PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Rabu, 11 Agustus 2010

MERANCANG KUESIONER PENELITIAN

Dr. Suparyanto, M.Kes

MERANCANG KUESIONER PENELITIAN

Kompetensi Mata Kuliah:
  1. Instumen Penelitian
  2. Teknik pengumpulan data
  3. Macam Instrumen Penelitian
  4. Syarat Instrumen penelitian yang baik
  5. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
  6. Macam Kuesioner
  7. Syarat kuesioner yang baik
  8. Cara mengukur data kualitatif

Teknik Pengumpulan Data
  1. Pengukuran
  2. Pengamatan (observasi)
  3. Wawancara (interview)
  4. Angket/Kuesioner

Instrument Penelitian
  • Instrumen penelitian: adalah alat yang dipergunakan untuk mengumpulkan data:
  1. Angket / kuesioner
  2. Check List

Syarat Instrumen Penelitian:
  1. Akurasi (accuracy) → valid
  2. Presisi (precision) → reliabel
  3. Kepekaan (sensitivity) → teliti

  • Akurasi (validitas) → apakah instrumen tersebut benar benar dapat mengukur apa yang hendak diukur.
  • Presisi (reliability) → kemampuan memberikan kesesuaian hasil pada pengulangan pengukuran (ajeg)
  • Kepekaan (teliti) → mampu mengukur perubahan data yang semakin kecil (teliti), misalnya timbangan emas lebih peka dibanding timbangan beras

Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen
  • Uji Validitas adalah uji untuk membuktikan apakah instrumen penelitian valid
  • Uji Reliabilitas adalah uji untuk membuktikan apakah instrumen penelitian reliabel
  • Validitas adalah tingkat keandalan dan kesahihan alat ukur yang digunakan.
  • Intrumen dikatakan valid berarti menunjukkan alat ukur yang dipergunakan untuk mendapatkan data itu valid atau dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur (Sugiyono, 2004:137).
  • Teknik untuk mengukur validitas kuesioner adalah sebagai berikut dengan menghitung korelasi antar data pada masing-masing pernyataan dengan skor total, memakai rumus korelasi product moment
  • Item Instrumen dianggap jika r hitung > r tabel (kritis)
  • Tingkat signifikansi yang dipakai biasanya 5% atau 10%
  • Untuk melihat tabel, baris yang dilihat adalah N-2, dimana N adalah jumlah responden

Uji Reliabilitas
  • Uji reliabilitas berguna untuk menetapkan apakah instrumen yang dalam hal ini kuesioner dapat digunakan lebih dari satu kali, paling tidak oleh responden yang sama akan menghasilkan data yang konsisten.
  • Dengan kata lain, reliabilitas instrumen mencirikan tingkat konsistensi. Banyak rumus yang dapat digunakan untuk mengukur reliabilitas diantaranya adalah rumus Spearman Brown
  • Untuk mengetahui reliabilitas adalah dengan membandingkan nilai r hasil dengan r tabel.
  • Dalam uji reliabilitas sebagai nilai r hasil adalah nilai “Cronbach’s Alpha”.
  • Ketentuannya : bila r Alpha > r tabel, maka pertanyaan tersebut reliabel.
  • Pengukuran validitas dan reliabilitas mutlak dilakukan, karena jika instrument yang digunakan sudah tidak valid dan reliable maka dipastikan hasil penelitiannya pun tidak akan valid dan reliable. Sugiyono (2007: 137)

Pengukuran
  • Harus jelas apa, dimana, kapan dan siapa yang diukur
  • Harus standart alat yang digunakan mengukur
  • Pengukuran harus sesuai SOP
  • Harus terlatih orang yang akan mengukur
  • Hasil pengukuran harus valid dan reliabel

Obsrevasi
  • Harus diketahui apa, dimana, kapan dan apa/siapa yang observasi
  • Observasi harus sesuai dengan SOP
  • Hasil observasi harus valid dan reliabel
  • Harus diketahui cara mencatat hasil observasi

Wawancara
  • Harus jelas apa, dimana, kapan dan siapa yang diwawancarai
  • Usahakan membina hubungan baik antara pewawancara dengan responden
  • Pewawancara hanya mengambil data, tidak boleh mempengaruhi, mengarahkan atau menafsirkan jawaban responden

Apa itu Kuesioner
  • Kuesioner → daftar pertanyaan yang didistribusikan melalui pos untuk diisi dan dikembalikan atau dijawab dibawah pengawasan peneliti
  • Kuesioner ditujukan kepada responden, untuk memperoleh data yang sesuai dengan tujuan penelitian
  • Teknik ini cocok untuk memperoleh data yang cukup besar, dari kelompok/ masyarakat yg berpopulasi besar dan bertebaran tempatnya

Macam Kuesioner
Menurut sifatnya:
  • Angket umum: untuk memperoleh data yang selengkapnya (umum) tentang kehidupan seseorang
  • Angket khusus: untuk mendapatkan data khusus tentang kehidupan seseorang

Menurut cara penyampaianya:
  • Angket langsung: disampaikan langsung kepada responden tentang dirinya sendiri
  • Angket tak langsung: disampaikan kepada responden tentang diri orang lain

Menurut struktur:
  • Angket berstruktur: angket yang disusun lengkap dengan jawabanya, sehingga responden tinggal memilih
  • Angket tak berstruktur: angket yang pertanyaanya meminta jawaban menurut responden, sehingga tiap responden jawabanya berbeda

Menurut bentuk pertanyaan:
  • Angket terbuka: jika responden diberi kebebasan untuk menjawab, menurut pendapat responden sendiri
  • Angket tertutup: jika pertanyaanya sudah lengkap dengan jawaban, sehingga responden harus menjawab sesuai dengan jawaban yang telah tersedia

Data Yang Perlu Dikumpulkan
Data umum responden:
  • Nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, alamat, status perkawinan, agama

Data variabel penelitian (Khusus)
  • Variabel bebas
  • Variabel tergantung

Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat Kuesioner
  • Pakai bahasa yang sederhana, yang mudah dimengerti oleh responden, hindari menggunakan bahasa yang sulit dimengerti
Contoh:
  • Apakah Ibu mengikuti program ASI Eksklusif?
  • Apakah Ibu memberikan makanan tambahan selain ASI pada bayi ibu? (lebih mudah dimengerti)

  • Pertanyaan jangan terlalu luas
Contoh:
  • Dimana ibu melahirkan?
  • Dimana Ibu melahirkan anak yang terakhir? (lebih fokus)

  • Pertanyaan tidak boleh double
  • Apakan Ibu sudah mengikuti KB, dan siapa yang menyuruh? (double pertanyaan)
  • Apakah Ibu sudah ikut KB?
  • Siapakah yang mempengaruhi Ibu ikut KB?

  • Pertanyaan tidak boleh memimpin atau mengarahkan
Contoh:
  • Ibu sudah ikut KB, bukan? (mengarahkan)
  • Apakan Ibu sudah ikut KB?

  • Pertanyaan diusahakan mudah dijawab responden
Apa alasan Ibu ikut KB?
□ Penyakit
□ Ekonomi
□ Kesejahteraan Ibu
□ Dipaksa Suami
□ Lain-lain

  • Hindari pertanyaan bias
Berapa umur Ibu sekarang?
□ 20 – 25 tahun
□ 25 – 30 tahun
□ 30 – 35 tahun
□ > 35 tahun

Pertanyaan Terbuka
  • Apakah Saudara setuju Puskesmas Peterongan dipindahkan ke lokasi Pondok?
  • Apa alasan Saudara tidak setuju?

Pertanyaan Tertutup

Apakah Saudara setuju Puskesmas Peterongan dipindahkan ke lokasi Pondok?
□ Setuju
□ Tidak Setuju

Apa alasan Saudara tidak setuju?
□ Jauh
□ Lahan sempit
□ Tidak ada transportasi
□ Harus pakai jilbab
□ Lain-lain ……

Dichotomous Choice

Apakah Ibu pernah membicarakan masakah ASI Eksklusif dengan teman/tetangga?
□ Pernah
□ Tidak pernah

Multiple Choice

Siapakah yang mendorong Ibu datang ke Posyandu?
□ Suami
□ Orang tua
□ Tetangga
□ Tokoh masyarakat
□ Tokoh Agama
□ Lain-lain …………

Check List

Sarana pelayanan kesehatan yang ada di Kecamatan:
□ Puskesmas
□ Polindes
□ Posyandu
□ Dukun
□ Dokter Praktek Swasta
□ Lain-lain …………

Ranking Question

Menurut Saudara siapakah Presiden yang paling jujur? (Berikan urutan dengan memberi nomor didepan nama presiden)
□ Sukarno
□ Suharto
□ Habibi
□ Gus Dur
□ Megawati
□ SBY

Data Kualitatif
  • Mengukur data kualitatif sebaiknya menggunakan:
  • Jawaban benar salah (contoh: mengukur pengetahuan)
  • Skala Likert (contoh: mengukur persepsi, sikap, perilaku)

Skala Likert Persepsi

1 = Sangat tidak tepat
2 = Tidak tepat
3 = Cukup tepat
4 = Tepat
5 = Sangat Tepat

Skala Likert Sikap

1 = Sangat tidak setuju
2 = Tidak setuju
3 = Cukup setuju
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju

Skala Likert Perilaku

1 = Tidak pernah
2 = Jarang
3 = Kadang-kadang
4 = Sering
5 = Selalu

Tugas Individu
  1. Apa yang dimaksud Instrumen Penelitian
  2. Sebutkan teknik pengumpulan data
  3. Sebutkan dan jelaskan macam instrumen penelitian
  4. Sebutkan syarat instrumen penelitian yang baik
  5. Jelaskan apa yang dimaksud Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
  6. Sebutkan dan jelaskan macam kuesioner
  7. Sebutkan syarat membuat kuesioner yang baik
  8. Bagaimana cara mengukur data kualitatif
  9. Buat contoh kuesioner kuantitatif
  10. Buat contoh kuesioner kualitatif

REFERENSI:
  1. Budiarto, 2004, Metodologi Penelitian Kedokteran, Sebuah Pengantar, Jakarta, EGC
  2. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 1 (statistik Deskriptif), Jakarta, Bumi Aksara
  3. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 2 (statistik Infereansif), Jakarta, Bumi Aksara
  4. Nasution, 2004, Metode research (penelitian Ilmiah), Jakarta, Bumi Aksara
  5. Silalahi, 2003, Metodologi Penelitian dan Studi Kasus, Sidoarjo, Citramedia
  6. Tjokronegoro, 2004, Metologi Penelitian Bidang kedokteran, Jakarta, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.










24 komentar:

  1. ulasan simple dan mudah dipahami

    BalasHapus
  2. dok pertanyaan yang cocok untuk di tanyakan ke anak2 pra sekolah yg seperti apa ya dok???

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah dapat membantu saya dlm menyusun kuesioner sekolah Posyandu

    BalasHapus
  4. Anonim: untuk anak pra sekolah yang belum dapat baca tulis, sebaiknya data diambil melalui ibunya atau pengasuhnya, jadi secara tidak langsung.....

    BalasHapus
  5. Beti: Alhamdulillah jika blog ini manfaat dan mudah dimengerti....Trims telah mampir di blog ini.....

    BalasHapus
  6. mau tanya pak,,kalau pengukuran kepatuhan berobat lebih baik menggunakan kuesioner dlm bntuk ya/tidak, skala likert perilaku atau multiple choice?

    BalasHapus
  7. @Ruri Febriani: karena kepatuhan berobat termasuk perilaku, sebaiknya kuesioner menggunakan skala Likert, Trims

    BalasHapus
  8. Pak mau tanya, kalau penelitiannya kualitatif berarti boleh pake kuisioner ya? Soalnya saya bingung, kata temen saya kuisioner itu khusus buat penelitian kuantitatif... Terimakasih pak!

    BalasHapus
  9. @Mershelly Syanel: kuesioner boleh untuk penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Trims

    BalasHapus
  10. Reza Panangian17 Januari 2012 15.11

    pak..saya lagi ngerjain skripsi nih dengan judul "pengaruh kecerdasan emosional dan spiritual terhadap tingkat pemahaman akuntansi"..kebetulan kualitatif eksplanatori..selain wawancara dan observasi, saya jg menggunakan angket sebagai media tambahan..pertanyaannyas..:

    1. dalam membuat angket apakah saya harus menggunakan spps ? untuk mengukur reliabel dan validnya suatu pertanyaan..?
    saya ragu2..soalnya saya liat skripsi alumni, dia tdk memakai spss...dan intrepretasinya memakai distribusi frekuensi berdasarkan prosentase saja...bagaimana bapak...?

    terima kasih ya pakkk.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Reza Panangian: angket atau kuesioner yang dibuat sendiri, harus diuji validitas dan reliabilitas dahulu sebelum penelitian, cara menguji boleh dengan software atau dengan cara lain yang diperbolehkan. Trims

      Hapus
  11. achirsupriyanto31 Januari 2012 13.42

    pak,saya sdg bikin penelitian (kualitatif) kalo judul penelitiannya adl motivasi masuk kursus menjahit,dan yg diteliti adl motivasi intrinsik dan ekstrinsiknya. kira2 apa aspek apa sj yang ditanyakan pd kuesionernya. lalu bentuk olahan dari hasil kuesionernya seperti apa ya pak? apakah prosentase?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca teori motivasi di blog ini, sehingga faham aspek apa saja yang perlu ditanyakan, bentuk olahan kuesionernya biasanya motivasi kuat, sedang dan kurang, atau motivasi baik dan kurang baik. Trims

      Hapus
  12. achirsupriyanto15 Februari 2012 13.16

    matur nuwun sanget pak, jwbnnya sangat membantu....oya, kalau mengukur reliabilitas dan validitas instrumen penelitian kualitatif bagaimana...?
    tks...

    BalasHapus
  13. Pak¤ saya lgi buat penelitian kualitatif jdl nya"pengaruh status ekonomi keluarga bagi prestasi mahasiswa"apa saja Ɣªήğ akan buat dalam bntuk kuisionernya

    BalasHapus
  14. saya putra...
    mau tanya dok,
    penelitian saya kualitatif, kuisioner seperti apa yang harus saya gunakan?
    judul nya "persepsi pasien post op kanker payudara tentang gambaran diri". terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  15. saya putra, mau tanya dok.
    penelitian sy kualitatif. quisioner seperti apa yang harus saya gunakan dalam penelitian saya. judul nya "persepsi pasien post op kanker payudara tentang gambaran diri"

    BalasHapus
  16. permisi mau tanya Dok...
    kalau cara tanya ke responden tentang perhatian orang tua sebaiknya memakai apa,?
    terima kasih

    BalasHapus
  17. pak saya mau tanya nih pak,,kalo judulnya tentang fsktor faktor ibu melakukan seksio kuesionernya dalam bentuk apa ya pak,,dan menggunakan uji apa,,trimaksih ya pak,,maklum ni,,belum ngerti kali mengenai penelitian,,jawaban bapak sangat membantu,,

    BalasHapus
  18. Bapak saya mau nanya, Saya sedang menempuh tugas akhir pak, nah tugas akhir saya menggunakan kuesioner tapi yang diteliti tidak lebih dari 10 orang. itu bagaimana pak? mohon penkelasannya pak?

    BalasHapus
  19. Mohon bantuan Pak dokter, saya ingin menggali informasi lebh dalam ttg penyakit BVD pd sapi,jadi saya lebh prefer angket dgn multiple choice (perkiraan jwban yg mungkin) akan tetapi saya kebingungan utk mengolah data tsb utk uji validitas dan reabilitasna,krn kalo skala likert kan jelas nominalna,sdgkan multiple choice jwabannya berbeda2 ,misal :pertanyaan: dari manakah ternak bapak didapatkan? A.kawin alami B. Inseminasi buatan C. Beli dari Jawa, bgaimana kita menempatkan angka nominalna jika qta ingin memakai angket MCQ?trimakasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Angket MCQ tidak ada gradasi nilai (seperti Likert), karena MCQ merupakan pertanyaan yang hanya membedakan, tidak ada tingkatanya, jadi tidak ada gradasi nilai. Untuk mendapatkan pertanyaan yang ada gradasi nilai, bisa ditanyakan sbb: Apakah bapak mendapatkan ternak dari kawin alami: A. selalu; B. kadang-kadang; C. Tidak pernah

      Hapus
  20. assalammualaikum pak,, pak saya saat ini sedang ngerjain skripsi yg judul na "pengaruh penyuluhan sadari terhadap perilaku sadari pada wanita usia 20-49 tahun" ,, saat ini saya terbentur pd pembuatan bab 3 dan kuesionernya pak jumlah populasi saya 141,,menurut bapak sebaiknya saya menggunakan metode apa dan apa isi kuesioner yg pas,, oya pak berdasarkan judul saya tadi lebih baik menggunakan kelompok kontrol atau one grup pre and post test apa alasannya pak,, terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
  21. dok, cara mengetahui kuesioner itu valid tidaknya gmn ya dok??
    mohon jawabannya

    BalasHapus