PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Minggu, 12 Desember 2010

KELUARGA BERENCANA (KB) DAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK

Dr. Suparyanto, M.Kes

KELUARGA BERENCANA (KB) DAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK

PENGERTIAN KELUARGA BERENCANA
  • Keluarga berencana adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 2004:472).
  • Menurut WHO (World Health Organization) / Expert Committee 1970 adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk:
  1. Mendapatkan objektif tertentu.
  2. Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan.
  3. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan.
  4. Mengatur interval diantara kehamilan.
  5. Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri.(Hartanto, 2003:14)

PENGERTIAN KONTRASEPSI
  • Kontrasepsi adalah alat untuk mencegah kehamilan setelah hubungan intim. Cara kontrasepsi sifatnya tidak permanen, dan memungkinkan pasangan untuk mendapatkan kembali anak apabila diinginkan (Suzilawati, 2009).
  • Menurut Wiknjosastro (2006:534) kontrasepsi adalah usaha untuk mencegah kehamilan.

CARA KERJA KONTRASEPSI
  • Pada umumnya cara kerja kontrasepsi adalah sebagai berikut:
  1. Mengusahakan agar tidak terjadi konsepsi.
  2. Melumpuhkan sperma.
  3. Menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma.

PEMBAGIAN CARA KONTRASEPSI

  • Menurut BKKBN (2004:149) pada umumnya cara atau metode kontrasepsi dapat dibagi menjadi:
1 Metode sederhana.
  • Tanpa alat atau obat: senggama terputus, pantang berkala.
  • Dengan alat atau obat: kondom, diafragma atau kap, kream, jelli dan cairan berbusa, tablet berbusa (vaginal tablet), intravagina tissue.

2 Metode kontrasepsi efektif.
  • Pil.
  • AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim).
  • Suntikan.
  • Implant (Alat Kontrasepsi Bawah Kulit).

3 Metode mantap dengan cara operasi (Kontrasepsi Mantap).
  • Pada wanita, misalnya: metode operasi wanita (MOW) atau tubektomi.
  • Pada pria: metode operasi pria (MOP)/vasektomi.

KELUARGA BERENCANA SUNTIK
Pengertian keluarga berencana suntik (KB Suntik)
  • Keluarga berencana suntik merupakan metode kontrasepsi yang diberikan melalui suntikan. Metode suntikan telah menjadi bagian gerakan keluarga berencana nasional serta peminatnya makin bertambah. Tingginya peminat suntikan oleh karena aman, sederhana, efektif, tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pasca persalinan (Manuaba, 2002:444).
  • Keluarga berencana suntik merupakan metode kontrasepsi efektif yaitu metode yang dalam penggunaannya mempunyai efektifitas atau tingkat kelangsungan pemakaian relatif lebih tinggi serta angka kegagalan relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan alat kontrasepsi sederhana (BKKBN, 2002:166).

JENIS KONTRASEPSI SUNTIK
  • Menurut Hartanto (2003:142) dua kontrasepsi suntikan berdaya kerja lama yang sekarang banyak dipakai adalah:
1. Keluarga berencana suntik tribulanan
  • Keluarga berencana suntik merupakan metode kontrasepsi yang diberikan melalui suntikan. Metode suntikan telah menjadi bagian gerakan keluarga berencana nasional serta peminatnya makin bertambah. Tingginya peminat suntikan oleh karena aman, sederhana, efektif, tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pasca persalinan (Manuaba, 2002:444).
  • Yang termasuk dalam metode suntikan tribulanan yaitu depoprovera yang merupakan 6-alfa-medroxyprogesterone yang digunakan untuk tujuan kontrasepsi parenteral, mempunyai efek progesteron yang kuat dan sangat efektif. Obat ini termasuk obat Depo noristerat juga termasuk dalam golongan ini (Wiknjosastro, 2006:51).
  • DMPA (Depot medroxy progesterone acetate) atau depoprovera yang diberikan tiap tiga bulan dengan dosis 150 milligram.
a.Mekanisme metode suntik keluarga berencana (KB) tribulanan yaitu:
  • Obat ini menghalangi terjadinya ovulasi dengan jalan menekan pembentukan releasing factor dan hipotalamus.
  • Leher serviks bertambah kental, sehingga menghambat penetrasi sperma melalui serviks uteri.
  • Implantasi ovum dalam endometrium dihalangi.
  • Kecepatan transport ovum melalui tuba berubah.

b. Keuntungan metode suntik tribulanan
  • Efektifitas tinggi.
  • Sederhana pemakaiannya.
  • Cukup menyenangkan bagi akseptor (injeksi hanya 4x setahun).
  • Reversible (kesuburan dapat kembali).
  • Cocok untuk ibu-ibu yang menyusui anak.

c. Kekurangan metode Depot medroxy progesterone acetate menurut Wiknjosastro (2006:551) yaitu:
  • Sering menimbulkan perdarahan yang tidak teratur (spotting breakthrough bleeding).
  • Dapat menimbulkan amenorrhoe.
  • Berat badan yang bertambah 2,3 kilogram pada tahun pertama dan meningkat 7,5 kilogram selama enam tahun.
  • Sakit kepala.
  • Pada sistem kardiovaskuler efeknya sangat sedikit, mungkin ada sedikit peninggian dari kadar insulin dan penurunan HDL kolesterol.

2. Pengertian keluarga berencana metode suntik bulanan
  • Keluarga berencana suntik bulanan merupakan metode suntikan yang pemberiannya tiap bulan. Metode ini diberikan secara parenteral melalui suntikan intramuscular dan memberikan efek jangka panjang. Kombinasi antara progesterone dan estrogen yang menghambat ovulasi. Mekanisme lain yaitu perubahan endometrium, mucus serviks dan Tuba fallopii menghasilkan penghambatan penetrasi sperma ke dalam rahim dan mempersulit terjadinya nidasi.
a.Kelebihan metode suntik bulanan
  • Menurut Hartanto (2004:156) kelebihan kontrasepsi suntikan sekali sebulan yaitu:
  1. Menimbulkan perdarahan teratur setiap bulan.
  2. Kurang menimbulkan perdarahan bercak atau perdarahan irregular lainnya.
  3. Kurang menimbulkan amenorrhoe.
  4. Efek samping lebih cepat menghilang setelah suntikan dihentikan.

b. Kerugian metode suntik bulanan
  • Sedangkan kerugian dari kontrasepsi suntikan sekali sebulan (Hartanto, 2003:154) yaitu:
  1. Penyuntikan lebih sering.
  2. Biaya keseluruhan lebih tinggi.
  3. Kemungkinan efek samping karena estrogennya.

Efek samping metode suntik bulanan
  • Kemudian efek samping dari kontrasepsi suntikan sekali sebulan yaitu:
  1. Efek samping yang berhubungan dengan kontrasepsi oral kombinasi seperti nausea, sakit kepala, sakit pada dada, peningkatan berat badan 3 kilogram selama tahun pertama dan bertambah secara progesif selama tahun kedua.
  2. Perdarahan setelah penyuntikan pertama dapat terjadi kira-kira selama 30 hari. Lebih dari 60% wanita mendapatkan kembali siklus yang normal setelah 1 tahun. Sejumlah wanita yang menggunakan cyclofem mengalami perdarahan lebih awal atau lebih lambat dari biasanya, dan sejumlah wanita yang lain mengalami amenorrhoe, spoting atau masa perdarahan yang lebih lama dan lebih berat.
  3. Tidak ada atau sedikit efek yang berpengaruh pada kolesterol, koagulasi, fibrinolisis, fungsi platelet, tekanan darah sistolik atau diastolic, lemak atau apolipoprotein.

d. Kontra indikasi suntikan satu bulan sekali
  1. Kehamilan atau dugaan hamil.
  2. Kanker payudara
  3. Kanker saluran genital.
  4. Menderita atau pernah mempunyai gangguan tromboembolik.
  5. Penyakit pembuluh darah otak atau pembuluh jantung.
  6. Perdarahan abnormal yang tidak diketahui penyebabnya.
  7. Focal migraine.
  8. Penyakit hati akut.

MEKANISME METODE SUNTIK KELUARGA BERENCANA (KB)
  • Menurut Wiknjosastro (2006:145) mekanisme metode suntikan keluarga berencana (KB) yaitu:
  1. Primer:
  • mencegah ovulasi yaitu menghalangi pengeluaran Follicel stimulating hormone (FSH).
  1. Sekunder:
  • Leher serviks menjadi kental dan sedikit, sehingga merupakan barrier terhadap spermatozoa.
  • Membuat endometrium menjadi kurang baik atau tidak layak untuk implantasi dari ovum yang telah dibuahi.
  • Mungkin mempengaruhi kecepatan transport ovum di dalam Tuba fallopii.
  • Efektifitas keluarga berencana suntik ini sangat tinggi, angka kegagalan kurang dari 1%. World Health Organization (WHO) telah melakukan penelitian pada DMPA (Depot medroxy progesterone acetate) dengan dosis standart dengan angka kegagalan 0,7% (Hartanto, 2003:146).

KEUNTUNGAN METODE SUNTIK
  • Keuntungan metode suntik menurut Manuaba (2002:445) yaitu:
  1. Tingkat efektifitasnya tinggi.
  2. Hubungan seks dengan metode suntikan bebas.
  3. Pengawasan medis yang ringan.
  4. Dapat diberikan pasca persalinan, pasca keguguran atau pasca menstruasi.
  5. Tidak mengganggu pengeluaran laktasi dan tumbuh kembang bayi.
  6. Praktis, efektif dan aman.
  7. Tidak mempengaruhi ASI.
  8. Cocok digunakan untuk ibu menyusui.
  9. Dapat menurunkan kemungkinan anemia.

KONTRA INDIKASI METODE SUNTIK
  • Kontra indikasi metode suntikan menurut beberapa sumber dari Hartanto (2003:149), WHO menganjurkan untuk tidak menggunakan kontrasepsi suntikan pada:
  1. Kehamilan.
  2. Karsinoma payudara.
  3. Karsinoma traktus genitalia.
  4. Perdarahan akibat kelainan ginekologi (perdarahan dari liang senggama) yang tidak diketahui penyebabnya.
  5. Penyakit jantung, hati, darah, kencing manis (penyakit metabolisme) paru berat.
  6. Terdapat tromboflebitis atau riwayat tromboflebitis.
  7. Varises berat
  • Metode suntikan ini diberikan pada hari ke 3-5 pasca persalinan, segera setelah keguguran, dan pada masa interval sebelum hari kelima haid. Tehnik penyuntikan adalah secara intramuskulus dalam, di daerah Muskulus gluteus maksimus atau deltoideus.

EFEK SAMPING METODE SUNTIK
  • Menurut BKKBN (2002:176) metode suntikan memiliki efek samping yaitu:
1. Gangguan haid.
Gejala dan keluhan.
  • Terdapat gangguan haid seperti amenorrhoe yaitu tidak dating haid pada setiap bulan selama menjadi akseptor keluarga berencana suntik tiga bulan berturut-turut. Spoting yaitu bercak-bercak perdarahan di luar haid yang terjadi selama akseptor mengikuti keluarga berencana suntik. Metroragia yaitu perdarahan yang berlebihan di luar masa haid. Menoragia yaitu datangnya darah haid yang berlebihan jumlahnya.

Pelayanan konseling.
  • Memberikan penjelasan kepada calon akseptor keluarga berencana suntik bahwa pada pemakaian suntik dapat menyebabkan gejala-gejala tersebut yang merupakan akibat dari hormonal alat kontrasepsi suntik.

Penanggulangan dan pengobatan.
  • Bila pasien ingin haid dapat diberikan keluarga berencana pil hari I sampai II masing0-masing tiga tablet. Selanjutnya hari IV 1x1 selama 4-5 hari. Bila terjadi perdarahan dapat pula diberikan preparat estrogen misalnya lynoral 2x1 sehari sampai perdarahan berhenti. Setelah berhenti dapat dilaksanakan tapering of (1x1 tablet) selama beberapa hari. Dosis dapat ditingkatkan bila perlu.

2. Depresi.
a.Gejala dan keluhan.
  • Rasa lesu, tidak bersemangat dalam kerja atau kehidupan.
b.Penanggulangan dan pengobatan.
  • Menjelaskan pada calon akseptor guna menghindari perasaan bersalah dari calon akseptor.
c.Pengobatan medis.
  • Terapi psikologis bagi yang menderita depresi. Pemberian vitamin-vitamin seperti vitamin B 60 milligram.

3. Keputihan.
a.Gejala dan keluhan.
  • Adanya cairan putih yang berlebihan yang keluar dari liang senggama dan terasa mengganggu. Berbahaya bila berbau, panas atau terasa gatal.
b.Konseling.
  • Menjelaskan bahwa pada peserta KB suntik jarang terjadi keputihan. Bila terjadi keputihan harus dicari penyebabnya dan diberikan pengobatan.
c.Pengobatan medis.
  • Pada kasus dimana cairan berlebihan dapat diberikan preparat anti cholinergic seperti Extract belladonna 10 milligram 2x1 tablet, untuk mengurangi cairan tersebut.

4.Jerawat.
a.Gejala dan keluhan.
  • Timbulnya jerawat di badan atau wajah dapat disertai infeksi atau tidak.
b.Penanggulangan dan pengobatan.
  • Pemberian vitamin A dan E dengan dosis tinggi, bila disertai infeksi dapat diberikan preparat Tetracycline 25 milligram 2x1 kapsul selama 1 atau 2 minggu.

5. Perubahan libido.
a.Gejala dan keluhan.
  • Menurunnya atau meningkatnya libido akseptor, hal ini bersifat subjektif dan sulit dinilai.
b.Konseling.
  • Menjelaskan kepada pasien kemungkinan hal ini, dan sifatnya yang subjektif.

6. Perubahan berat badan.
a.Gejala dan keluhan.
  • Berat badan bertambah beberapa kilogram dalam beberapa bulan setelah pemakaian metode ini.
b.Penanggulangan.
  • Kenaikan berat badan dapat disebabkan hal-hal lain, dapat pula terjadi penurunan berat badan. Hal ini tidaklah selalu disebabkan oleh kontrasepsi metode suntikan, dan perlu diteliti dengan seksama.
c.Pengobatan medis.
  • Pengobatan diet rendah kalori dianjurkan, disertai olah raga seperti senam dan sebagainya. Bila terlalu kurus dianjurkan untuk diet tinggi kalori, bila berhasil dianjurkan untuk mengganti cara kontrasepsi non hormonal.

7. Pusing dan sakit kepala.
a.Gejala dan keluhan.
  • Rasa berputar atau sakit pada kepala yang dapat terjadi pada satu sisi, kedua sisi atau pada seluruh bagian kepala. Biasanya bersifat sementara.
b.Penanggulangan medis.
  • Pemberian anti prostaglandin untuk mengurangi keluhan, misalnya: acetosal 500 milligram 3x1 table/hari atau paracetamol 500 milligram.

8.Hematoma.
a.Gejala dan keluhan.
  • Warna biru dan rasa nyeri pada daerah suntikan akibat perdarahan bawah kulit.
b.Penanggulangan.
  • Menjelaskan kepada calon akseptor kemungkinan terjadi hal ini.
c.Pengobatan medis.
  • Kompres dingin pada daerah yang membiru selama dua hari, setelah itu dirubah kompres panas hingga warna biru kekuningan hilang.

KOMPLIKASI DAN CARA PENANGGULANGAN
1.Infeksi dan abces.
  • Diakibatkan pemakaian jarum suntik yang tidak suci hama.
2.Gejala dan keluhan.
  • Rasa sakit dan panas di daerah suntikan, bila terdapat abces teraba adanya benjolan yang nyeri di daerah suntikan.
3.Penanggulangan dan pengobatan.
  • Pemberian anti biotic dosis tinggi misalnya Ampicillin 500 milligram 3x1 kapsul/hari.
(Verrals,2008:196)

REFERENSI
  1. Arikunto, 2005. Prosedur penelitian dengan pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
  2. Binadiknakes, 2001. Elektromedik dan pengembangannya. Edisi No 17.
  3. BKKBN, 2002. Informasi Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: BKKBN.
  4. BKKBN, 2004. Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi: Kebijakan Program dan Kegiatan tahun 2005-2009. Jakarta: BKKBN.
  5. BKKBN, 2005. Unit Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: BKKBN.
  6. Bhuono, 2005. Strategis Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan SPSS. Yoagyakarta: Andi offset.
  7. Manuaba, 2002. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta: EGC.
  8. Hartanto, 2002. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  9. Hastono, 2008. Metode Statistik Inferensial. Jakarta: Universitas Indonesia.
  10. Mansjoer, 2003. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2 Edisi 3. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indoensia.
  11. Notoatmodjo, 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
  12. Nursalam, 2003. Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta: Infomedika.
  13. Nursalam, 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitan Ilmu Keperawatan, Edisi III . Jakarta: Salemba Medika.
  14. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 2004. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
  15. Soedigdo, 2002. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis, Jakarta: Binarupa Aksara.
  16. Sugiyono, 2006. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfa Beta.
  17. Varney, 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan edisi 4. Jakarta: EGC.
  18. Verralls, 2008. Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan Edisi ke 3. Jakarta: EGC
  19. Wiknjosastro, 2006. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

DIARE MASALAH DAN PENANGGULANGANYA

Dr. Suparyanto, M.Kes

DIARE MASALAH DAN PENANGGULANGANYA

PENGERTIAN DIARE
  • Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami buang air besar yang sering dan masih memiliki kandungan air berlebihan. Di Dunia ke-3, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, membunuh lebih dari 1,5 juta orang per tahun (Utami, 2005).
  • Diare ialah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak, konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah atau lendir saja (Soetjiningsih, 2004).
  • Diare atau gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan faeces bayi encer dan/atau berair, dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari, dan kadang disertai muntah. Muntah dapat berlangsung singkat, namun diare bisa berlanjut sampai sepuluh hari. Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali mual dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari (Safitri, 2006).

PENYEBAB DIARE
  • Virus (penyebab diare tersering dan umumnya karena Rotavirus) gejala : Berak-berak air (watery), berbusa, tidak ada darah lendir, berbau asam.
  • GE (Gastro enteritis atau flue perut) terbanyak karena virus.
  • Bakteri. Berak-berak dengan darah/lendir, sakit perut. Memerlukan antibioka sebagai terapi pengobatan.
  • Parasite (Giardiasis). Berak darah positif atau negatif dan lendir, sakit perut perlu antiparasite agar parasit yang ada didalam perut mati sehingga diare dapat teratasi.
  • Anak sedang terapi dengan pemakaian antibiotika. Bila diare terjadi saat anak sedang dalam pengobatan antibiotika, maka hubungi dokter anda.
  • Alergi susu formula, diare biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah minum susu tersebut, biasanya pada alergi susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu sapi.
  • Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain; misalnya infeksi saluran kencing, infeksi telinga, campak dll.
  • Pengolahan makanan yang salah
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan.
  • Tumbuhnya gigi pada anak sering disertai diare. Hal ini diduga berhubungan dengan kondisi psikologis anak.
  • Kepekaan terhadap suatu makanan dalam diet. Diet yang salah misalnya mengurangi makan dan mengkonsumsi obat-obat pelangsing dapat menyebabkan diare.
  • Terlalu banyak buah, sari buah (terutama apel atau anggur) atau makan jenis pencahar lainnya.

Menurut Nelson (2003) faktor penyebab diare, antara lain :
a. Faktor infeksi
  • Infeksi pada saluran pencernaan merupakan penyebab utama diare pada balita. Jenis infeksi yang umumnya menyerang adalah sebagai berikut :
  1. Infeksi bakteri oleh kuman E.colly, salmonella, dan vibrio cholerae (kolera).
  2. Infeksi basil (disentri)
  3. Infeksi virus, entero virus dan adeno virus.
  4. Infeksi parasit oleh cacing (Asculis)
  5. Infeksi jamur (candidiasis)
  6. Infeksi akibat orang lain (radang tonsil dan radang tenggorokan).
b. Faktor Malabsorsi
1). Malabsorbsi karbohidrat
  • Kepekaan balita ke dalam laktobacillus ke dalam susu formula menyebabkan diare, tinja berbau sangat asam, sakit di daerah perut jika sering terkena diare maka pertumbuhan anak akan terganggu.
2). Malabsorbsi lemak
  • Dalam makanan terdapat lemak yang disebut trigliserida dengan bantuan kelenjuar limpase mengubah lemak menjadi unisel yang siap absorbinya di usus. Jika tidak ada lipase akan terjadi kerusakan mukosa usus. Diare dapat muncul karena lemak tidak terserat dengan baik.

c. Faktor makanan
  • Makanan yang mengakibatkan diare adalah makanan yang tercemar, basi, beracun, terlalu banyak lemak, sayuran mentah dan kurang matang.
d. Faktor psikologis
  • Rasa takut, cemas dan tegang jika terjadi pada anak dapat menyebabkan diare kronis.

Jenis Diare
Karakteristik diare :
a. Mayor (harus terdapat satu atau lebih)
  1. Feses lunak, cair atau
  2. Peningkatan frekuensi defekasi

b. Minor (mungkin terdapat)
  1. Dorongan
  2. Kram atau nyeri abdomen
  3. Frekuensi bising usus meningkat
  4. Peningkatan dalam keenceran atau volume feses. (Lynda Juall, 2006).

Empat jenis klinis diare antara lain:
  1. Diare akut bercampur air (termasuk kolera) yang berlangsung selama beberapa jam/hari: bahaya utamanya adalah dehidrasi, juga penurunan berat badan jika tidak diberikan makan/minum
  2. Diare akut bercampur darah (disentri): bahaya utama adalah kerusakan usus halus (intestinum), sepsis (infeksi bakteri dalam darah) dan malnutrisi (kurang gizi), dan komplikasi lain termasuk dehidrasi.
  3. Diare persisten (berlangsung selama 14 hari atau lebih lama): bahaya utama adalah malnutrisi (kurang gizi) dan infeksi serius di luar usus halus, dehidrasi juga bisa terjadi.
  4. Diare dengan malnutrisi berat (marasmus atau kwashiorkor): bahaya utama adalah infeksi sistemik (menyeluruh) berat, dehidrasi, gagal jantung, serta defisiensi (kekurangan) vitamin dan mineral (Safitri, 2006).

GEJALA DIARE
  • Tinja yag encer : tinja tampak seperti air cucian beras atau air tajin
  • Lebih sering buang air besar : frekuensi buang air besar meningkat sehingga mengakibatkan dehidrasi yang disertai keadaan turgor kulit menurun, mata cekung.
  • Tinja berlendir
  • Muntah : timbulnya muntah disebabkan karena asam lambung meningkat.

PENCEGAHAN DIARE
  • Diare tidak selalu dapat dicegah, tetapi resikonya dapat dikurangi :
  1. Teruskan Pemberian Air Susu Ibu (ASI)
  2. Melarutkan sari buah yg diberikan kepada bayi; membatasi jumlah total pemberian sari buah (beberapa bayi dan anak kecil diketahui mengalami diare khronis akibat meminum sekitar 1 liter sari apel atau anggur setiap harinya).
  3. Menerapkan perilaku mencuci tangan dengan sabun pada saat yang tepat. Waktu yang tepat di sini menunjukkan pada aktivitas berkontak langsung dengan benda-benda yang kotor.
  4. Perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang untuk pemberian makanan pendamping ASI setelah bayi berusia 4 bulan.
  5. Ingat untuk menjaga kebersihan dari makanan atau minuman yang kita makan. Juga kebersihan perabotan makan ataupun alat bermain si kecil.

PENATALAKSANAAN DIARE
a.Untuk bayi yang menyusui ASI
  1. Hentikan makanan padat
  2. Berikan cairan suplemen cairan jernih
  3. Lanjutkan menyusu ASI

b.Untuk bayi menyusu formula
  1. Hindari cairan cairan carbohidrat tinggi (mis: minuman ringan gelatin,jus jeruk, minuman berkafein,kaldu ayam atau daging)
  2. Gunakan larutan rehidrasi oral (mis: Pedialite, lytran, reselite, resol). Berikan 60-80 ml/kg selama lebih dari dua jam untuk diare ringan sampai sedang.
  3. Secara bertahap tambahan pada diet reguler (kecuali produk susu setelah 36 sampai 48 jam setelah 3 sampai 5 hari, secara bertahap tambahkan susu skim pada susu encer sampai menjadi susu kental.
  4. Secara bertahap kenalkan formula (formula encer pada formula kental)
  5. Jelaskan diet BRATT (banana, rice, aplecouce, teh dan touse) untuk mengatasi efek diare

Penatalaksanaan diare yang lain, antara lain :
  • Lakukan observasi awal penyebab diare..
  • Anak penderita diare ringan tetap dapat mengkonsumsi makanan biasa, termasuk susu. ASI tetap dapat diberikan.Jika anak terlihat kembung setelah minum susu sapi atau formula, hubungi DSA. Diskusikan kemungkinan mengganti susu. Biasanya susu yang digunakan yaitu susu free-lactose (FL). Cairan khusus (pengganti cairan tubuh) umumnya belum diperlukan pada anak penderita diare ringan.
  • Anak penderita diare sedang dapat dirawat di rumah dengan pengawasan ekstra dan petunjuk dari DSA-nya.
  • Jangan membuat sendiri cairan ini. Takaran dan kandungan dari oralit sangat kompleks.
  • Untuk diare berat dengan gejala-gejala dehidrasi berat harus diberi cairan infus.
  • Banyak minum (paling sedikit 55 cc air setiap jam) untuk menggantikan cairan yg hilang melalui diare.
  • Lanjutkan makanan padat, jika bayi sudah biasa makan makanan padat.
  • Jika ada muntah, makanan padat biasanya tidak diberikan sampai muntah ini berhenti. Tetapi tawarkan cairan yang bening (sari buah yang diencerkan atau cairan rehidrasi, jika dianjurkan oleh dokter) atau untuk anak yg sudah lebih besar, tawarkan es lilin yang dibuat dari sari buah yang diencerkan.
  • Ketika tinja mulai normal kembali, biasanya setelah dua atau tiga hari, dokter akan menganjurkan anda untuk kembali ke diet bayi yang biasanya, tetapi tetap membatasi susu dan produk susu lainnya (kecuali asi atau susu formula untuk satu atau dua hari lebih lama.
  • Pada diare yang berlangsung selama dua minggu atau lebih, pada bayi yang minum susu botol, dokter mungkin menganjurkan perubahan susu formulanya.
  • Pengobatan untuk membantu meringankan gejala :

Loperamide (“Imodium”)
  • Petunjuk penggunaan: untuk mengawali, konsumsi dua butir tablet. Kemudian gunakan satu tablet tiap kali anda buang air besar (jangan konsumsi lebih dari 8 tablet dalam jangka waktu 24 jam). Jangan berikan obat ini pada bayi, anak-anak dan wanita hamil.

Bismuth subsalicylate (“Pepto-bismol”)
  • Pentunjuk penggunaan: apabila anda menggunakan tablet, minum dua butir tablet tiap 30 menit hingga diare berkurang. Jangan mengkonsumsi lebih dari 16 tablet dalam jangka waktu 24 jam. Apabila anda menggunakan obat cair, minum 6 sendok teh (30 mls) setiap 30 menit hingga diare berkurang. Jangan mengkonsumsi obat lebih dari 8 kali dalam jangka waktu 24 jam. Jangan berikan pada bayi dan anak-anak. (Suririnah, 2007)

KRITERIA DEHIDRASI KARENA DIARE
  • Derajat dehidrasi dinilai dari tanda dan gejala yang menggambarkan kehilangan cairan tubuh. Pada tahap awal, yang ada hanya mulut kering dan rasa haus. Seiring meningkatnya dehidrasi, muncul tanda-tanda seperti: meningkatnya rasa haus, gelisah, elastisitas (turgor) kulit berkurang, membran mukosa kering, mata tampak cekung, ubun-ubun mencekung (pada bayi), dan tidak adanya air mata sekalipun menangis keras.

a. Dehidrasi minimal atau tanpa dehidrasi (kehilangan < 3% cairan tubuh)
  1. Status mental: baik, waspada 
  2. Rasa haus: minum baik, mungkin menolak cairan 
  3. Denyut nadi: normal 
  4. Kualitas kecukupan isi nadi: normal 
  5. Pernapasan: normal 
  6. Mata: normal 
  7. Air mata: ada 
  8. Mulut dan lidah: lembap (basah) 
  9. Elastisitas kulit: cepat kembali setelah dicubit 
  10. Pengisian kapiler darah: normal 
  11. Suhu lengan dan tungkai: hangat 
  12. Produksi urin: normal sampai berkurang 
b. Dehidrasi ringan sampai sedang (kehilangan 3 – 9% cairan tubuh)
  1. Status mental: normal, lesu, atau rewel 
  2. Rasa haus: haus dan ingin minum terus 
  3. Denyut nadi: normal sampai meningkat 
  4. Kecukupan isi nadi: normal sampai berkurang 
  5. Pernapasan: normal; cepat 
  6. Mata: agak cekung 
  7. Air mata: berkurang 
  8. Mulut dan lidah: kering 
  9. Elastisitas kulit: kembali sebelum 2 detik 
  10. Pengisian kapiler darah: memanjang (lama) 
  11. Suhu lengan dan tungkai: dingin 
  12. Produksi urin: berkurang 

c. Dehidrasi berat (kehilangan > 9% cairan tubuh)
  1. Status mental: lesu, sampai tidak sadar
  2. Rasa haus: minum sangat sedikit, sampai tidak bisa minum
  3. Denyut nadi: meningkat, sampai melemah pada keadaan berat
  4. Kualitas kecukupan isi nadi: lemah, sampai tidak teraba
  5. Pernapasan: dalam
  6. Mata: sangat cekung
  7. Air mata: tidak ada
  8. Mulut dan lidah: pecah-pecah
  9. Elastisitas kulit: kembali setelah 2 detik
  10. Pengisian kapiler darah: memanjang (lama), minimal
  11. Suhu lengan dan tungkai: dingin, biru
  12. Produksi urin: minimal (sangat sedikit) (Safitri, 2006)

PENANGANAN DEHIDRASI KARENA DIARE DI RUMAH
1). Pemberian makanan bayi
  • Jika ibu menyusui, ASI terus diberikan dan diberikan lebih sering. Bayi dengan susu formula boleh diberikan cairan rehidrasi oral selama 12 jam pertama, setelah itu dilanjutkan dengan pemberian susu formula lebih sedikit dari jumlah yang biasa diberikan, namun diberikan lebih sering.
2). Cairan Rehidrasi Oral (CRO)/Clear fluid
  • Anak dengan diare harus terus minum CRO atau clear fluid. CRO yang kita kenal bisanya oralit (dalam bentuk kantung sachet dengan atau tanpa rasa tambahan) atau CRO khusus anak (yang tersedia dalam kemasan botol plastik dengan aneka rasa). Cairan tersebut dapat dibeli di apotek atau toko obat, tapi bila tidak tersedia dapat diberikan CRO lain seperti yang disebutkan di bawah ini. Untuk bayi hingga usia sembilan bulan, pembuatan CRO harus menggunakan air mendidih yang telah didinginkan.

Cara membuat CRO
  1. Oralit satu sachet dilarutkan dengan dua gelas (400 ml) air
  2. CRO khusus anak (kemasan botol) siap digunakan
  3. Larutan gula satu sendok makan gula dilarutkan dengan dua gelas (200 ml) air
  4. Limun (bukan yang rendah kalori) satu gelas limun dilarutkan dgn 4 gelas (800mL) air
  5. Jus Buah satu gelas jus dilarutkan dengan empat gelas (800 ml) air

  • Perhatian : Minuman mengandung gula harus diencerkan, karena terlalu banyak gula pada bayi kecil dapat memperberat diare. (Safitri, 2006)