PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Kamis, 07 Juli 2011

KONSEP PERSEPSI

Dr. Suparyanto, M.Kes

KONSEP PERSEPSI

PENGERTIAN PERSEPSI
  • Menurut Leavie persepsi(perception)dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau penglihatan, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu(Sobur, 2009 ).
  • Dalam bahasa Inggris, persepsi adalah perception,yaitu cara pandang tehadap sesuatu atau mengutarakan pemahaman hasil olahan daya pikir, artinya persepsi berkaitan dengan faktor-faktor eksternalyang direspons melalui pancaindra, daya ingat, daya jiwa (Marliani, 2010).
  • Menurut Atkinson, persepsi adalah proses saat kita mengorganisasikan dan menafsirkan stimulus dalam lingkungan (Sobur,2009 ).
  • Persepsi adalah persepsi sebagai proses seseorang menjadi sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indra-indra yang dimilikinya (Yusuf, 2007)
  • Persepsi atau tanggapan adalah proses mental yang terjadi pada diri manusia yang akan menunjukkan bagaimana kita melihat, mendengar, merasakan, memberi, serta meraba (Kerja indra) disekitar kita (Widayatun, 2009)
  • Persepsi merupakan proses akhir dari pengamatan yang diawali oleh penginderaan, yaitu proses diterimanya stimulus oleh alat indera, kemudian individu ada perhatian dan diteruskan ke otak, selanjutnya individu menyadari tentang adanya sesuatu. ,elalui persepsi individu menyadari dan dapat mengerti tentang keadaan lingkungan yang ada disekitarnya maupun tentang hal-hal yang ada dalam diri individu yang bersangkutan (Sunaryo, 2004).

MACAM-MACAM PERSEPSI
  1. External perception, yaitu persepsi yang terjadi karena adanya rangsangan yang datang dari luar diri individu.
  2. Self-perception,yaitu persepsi yang terjadi karena adanya rangsang yang berasal dari dalam individu. Dalam hal ini yang menjadi objek adalah dirinya sendiri ( Sunaryo, 2004 ).

CIRI-CIRI PERSEPSI
  1. Proses pengorganisasian berbagai pengalaman.
  2. Proses menghubung-hubungkan antara pengalaman masa lalu dengan yang baru.
  3. Proses pemilihan informasi.
  4. Proses teorisasi dan rasionalisasi.
  5. Proses penafsiran atau pemaknaan pesan verbal dan nonverbal.
  6. Proses interaksi dan komunikasi berbagai pengalaman internal dan eksternal.
  7. Melakukan penyimpulan atau keputusan-keputusan, pengertian-pengertian dan yang membentuk wujud persepsi individu. (Marliani, 2010)

PROSES PERSEPSI
  • Persepsi merupakan bagaian dari keseluruhan proses yang menghasilkan tanggapan setelah rangsangan diterapakan kepada manusia. Persepsi dan kognisi diperlukan dalam semua kegiatan kehidupan (Sobur, 2009).
  • Rasa dan nalar bukan merupakan bagaian yang perlu dari situasi rangsangan tanggapan, sekalipun kebanyakan tanggapan individu yang sadar dan bebas terhadap satu rangsangan atau terhadap satu bidang rangsangan sampai tingkat tertentu dianggap dipengaruhi oleh akal atau emosi atau kedua-duanya (Sobur, 2009).
  • Dalam proses persepsi terdapat 3 komponen utama yaitu :
  1. Seleksi adalah proses penyaringan oleh indera terhadap rangsangan dari luar, intensitas dan jenisnya dapat banyak atau sedikit.
  2. Interpretasi ( penafsiran ), yaitu proses mengorganisasikan informasi sehingga mempunyai arti bagi seseorang. Interpretasi dipengaruhi oleh berbagai factor seperti pengalaman masa lalu, system nilai yang dianut, motivasi, kepribadian, dan kecerdasan. Interpretasi juga bergantung pada kemampuan seseorang untuk mengadakan pengkategorian informasi yang di terimanya, yaitu proses mereduksi informasi yang komplek menjadi sederhana.
  3. Interpretasi dan persepsi kemudian deterjemahkan dalam bentuk tingkah laku sebagai reaksi yaitu bertindak sehubungan dengan apa yang telah di serap yang terdiri dari reaksi tersembunyi sebagai pendapat/sikap dan reaksi terbuka sebagai tindakan yang nyata sehubungan dengan tindakan yang tersembunyi ( pembentukan kesan ) ( Sobur, 2009 ).

PROSES MENYELEKSI RANGSANGAN
  • Setelah diterima, rangsangan atau data diseleksi. Dua faktor menentukan seleksi rangsangan itu, yaitu faktor intern dan faktor ekstern (Sobur, 2009).
1). Faktor internal

a). Kebutuhan psikologis
  • Kebutuhan psikologis seseorang mempengaruhi persepsinya.
b). Latar belakang
  • Latar belakang mempengaruhi hal-hal yang dipilih dalam persepsinya.
c). Pengalaman
  • Pengalaman mempersiapkan seseorang untuk mencari orang-orang, hal-hal, dan gejala yang mungkin serupa dengan pengalaman pribadinya.
d). Kepribadian
  • Kepribadian mempengaruhi persepsi, seseorang yang intovert mungkin akan tertarik kepada orang-orang yang sama sekali berbeda.
e). Sikap dan kepercayaan umum
  • Sikap dan kepercayaan umum juga mempengaruhi persepsi.
f). Penerimaan diri
  • Penerimaan diri merupakan sifat penting yang mempengaruhi persepsi. Beberapa telah menunjukkan bahwa mereka yang lebih ikhlas menerima kenyataan diri akan lebih tepat menyerap sesuatu daripada mereka yang kurang ikhlas menerima realitas dirinya.

2). Faktor eksternal
  • Beberapa faktor yang dianggap penting pengaruhnya terhadap seleksi rangsangan ialah:
a). Intesitas
  • Pada umumnya rangsangan yang lebih intensif mendapatkan lebih banyak tanggapan daripada rangsangan yang kurang intens.
b). Ukuran
  • Pada umumnya benda-benda yang lebih besar lebih menarik perhatiannya.
c). Kontras
  • Hal lain yang biasa kita lihat akan cepat menarik perhatian.
d). Gerakan
  • Hal-hal yang bergerak lebih menarik perhatian dari pada hal-hal yang diam.
e). Ulangan
  • Hal-hal yang berulang dapat menarik perhatian. Ulangan mempunyai nilai yang menarik perhatian selama digunakan dengan hati-hati.
f). Keakraban
  • Hal-hal yang akrab atau dikenal lebih menarik perhatian. Hal ini terutama jika hal tertentu tidak diharapkan dalam rangka tertentu.
g). Sesuatu yang baru bertentangan dengan faktor keakraban, akan tetapi hal-hal baru juga menarik perhatian 
     Faktor ini. Jika orang sudah biasa dengan kerangka yang sudah dikenal, sesuatu yang baru menarik 
     perhatian.


FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI

1). Faktor fungsional
  • Faktor fungsional dihasilkan dari kebutuhan, kegembiraan(suasana hati), pelayanan, dan pengalaman masa lalu seorang individu.
2). Faktor struktural
  • Faktor struktural berarti faktor yang timbul atau dihasilkan dari bentuk stimuli dan efek-efek netral yang ditimbulkan dari sistem saraf individu.
3). Faktor situasional
  • Faktor ini banyak berkaitan dengan bahasa nonverbal. Petunjuk proksemik, petunjuk kinesik, petunjuk wajah, dan petunjuk paralinguistik.
4). Faktor personal
  • Faktor personal terdiri atas pengalaman, motivasi, dan kepribadian. (Sobur, 2009)

PENGUKURAN PERSEPSI
  • Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena social ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. (Sugiono, 2009 )
  • Menurut Azwar (2010), pengukuran persepsi dapat dilakukan dengan menggunakan Skala Likert, dengan kategori sebagai berikut:
  • Pernyataan Positif/ Pernyataan Negatif
  1. Sangat Setuju: SS
  2. Setuju: S
  3. Ragu-ragu: R
  4. Tidak Setuju:TS
  5. Sangat Tidak Setuju:STS

  • Kriteria pengukuran persepsi yakni :
  1. Persepsi positif jika nilai T skor yang diperoleh responden dari kuesioner > T mean.
  2. Persepsi negatif jika nilai T skor yang diperoleh responden dari kuesioner < T mean.
  • Ada sejumlah kesalahan persepsi yang sering terjadi dalam mempersepsikan suatu stimulus/objek tertentu.
  • Kesalahan persepsi tersebut antara lain :
a). Stereotyping
  • Adalah mengkategorikan atau menilai seseorang hany atas dasar satu atau beberapa sifat dari kelompoknya. Stereotip seringkali didasarkan atas jenis kelamin, keturunan, umur, agama, kebangsaan, kedudukan atau jabatan.
b). Hallo effect
  • Adalah kecenderungan menilai seseorang hanya atas dasar salah satu sifatnya. Misalnya anak yang lincah/banyak bermain dianggap lebih mudah terkena penyakit daripada anak yang lebih banyak diam atau santai. Padahal tidak ada hubungannya antara kelincahan dengan suatu penyakit.
c). Projection
  • Merupakan kecenderungan seseorang untuk menilai orang lain atas dasar perasaan atau sifatnya. Oleh karenanya projection berfungsi sebagai suatu mekanisme pertahanan dari konsep diri seseorang sehingga lebih mampu menghadapi yang dilihatnya tidak wajar ( Azzahy, 2008 ).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Azzahy, GH. (2008). Tentang Persepsi. From http://Syakira-blog.Blogspot.com.
  2. Azwar, Saifudin. 2010. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta Pustaka Pelajar
  3. Budi. 2010. Catatan Kuliah Keperawatan Komunitas. Yogyakarta:Huha Medika.
  4. Choirunisa. 2009. Panduan Terpenting Merawat Bayi dan Balita. Yogyakarta : Moncer Publisher
  5. Dinkes Jatim. 2007. Buku Pegangan Kader Posyandu. Dinas Kesehatan Jawa Timur.
  6. Depkes RI.2006.Fungsi pemerintah dalam kegiatan posyandu. http://digilib.unimus.ac.id
  7. Dinkoinfo Jatim, 2009. Angka Kematian Ibu Dan Bayi Di Jatim Menurun . Http://Www.Jatimprov.Go.Id
  8. Effendy. 2004. Dasar-dasar Kepewatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta. EGC
  9. Fatmawati, Yeni. 2010. Angka Kematian Bayi di Indonesia Masih Tinggi
  10. Sobur Alex. (2009). Psikologi Umum. CV Pustaka Setia : Bandung.
  11. Ismawati. 2010. Posyandu dan Desa Siaga Panduan Untuk Bidan dan Kader. Yogyakarta. Nuha Medika.
  12. Notoatmodjo. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta Rineka Cipta
  13. Notoatmodjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta. Rineka Cipta
  14. Sugiyono. 2006. Statistika Untuk Penelitian. Bandung :Alfabeta.
  15. Soetjiningsih. 2001. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC
  16. Supartini Y.2004. Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta : EGC
  17. Wikipedia. 2009. Ciri Khas Perkembangan Balita. Http://id.wikipedia.org/wiki/ Balita


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar