PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Sabtu, 04 Desember 2010

PROMOSI KESEHATAN IBU MENYUSUI (BUTEKI)

Dr. Suparyanto, M.Kes

PROMOSI KESEHATAN IBU MENYUSUI (BUTEKI)

PENGERTIAN MENYUSUI
  • Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayiatau anak kecil dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu. Bayi menggunakan refleks menghisap untuk mendapatkan dan menelan susu.Bukti eksperimental menyimpulkan bahwa air susu ibu adalah gizi terbaik untuk bayi. Seorang bayi dapat disusui oleh ibunya sendiri atau oleh wanita lain. ASI juga dapat diperah dan diberikan melalui alat menyusui lain seperti botol susu, cangkir, sendok, atau pipet. Pemerintah dan organisasi internasional sepakat untuk mempromosikan menyusui sebagai metode terbaik untuk pemberian gizi bayi setidaknya tahun pertama dan bahkan lebih lama lagi, antara lain WHO, American Academy of Pediatrics, dan Departemen Kesehatan.

ASI EKSKLUSIF
  • ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja sejak bayi di lahirkan sampai usia 6 bulan.Air susu ibu (ASI) sangat baik untuk kesehatan bayi, apalagi ASI juga mengandung antibiotik yang bisa melindungi si kecil dari berbagai penyakit selama antibodinya berkembang. Itulan mengapa pemberian ASI disarankan pada 6 bulan awal masa kelahiran (ASI eksklusif).

POSISI YANG BENAR DALAM PEMBERIAN ASI
a.Melekat dengan benar :
  • Dagu menempel pada payudara ibu
  • Bibir bawah terbuka keluar
  • Mulut terbuka lebar
  • Bagian atas areola mamae lebih banyak berada dalam mulut bayi

b.Posisi tubuh
  • Perut bayi menghadap badan ibu
  • Telinga, bahu, tangan berada dalam satu garis lurus
  • Bayi di dekatkan dengan ibu
  • Ibu menyangga seluruh badan bayi

BEBERAPA CONTOH POSISI MENYUSUI
  • Bagaimana posisi menyusui yang benar. Tentunya, posisi menyusui sangat menentukan bagi kenyamanan bayi dan ibu sendiri. Apakah harus selalu menyusui dalam posisi berbaring? Tidak. Kita harus membiasakan bayi bisa menyusu dalam keadaan apapun. Baik kita tidur di rumah, berdiri, duduk, atau bahkan saat kita sedang berada di atas kendaraan.

1.The cradle.
  • Posisi ini sangat baik untuk bayi yang baru lahir. Bagaimana caranya? Pastikan punggung Anda benar-benar mendukung untuk posisi ini. Jaga bayi di perut Anda, sampai kulitnya dan kulit Anda saling bersentuhan. Biarkan tubuhnya menghadap ke arah Anda, dan letakkan kepalanya pada siku Anda.

2.The cross cradle hold.
  • Satu lengan mendukung tubuh bayi dan yang lain mendukung kepala, mirip dengan posisi dudukan tetapi Anda akan memiliki kontrol lebih besar atas kepala bayi. Posisi menyusui ini bagus untuk bayi prematur atau ibu dengan puting payudara kecil.

3.The football hold.
  • Caranya, pegang bayi di samping Anda dengan kaki di belakang Anda dan bayi terselip di bawah lengan Anda, seolah-olah Anda sedang memegang bola kaki. Ini adalah posisi terbaik untuk ibu yang melahirkan dengan operasi caesar atau untuk ibu-ibu dengan payudara besar. Tapi, Anda butuh bantal untuk menopang bayi.

4.Saddle hold.
  • Ini merupakan cara yang menyenangkan untuk menyusui dalam posisi duduk. Ini juga bekerja dengan baik jika bayi Anda memiliki pilek atau sakit telinga. Caranya, bayi Anda duduk tegak dengan kaki mengangkangi Anda sendiri.

5.The lying position.
  • Menyusui dengan berbaring akan memberi Anda lebih banyak kesempatan untuk bersantai dan juga untuk tidur lebih banyak pada malam hari. Anda bisa tidur saat bayi menyusu. Dukung punggung dan kepala bayi dengan bantal. Pastikan bahwa perut bayi menyentuh Anda.

KEUNGGULAN DAN MANFAAT MENYUSUI
  • Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek penundaan kehamilan.
1.Aspek Gizi.
Manfaat Kolostrum :
  • Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare.
  • Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.
  • Kolostrum mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.
  • Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.

Komposisi ASI :
  • ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.
  • ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak.
  • Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.
  • Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI :
  • Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.
  • Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).

2.Aspek Imunologik
  • ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.
  • Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
  • Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan.
  • Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.
  • Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu.
  • Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.

3.Aspek Psikologis
  • Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih saying terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.
  • Interaksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.
  • Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.

4.Aspek Kecerdasan
  • Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi.
  • Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

5.Aspek Neurologis
  • Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.

6.Aspek Ekonomis
  • Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.

7.Aspek Penundaan Kehamilan
  • Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).

BERBAGAI MASALAH DALAM MENYUSUI
1.Payudara bengkak
  • Payudara bengkak biasanya terjadi 2 atau 3 hari pasca persalinan.Benakaa pada payudara ini di sebabkan oleh penggumpalan air susu dalam kelenjar susu di payudara yang lama kelamaan dapat menyebabkan tersumbatnya kelenjar susu sehingga pengeluaran volume ASI berkurang.Desaka ASI yang tak lancer menimbulkan rasa nyeri pada payudara ibu
  • Penggumpalan air susu bias terjadi karena bayi enggan menyusui pada I bu nya kemungkinan karna derasnya aliran air susu yang keluar sehingga bayi tak nyaman saat menyusui.Produksi Air susu yang melimpah tanpa di susukan atau di pompa lambat laun akan menyebabkan penggumpalan yang pada akhirnya menyumbat kelenjar susu
  • Jika ibu mengalami bengkak pada panyudara,atasilah dengan memijat daerah payudara yang sakit sehari 2 kali kearah puting susu.Gunakan baby oil atau minyak kelapa murni untuk melemaskan dan membuat daerah sekitar payudara tidak kaku.

2.Payudara meradang
  • Gangguan ini bias di sebut sebagai mastitis.radang ini akan terjadi karena ibu tidak menyusui atau puting payudara nya lecet karena mernyusui.kondisi ini bias terjadi pada 1 atau kedua payudara sekaligus.umumnya radang terjadi 2-6 minggu pasca persalinan akibat adanya infeksi bakteri serta pemakaian BH yang terlalu ketat.
  • Untuk mencegah mastitis,ibu harus menyusui bayi segera dab sesering mungkin,bila payudara terasa penuh,segera keluarkan dengan cara menyusui langsung pada bayi
  • Pengobatan yang tepat adalah dengan pemberian anti biotic yang baik dan aman untuk ibu menyusui.

3.Puting datar atau tenggelam
  • Kalainan ini terjadi karna pelekatan mengakibatkan saluran lebih pendek dan menarik puting susu kedalam.tarik puting susu keluar dengan jari tangan,tahan selama beberapa waktu.lakukan ini selama 2 hari sekali.

4.Puting lecet
  • Puting lecet ini tidak tepatnya posisi mulut bayi saat menyusui.umumnya terjadi pada hari pertama menyusui.bila tidak terlalu nyeri ,teruskan menyusui si kecil agar nyeri berkurang oleskan sedikit ASI pada puting susu dan sekitarnya atau kompres payudara dengan Air hangat sebelum menyusui.

5.Gangguan volume ASI
  • Menyusui melibatkan proses menghasilkan dan mengeluarkan ASI. Biarkan pemberian ASI lancar, kedua proses itu harus berjalan dengan seimbang. Jika tidak terjadi keseimbangan maka proses menyusuipun tidak akan berjalan lancar.

6.Bingung puting
  • Adalah masalah menyusui yang timbul karena bayi yang masih terlalu kecil mengalami kebingungan antara meghisap puting dengan botol susu. Solusinya ibu harus memulai membiasakan bayi diberi ASI perah dengan sendok, bukan botol susu. Berikan dengan cara menyuapinya dengan sendok agar bayi tidak binggung puting.

SEPULUH LANGKAH MENUJU KEBERHASILAN MENYUSUI
  1. Sarana pelayanan kesehatan mempunyai kebijakan tentang penerapan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui dan melarang promosi PASI
  2. Sarana pelayanan kesehatan melakukan pelatihan untuk staf sendiri atau lainnya
  3. Menyiapkan ibu hamil untuk mengetahui manfaat ASI dan langkah keberhasilan menyusui. Memberikan konseling apabila ibu penderita infeksi HIV positif
  4. Melakukan kontak dan menyusui dini bayi baru lahir (1/2 - 1 jam setelah lahir)
  5. Membantu ibu melakukan teknik menyusui yang benar (posisi peletakan tubuh bayi dan pelekatan mulut bayi pada payudara)
  6. Hanya memberikan ASI saja tanpa minuman pralaktal sejak bayi lahir
  7. Melaksanakan rawat gabung ibu dan bayi
  8. Melaksanakan pemberian ASI sesering dan semau bayi
  9. Tidak memberikan dot/ kempeng
  10. Menindak lanjuti ibu-bayi setelah pulang dari sarana pelayanan kesehatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar