PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Jumat, 02 November 2012

SEKILAS TENTANG PERSALINAN

Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG PERSALINAN

1.    Definisi persalinan
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin atau uri) yang telah cukup bulan atau hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri). (manuaba,1998:157)

Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun ke dalam jalan lahir. (prawirohardjo, 2002:100)

Partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. (sarwono, 2005:181)

Persalinan adalah  proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + uri) yang dapat hidup ke dunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. (Rustam, 1998:91)

Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran placenta dan selaput janin dari tubuh ibu. (obstetri fisiologi, 1983:221)

2.    Macam – macam persalinan
Macam – macam persalinan terbagi menjadi dua kategori, yaitu:

a.Macam persalinan berdasarkan bentuk persalinan.
1)    Persalinan spontan
Adalah proses lahirnya bayi pada lahir belakang kepala (LBK) dengan tenaga  ibu sendiri, tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.
2)    Persalinan buatan
Dikatakan persalinan buatan apabila persalinan dibantu dengan tenaga dari luar, misalnya ekstraksi dengan forceps, atau dilakukan operasi sectio caesarea.
3)    Persalinan anjuran
Pada umumnya persalinan terjadi bila bayi sudah cukup besar untuk hidup diluar, tetapi tidak sedemikian besarnya sehingga menimbulkan kesulitan dalam persalinan. Kadang-kadang persalinan tidak dimulai dengan sendirinya tetapi baru berlangsung setelah pemecahan ketuban, pemberian pitocin atau prostalglandin. Keadaan inilah yang disebut persalinan anjuran.
4)    Persalinan Water Birthing
Yaitu persalinan yang dilakukan di air, persalinan ini dilakukan di kolam air hangat yang suhunya sudah diatur sedemikian rupa sehingga pada saat bayi lahir tidak kaget karena suhu air yang ada di kolam tersebut suhunya sama dengan cairan amnion ( Cairan Ketuban )

b.Macam – macam persalinan menurut usia kehamilan
1)    Abortus
Pengeluaran buah kehamilan sebelum kehamilan 22 minggu atau bayi dengan berat kurang dari 500 gram.

2)    Partus immaturus
Peneluaran buah kehamilan antara 22 minggu dan 28 minggu atu bayi dengan berat badan antara 500gram dan 999 gram.

3)    Partus prematurus
Pengeluaran buah kehamilan antara 28 minngu – 37 minggu aatau bayi dengan berat badan antara 1000 gram 2499 gram.

4)    Partus Maturus / Partus Aterm
Pengeluaran buah kehamilan antara 37 minggu dan 42 minggu atau bayi dengan berat badan 2500 gram atau lebih.

5)    Partus Postmaturus / Partus Serotinous
Pengeluaran buah kehamilan setelah kehamilan 42 minggu


3.    Tanda – tanda gejala dimulainya persalinan
Tanda dan gejala dimulainya persalinan ada dua :
1.Tanda – tanda permulaan persalinan
Sebelum terjadi persalinan sebenarnya beberapa minggu sebelumnya wanita memasuki “ bulannya“ atau “minggunya” atau “harinya” yang disebut kala pendahuluan ( Preparatory stage of labor) ini memberikan tanda sebagai berikut :
1)    Lightening atau settling atau dropping yaitu kepala turun memasuki pintu atas panggul ( PAP ) terutama pada primigravida. Pada multi para tidak begitu kentara.
2)    Perut kelihatan lebih melebar, fundus uteri turun.
3)    Perasaan sering – sering atau susah kencing (Polakisuria) karena kandung kemih tertekan oleh bagian terbawah janin.
4)    Perasaan sakit di perut dan di pinggang oleh adanya kontraksi – kontraksi lemah dari uterus, kadang – kadang disebut “ Fase Labor Pains”.
5)    Serviks menjadi lembek, mulai mendatar, dan sekresinya bertambah serta bisa bercampur darah (Bloody Show).
2.Tanda – tanda In Partu
1)    Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, sering, dan teratur.
2)    Keluar lendir bercampur darah ( Show ) yang lebih banyak karena robekan – robekan kecil pada serviks.
3)    Kadang – kadang ketuban pecah dengan sendirinya.
4)    Pada pemeriksaan dalam : serviks mendatar dan pembukaan telah ada.
            Seperti telah dikemukan dahulu factor – factor yang berperan dalam persalinan adalah :
a.Kekuatan mendorong janin keluar ( power ) :
1)    His ( kontraksi uterus )
2)    Kontraksi otot – otot dinding perut.
3)    Kontraksi diafragma
4)    Dan ligamentous action terutama lig. Rotundum
b.Faktor janin ( passager )
c.Factor jalan lahir ( passage )
d.Penolong
e.Psikis ibu
Pada waktu partus akan terjadi perubahan – perubahan pada uterus, serviks , vagina, dan dasar panggul.




4.    Perbedaan persalinan normal dan patologis
1.Persalinan Normal
Persalinan adalah proses yang dinanti-nanti seorang ibu hamil dalam menjalani proses kehamilannya. Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup, dari dalam uterus melalui vagina atau jalan lain ke dunia luar. Demikian yang disebut dengan pengertian persalinan / kelahiran.
Bila kita berbicara mengenai partus (kelahiran) normal tentunya ada kebalikannya dengan apa yang disebut dengan partus kelahiran abnormal. Yang dimaksud dengan pengertian partus normal adalah bayi lahir melalui vagina dengan letak belakang kepala / ubun-ubun kecil, tanpa menggunakan alat / pertolongan istimewa, serta tidak melukai ibu maupun bayi (kecuali episiotomi), dan proses persalinan berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam.

proses persalinan normal. Sebuah persalinan kelahiran dikatakan normal bila mempunyai sebab sebagai berikut :
1)    Penurunan fungsi plasenta : kadar progesteron dan estrogen menurun    mendadak, nutrisi janin dari plasenta berkurang.
2)    Tekanan pada ganglion servikale dari pleksus Frankenhauser, menjadi    stimulasi (pacemaker) bagi kontraksi otot polos uterus.
3)    Iskemia otot-otot uterus karena pengaruh hormonal dan beban, semakin merangsang terjadinya kontraksi.
4)    Peningkatan beban / stress pada maternal maupun fetal dan peningkatan           estrogen mengakibatkan peningkatan aktifitas kortison, prostaglandin,           oksitosin, menjadi pencetus rangsangan untuk proses persalinan.
            Dalam dunia kesehatan kita mengenal akan tiga faktor P dalam proses kelahiran. Tiga P tersebut Power, Passage, Passenger. Berikut maksud ketiga hal tersebut :
1)    Power. P yang pertama adalah POWER. Yang dimakksud power di sini adalah   His (kontraksi ritmis otot polos uterus), kekuatan mengejan ibu, keadaan    kardiovaskular respirasi metabolik ibu.
2)    Passage. P yang kedua adalah PASSAGE. Passage ini yang dimaksud adalah keadaan jalan lahir dari sang ibu hamil yang akan melahirkan.
3)    Passanger, P yang ketiga adalah PASSANGER. Yang dimaksud passanger ini adalah keadaan janin yang akan keluar dari sang ibu. Passenger ini meliputi :          letak, presentasi, ukuran/berat janin, ada / tidak kelainan anatomik mayor.
Setelah kita mengenal hal tersebut di atas, maka kita akan menginjak kepada apa yang dimaksud dengan HIS. His persalinan adalah gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding uterus yang dimulai dari daerah fundus uteri di mana tuba falopii memasuki dinding uterus, awal gelombang tersebut didapat dari ‘pacemaker’ yang terdapat di dinding uterus daerah tersebut. Resultante efek gaya kontraksi tersebut dalam keadaan normal mengarah ke daerah lokus minoris yaitu daerah kanalis servikalis (jalan lahir) yang membuka, untuk mendorong isi uterus ke luar. Demikian yang dimaksud dengan pengertian his pada persalinan.

Faktor yang menyebabkan his dalam persalinan normal adalah sebagai berikut :
1)    Kerja hormon oksitosin
2)    Regangan dinding uterus oleh isi konsepsi 3
3)    Rangsangan terhadap pleksus saraf Frankenhauser yang tertekan massa           konsepsi.

2.Persalinan patologis
Persalinan patologis disebut juga dengan dystocia berasal dari bahasa Yunani. Dys atau dusartinya jelek atau buruk, tocos artinya persalinan. Persalinan patologis adalah persalinan yang membawa satu akibat buruk bagi ibu dan anak. (Departemen of Gynekologi, 1999). Sementara persalinan normal menurut WHO adalah persalinan yang dimulai secara spontan, beresiko rendah padaawal persalinan dan tetap selama proses persalinan. Bayi dilahirkan secara spontan dalam persentasebelakang kepala usia kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu, setelah persalinan ibu dan bayi dalamkondisi sehat. (Depkes, 2002).Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari uterus melaluivagina ke dunia luar (Wikjiosastro, 2002). Sementara menurut Irene dan Margaret (2002) persalinanadalah proses bergeraknya janin, plasenta dan membrane keluar dari uterus yang tidak disadariyang menghasilkan affacement dan dilatasi cerviks yang menghasilkan persalinan.

      Peran Karakteristik Ibu dalam Persalinan Patologis.
a.Umur pada umur ibu kurang dari 20 tahun rahim dan panggul belum tumbuh mencapai ukurandewasa. Akibanya apabila ibu hamil pada umur ini mungkin mengalami persalinan lama atau macet,karena ukuran kepala bayi lebih besar sehingga tidak dapat melewati panggul. Sedangkan pada umur ibuyang lebih dari 35 tahun, kesehatan ibu sudah mulai menurun, jalan lahir kaku, sehingga rigiditas tinggi.Selain itu beberapa penelitian yang dilakukan bahwa komplikasi penelitian yang dilakukan bahwa komplikasi kehamilan yaitu Preeklamasi, Abortus, partus lama lebih sering terjadi pada usia dini. Lebihdari 35 tahun akibatnya ibu hamil. Lebih dari 35 tahun. Pada zaman dahulu akibanya ibu hamil pada usiini mungkin lebih besar anak cacat, persalinan lama, yaitu lebih dari 12 jam pada primi para dan lebih dari 12 jam dan 8 jam pada multi para. Selain itu dapat mengakibatkan perdarahan karena uterustidak berkontraksi (Depkes, 2001).

b.ParitasParitas adalah jumlah anak yang dilahirkan ibu. Sampai dengan paritas tiga rahim ibu bisakembali seperti sebelum hamil. Setiap kehamilan rahim mengalami pembesaran, terjadi pereganganotot-otot rahim selama 9 bulan kehamilan. Akibat regangan tersebut elastisitas otot-otot rahim tidakkembali seperti sebelum hamil setelah persalinan. Semakin sering ibu hamil dan melahirkan, semakindekat jarak kehamiilan dan kelahiran, elastisitas uterus semakin terganggu, akibatnya uterus tidakberkontraksi secara sempurna dan mengakibatkan perdarahan pasca kehamilan (Sarwono, 2005)

c.PendidikanIbu yang mempunyai pendidikan tinggi, yang bekerja di sektor formal mempunyai akses yanglebih baik terhadap informasi tentang kesehatan, lebih aktif menentukan sikap dan lebih mandirimengambil tindakan perawatan. Rendahnya pendidikan ibu, berdampak terhadap rendahnyapengetahuan ibu. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Makin rendah pengetahuan ibu, makinsedikit keiinginan memanfaatkan pelayanan kesehatan (Rukmini, 2005)

d.Perilaku IbuPerilaku adalah merupakan totalitas penghayatan dan aktifitas seseorang yangmerupakan hasil bersama baik eksternal maupun internal. Seorang ahli pedidikan membagi perilakukedalam 3 domain: pengetahuan, sikap dan tindakan. Bila perilaku didasari rendah pengetahuan akanlanggeng dari yang tidak didasari pengetahuan (Rogers, 1974). Ibu hamil harus berperilakusehat, agar kehamilan tidak mempunyai masalah yang dapat mengakibatkan komplikasi dalampersalinan. Adapun perilaku ibu selama hamil meliputi: kunjungan, asupan gizi, makan tablet zat besisejak kehamilan 20 mg, senam hamil, perawatan jalan lahir, pemanfaatan layanan kesehatan.(Syaiffudin, 2005).


5.    Tanda bahaya persalinan

Ada beberapa tanda-tanda kegawatan persalinan yang perlu ditangani secara serius jika kita menemukannya. Berikut ini adalah tanda-tanda bahaya persalinan, diantaranya:
1)    Sang Ibu demam, menggigil
2)    Bayi tidak lahir dalam 30 menit sampai 12 jam sejak terasa mulas
3)    Mengalami pendarahan (keluar darah sebelum melahirkan)
4)    Ibu hamil tidak kuat mengejan
5)    Ibu hamil mengalami kejang-kejang
6)    Air ketuban keluar dari jalan lahir sebelum terasa mulas
7)    Keluar lendir (air ketuban) keruh dan berbau
8)    Setelah bayi lahir, ari-ari tidak keluar
9)    Ibu merasa gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat
10) Keluar darah banyak ketika bayi lahir
11) Tali pusat atau tangan/kaki bayi terlihat pada jalan lahir
12) Persalinan sangat lama.


6.    Proses persalinan normal
Selama kehamilan berlangsung dapat terjadi kontraksi ringan pada seluruh rahim, tanpa rasa sakit dan tanpa koordinasi yang disebut Braxton hicks. Kontraksi ini lebih lanjut akan menjadi kekuatan untuk persalinan. Banyak teori yang di kemukakan untuk menerangkan bagaiman proses persalinan dapat terjadi. Persalinan pada manusia di bagi menjadi 4 tahap penting dan  kemungkina penyulit dapat terjadi pada setiap tahap tersebut.

Empat tahap persalinan atau periode persalinan meliputi :
1.Kala I (  kala pembukaan )
Pada kala ini di mulai dari his persalinan yang pertama sampai pembukaan serviks menjadi lengkap. Observasi pada kala 1 sangat penting karena dengan ini kita dapat mengetahui perkembangan ibu.
Kala 1 dibagi menjadi dua fase yaitu :
1.Fase laten
Di mana pembukaan serviks berlangsung lambat sampai pembukaan 3 cm berlangsung dalam 7 – 8 jam.
2.Fase aktif
Berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas tiga subfase.
1)    Periode Akselerasi
Berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm.
2)    Periode Dilaktasi maksimal ( stady )
Selama 2 jam pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm.
3)    Periode  Deselerasi
Berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam pembukaan jadi 10 cm atau lengkap.

2.Kala II (  kala pengeluaran janin )
Kala yang dimulai dari pembukaan lengkap sampe janin keluar, pada kala ini his terkoordinir, kuat, cepat, dan lebih lama, kira- kira 2 – 3 menit sekali. Kepala janin telah turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan.karena tekanan pada rectum, ibu merasa seperti mau buang air besar, dengan tanda anus terbuka. Pada waktu his, kepala janin mulai kelihatan, vulva membuka dan perineum meregang. Dengan his mengedan yang terpimpin, akan lahirkan kepala, diikuti oleh seluruh badan janin. Kala II pada primi 1,5 – 2 jam, pada multi 1 jam.

3.Kala III ( kala pengeluaran uri )
Kala ini dimulai setelah bayi lahir, kontraksi rahim istirahat sebentar. Uterus teraba keras  dengan fundus uteri setinggi pusat, dan berisi plasenta yang menjadi tebal 2 x sebelumnya.beberapa saat kemudian, timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. Dalam waktu  5-1 menit seluruh plasenta terlepas. Terdorong ke dalam vagina dan akan lahir spontan atau sedikit dorongan dari atas simfisis atu fundus uteri seluruh proses biasanya berlangsung 5-30 m3nit setelah bayi lahir. Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah kira-kira 100-200 cc.

4.Kala IV
Adalah kala pengawasn selama 2 jam setelah plasenta lahir dan uri lahir untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan postpartum. Dua jam setelah persalinan adalah waktu yang kritis bagi ibu dan bayi. Keduanya baru saja mengalami perubahan fisik yang luar biasa, yaitu si ibu melahirkan bayi dari perutnya dan bayi sedang menyesuaikan diri dari dalam perut ibu ke dunia luar. Dalam kal IV ini perawat atau bidan harus tinggal bersama ibu yang stabil dan mengambil tindakan yang tepat untuk melakukan stabilisasi.

Lamanya persalinan pada primi dan multi adalah :

kala     Primi   Multi
Kala I  13 jam            7 jam
Kala II 1 jam  ½ jam
Kala III            1 / 2 jam         ¼ jam
Lama persalinan      14 ½ jam        7 ¾ jam



7.    Persiapan ibu sebelum bersalin.
Hal – hal yang perlu ibu siapkan sebelum melahirkan. Meliputi :
a.Mental
Dengan kesiapan mental yang baik, ibu akan terbantu saat melalui proses persalinan yang panjang dan melelahkan, terutama bagi ibu baru. Selain itu, ibu juga akan terbebas dari segala ketakutan sehingga proses melahirkan bisa dilalui dengan rileks.
b.Doa
Selain merupakan kebutuhan spiritual doa juga sangat di perlukan untuk memberi ketenangan kepada ibu yang akan melahirkan. Berikut doa untuk ibu melahirkan:
1)    Membaca al fatehah
2)    Membaca ayat kursi
3)    An nahl ayat 78
"Wallahu akhrojakum mimbuthuuni ummahaatikum laa ta'lamuuna syaian waja'ala lakumus sam'a wal abshoro wal af idah la'allakum taskuruun".
c.Riset
Dengan pengetahuan yang benar, ibu bisa tahu mana yang benar dan tidak, serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, menanggapi nasihat yang ternyata hanya mitos. ibu bisa berdiskusi dengan dokter kandungan, bidan,  atau mencari tahu di buku hingga situs kesehatan. Riset mengenai proses persalinan juga bermanfaat agar ibu tak akan terlalu kaget ketika bidan melakukan pemeriksaan bagian dalam, mengecek pembukaannya, memeriksa kondisi bayi, denyut jantung ibu dan bayinya, dan lain-lain.
Jangan lupa juga untuk mencari tahu rumah sakit dan dokter kandungan atau bidan yang kompeten dan selalu siap sedia. Pertimbangkan pula kemungkinan terjadinya komplikasi. Jadi selain dokter kandungan, cari tahu juga apakah di rumah sakit yang dipilih terdapat dokter anastesi, dokter anak, internis, spesialis bedah yang kompeten. Fasilitas yang diperlukan juga harus masuk ke dalam riset. Begitu juga dengan akses seperti jarak dari rumah, kemacetan, hingga lahan parkir di rumah sakit.
d. Antenatal Care
Persalinan adalah proses yang alami. Jadi meski ibu belum berpengalaman, persalinan tidak akan terlalu menakutkan. Terutama jika ibu rajin melakukan antenatal care  atau pemeriksaan selama kehamilan dengan benar dan tepat. seharusnya komplikasi tidak sampai terjadi atau terdeteksi lebih awal jika ibu hamil rutin melakukan antenatal care .

Manfaat lain dari antenatal care  adalah ibu akan diedukasi bagaimana persalinan yang benar. Misalnya mengenal tanda-tanda persalinan atau partum  seperti ada “show”  atau sejumlah kecil darah yang bercampur dengan lendir dari serviks, kontraksi, hingga air ketuban pecah. Jika salah satu ciri tersebut muncul, harapannya ibu bisa tahu kapan harus berangkat ke rumah sakit atau BPM. Selain itu, antenatal care  juga memelajari soal diet pada ibu hamil, latihan bernapas untuk persalinan, sexual intercourse , serta bahaya merokok, obat-obatan terlarang, alkohol, dan lainnya bagi ibu.

e.Belajar Pernapasan
Untuk menahan rasa nyeri selama proses persalinan, Ada yang namanya breathing exercise . Biasanya itu diajarkan di kelas senam hamil. Usahakan ibu Jangan lepas kontrol dengan berteriak-teriak tidak jelas. Sebisa mungkin hal ini diantisipasi dan ibu bisa tetap fokus melahirkan.

f.Dukungan Moral
Ibu dapat mencari dukungan moral dari suami, ibu, saudara perempuan, teman, atau yang lainnya. Dukungan ini akan sangat ibu butuhkan selama proses berlangsung. Dengan demikian, suami atau keluarga bisa mendukung istri dengan memberi semangat saat istri lelah saat mengejan.

Dukungan ini sebaiknya jangan ada di saat persalinan saja, tapi juga di bulan-bulan awal saat bayi baru lahir. Ingat, pasca melahirkan merupakan saat yang merepotkan sekali bagi ibu.

g.Perlengkapan Bayi
Siapkan perlengkapan bayi sebelum proses melahirkan tiba. Sebut saja popok, pakaian, selimut, botol susu, perlengkapan mandi, obat-obatan khusus bayi, dan lain-lain. Lengkapnya, ibu bisa menanyakan ini kepada teman yang sudah berpengalaman atau dari bidan dan perawat pada saat antenatal care .

h. ASI
ASI memang makanan terbaik bagi bayi usia 0-2 tahun. Hal ini perlu di pelajari dan di persiapkan untuk ibu yang akan melahirkan sebagai persiapan laktasi.

8.    Nasehat untuk ibu setelah persalian
Setelah melahirkan ibu pasti akan mengalami beberapa perubahan. Ada beberapa nasehat untuk ibu setelah persalinan :
1.Pemenuhan Gizi Ibu
Nutrisi atau gizi adalah zat yang diperlukan oleh tubuh untuk keperluan metabolismenya. Kebutuhan gixi pada masa nifas terutama bila menyusui akan meningkat 25 %. Karena berguna untuk proses kesembuhan karena sehabis melahirkan dan untuk memproduksi air susu yang cukup untuk menyehatkan bayi. Semua itu akan meningkat tiga kali dari kebutuhan biasa.

2.Early Ambulation
Early Ambulation adalah kebijakan untuk selekas mungkin membimbing klien keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya selekas mungkin berjalan. Sebaiknya bagi para ibu – ibu setelah melahirkan segera latihan untuk mobilisasi dini.


3.Istirahat
Kebahagiaan setelah melahirkan membuat sulit istirahat. Seorang ibu baru akan cemas apakah ia akan mampu merawat anaknya atau tidak. Hal ini mengakibatkan sulit tidur. Sebaiknya ibu istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan.


            DAFTAR PUSTAKA

1.    Obstetric fisiologi, Universitas Pajajaran, penerbit bandung. 1983
2.    Ilmu kandungan, Sarwono Prawiharjo, PT Bina pustaka. Jakarta 2009
3.    Memahami kesehatan reproduksi wanita, Manuaba. Jakarta, EGC 2009
4.    Synopsis obstetric, Rustam Mohtar, EGC1998, Jakarta
5.    http://superbidanhapsari.wordpress.com/2010/10/15/promosi-kesehatan-pada-ibu-bersalin/
6.    http://bidanajaib.blogspot.com/2012/04/makalah-promosi-kesehatan-terhadap-ibu.bersalin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar