PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Jumat, 17 Februari 2012

MENURUNKAN KADAR ASAM URAT DALAM DARAH DENGAN MENGGUNAKAN BUAH SIRSAT

Dr. Suparyanto, M.Kes

2.1.1        Pengertian
Menurut Mutia Sari (2010 : 5) asam urat adalah akibat tingginya kadar asam urat di tubuh. Silvia S. (2009 : 10) berpendapat bahwa asam urat adalah asam yang berbentuk kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (bentuk turunan nukeloprotein) yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh.
Khomsan A. S. Harlinawati Y. (2008 : 4)  mengatakan asam urat ialah terjadinya penumpukan kristal asam urat pada daerah persendian.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan asam urat merupakan bagian metabolisme purin. Dalam keadaan normal dan jika tidak berlangsung normal asam urat akan menumpuk dalam jaringan tubuh. Akibatnya, terjadi penumpukan kristal asam urat pada daerah persendian sehingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.
2.1.2        Tanda dan gejala
Menurut Mutia Sari (2010 : 33) biasanya asam urat  mengenai sendi ibu jari, tetapi bisa juga pada tumit, pergelangan kaki dan tangan atau sikut. Kebanyakan asam urat muncul sebagai serangan kambuhan. Penyakit ini timbul dari kondisi hiperurikemi, yaitu keadaan di mana kadar asam urat dalam darah di atas normal. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 - 7 mg/dL, sedangkan pada wanita 2,6 - 6 mg/dL. Asam urat sendiri adalah hasil metabolisme purin dan kemudian diekskresikan melalui ginjal. Peningkatan kadar asam urat bisa disebabkan oleh produksi asam urat yang berlebihan (karena konsumsi makanan kaya purin) atau turunnya ekskresi (karena adanya kelainan pada ginjal). Asam urat yang beriebihan dalam tubuh cenderung mengumpul pada sendi dan berubah bentuk menjadi kristal-kristal asam urat berbentuk jarum. Serangan asam urat muncul akibat reaksi inflamasi karena adanya sel-sel darah putih yang menganggap kristal ini adalah benda asing. Bagian sendi yang terkena akan terasa sakit karena adanya kristal dan kulit yang menjadi sangat sensitif .
Serangan  asam urat biasanya timbul secara mendadak/akut, kebanyakan menyerang pada malam hari. Jika asam urat menyerang, sendi-sendi yang terserang tampak merah, mengkilat, bengkak, kulit diatasnya terasa panas disertai rasa nyeri yang sangat hebat, dan persendian sulit digerakan. Serangan pertama asam urat pada umumnya berupa serangan akut yang terjadi pada pangkal ibu jari kaki, dan seringkali hanya satu sendi yang diserang. Namun, gejala-gejala tersebut dapat juga terjadi pada sendi lain seperti pada tumit, lutut, siku dan lain-lain. Dalam kasus encok kronis, dapat timbul tofus yaitu endapan seperti kapur di kulit yang membentuk suatu tonjolan atau benjolan yang menandai pengendapan kristal asam urat. Tofus sering timbul pada daun telinga, siku, tumit belakang dan punggung tangan.
Asam urat yang berlebih kemudian akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak. Kadang-kadang, kita pun sering merasa nyeri atau pegal-pegal dan sejenisnya. Anda bisa memastikan apakah Anda terkena asam urat atau tidak dengan cara mengetahui gejala-gejala asam urat. Adapun gejala-gejalanya, yaitu:
1.      Kesemutan dan linu.
2.      Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur.
3.      Sendi yang terkena asam urat akan terlihat bengkak, kemerahan, panas, dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.
Jika Anda merasakan gejala seperti di atas, bisa jadi Anda terkena asam urat. Kadang-kadang, Anda langsung memijatkannya agar pegal-pegal menjadi hilang. Padahal, pijat malah justru memperparah asam urat. Pijatan pada sendi yang memiliki kristal urat bukannya meredakan keluhan nyeri, melainkan nyeri itu akan semakin menjadi-jadi karena kristal urat yang tersangkut di sendi menyerupai jarum-jarum halus. Jika sendi yang memiliki kristal urat itu dipijat, maka secara mekanis jarum-jarum kristal urat tersebut akan lebih keras menusuk permukaan sendi.
Menurut Khomsam A.S. Harliawati (2008) gejala serangan asam urat ditandai dengan nyeri dan pembengkakan pada ibu jari sampai ke jari-jari lainnya. Biasanya, rasa nyeri yang hebat tersebut berlangsung selama 24 jam. Selanjutnya, berangsur berkurang sampai menghilang dalam waktu 3-7 hari. Jika kadar asam urat serangan pertama tidak diturunkan menjadi normal, akan terjadi serangan selanjutnya dan bersifat menahun.
Nyeri yang disebabkan asam urat mengakibatkan kesulitan gerak sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Tidak jarang, penderita menjadi depresi karena kualitas dan produktivitasnya menurun drastis. Yang harus diwaspadai adalah komplikasi di kemudian hari, seperti benjolan pada bagian tubuh tertentu, kerusakan tulang dan sendi, batu ginjal, kerusakan ginjal, dan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Tirnbulnya serangan kedua dan selanjutnya sulit diprediksi. Namun, dari berbagai penelitian dikemukakan bahwa semakin tinggi kadar asam urat, semakin sering juga terjadi serangan nyeri dengan berbagai komplikasi. Serangan pun tidak hanya di ibu jari tangan, tetapi menyebar ke pergelangan kaki, lutut, siku, telinga, sendi kecil lain pada tangan, dan otot. Nyeri akan semakin bertambah saat tengah malam. Sendi yang terserang akan tampak merah, mengilat, bengkak, kulit di atasnya terasa panas, dan persendian sulit digerakkan. Selain itu, badan menjadi demam, kepala terasa sakit, nafsu makan berkurang, dan jantung berdebar. (Silvia 2009)
2.1.3        Patofisiologi
Menurut Mutia Sari (2010) asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Ini juga merupakan hasil samping dari pemecahan sel dalam darah. Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu.
Menurut Khomsam A.S Halinawati Y. (2008) Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat dalam tubuh. Hal lain yang dapat me­ningkatkan kadar asam urat adalah kita terlalu banyak mengkonsurnsi bahan makanan yang mengandung banyak purin. Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak.
Menurut Silvia S.(2009) jika berbentuk kristal-kristal dari monosodium asam urat monohidrat sendi-sendi dan jaringan sekitarnya, maka akan terjadi peradangan dengan rasa nyeri pada persendian. Seringkali pada pergelangan kaki, kadang-kadang pada sendi, tangan, lutut, dan pundak, atau jari-jari tangan.
2.1.4        Stadium penyakit asam urat
Menurut  Mutia Sari (2010) sama halnya dengan penyakit kanker, penyakit asam urat terdiri atas beberapa stadium. Kasus asam urat tingkat keparahannya terdiri dari empat tahapan/stadium:
1.      Tahap Asimtomatik (stadium I)
Tanda-tAnda penyakit asam urat/gout pada stadium I atau permulaan biasanya ditandai dengan peningkatan kadar asam urat tetapi tidak dirasakan oleh penderita karena tidak merasakan sakit sama sekali dan tidak disertai gejala nyeri, arthritis, tofi/tofus maupun batu ginjal atau batu urat di saluran kemih.
2.      Tahap Akut (stadium II)
Asam urat Stadium II biasanya terjadi serangan radang sendi disertai dengan rasa nyeri yang hebat, bengkak, merah dan terasa panas pada pangkal ibu jari kaki. Biasanya serangan muncul pada tengah malam dan menjelang pagi hari.
3.      Tahap Interkritikal (stadium III)
Asam urat Stadium III adalah tahap interval di antara dua serangan akut. Biasanya terjadi selelah satu sampai dua tahun kemudian.
4.      Tahap Kronik (stadium IV)
Tahapan kronik ini ditandai dengan terbentuknya tofi dan deformasi atau perubahan bentuk pada sendi-sendi yang tidak dapat berubah ke bentuk seperti semula, ini disebut gejala irreversibel atau arthritis asam urat kronis. Pada kondisi ini frekuensi kambuh akan semakin sering dan disertai rasa sakit terus menerus yang lebih menyiksa dan suhu badan bisa tinggi. Bila demikian bisa menyebabkan penderita tidak bisa jalan atau lumpuh karena sendi menjadi kaku kaku tak bisa ditekuk.

2.1.5        Faktor yang mempengaruhi terjadinya peningkatan kadar asam urat
Menurut Khosam A. S. Harlinawati (2008) terjadinya gangguan asam urat dipicu oleh beberapa hal. Berikut ini faktor risiko yang membuat seseorang terserang asam urat.

1.      Senyawa purin berlebih
Purin merupakan senyawa yang akan diubah menjadi asam urat dalam tubuh. Kadar asam urat meningkat karena asupan makanan tinggi purin. Jenis makanan yang tinggi purin, misalnya jeroan, seafood, makanan kaleng, dan kaldu daging.
2.      Genetik
Adanya riwayat asam urat dalam keluarga membuat risiko terjadinya asam urat menjadi semakin tinggi.
3.      Konsumsi alkohol berlebih
Alkohol merupakan penghambat pengeluaran asam urat dari dalam tubuh.
4.      Berat badan berlebih
Kondisi berat badan yang berlebih (gemuk) dapat me­nyebabkan asam urat. Hal ini disebabkan lemak yang banyak terdapat pada tubuh orang gemuk menghambat pengeluaran asam urat melalui urin.
5.      Obat tertentu
Jenis obat tertentu yang dikonsumsi dalam jangka panjang ternyata dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh, seperti diuretik (peluruh air kencing) dan aspirin (pencegah serangan jantung).
6.      Gangguan fungsi ginjal
Asam urat dikeluarkan bersama urin melalui ginjal. Jika terjadi gangguan pada ginjal, pengeluaran asam urat juga terganggu.

7.      Usia
Penyakit asam urat lebih sering menyerang pria di atas 30 tahun. Hal ini disebabkan pria mempunyai kandungan asam urat dalam darah lebih tinggi dibanding wanita. Kandungan asam urat pada wanita baru meningkat selelah menopause.
8.      Penyakit degeneratif (hipertensi, jantung, diabetes mellitus)
Beberapa ahli menyatakan bahwa pada dasarnya asam urat bukan penyakit pokok. Ia menjadi penyerta dari penyakit degeneratif. Jika kadar asam urat tinggi, perlu dicurigai adanya penyakit degeneratif.
9.      Kurang minum
Kurang minum memicu pengendapan asam urat dan menghambat pengeluaran asam urat.
2.1.6        Mengatasi asam urat
Para ahli menegaskan, jangan menunda pengobatan kedua penyakit ini. Khusus untuk asam urat, jika kadarnya dibiarkan di atas 7 mg%, kristal monosodium urat yang menumpuk dalam ginjal bisa mengakibatkan batu ginjal. Bahkan, bisa merusak jaringan ginjal yang bisa berujung pada terjadinya gagal ginjal. Tidak itu saja, disinyalir asam urat memicu timbulnya tekanan darah tinggi, jantung koroner, dan diabetes.
Di pasaran, beredar obat untuk rematik dan asam urat. Namun, obat tersebut hanya mengatasi rasa sakit untuk sementara waktu. Selelah beberapa saat, rasa nyeri atau sakit timbul kembali. Obat yang dapat mengurangi kadar asam urat yang berlebihan dalam darah juga belum ada. Yang tersedia adalah obat untuk menekan produksi asam urat. Pastinya obat tersebut tidak sepenuhnya aman. Diketahui konsumsi pain killer yang berkepanjangan bisa mengakibatkan kerusakan lambung dan ketergantungan obat.
Melihat faktor pemicu rematik dan asam urat, sebenarnya dapat dilakukan dengan mengontrol kesehatan sendiri sebelum terjadi serangan yang lebih berbahaya. Perawatan sendiri merupakan usaha yang paling mudah dan tentunya aman.
1.      Olahraga ringan
Olahraga yang teratur memperbaiki kondisi kekuatan dan kelenturan sendi serta memperkecil risiko terjadinya kerusakan sendi akibat radang sendi. Selain itu, olahraga memberi efek menghangatkan tubuh sehingga mengurangi rasa sakit dan mencegah pengendapan asam urat pada ujung-ujung tubuh yang dingin karena kurang pasokan darah. Jalan kaki, bersepeda, dan joging bisa dijadikan alternatif olahraga untuk mengatasi rematik dan asam urat. Selain itu, olahraga yang cukup dan teratur memperkuat sirkulasi darah dalam tubuh. Namun, ingat! Lakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah melakukan latihan inti. Hal ini untuk menghindari kejadian rematik yang lebih parah.
2.      Diet
Khusus untuk asam urat, diet merupakan bagian yang sangat penting untuk mengatasinya. Yang perlu diingat, turunkan kadar asam urat secara perlahan. Diet yang terlalu ketat malah membuat timbulnya serangan akut berikutnya. Berikut ini syarat diet untuk penderita asam urat.
a.       Batasi asupan makanan tinggi purin
Penderita yang sudah mengalami pembengkakan sendi seharusnya tidak mengonsumsi makanan yang berpurin. Namun, menghindari makanan sumber protein hampir tidak mungkin dilakukan. Yang bisa dilakukan adalah membatasi asupan purin menjadi 100-150 mg/hari.
b.      Cukup kalori
Sesuaikan kebutuhan kalori dengan berat badan dan tinggi badan. Bagi penderita yang mengalami kelebihan berat badan, kurangi asupan kalori. Namun, perlu diingat bahwa asupan kalori yang terlalu sedikit juga meningkatkan kadar asam urat. Hal ini disebabkan produksi keton bodies yang mengurangi pengeluaran asam urat melalui urin.
c.       Tinggi karbohidrat
Konsumsi karbohidrat kompleks, seperti ubi, singkong, nasi, dan roti untuk meningkatkan pengeluaran asam urat. Konsumsi karbohidrat ini tidak kurang 100 gram per hari. Namun, hindari konsumsi karbohidrat sederhana, seperti permen, gula, sirop, dan gulali. Karbohidrat jenis ini dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
d.      Rendah protein
Makanan sumber protein dapat meningkatkan kadar asam ura,' dalam darah. Terutama pada protein hewani, kadar purin yang dikandungnya tinggi. Oleh karena itu, asupan yang dianjurkan bagi penderita asam urat adalah 50-70 gra m/ha ri.
e.       Rendah lemak
Lemak dapat menghambat pengeluaran asam urat melalui urin. Oleh karena itu, hindari makanan yangdigor4eng, bersantan, serta margarin dan mentega. Konsumsi lemak yang dianjurkan adalah 15% dari total asupan kalori/hari.
f.       Tinggi cairan
Cairan dapat membantu mengeluarkan asam urat melalui urin. Cairan yang dikonsumsi bisa berasal dari air putih dan buah-buahan. Konsumsi buah-buahan segar yang mengandung banyak air, seperti semangka, melon, blewah, belimbing manis, dan mentimun. Hindari avokad dan durian karena berlemak tinggi serta nanas karena kadar alkoholnya tinggi. Disarankan minum air putih minimal 10 gelas setiap hari. Untuk mengukur cukup-tidaknya konsumsi air, Anda bisa mengetes sendiri. Ketika bangun tidur, biasanya warna urin pertama lebih tua dan kurang bening. Selelah itu, warna urin seharusnya bening.
g. Tanpa alkohol
Alkohol mengandung purin tinggi dan sekaligus menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.
3.      Terapi jus
Menurut  E. Prihatmo P. (2011) seperti yang telah diketahui, buah dan sayur kaya zat gizi. Kandungan vitamin, mineral, fitonutrien, dan serat makanan melimpah di kedua bahan makanan tersebut. Ternyata, kandung­an buah dan sayur tersebut berkhasiat untuk kesehatan. Peneliti­an telah membuktikan kemujaraban buah dan sayur mengatasi ragam penyakit, dari ringan sampai berat.
Satu cara membuat khasiat buah dan sayur optimal sebagai terapi adalah dengan dijus. Terapi ini merupakan penyembuhan penyakit dengan memanfaatkan sari buah dan sayur. Caranya, bisa dengan diparut, serta diperas dan dilumatkan dengan tangan atau mesin (blender dan juicer). Terapi ini begitu mudah dipraktekkan karena jus bukanlah makanan asing di dalam keseharian kita.  Namun, perlu diingat bahwa terapi ini tidak bersifat tunggal. Artinya, lakukan terapi ini bersamaan dengan cara penyembuhan lain, yaitu olahraga, diet, dan herbal. Yang penting juga, tetap kontrol kesehatan dan konsultasikan terapi ke dokter.


4.      Terapi herbal
Terapi herbal dilakukan dengan memanfaatkan tumbuhan obat yang diramu. Terapi ini sudah lama dikenal dan dipraktekkan sejak berabad-abad lalu. Sudah banyak bukti empiris yang menunjukkan kemampuan herbal mengatasi hampir semua penyakit. Beragam jenis tanaman obat juga sudah diteliti secara laboratorium untuk mengetahui kandungan zat dan efeknya.
Di antara ragam khasiat ramuan herbal, salah satunya adalah mengatasi rematik dan asam urat. Beberapa tanaman telah diketahui mengandung efek farmakologis yang membantu mengatasi derita rematik dan asam urat.

2.2  Sirsak
2.2.1        Kandungan sirsak
Menurut  E. Prihatmo P. (2011) Sirsak merupakan tanaman tropis yang buahnya memiliki aroma dan rasa khas. Daging buahnya berwarna putih susu, rasanya manis-asam dan berbiji kecil. Buah ini mudah didapat, mulai dari pasar tradisional sampau supermarket. Buah sirsak pun bisa diolah menjadi berbagai macam sbervitamin, sirsak juga banyak mengandung mineral dan zat fitrokimia yang berkhasiat untuk kesehatan.
Sirsak mengandung karbohidrat cukup tinggi berbentuk glukosa dan fruktosa. Kandungan vitamin didominasi vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B2. Mineral utama pada sirsak adalah fosfor dan kalsium. Sirsak juga memiliki kandungan serat cukup tinggi.
Buah sirsak terdiri dari 67,5 persen daging buah, 20 persen kulit buah, 8,5 persen biji buah, dan 4 persen inti dalam sirsak adalah karbohidrat. Salah satu jenis karbohidrat pada buah sirsak adalah gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengan kadar 81,9 – 93,6 persen dari kandungan gula total (Rahima, 2011 : 13)
Dalarn kondisi normal, tubuh kita membutuhkan 300gr - 400gr konsumsi buah harian sesuai AKG 2000kkal. Tubuh kita membutuhkan serat makanan dan beberapa vitamin dan mineral yang terkandung dalam bush untuk menjaga sistem metabolisms dalam tubuh. Buah sirsak mengandung sebagian besar zat-zat penting yang diperlukan oleh tubuh. Setiap kita mengonsumsi 100 gr buah sirsak matang maka tubuh kita menerima vitamin, mineral, karbohidrat, dan serat makanan seperti tertera di bawah ini.
a.       Vitamin
1.      Vitamin A, IU (2.0 IU 0%)
Vitamin A baik untuk menjaga kesehatan gigi, tutang, dan jaringan tunak. Vitamin A juga mengurangi kerentanan terhadap infeksi karena Vit. A melindungi selaput lendir pada mulut, hidung, tenggorokan, dan paru-paru.  Vit  A tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, kecuali dianjurkan dalam pengawasan medis ketat; karena akan menimbulkan reaksi kimia tubuh yang membahayakan. Vitamin A pada sirsak tidak mengandung Retinol atau pembuat pigmen- retina mata yang penting untuk, prooses penglihatan. Meski demikian, Vit. A dalam buah  sirsak mengandung zat yang dikenal dengan nama Betacarotene atau Provitamin A.
2.      Beta Carotene -V        1.0,mcR
Beta-carotene bersifat antioksidan, yang berarti dapat membantu tubuh memerangi zat-zat kimia bebas dalam tubuh yang disebut radikal bebas. Radikal bebas ini diproduksi tubuh pada saat tubuh mengonversi makanan menjadi energi. Seiring dengan perkembangan usia, tumpukan radikal bebas ini semakin meningkat dan memperbessar kesempatan kerusakan sel-sel tubuh (proses oksidative stress). Kerusakan sel-sel tubuh ini diasosiasikan dengan proses, penuaarr dan penurunan fungsi sistem saraf serta sistem kekebalan tubuh secara umum. Proses Oksidative stres diduga memberikan kontribusi pada perkembangan berbagai macam gangguan kesehatan seperti kanker, penyakit jantung, dan pembengkakan. Beta-carotene dapat mencegah pembentukan zat-zat penyebab, kanker: dalam tubuh karena konversi nitrat dalam asap rokok, daging babi, asap.
3.      Vitamin C (20.0 mg, 33%)
Vitamin C, atau asam askorbat, tidak diproduksi tubuh sehingga kita harus mengonsumsinya setiap hari. Asupan vitamin C yang berlebihan tidak membahayakan tubuh karena vitamin C termasuk golongan vitamin yang larut dalam air. Manfaat vitamin C dalam makanan yang kita makan dapat kita rasakan manfaatnya sampai 14 jam dan setelah itu akan menurun. Jika kandungan vitamin C dalam makanan kurang dari 50% AKG berlangsung terus menerus, maka gejala avitaminosis akan terlihat setelah empat minggu. Kelebihan vitamin C dalam tubuh akan dengan sendirinya larut dalam urine.
Asam askorbat membantu penyerapan kalsium tubuh dalam dosis yang tepat dan juga mendorong perkembangan sel yang sehat. Tubuh akan otomatis menggunakan vit. C secara besar-besaran pada saat terjadi proses penyembuhan karena infeksi, penyakit, atau pasca operasi. Vit. C juga membantu memperbaiki dan menjaga kesehatan tulang rawan, tutang, gigi, dan gusi. Vit. C juga penting untuk proses sintesis kolagen atau proses perekatan antar sel guna mempertahankan keutuhan jaringan tisu pada kulit, tendon, ligament, dan pembuluh darah.
Kecukupan vitamin C dalam tubuh juga membantu pertahanan terhadap serangan jamur, infeksi, serta membantu mencegah dan mengobati penyakit flu ringan. Kecukupan asupan vitamin C sehari-hari juga mengurangi risiko mengidap kanker karena vitamin C juga termasuk zat antioksidan. Mengonsumsi buah sirsak setiap hari berati menyediakan antioksidan dalam tubuh.
4.      Folat (14.0 mg, 4%)
Folat atau asam fotat atau vitamin B9 juga termasuk vitamin yang larut dalam air dan harus terkandung dalam makanan yang kita makan sehari-hari karena tubuh tidak dapat memproduksi sendiri. Sama seperti vitamin C, kelebihan vitamin B9 tidak membahayakan tubuh karena akan terbuang melalui urine. Avitaminosis juga dapat dirasakan selelah empat minggu jika berturut-turut asupan makanan mengandung kurang dari 50% AKG harian.
Vitamin B9 dan jenis vitamin B lain atau biasa disebut Vitamin B kompleks berfungsi membantu dan mengatur proses metabolisms protein, lemak dan karbohidrat dalam tubuh. Ketiga proses ini penting guna menghasilkan energi tubuh. Folat juga berkontribusi terhadap proses produksi sel darah merah dan sintesis hemoglobin di seluruh tubuh. Asupan folat yang cukup setiap hari sangat diperlukan pada masa-­masa pertumbuhan, seperti pada saat mengandung, bayi tumbuh kembang, dan saat usia menginjak remaja, karena folat penting untuk sintesis DNA dan RNA.
Vitamin B1 dengan nilai 0.07mg juga terserap tubuh saat kita mengonsumsi 100 gr daging buah sirsak.


b.      Protein
1.      Protein (1.0 g, 0%)
Pada intinya protein memiliki banyak peran dalam tubuh dan pada dasarnya protein berperan sebagai penunjang keberadaan setiap sel yang ada di tubuh kita. Protein juga berperan dalam proses kekebalan tubuh. Fungsi lain adanya protein dalam tubuh adalah sebagai sumber energi, pengatur sintesi hormon, enzim, dan antibodi. Protein juga berperan menjaga keseimbangan kadar asam basa dalam sel.
Asupan protein pada makanan bisa dihitung selidaknya 1 gr dikali kilogram berat tubuh. Kekurangan protein bisa dilihat dengan adanya kerontokan rambut, dan yang paling buruk adalah penyakit busung lapar, serta dapat mengakibatkan kematian.
c.    Mineral
1.      Kalsium (14.0 mg, 1%)
Kalsium diperlukan dalam pembekuan darah dan penstabil berbagai fungsi tubuh. Kalsium berperan meringankan insomnia dan mengatur ritme detak jantung serta sebagai transmisi impuls syaraf. Selain itu, kalsium juga mengatur jalur keluar masuknya nutrisi (gizi) dalam dan keluar dari dinding-dinding sel. Kalsiurn membantu menurunkan kadar kolesterol, pertumbuhan otot, mencegah terjadinya kram otot, dan pembekuan darah secara normal, dan juga membantu mengurangi risiko serangan kanker usus besar. Kalsium juga mencegah penyerapan kandungan timah ke dalam tulang.
2.      Magnesium (21.0 mg, 5%)
Magnesium sangat berperan penting dalam mengatur aktivitas neuromuskuler pada jantung agar ritme detaknya normal setiap saat. Zat ini berfungsi sebagai pelemas otot, membantu pembentukan tulang, gigi, dan membantu penyerapan kalsium dan potasium dalarn tubuh. Magnesium juga diperlukan tubuh untuk metabolisme tingkat sel dan produksi energi dengan bantuan aktivitas enzim. Kekurangan magnesium menyebabkan permasalahan penyerapan kalsium dalam tubuh.
3.      Fosfor  (27.0 mg, 3%)
Zat fosfor ada dalam proses pembentukan tulang dan gigi serta dalam proses metabolism. Fosfor juga terlibat dalam fungsi ginjal, pertumbuhan sel, serta kontraksi otot. Fosfor juga berperan dalarn pemanfaatan vitamin B dalam tubuh.
4.      Potasium (278.0 mg, 8%)
Irama jantung yang normal dipengaruhi adanya potasium dan natrium dalam tubuh. Dua zat itu juga berperan dalam keseimbangan pembuangan sampah tubuh. Potasium saja diperlukan oleh tubuh untuk proses pertumbuhan, membangun otot, dan transmisi impuls syaraf. Zat ini hilang dalam tubuh saat kita berkeringat dan buang air kecil, oleh karenanya asupan makanan mengandung potasium penting dikonsumsi setiap hari untuk mengurangi tekanan darah tinggi bersamaan memproduksi kulit yang sehat. Zat ini juga merangsang ginjal membuang racun dalam tubuh.
Defisit potasium dalam tubuh menyebabkan berkurangnya daya refleks, gangguan saraf, gagal pernapasan, kerusakan otot dan jantung gagal berdetak. Kebutuhan rata-rata potasium harian dari bayi sampai dewasa antara 3gr - 5gr.
5.      Natrium (14.0 mg, 1%)
Zat ini penting dalam produksi asam klorida lambung yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi makanan. Natrium penting bagi tubuh, tetapi kelebihan natrium dalam tubuh juga berbahaya, meskipun ginjal selalu membuangnya. Kelebihan natrium bagi wanita dapat meningkatkan risiko terserang osteoporosis, meski asupan kalsium dalam tubuh sudah memadai. Zat ini juga yang bertanggung jawab terhadap tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kelebihan natrium dalam tubuh juga menyebabkan edema atau pembengkakan jaringan karena terlalu banyak cairan tubuh dan juga retensi air dalam tubuh.
6.      Zat Besi (0.6 mg)
Zat besi berperan dalam menggabungkan protein dan tembaga tubuh dalam proses produksi hemoglobin. Kecukupan zat besi dalam tubuh berarti menjamin kualitas darah yang baik dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stres dan penyakit. Dalam jaringan otot, zat besi memiliki peran pokok dalam pembentukan mioglobin. Mioglobin bertugas mensuplai oksigen dalam sel-sel otot untuk melangsungkan reaksi kimia sehingga otot bisa melakukan kontraksi. Kecukupan zat besi juga mengurangi rasa capek serta membantu meningkatkan warna kulit yang cerah.
d.      Karbohidrat dan Energi
1.      Karbohidrat (16.0 g, 5%)
Sederhananya, karbohidrat adalah asupan zat-zat bagi tubuh sebagai sumber tenaga.
2.      Diet serat (3.0 g, 12%)
Kebutuhan diet serat dengan berdasarkan perhitungan 2000 kal adalah 20gr - 30gr. Kecukupan diet serat dapat mengurangi risiko terkena berbagai macam kanker, membantu memperlancar buang air besar, mengurangi risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, dan meningkatkan toleransi terhadap gula dalam tubuh serta meningkatkan respons tubuh terhadap insulin.
3.      Total Gula (13.0 g)
Manfaat kandungan gula dalam buah sirsak dapat diartikan sama dengan nilai kecukupan karbohidrat dalam tubuh sebagai bahan energi tubuh.

4.      Energi (66.0 kkal, 3%)
Nilai kalori atau energi mengonsumsi 100 gr buah sirsak adalah 66 kkal atau mencukupi 3% dari AKG diet harian 2000 Kkal.
Selain buah sirsak, daun dan biji buah sirsak mengandung berbagai komponen kimia alami yang selelah diteliti dapat dimanfaatkan sebagai fungisida dan juga pestisida botani. Daun dan biji sirsak dapat berfungsi sebagai fungisida botani karena dalam tanaman sirsak mengandung acetaldehyde, caffeic-acid, p-coumaric-acid, dan reticuline. Sedangkan komponen kimia alami seperti acetaldehyde, aluminium, ascorbic-acid, beta-sitosterol, caffeic-acid, ethanol, hcn, malic-acid, p-coumaric-acid, procyanidin, reticuline, sulfur, tannin, thiamin, zinc adalah bahan dasar pestisida botani yang terkandung dalam tanaman sirsak.
2.2.2        Manfaat sirsak terhadap penurunan kadar asam urat
Vitamin yang paling dominan pada buah sirsak adalah vitamin C, yaitu sekitar 20 mg per 100 g daging buah. Sedangkan kebutuhan vitamin C per orang per hari sekitar 60 mg. Kebutuhan ini dapat dipenuhi hanya dengan mengonsumsi 300 g daging buah sirsak. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada sirsak merupakan penyedia antioksidan yang sangat baik sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan.
.

Dari penelitian ditemukan bahwa vitamin C berefek meningkatkan pengeluaran asam urat dari tubuh. Selain itu, vitamin ini merupakan sumber antioksidan yang membentengi tubuh dari serangan penyakit. Contoh buah dan sayur  yang tinggi vitamin C-nya, antara lain sirsak, jambu biji, jeruk, stroberi, anggur, mangga, kiwi, tomat, cabai dan paprika (Rahma E 2011).
2.2.3        Proses dan perjalan vit c mengikat asam urat
Setelah responden mengosumsi  buah sirsak yang kaya akan vit c, maka vit c yang ada pada sirsak akan di serap oleh usus halus dan dari usus halus akan di teruskan di arteri abdominalis . Di sini vit c mengikat asam urat setelah mengikat asam urat dari arteri abdominalis akan di teruskan di arteri renalis dan mengikat asam urat yang berlebihan pula di arteri renalis, setelah mengikat asam urat di arteri renalis akan di teruskan ke arteri interlobaris sehingga mengikat asam urat di sana.  Setelah di arteri interlobaris maka akan di teruskan  di arteri arkuarta sehingga vit c juga mengikat asam urat yang berada pada arteri arkuarta, dan di teruskan pada arteri interlobularis sehingga vit c juga mengikat asam urat yang ada di sana dan dari arteri interlobularis akan di teruskan ke arteri eferen sehingga asam urat yang ada di arteri eferen  akan di teruskan di glomerolus. Nah asam urat yang terkumpul di glomerolus yang tidak di pakai tadi akan di teruskan ke kapsula bowmen, dari kapsula bowmen akan di teruskan ke ureter dari ureter akan di teruskan ke visika urinaria di visika urinarialah asam urat yang tidak terpakai akan di keluarkan bersama urin melalui uretra (Sunita Almatsier 2003).  Dan menurut Sunita Almatsier, 2003 pengambilan sampel darah sebaik di ambil pada pembuluh darah kapiler  pada ujung jari dan waktu pengecekan yang paling tepat adalah pagi hari sebelum sarapan pagi, sehingga hasilnya akan lebih akurat karna tubuh kita belum medapatkan asupan purin dari makanan.

DAFTAR PUSTAKA


E. Prihatmo P. 2011. Khasiat Sehat Sirsak Melawan Kanker dan berbagai Penyakit dengan Buah Terapi Sirsak. Cetakan 1. Selingkar Rumah Idea Pustaka, Juni
Hidayat, A.A (2007). Metode Penelitian Keperawatan dan Tehnik Analisa Data. Salemba Medika. Surabaya.
Khomsun A. S. Halinawati. 2008. Terapi Jus untuk rematik dan Asam Urat, Cetakan V. Jakarta : Puspa Swara, Anggota IKAPI
Mardiana L. S. Ratnasari J. 2011. Ramuan dan Khasiat Sirsak Terbukti secara Ilmiah Tumpas Kanker dan Penyakit Lainnya. Cetakan IV. Penebar Swadaya
Notoatmodjo, Soekidjo. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta; PT Rineka Cipta.
Rahima E. 2011. Menyembuhkan Kanker dengan Daun Sirsak Cetakan V. Arta Pustaka, Juni
Saraswati S., 2009. Diet Sehat untuk Penyakit Asam Urat, Diabetes, Hipertensi dan Stroke, Cetakan 1, Jogjakarta : A Plus Books
Sari M. 2010. Sehat dan Bugar tanpa Asam Urat, cetakan 1. Nopember, Araska Publisher
Sunita Almatsier 2003. Prinsip dasar ilmu gizi. Edisi 1. Jakarta; PT.Gramedia Pustaka Utama



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar