PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Senin, 13 April 2020

UMAT ISLAM ITU “HARUSNYA” SATU ATAU BANYAK KELOMPOK


UMAT ISLAM ITU “HARUSNYA” SATU ATAU BANYAK KELOMPOK

Mari kita renungkan:

Jika umat Islam ber-Mazhab, maka umat Islam akan terbagi menjadi empat golongan yaitu golongan Mazhab Hanafi, golongan Mazhab Maliki, golongan Madzab Syafii dan golongan Mazdab Hambali. Dimana antara satu mazhab dengan mazhab lainnya ada perbedaan.

Jika umat Islam mengikuti “Organisasi” maka umat Islam akan terbagi menjadi golongan organisasi A, golongan organisasi B dan seterusnya. Dimana antara golongan organisasi A dan golongan organisasi B ada perbedaan.

Jika umat Islam mengikuti “Ulama” maka umat Islam akan terbagi menjadi golongan ulama A, golongan ulama B dan seterusnya. Dimana antara golongan ulama A dan golongan ulama B ada perbedaan.

Jika umat Islam mengikuti Rasulullah, maka umat Islam hanya satu golongan dan tidak ada perbedaan.

Menurut Allah dan Rasulullah

1.       Umat Islam itu satu, bersaudara dan tidak boleh bercerai-berai

Firman Allah swt tentang umat Islam itu satu:

إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku”. (QS: Al Anbiya’, 92)

Firman Allah tentang umat Islam itu bersaudara:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”. (QS: Hujurat, 10)

Firman Allah tentang umat Islam dilarang bercerai-berai:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara. (QS Ali Imran:103)

  1. Jika berselisih kembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya

Allah berfirman,

فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Kemudian jika kalian berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul-Nya (As-Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya” (Qs. An-Nisaa’: 59).

Jika kedua kelompok muslim berselisih, maka kembalikan kepada Al Qur’an dan hadist Rasulullah, artinya yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah, harus memperbaiki (merubah) menjadi yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah.

  1. Sunnatullah umat Islam sampai akhir zaman

Rasulullah telah memprediksi bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan

Rasulullah bersabda:

نْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص.م. اِنَّ بَنِيْ  اِسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَليٰ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَتَفْتَرَقَتْ اُمَّتِيْ عَليٰ ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِيْ النَّارِ اِلاَّ مِلَّةً وَاحِيْدَةً قَالُوْا وَمَنْ هِيَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ مَا اَنَا عَليْهِ وَاَصْحَبِيْ 

“Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kaum Bani Israil telah terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya akan masuk neraka, kecuali satu golongan”. Lalu sahabat bertanya, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab, “(Golongan itu adalah orang-orang yang berpegangan pada) semua perbuatan yang telah aku lakukan, serta semua perbuatan yang dikerjakan oleh sahabat-sahabatku,” (Sunan al-Tirmidzi, 2565)

Mengapa umat Islam terpecah menjadi banyak golongan

Umar juga mempertanyakan hal Ini. Lalu Umar berdiskusi dengan Abdullah bin Abbas

Umar bertanya :

Wahai Abdullah bin Abbas mengapa umat Islam Ini berpecah belah?
Padahal kitabnya satu (Al Qur’an), Rasulullah صلى اللّه عليه وسلم nya sama, kiblatnya sama

Abdullah bin Abbas menjawab : Ya amirul mukminin, sesungguhnya Alqur’an ini diturunkan ditengah-tengah kita, kita yang pertama kali membacanya, kita memahami isinya, kita memahami seluruh tafsir Alqur’an, kita paham benar bagaimana cara mengamalkannya

Wahai amirul mukminin setelah kita meninggal maka akan lahirlah generasi selanjutnya, mereka membaca Alqur’an tapi tidak memahami apa yang dimaksud, apa tafsir yang benar, ketika mereka tidak paham maka mulailah keluar pemahaman-pemahaman yang menurut pemikiran mereka sendiri.

Apabila setiap kelompok sudah berani mentafsirkan Alqur’an menurut pemahaman masing-masing maka umat Islam akan berpecah belah

Pendapat diatas sesuai dengan Firman Allah:

وَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ ۖ كُلٌّ إِلَيْنَا رَاجِعُونَ

“Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka. Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali”. (QS: Al Anbiya’, 93)

Kita diberi kebebasan untuk memilih masuk golongan yang mana, dan apapun keputusan kita, akan kita pertanggungjawabkan sendiri-sendiri kepada Allah Ta’ala.

Semoga bermanfaat. Aamiin.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar