PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Selasa, 04 Juni 2013

SEKILAS TENTANG PENYAKIT PANU (TINEA VERSICOLOR)

Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG PENYAKIT PANU (TINEA VERSICOLOR)

BAB I PENDAHULUAN

1.1       Latar belakang
Panu yang dalam bahasa kedokteran disebut dengan Tinea Versicolor merupakan jenis penyakit kulit yang ditandai dengan bercak putih dan gatal jika terkena keringat. Penyakit ini mudah sekali menular, baik secara langsung melalui sentuhan kulit penderita yang terkena panu atau melalui barang-barang yang dipakai oleh penderita.
Panu atau tinea versicolor disebabkan oleh infeksi jamur Malazessia furfur yang berkembang biak secara aktif di permukaan kulit. Daerah yang sering diserang jamur ini, yaitu punggung, leher, tengkuk, dan dada. Penyakit ini terutama menyerang orang yang banyak mengeluarkan keringat dan kurang menjaga kebersihan kulit.

1.2       Tujuan masalah
1)    Untuk mengetahui pengertian panu
2)    Untuk mengetahui penularan pada panu
3)    Untuk mengetahui cara penanganan / pengobatan panu


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 faktor agent
Penyebab dari penyakit panu ini adalah fungi Malassezia furfur. Panu dapat berwarna kehitaman (hyperpigmented), tetapi dapat juga berwarna pucat (hypopigmented). Dalam dunia medis penyakit panu biasa disebut dengan Ptyriasis Versicolor, penyakit ini biasanya kumat-kumatan dan jarang menimbulkan keluhan. Penyebab dari penyakit ini biasanya adalah orang yang melakukan banyak aktivitas dan mengeluarkan keringat yang banyak. Entah itu anak kecil orang muda maupun orang dewasa.
 
2.2 faktor host
Penyakit ini biasanya menderita diderita oleh orang yang kurang menjaga kebersihan kulitnya. Infeksi permukaan pada kulit ini disebut penyakit panu, ini banyak terjadi di Indonesia dan daerah tropic lain.

2.3 faktor environment
Dermatomikosis didaerah tropic yang banyak ditemukan adalah penyakit panu, terutama pada orang yang banyak berkeringat dan jarang mandi.

2.4 port of entry and exit
Daerah yang sering diserang jamur ini, yaitu punggung, leher, tengkuk, dan dada. Penyakit ini terutama menyerang orang yang banyak mengeluarkan keringat dan kurang menjaga kebersihan kulit. Penyakit ini mudah sekali menular, baik secara langsung melalui sentuhan kulit penderita yang terkena panu atau melalui barang-barang yang dipakai oleh penderita, bergantian sabun dan handuk.

2.5 pencegahan transmisi
1)    Selalu menjaga kebersihan kulit
2)    Mandi 2 kali sehari
3)    Gunakan pakaian yang mudah menyerap keringat
4)    Jangan gunakan pakaian, handuk atau saputangan yang dipakai penderita

BAB III PEMBAHASAN

3.1       PENCEGAHAN
1)    Mengonsumsi buah yang mengandung antioksidan sehingga bisa menimbulkan system kekebalan tubuh. Semakin tinggi system imun di dalam tubuh  maka semakin cepat proses penyembuhan penyakit panu.
2)    Mengonsumsi sayuran setiap hari. Karena sayur juga mampu meningkatkan system kekebalan tubuh namun jika dikonsumsi secara teratur.
3)    Madu berkjasiat melancarkan peredaran darah. Apapun bentuk madu tersebut, madu asli atau madu yang sudah diproses, bahan makanan ini bisa memberikan efek positif dan efek yang baik pada pengobatan penyakit kulit panu.
4)    Cengkeh mempunyai kemampuan alami untuk melawan infeksi jamur. Anda bisa memakainya untuk pengobatan luar maupun pengobatan dalam. Mengunyah cengkeh secara rutin dapat membantu mencegah infeksi jamur yang menempel pada tubuh.
5)    Jaga kesehatan anggota tubuh
6)    Biasakan tidak memakai peralatan mandi bergantian, seperti handuk
7)    Setelah habis setiap olah raga ada baiknya langsung mandi yangg bersih menggunakan sabun anti-septik
8)    Selalu mengkonsumsi vitamin C

3.2       PEMBERANTASAN
Bahan alami lain yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit panu adalah lengkuas, sambiloto, kunyit, asam jawa, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan bawang putih untuk mengatasi panu, berikut ini cara menggunakannya.
1)    Sediakan bawang putih yang cukup besar, lalu potonglah bawang putih tersebut menjadi dua bagian.
2)    Selanjutnya silahkan gosokan belahan bawang putih tersebut ke kulit yang ada panunya.
3)    Gosok agak keras sampai kulit agak mengelupas. Jika berhasil akan kering dan si panu pun akan menghilang.
4)    Lakukan secara teratur dua kali sehari.

3.3       PENGOBATAN
Pengobatan penyakit panu alami dapat dilakukan dengan rimpang lengkuas 1 jari, bawang putih 1 umbi, dan jeruk nipis 1 buah.      
Cara pembuatannya adalah lengkuas dan bawang putih ditumbuk halus dan dicampur air jeruk nipis. Cara pemakaiannya adalah dengan mengoleskan ramuan ke bagian kulit yang terkena panu secara teratur.
           
Pengobatan penyakit panu alami yang lain adalah dengan lengkuas. Lengkuas dapat mengobati perut kembung dan sebah. Lengkuas juga dapat mengobati panu, kurap, eksim, bercak-berak kulit, dan tahi lalat (sproeten). Lengkuas adalah obat ampuh untuk meredakan demam, pembengkakan limpa, pemulihan rahim pasca bersalin, radang telinga, bronkitis, dan diare. Lengkuas juga dapat dimanfaatkan sebagia pembunuh jamur kulit, obat masuk angin, gig ngilu, dan obat kuat.      

Cara mengobati panu alami dengan lengkuas adalah dengan ambilah 1/8 rimpang lengkuas, giling halus, lalu tambahkan minyak kelapa dan oleskan pada kulit yang terserang panu.

BAB IV PENUTUP

A.        KESIMPULAN
Panu secara kasat mata akan tampak berupa bercak berwarna, bervariasi dari putih sampai cokelat kehitaman, dengan batas yang tergolong cukup bila dibandingkan dengan kulit disekitarnya. Bila dikerok akan tampak serpihan-serpihan keputihan diatas kulit yang menderita panu. Penyakit ini biasanya menderita diderita oleh orang yang kurang menjaga kebersihan kulitnya

B.        SARAN
1)    Disarankan kepada semua pihak yang membaca makalah ini, agar dapat hendaknya makalah ini dijadikan landasan pengetahuan dalam pelaksanaan perawatan kulit.
2)    Penulis berharap semoga para pembaca dan penulis khususnya, dapat menambah pengetahuan yang lebih mendalam dan sangat berarti.

DAFTAR PUSTAKA

1.    Judanarso, Jubianto. 2002. Ulkus Mole. Dalam: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin edisi ketiga hal. 396-400. FK UI, Jakarta.
2.    http://dranak.blogspot.com/2007/03/penyakit-panu.
3.    http://anazhiljpla.blogspot.com/2009/06/mengenal-panu-atau-pitiriasis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar