal” dan bersifat permanen (tak terpulihkan), hal tersebut akan menghasilkan generasi yang bermutu rendah dan tentu akan menjadi beban pemerintah dan masyarakat
  • Balita yang mendapat gizi cukup dan sehat akan menghasilkan anak cerdas dan produktif, hal tersebut akan menghasilkan generasi yang bermutu tinggidan tentu akan menjadi aset bagi pemerintah dan masyarakat

HUBUNGAN GIZI KURANG DAN KUALITAS SDM
  • Balita dengan gizi buruk akan mengakibatkan:
  1. Daya tahan rendah
  2. Mudah sakit
  3. Kematian
  • Ketiganya berpengaruh terhadap penurunan umur harapan hidup

  1. Daya tahan rendah
  2. Absensi meningkat
  3. Produktivitas rendah
  4. Pendapatan rendah
  • Keempatnya berpengaruh terhadap pendapatan per kapita

  1. Tumbuh kembang otak tidak optimal
  2. Gangguan kecerdasan & mental
  3. Potensi pendidikan rendah
  • Ketiganya berpengaruh terhadap penurunan tingkat melek huruf

  1. Umur harapan hidup yang rendah
  2. Pendapatan per kapita rendah
  3. Tingkat melek huruf rendah
  • Ketiganya akan menyebabkan rendahnya Indek Pembangunan Manusia (IPM)

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI
  1. Akar masalah: Sosial, Ekonomi, dan Budaya
  2. Pokok masalah: Kesetaraan jender, Pemanfaatan sumberdaya keluarga dan masyarakat, Pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan
  3. Penyebab tidak langsung: Persediaan pangan Rumah Tangga, Pola Asuh Gizi Keluarga (ASI, MPASI, Pemantauan Pertumbuhan, Gizi Seimbang), Sanitasi lingkungan, Air bersih, Yankes
  4. Penyebab langsung: Kecukupan asupan gizi (Jumlah dan keragaman), Penyakit infeksi

ALUR TERJADINYA GIZI BURUK
  1. Kegagalan produksi
  2. Krisis ekonomi
  3. Ketersediaan pangan ndi masyarakat menurun
  4. Pendapatan menurun
  5. Ketersediaan pangan rumaqh tangga menurun
  6. Daya beli menurun
  7. Asupan zat gizi kurang
  8. Infeksi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar