PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Kamis, 07 Juli 2011

FIBROADENOMA

Dr. Suparyanto, M.Kes

FIBROADENOMA

DEFINISI FIBROADENOMA
  • Menurut Sarwono (2005:485) penyakit fibroadenoma adalah penyakit wanita muda dengan frekuensi yang paling tinggi pada wanita yang berumur 20 – 25 tahun. Sedangkan menurut Hacker (2001:487) fibroadenoma terdiri atas jaringan ikat fibrosa dan kelenjar, fibroadenoma ini adalah tumor benigna yang paling lazim ditemukan pada payudara wanita.

GAMBARAN KLINIS
  • Secara klinik tumor ini memiliki batas yang jelas, dapat timbul soliter atau multipel, mudah digerakkan, berbentuk licin atau lobulated, sama sekali bebas dari jaringan payudara sekitarnya, dan tidak berubah-ubah besarnya dengan siklus haid. Puting susu tidak memperlihatkan ada perubahan dan sama sekali tidak nyeri spontan atau nyeri tekan.
  • Fibroadenoma biasanya berdiameter 1 – 5 cm dan biasanya di buang bila diameternya mencapai 2 sampai 4 cm, meskipun kadang-kadang terjadi bentuk raksasa sampai berdiameter 15 cm (Hacker, 2001:487). Tampilan pada wanita muda biasanya terdapat massa yang teraba sedangkan pada wanita yang lebih tua ditemukan kepadatan mamografis (lihat gambar A) atau klasifikasi mamografis. Pertumbuhan tumor dirangsang oleh kehamilan, dan regresi terjadi pasca menopause (seringkali dengan klasifikasi) (Kumar dkk, 2007:231).

ETIOLOGI
  • Menurut Wilson dalam buku Christoper-Davis yang dikutip Sarwono (2005:485), ada hubungan antara kadar hormon wanita dalam darah dan penyakit ini, karena dapat timbul pada binatang percobaan dengan pemberian hormon estrogen. Sedangkan menurut Kumar dkk (2007:231) beberapa fibroadenoma mungkin disebabkan hiperplasia fokal dari stroma lobular. Sebagai contoh, hampir separuh wanita yang menerima cyclosporin A setelah transplantasi ginjal mengidap fibroadenoma.

DIAGNOSA
  • Pada awalnya penegakan diagnosa tehadap fibroadenoma mammae ini adalah dilakukan pemeriksaan fisik, kemudian akan dilakukan mammogram (x-ray pada mammae) atau ultrasound pada mammae apabila diperlukan, yang paling pasti dan tepat dalam diagnosa terhadap fibroadenoma mammae ini adalah penggunaan sample biopsy.
  • Pada pemeriksaan fisik dokter akan memeriksa benjolan yang ada dengan palpasi pada daerah tersebut, dari palpasi itu dapat diketahui apakah mobil atau tidak, kenyal atau keras, dll. Mamografi digunakan untuk membantu diagnosis, mamografi sangat berguna untuk mendiagnosis wanita dengan usia tua sekitar 60 atau 70 tahun, sedangkan pada wanita usia muda tidak digunakan mamografi, sebagai gantinya digunakan ultrasound, hal ini karena fibroadenoma pada wanita muda tebal, sehingga tidak terlihat dengan baik bila menggunakan mamografi (Syarif Alhadrami, 2007).

TERAPI
  • Tumor ini membutuhkan eksisi pembedahan dengan anestesi lokal untuk diagnosis yang pasti dan pengobatan (Hacker, 2001:487).

DETEKSI DINI
  • Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), sangat penting di anjurkan kepada masyarakat karena hampir 86% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri (Saryono &; Pramitasari, 2009:20). Menurut Benson &; Pernoll (2009:474) wanita yang melakukan SADARI sesuai anjuran akan menemukan penyakit payudara lebih dini.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek . Jakarta: PT. Rineka Cipta
  2. Azwar, Syaifuddin. 2002. Sikap Manusia Teori pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  3. Azwar, Syaifuddin. 2007. Sikap Manusia Teori pelaksanaannya. Yogyakarta:Pustaka Pelajar
  4. Azwar, Syaifuddin . 2007. Metode Penelitian. Yogyakarta:Pustaka Pelajar
  5. Benson, Ralp C & Martin L.Pernol. 2009. Buku Saku Obstetri & Ginekologi.Edisi 9. Jakarta : EGC
  6. Budiarto, Eko. 2002. Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC
  7. Chyntia, Erlyn. 2009. Akhirnya Aku Sembuh Dari Kanker Payudara . Yogyakarta: Maximus
  8. Dixon, J.Michael & Robert C.F. Leonard.2002. Bimbingan Dokter pada Kelainan Payudara . Jakarta: Dian Rakyat
  9. Fakultas Ilmu Kesehatan UNIPDU. 2008. Rencana Strategi. Jombang
  10. Hacker, Neville F. & J. George Moore. 2001. Esensial Obstetri dan Ginekologi. Edisi 2. Jakarta: Hipokrates
  11. Hidayat, A.Aziz alimul. 2007. Metode Penelitian Kebidanan Dan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika
  12. Kumar, Vinay et al. 2007. Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease. 7th edition. Saunders
  13. Kusmarjadi, Didi . 2008 . FAM. http://www.drdidispog.com/2008/09/fam-fibroadenoma-mammae.html (diakses tanggal 25 Februari 2011)
  14. Notoatmodjo, Soekidjo. 2003.Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta
  15. Notoatmodjo, Soekidjo, 2007. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta
  16. Nursalam. 2008. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pedoman Skripsi, Tesis, Dan Instrument Penelitian Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika
  17. Riduan, Dr., M.B.A. 2010. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta
  18. Romauli, Suryati & Anna Vida V.2009. Kesehatan Reproduksi buat Mahasiswi Kebidanan. Yogyakarta: Mulia Medika
  19. Sallika. 2010. Serba-Serbi Kesehatan Perempuan. Jakarta: Bukune
  20. Sarwono, Sarlito W. 2011. Psikologi Remaja .Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
  21. Sarwono, Prawirohardjo. 2005. Ilmu Kandungan. Edisi Kedua. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
  22. Saryono & Roischa Dyah Pramitasari. 2009. Perawatan Payudara. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press
  23. Syarif Alhadrami. 2007. http://www. ilc@insancendekia.org (diakses tanggal 25 Februari 2011)
  24. Sugiono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta
  25. BSE .2008. Pemeriksaan Payudara. http://www.Ihea.Info/pemeriksaan payudara (diakses tanggal 3 Maret 2011)

8 komentar:

  1. Dr. ijin copy ya,buat tugas ospek

    BalasHapus
  2. Silahkan copy...sdr div....semoga manfaat

    BalasHapus
  3. dokter, mau tanya, apa dokter punya data statistik tentang kejadian FAM di Indonesia? :)

    BalasHapus
  4. dok, ijin copy ya, buat tugas kampus

    BalasHapus
  5. mau tanya ni dok, apa dengan terapi tertentu, FAM bisa mengecil atau bahkan hilang?? apakah ada cara lain selain pembedahan??

    BalasHapus
  6. ᵗʰᵃᶰᵏᵧₒᵤ dok, atas blog.nya bermanfaat buat tugas kebidanan saya :)

    BalasHapus
  7. Dok adik sya skit sperti itu....kira berbhaya ga.?dan tndak lnjutny gmn?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fibroadenoma termasuk jenis tumor jinak, tetapi dalam perkembangannya dapat menjadi ganas, untuk itu saya sarankan diambil saja dengan cara operasi. Trims

      Hapus