PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Jumat, 02 November 2012

SEKILAS TENTANG KEHAMILAN

Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG KEHAMILAN

1.    Definisi Kehamilan

Ada berbagai macam perbedaan dalam menerjemahkan kata “kehamilan”. Perbedaan tersebut bisa terjadi karena berbagai macam hal. Antara lain latar belakang pendidikan dan berbagai faktor lainya. Menurut Wikipedia, kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya.
Sedangkan menurut salah satu ahli, Kehamilan adalah proses dimana sperma menembus ovum sehingga terjadinya konsepsi dan fertilasi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan), dihitung dari pertama haid terakhir.

Menurut BKKBN (Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional), kehamilan adalah sebuah proses yang diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh. Dari beberapa pernyata-an di atas, bisa penulis simpulkan bahwa kehamilan adalah ketika seorang wanita mengandung atau membawa embrio di dalam perutnya dimulai dari ketika embrio itu terbentuk sampai saat lahirnya janin.

Proses kehamilan sendiri bisa terjadi karena bertemunya sel sperma pria dengan sel telur matang dari wanita. Kehamilan adalah saat-saat yang penuh perjuangan bagi seorang calon ibu. Selama kurang lebih 9 bulan, seseorang yang sedang hamil akan membawa beban berat yaitu calon buah hatinya. Kehamilan adalah sesuatu yang paling dinanti-nanti oleh pasangan yang mendambakan memiliki buah hati sebagai penerus keturunan keluarga.

2.    Ciri kehamilan yang sehat
Kehamilan yang sehat membutuhkan satu hal penting, yaitu wanita yang juga dalam keadaan sehat. Semua itu pun berhubungan dengan berat badan ideal, nutrisi seimbang, dan olahraga teratur. Untuk informasi selengkapnya, coba simak tujuh tanda kehamilan sehat seperti yang dilansir dari Health Me Up (08/08) ini.

Tekanan darah dan kadar gula
Dua hal tersebut merupakan parameter penting bagi kehamilan yang sehat. Mungkin ada sedikit peningkatan tekanan darah atau kadar gula, namun hal itu cukup normal. Namun waspadai perubahan drastis kedua kondisi ini. Sebab keadaan tersebut mampu memicu preeclampsiayang membuat ibu harus melahirkan dini (bayi prematur).

Rahim dan plasenta
Agar janin tetap aman di dalam rahim, maka plasenta dan rahim itu sendiri harus dijaga kesehatannya. Plasenta pun harus melekat di dinding rahim. Sebab pelepasan plasenta biasanya mengarah pada kasus keguguran.

Pertumbuhan janin
Ibu hamil harus terus memantau kondisi janin di dalam rahimnya. Hal itu bisa dilakukan melalui pemeriksaan USG. Jika ada tanda-tanda kekurangan oksigen dalam rahim, kondisi tersebut sebaiknya diwaspadai. Bisa saja fungsi plasenta terganggu sehingga ibu dan janin mengalami masalah kesehatan.

Berat badan
Dokter biasanya menyarankan peningkatan berat badan 13-15 selama ibu sedang hamil. Namun jika seorang wanita sudah kelebihan berat badan, dokter memiliki anjuran tersendiri saat masa kehamilan.

Kadar hormon
Hormon progesteron wanita bisa mencapai kadar 400 mg saat hamil. Fungsi hormon tersebut adalah untuk menjaga wanita dari siklus menstruasi. Sementara itu, hormon estrogen juga memiliki peran penting bagi ibu hamil. Hormon ini membentuk jaringan rahim agar bisa menampung janin dalam perut wanita.

Perut yang membesar
Dokter idealnya mengukur perut ibu hamil untuk memantau perkembangan janin. Dokter pun akan memastikan perkembangan kesehatan janin dalam perut ibu.

Pergerakan janin
Selain ukuran perut, pergerakan janin juga diperiksa oleh dokter. Di antara minggu ke-6 dan ke-10 masa kehamilan, biasanya ibu akan merasakan pergerakan janin. Pergerakan ini dianggap sebagai tanda bayi sehat dan menerima oksigen cukup
http://www.merdeka.com/sehat/7-tanda-kehamilan-sehat.html

3.    ANC dan tujuannya
Pengertian ANC
Pemeriksaan antenatal care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil. Sehingga mampu menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan pemberiaan ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar (Manuaba, 1998).

Kunjungan Antenatal Care (ANC) adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan/asuhan antenatal. Pada stiap kunjungan antenatal (ANC), petugas mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kondisi ibu melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan diagnosis kehamilan intrauterine, serta ada tidaknya masalah atau komplikasi (Saifudin, 2002).

Kunjungan ibu hamil dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pelayanan ANC sesuai standar yang ditetapkan. Istilah kunjungan disini tidak hanya mengandung arti bahwa ibu hamil yang berkunjung ke fasilitas pelayanan, tetapi adalah setiap kontak tenaga kesehatan baik diposyandu, pondok bersalin desa, kunjungan rumah dengan ibu hamil tidak memberikan pelayanan ANC sesuai dengan standar dapat dianggap sebagai kunjungan ibu hamil (Depkes RI, 2008).

TUJUAN ANC
Menurut Mansjoer (2005), tujuan ANC adalah:
1)    Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
2)    Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi.
3)    Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
4)    Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5)    Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
6)    Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.

4.    Frekuensi ANC dan Jenis pemeriksaan ANC

Kebijakan program
1)    Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan 4 kali selama kehamilan (Saifudin, 2006), yaitu:
a.    Satu kali trimester pertama
b.    Satu kali trimester kedua
c.    Dua kali trimester ketiga.

Kriteria keteraturan anc
Pemeriksaan kehamilan di lakukan berulang-ulang dengan ketentuan sebagai berikut :
a.    Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat satu bulan.
b.    Periksa ulang 1 x sebelum sampai kehamilan 7 bulan.
c.    Periksa ulang 2 x sebulan sampai kehamilan 9 bulan.
d.    Periksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan
e.    Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan.

Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa, ibu hamil secara ideal melaksanakan perawatan kehamilan maksimal 13 sampai 15 kali. Dan minimal 4 kali, yaitu l kali pada trimester 1, 1 kali pada trimester II dan 2 kali pada trimister III. Namun jika terdapat kelainan dalam kehamilannya, maka frekuensi pemeriksaan di sesuaikan menurut kebutuhan masing- masing. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dikatakan teratur jika ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan ≥4 kali kunjungan, kurang teratur : pemeriksaan kehamilan 2-3 kali kunjungan dan tidak teratur jika ibu hamil hanya melakukan pemeriksaan kehamilan < 2 kali kunjungan (WHO, 2006). 

Pelayanan ANC
Setiap kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi setiap saat. Itu sebabnya mengapa ibu hamil memerlukan pemantauan selama kehamilannya (Saifudin, 2006). Bidan harus dapat mengenali perubahan yang mungkin terjadi, sehingga kelainan yang ada dapat dikenali lebih dini. Ibu diberi tahu tentang kehamilannya, perencanaan tempat bersalin, juga perawatan bayi dan menyusui (Mansjoer, 2005).

Penatalaksanaan ibu hamil secara keseluruhan meliputi komponen-komponen (Saifudin, 2006) sebagai berikut:

1. Informasi yang dapat diberikan Kegiatan fisik dapat dilakukan dalam batas normal. Kebersihan pribadi khususnya daerah genitalia harus lebih dijaga karena selama kehamilan terjadi peningkatan sekret vagina. Pemilihan makanan sebaiknya yang bergizi dan tinggi serat. Pemakian obat harus dikonsultasikan dahulu dengan dokter atau tenaga medis lainnya. Wanita perokok atau peminum alkohol harus menghentikan kebiasaannya. Suami perlu diberi pengertian tentang keadaan istrinya yang sedang hamil. 

2. Anamnesis Pada wanita dengan haid terlambat dan diduga hamil. Ditanyakan hari pertama haid terakhir (HPHT). Taksiran partus dapat ditentukan bila HPHT diketahui dan siklus haidnya teratur + 28 hari dengan menggunakan rumus Naegele. Bila ibu lupa HPHT, tanyakan tentang hal lain seperti gerakan janin. Untuk primigravida gerakan janin terasa pada kehamilan 18 minggu, sedangkan multigravida 16 minggu. Nausea biasanya hilang pada kehamilannya 12-14 mingggu. Tanyakan riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas sebelumnya serta berat bayi yang pernah dilahirkan. Demikian pula riwayat penyakit yang pernah diderita seperti penyakit jantung, paru, ginjal, diabetes melitus. Selain itu ditanyakan riwayat menstruasi, kesehatan, keluarga, sosial, obstetri, kontrasepsi, dan faktor risiko yang mungkin ada pada ibu. 

3. Pemeriksaan umum Pada ibu hamil yang datang pertama kali lakukan penilaian keadaan umum, status gizi dan tanda vital. Pada mata dinilai ada tidaknya konjungtiva pucat, sklera ikterik, edema kelopak mata, dan kloasma gravidarum. Periksa gigi untuk melihat adanya infeksi lokal. Periksa pula jantung, paru, mammae, abdomen, anggota gerak secara lengkap. 

4. Pemeriksaan Obstetri Terdiri dari pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam. Sebelum pemeriksaan kosongkan kandung kemih. Kemudian ibu diminta berbaring terlentang dan pemeriksaan dilakukan di sisi kanan ibu. 

5. Pemeriksaan luar Lihat apakah uterus berkontraksi atau tidak. Bila berkontraksi, harus ditunggu sampai dinding perut lemas agar dapat diperiksa dengan teliti. Agar tidak terjadi kontraksi dinding perut akibat perbedaan suhu dengan tangan pemeriksa, sebelum palpasi kedua tangan pemeriksa digosokkan dahulu. Cara pemeriksaan yang umum digunakan cara Leopold yang dibagi dalam 4 tahap. Pada pemeriksaan Leopold I, II, dan III pemeriksa menghadap ke arah muka ibu, sedangkan pada Leopold IV ke arah kaki. Pemeriksaan Leopold I untuk menentukan tinggi fundus uteri, sehingga usia kehamilan dapat diketahui. Selain secara anatomi, tinggi fundus uteri dapat ditentukan dengan pita pengukur. Bandingkan usia kehamilan yang didapat dengan hari pertama haid terakhir. Selain itu, tentukan pula bagian janin pada fundus uteri: Kepala teraba sebagai benda keras dan bulat, sedangkan bokong lunak dan tidak bulat. Dengan pemeriksaan Leopold II ditentukan batas samping uterus dan posisi punggung pada bayi letak memanjang. Pada letak lintang ditentukan kepala. Pemeriksaan Leopold III menentukan bagian janin yang berada di bawah. Leopold IV selain menentukan bagian janin yang berada di bawah, juga bagian kepala yang telah masuk pintu atas panggul (PAP). Bila kepala belum masuk PAP teraba balotemen kepala. Dengarkan DJJ pada daerah punggung janin dengan stetoskop monoaural atau doppler. Dengan stetoskop monoaural BJJ terdengar pada kehamilan 18-20 minggu, sedangkan dengan Doppler terdengar pada kehamilan 12 minggu. Dari pemeriksaan luar diperoleh data berupa usia kehamilan, letak janin, persentase janin, kondisi janin, serta taksiran berat janin. Taksiran berat janin ditentukan berdasarkan rumus Johnson Toshack. Perhitungan penting sebagai pertimbangan memutuskan rencana persalinan pervaginam secara spontan. Rumus tersebut: Taksiran Berat Janin (TBJ) = (Tinggi fundus uteri (dalam cm) – N) X 155. N = 13 bila kepala belum melewati PAP N = 12 bila kepala masih berada di atas spina iskiadika N = 11 bila kepala masih berada di bawah spina iskiadika. 

6. Pemeriksaan dalam Siapkan ibu dalam posisi-litotomi lalu bersihkan daerah vulva dan perineum dengan larutan antiseptik. Inspeksi vulva dan vagina apakah terdapat luka, varises, radang, atau tumor. Selanjutnya lakukan pemeriksaan inspekulo. Lihat ukuran dan warna porsio, dinding, dan sekret vagina. Lakukan pemeriksaan colok vagina dengan memasukan telunjuk dan jari tengah. Raba adanya tumor atau pembesaran kelenjar di liang vagina. Periksa adanya massa di adneksa dan parametrium. Perhatikan letak, bentuk, dan ukuran uterus serta periksa konsistensi, arah, panjang, porsio, dan pembukaan servik. Pemeriksaan dalam ini harus dilakukan dengan cara palpasi bimanual. Ukuran uterus wanita yang tidak hamil kira-kira sebesar telur ayam. Pada kehamilan 8 minggu sebesar telur bebek, 12 minggu sebesar telur angsa, dan 16 minggu sebesar kepala bayi atau tinju orang dewasa. 

7. Pemeriksaan panggul Lakukan penilaian akomodasi panggul bila usia kehamilan 36 minggu karena jaringan dalam rongga panggul lebih lunak, sehingga tidak menimbulkan rasa sakit. Masukkan telunjuk dan jari tengah ke dalam liang vagina. Arahkan ujung kedua jari ke promontorium, coba untuk merabanya. Bila teraba, tentukan panjang konjugata diagonalis. Dengan ujung jari menelusuri linea inominata kiri dan kanan sejauh mungkin, tentukan bagian yang teraba. Raba lengkung sakrum dan tentukan apakah spina iskiadika kiri dan kanan menonjol ke dalam. Raba dinding pelvik, apakah luruh atau konvergen ke bawah dan tentukan panjang distansia interspinarum. Arahkan bagian palmar jari-jari tangan ke dalam simfisis dan tentukan besar sudut yang dibentuk antara os pubis kiri dan kanan. 

8. Pemeriksaan laboratorium Pada kunjungan pertama diperiksa kadar hemoglobin darah, hematokrit, dan hitung leukosit. Dari urin diperiksa beta-hCG, protein, dan glukosa. 

5.    Ciri hamil resiko tinggi
DEFINISI
Kehamilan Resiko Tinggi adalah suatu kehamilan yang memiliki resiko lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu maupun bayinya), akan terjadinya penyakit atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan.

Untuk menentukan suatu kehamilan resiko tinggi, dilakukan penilaian terhadap wanita hamil untuk menentukan apakah dia memiliki keadaan atau ciri-ciri yang menyebabkan dia ataupun janinnya lebih rentan terhadap penyakit atau kematian (keadaan atau ciri tersebut disebut faktor resiko).
Faktor resiko bisa memberikan suatu angka yang sesuai dengan beratnya resiko. 

 Faktor Resiko Sebelum Kehamilan

Sebelum hamil, seorang wanita bisa memiliki suatu keadaan yang menyebabkan meningkatnya resiko selama kehamilan.
Selain itu, jika seorang wanita mengalami masalah pada kehamilan yang lalu, maka resikonya untuk mengalami hal yang sama pada kehamilan yang akan datang adalah lebih besar.

Karakteristik ibu

Usia wanita mempengaruhi resiko kehamilan.
Anak perempuan berusia 15 tahun atau kurang lebih rentan terhadap terjadinya pre-eklamsi (suatu keadaan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, protein dalam air kemih dan penimbunan cairan selama kehamilan) dan eklamsi (kejang akibat pre-eklamsi). Mereka juga lebih mungkin melahirkan bayi dengan berat badan rendah atau bayi kurang gizi.
Wanita yang berusia 35 tahun atau lebih, lebih rentan terhadap tekanan darah tinggi, diabetesatau fibroid di dalam rahim serta lebih rentan terhadap gangguan persalinan. Diatas usia 35 tahun, resiko memiliki bayi dengan kelainan kromosom (misalnya sindroma Down) semakin meningkat. Pada wanita hamil yang berusia diatas 35 tahun bisa dilakukan pemeriksaan cairan ketuban (amniosentesis) untuk menilai kromosom janin.

Seorang wanita yang pada saat tidak hamil memiliki berat badan kurang dari 50 kg, lebih mungkin melahirkan bayi yang lebih kecil dari usia kehamilan (KMK, kecil untuk masa kehamilan). Jika kenaikan berat badan selama kehamilan kurang dari 7,5 kg, maka resikonya meningkat sampai 30%.
Sebaliknya, seorang wanita gemuk lebih mungkin melahirkan bayi besar. Obesitas juga menyebabkan meningkatnya resiko terjadinya diabetes dan tekanan darah tinggi selama kehamilan.

Seorang wanita yang memiliki tinggi badan kurang dari 1,5 meter, lebih mungkin memiliki panggul yang sempit. Selain itu, wanita tersebut juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami persalinan prematur dan melahirkan bayi yang sangat kecil.

Peristiwa pada kehamilan yang lalu

Seorang wanita yang 3 kali berturut-turut mengalami keguguran pada trimester pertama, memiliki resiko sebesar 35% unuk mengalami keguguran lagi.
Keguguran juga lebih mungkin terjadi pada wanita yang pernah melahirkan bayi yang sudah meninggal pada usia kehamilan 4-8 minggu atau pernah melahirkan bayi prematur.
Sebelum mencoba hamil lagi, sebaiknya seorang wanita yang pernah mengalami keguguran menjalani pemeriksaan untuk:
1)    kelainan kromosom atau hormon
2)    kelainan struktur rahim atau leher rahim
3)    penyakit jaringan ikat (misalnya lupus)
4)    reksi kekebalan pada janin (biasanya ketidaksesuaian Rh).
Jika penyebab terjadinya keguguran diketahui, maka dilakukan tindakan pengobatan.

Kematian di dalam kandungan atau kematian bayi baru lahir bisa terjadi akibat:
1)    Kelainan kromosom pada bayi
2)    Diabetes
3)    Penyakit ginjal atau pembuluh darah menahun
4)    Tekanan darah tinggi
5)    Penyalahgunaan obat
6)    Penyakit jaringan ikat pada ibu (misalnya lupus).

Seorang wanita yang pernah melahirkan bayi prematur, memiliki resiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi prematur pada kehamilan berikutnya.
Seorang wanita yang pernah melahirkan bayi dengan berat badan kurang dari 1,5 kg, memiliki resiko sebesar 50% untuk melahirkan bayi prematur pada kehamilan berikutnya.

Jika seorang wanita pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 5 kg, mungkin dia menderita diabetes.
Jika selama kehamilan seorang wanita menderita diabetes, maka resiko terjadinya keguguran atau resiko kematian ibu maupun bayinya meningkat.
Pemeriksaan kadar gula darah dilakuka pada wanita hamil ketika memasuki usia kehamilan 20-28 minggu.

Seorang wanita yang telah mengalami kehamilan sebanyak 6 kali atau lebih, lebih mungkin mengalami:
1)    kontraksi yang lemah pada saat persalinan (karena otot rahimnya lemah)
2)    perdarahan setelah persalinan (karena otot rahimnya lemah)
3)    persalinan yang cepat, yang bisa menyebabkan meningkatnya resiko perdarahan vagina yang berat
4)    plasenta previa (plasenta letak rendah).

Jika seorang wanita pernah melahirkan bayi yang menderita penyakit hemolitik, maka bayi berikutnya memiliki resiko menderita penyakit yang sama.
Penyakit ini terjadi jika darah ibu memiliki Rh-negatif, darah janin memiliki Rh-positif dan ibu membentuk antibodi untuk menyerang darah janin; antibodi ini menyebabkan kerusakan pada sel darah merah janin.

Pada kasus seperti ini, dilakukan pemeriksaan darah pada ibu dan ayah. Jika ayah memiliki 2 gen untuk Rh-positif, maka semua anaknya akan memiliki Rh-positif; jika ayah hanya memiliki 1 gen untuk Rh-positif, maka peluang anak-anaknya untuk memiliki Rh-positif adalah sebesar 50%.
Biasanya pada kehamilan pertama, perbedaan Rh antara ibu dengan bayinya tidak menimbulkan masalah, tetapi kontak antara darah ibu dan bayi pada persalinan menyebabkan tubuh ibu membentuk antibodi. Akibatnya, resiko penyakit hemolitik akan ditemukan pada kehamilan berikutnya.
Tetapi setelah melahirkan bayi dengan Rh-positif, biasanya pada ibu yang memiliki Rh-negatif diberikan immunoglobulin Rh-nol-D, yang akan menghancurkan antibodi Rh. Karena itu, penyakit hemolitik pada bayi jarang terjadi.

Seorang wanita yang pernah mengalami pre-eklamsi atau eklamsi, kemungkinan akan mengalaminya lagi pada kehamilan berikutnya, terutama jika diluar kehamilan dia menderita tekanan darah tinggi menahun.

Jika seorang wanita pernah melahirkan bayi dengan kelainan genetik atau cacat bawaan, biasanya sebelum merencanakan kehamilan berikutnya, dilakukan analisa genetik pada bayi dan kedua orangtuanya.

Kelainan struktur

Kelainan struktur pada organ reproduksi wanita (misalnya rahim ganda atau leher rahim yang lemah) bisa meningkatkan resiko terjadinya keguguran.
Untuk mengetahui adanya kelainan struktur, bisa dilakukan pembedahan diagnostik, USG atau rontgen.

Fibroid (tumor jinak) di dalam rahim bisa meningkatkan resiko terjadinya:
1)    kelahiran prematur
2)    gangguan selama persalinan
3)    kelainan letak janin
4)    kelainan letak plasenta
5)    keguguran berulang.

Keadaan kesehatan

Keadaan kesehatan tertentu pada wanita hamil bisa membahayakan ibu dan bayi yang dikandungnya.
Keadaan kesehatan yang sangat penting adalah:
1)    Tekanan darah tinggi menahun
2)    Penyakit ginjal
3)    Diabetes
4)    Penyakit jantung yang berat
5)    Penyakit sel sabit
6)    Penyakit tiroid
7)    Lupus
8)    Kelainan pembekuan darah.

Riwayat keluarga

Riwayat adanya keterbelakangan mental atau penyakit keturunan lainnya di keluarga ibu atau ayah menyebabkan meningkatnya kemungkinan terjadinya kelainan tersebut pada bayi yang dikandung. Kecenderungan memiliki anak kembar juga sifatnya diturunkan. 

6.    Tanda dan Gejala bahaya kehamilan 
Macam tanda bahaya kehamilan menurut Tiran (2007) terdiri dari:
a.    Perdarahan Pervaginam
Perdarahan pervaginam dalam kehamilan adalah cukup normal. Pada masa awal kehamilan, ibu akan mengalami perdarahan yang sedikit (spotting) di sekitar waktu terlambat haidnya. Perdarahan ini adalah perdarahan implantasi dan normal, perdarahan kecil dalam kehamilan adalah pertanda dari “Friabel cervik”. Perdarahan semacam ini mungkin normal atau mungkin suatu tanda adanya infeksi. Jika terjadi perdarahan yang lebih (tidak normal) yang menimbulkan rasa sakit pada ibu. Perdarahan ini bisa berarti aborsi, kehamilan molar atau kehamilan ektopik. Pada akhir kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak dan kadang-kadang tetapi tidak selalu disertai dengan rasa nyeri.

b.    Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala selama kehamilan adalah umum dan seringkali merupakan ketidaknyaman yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala yang hebat yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau berbayangan. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari pre eklamsia. Sakit kepala sering dirasakan pada awal kehamilan dan umumnya disebabkan oleh peregangan pembuluh darah diotak akibat hormon kehamilan, khusunya hormon progesteron. Jika ibu hamil merasa lelah, pusing atau tertekan atau pandangan mata bermasalah, sakit kepala akan lebih sering terjadi atau makin parah, jika sebelumnya menderita migrain kondisi ini dapat semakin bermasalah selama 3 sampai 4 bulan pertama kehamilan.

c.    Masalah visual
Karena pengaruh hormonal, ketajaman visual ibu dapat berubah dalam kehamilan. Perubahan yang kecil adalah normal. Masalah visual yang mengindikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual mendadak, misalnya pandangan kabur atau berbayangan/berbintik-bintik. Perubahan visual ini mungkin disertai dengan sakit kepala yang hebat. Perubahan visual mendadak mungkin merupakan tanda pre eklamsia.

d.    Bengkak pada muka dan tangan
Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat atau meletakkan lebih tinggi. Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada muka dan tangan tidak hilang setelah beristirahat dan diikuti dengan keluhan fisik yang lain. Hal ini bisa merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau pre eklamsia. Sistem kerja ginjal yang tidak optimal pada wanita hamil mempengaruhi system kerja tubuh sehingga menghasilkan kelebihan cairan. Ini dapat terlihat setelah kelahiran, ketika pergelangan kaki yang bengkak secara temporer semakin parah. Ini dikarenakan jaringan tambahan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan tidak lagi dibutuhkan dan akan dibuang setelah sebelumnya diproses oleh ginjal menjadi urin. Oleh karena ginjal belum mampu bekerja secara optimal, kelebihan cairan yang menempuk dihasilkan disekitar pembuluh darah hingga ginjal mampu memprosesnya lebih lanjut. Terkadang bengkak membuat kulit di kaki di bagian bawah meregang, terlihat mengkilat, tegang dan sangat tidak nyaman. Menurut pengobatan tradisional Cina, odem atau bengkak disebabkan karena penipisan energi pada meridian limpa dan ginjal. Energi yang secara alami berkurang sesuai usia, sehingga wanita hamil dengan usia lebih dari 35 tahun lebih rentan pada penyakit ini dibandingkan wanita hamil dengan usia lebih muda. Kram kaki sering terjadi di malam hari ketika tidur. Kram dihubungankan dengan kadar garam dalam tubuh dan perubahan sirkulasi. Pengobatan cina menganggap kram ada hubungannya dengan kekurangan energi pada darah dan ginjal.

e.    Nyeri abdomen yang hebat
Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap dan tidak hilang setelah beristirahat. Hal ini bisa berarti apendisitis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang pelviks, persalinan preterm, gastritis, penyakit kantong empedu, iritasi uterus, abrupsi plasenta, infeksi saluran kemih atau infeksi lain.

f.     Bayi kurang bergerak
seperti biasa Ibu mulai merasakan gerakan bayinya selama bulan ke-5 atau ke-6, beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur, gerakannya akan melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam. Gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik. Apabila ibu tidak merasakan gerakan bayi seperti biasa, hal ini merupakan suatu risiko tanda bahaya. Bayi kurang bergerak seperti biasa dapat dikarenakan oleh aktivitas ibu yang terlalu berlebihan, keadaan psikologis ibu maupun kecelakaan sehingga aktivitas bayi di dalam rahim tidak seperti biasanya. 

7.    Menu Untuk Ibu Hamil
Jangan sembarangan makan, bagi wanita hamil. Tabel ini, sekadar contoh yang bisa dijadikan pegangan. Mudah-mudahan bermanfaat.
Dikutip dari Majalah INTISARI, 1999. Contoh Susunan Menu untuk Ibu Hamil WaktuHari IHari IIPagiMi bakso lengkap dengan sayur dan air tomat.Omelet sayur isi daging dan sari wortel.Pk. 10.00Roti bakar isi selai dan susu.Schotel kentang isi telur + daging dan susu.SiangNasi, gepuk daging bumbu kecap, perkedel jagung, sayur asem, kerupuk udang, dan pisang.Nasi, sayap bakar bumbu madu, bakwan tahu, ca sawi + kapri + wortel, dan melon.MalamNasi, pindang kikil, ikan bakar bumbu kuning, oseng buncis, dan pisang.Nasi, kalio daging, tahu balado, oseng daun singkong, sambal goreng teri,dan teh manis.WaktuHari IIIHari IVPagiNasi soto lengkap dan sari jeruk.Nasi goreng lengkap dan jus alpukat.Pkl. 10.00Kroket tempe dan susu. martabakSetup sayuran, daging, dan susu.SiangNasi, gulai bakso ikan, oseng ati + kacang panjang peyek kacang hijau dan pepaya.Nasi, empal goreng, kering tempe, tahu isi cumi, lodeh kacang tolo, dan apel.Pkl. 16.00Bubur kacang hijau, roti tawar, dan teh manis.Rujak buah manis dan sari jeruk.MalamNasi, ayam goreng tepung, telur bumbu kecap, sayur satur kare komplet, dan pepaya.Nasi, semur daging cincang, rolade telur asin, semur terong + tahu, dan apel. http://www.balita-anda.com/tabel/504-tabel-menu-makan-ibu-hamil.html 

Tabel Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Ibu Hamil Zat GiziKebutuhan wanita dewasaKebutuhan wanita hamilSumber makananEnergi (kalori)2500+ 300Padi-padian, jagung, umbi-umbian, mi, roti.Protein (gram)40+ 10Daging, ikan, telur, kacang-kacangan, tahu,tempe.Kalsium (mg)0,5+ 0,6Susu, ikan teri, kacang-kacangan, sayuran hijau.Zat besi (mg)28+ 2Daging, hati, sayuran hijau.Vit. A (SI)3500+ 500Hati, kuning telur, sayur dan buah berwarna hijau dan kuning kemerahan.Vit. B1 (mg)0,8+ 0,2Biji-bijian, padi- padian, kacang-kacangan, daging.Vit. B2 (mg)1,3+ 0,2Hati, telur, sayur, kacang-kacangan.Vit. B6 (mg)12,4+ 2Hati, daging, ikan, biji-bijian, kacang-kacangan.Vit. C (mg)20+ 20Buah dan sayur.

8.    Pengertian Ngidam Dan Penanggulangannya
Ngidam adalah tidak stabilnya emosi karena adanya perubahan fisik, hormonal dan psikis pada wanita hamil.
Ngidam pada umumnya digambarkan sebagai keinginan wanita hamil pada makanan tertentu di luar kebiasaan (sewaktu tidak hamil). Di sinilah persoalan kadangkala timbul, terutama jika yang diminta adalah makanan (atau buah) yang sulit didapat atau malah langka, ditinjau dari segi jenis maupun waktu.
Sebagai contoh, seorang wanita hamil tiba-tiba minta buah dondong tengah malam (harus segera dituruti tuh). Iya kalau punya pohon dondong sedang berbuah, lha kalau tidak musim sedangkan pasar tutup bisa dibayangkan betapa ngenesnya sang suami. Di lain pihak harus segera berangkat untuk mendapatkannya (dondong). Duhhhh !!!

Penyebab
Hingga kini belum ada rumusan pasti terkait penyebab timbulnya ngidam pada wanita hamil. Diduga berhubungan dengan perubahan hormon dan masalahpsikis.
Seperti halnya “keanehan” apa (makanan) yang diinginkan (diminta), penyebab ngidam masih sebuah misteri. Pernah ada anggapan bahwa ngidam berhubungan dengan reaksi tubuh terhadap kekurangan nutrisi (vitamin, mineral, karbohidrat, dll) saat hamil, namun anggapan ini tidak dapat dibuktikan. Kenyataannya tidak semua wanita hamil yang ngidam kurang nutrisi dan tidak semua wanita hamil yang kurang nutrisi mengalami ngidam.
Kita berharap para ahli dapat menguak misteri di balik ngidam. ANGKA KEJADIAN
Disinyalir, sekitar 55%-80% wanita hamil mengalami ngidam makanan tertentu, dan sekitar 45-65% wanita hamil menolak makanan tertentu. ( MT Indarti )
Kondisi ini (ngidam dan penolakan terhadap makanan tertentu) biasanya terjadi pada 3 bulan (trimester) pertama masa kehamilan, namun dapat terjadi pada bulan berikutnya.

 Menyediakan Yang Tak Tersedia
Kendati ngidam dan penolakan terhadap makanan tertentu dapat dihiraukan, sungguh tidak mudah untuk mengetrapkannya. Dengan kata lain, boleh jadi seorang wanita hamil menyadari sepenuhnya bahwa keinginan “aneh”-nya tidak harus dituruti, namun kekecewaan acapkali menerpa saat apa yang diinginkan tidak tersedia. Apakah setiap ngidam harus dituruti?
Boleh, sepanjang tidak menimbulkan gangguan pada janin (alasan pertama) dan tidak menyulitkan dalam pemenuhannya (alasan kedua).
Alasan pertama mengacu kepada masalah keamanan, artinya kita tidak harus memenuhi keinginan (ngidam) jika makanan yang diminta membahayakan janin dan kesehatan si wanita hamil, misalnya minta pil k0plo. Adapun alasan kedua lebih kapada pertimbangan cara mendapatkannya. Betapa sulitnya jika yang diminta misalnya   HYPERLINK "http://lita.inirumahku.com/" \o "Pisang oh Pisang" \t "_blank"  pisang  di waktu tengah malam, sementara di rumah tidak tersedia dan pasar tutup.  Nah, sebagai jalan tengah mungkin bisa ditempuh cara lain, yakni dengan memberikan (makanan) pengganti ngidam atau mengalihkannya pada kegiatan lain(seperti membaca, olahraga ringan, rekreasi, mendengarkan musik, melukis, dll. 

9.    SENAM IBU HAMIL
GERAKAN SENAM HAMIL
LATIHAN Gerakan Umum/Basic
1. Latihan Pernafasan Dada Ibu telentang dengan lutut ditekuk dan tangan terjalin di atas dada. Tiupkan nafas dari mulut sepanjang mungkin sambil kedua tangan menekan dada pada hitungan 5-6-7-8. Kemudian tarik nafas dalam dengan mengembungkan dada pada hitungan 1-2-3-4. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

2. Latihan Pernafasan Diafragma Posisi seperti di atas dan tangan di atas perut, lakukan hal yang sama dan dimulai pada hitungan yang sama. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

3. Latihan Penguatan Dan Perlemasan Otot Dasar Panggul Ibu telentang dengan lutut ditekuk dan tangan di samping badan. Kerutkan otot-otot yang ada dikedua paha hingga dengan sendirinya pantat terlepas dari alat tidur. Jangan melakukan gerakan mengangkat paha dengan sengaja agar latihan ini efektif. Kemudian lepaskan kerutan pelan-pelan sehingga pantat kembali menyentuh alas tidur (1-2). Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

4. Latihan Penguatan Dan Perlemasan Otot Tungkai Ibu telentang dengan lutut kiri ditekuk dengan tungkai kanan lurus, tangan di samping badan. Angkat lurus tungkai kanan kemudian gerakkan pergelangan kaki ke depan dan ke belakang kemudian luruskan kembali dalam hitungan 1-2-3-4. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan. Lakukan hal yang sama pada tungkai kiri dengan lutut kanan ditekuk.

5. Latihan Penguluran Danperlemasan Otot Pinggang,Perut Paha
Gerakan 1 : Ibu telentang dengan lutut kiri ditekuk dan tungkai kanan lurus, tangana di samping badan. Gerakkan tungkai secara rata dengan alas tidur, ke arah pantat (sehingga tungkai seperti pendek) dan ke arah mata kaki (sehingga tungkai seperti panjang) dalam hitungan 8 X 8 hitungan. Lakukan hal yang sama pada tungkai kiri dengan menekuk lutut kanan.
Gerakan 2 : Ibu telentang lutut kanan ditekuk dan tungkai kiri lururs serta tangan di samping badan. Dengan menjinjitkan telapak kaki kanan, gerakan lutut ke arah kaki (sehingga paha seperti memanjang) kemudian tapakkan lagi kaki kanan dan lutut tetap lurus. Dalam hitungan 1-2. Ulangi sampi 8 X 8 hitungan.
Gerakan 3 : Ibu telentang dengan kedua lutut ditekuk dan kedua lengan membuka di samping badan (seperti sayap pesawat terbang) kemudian gulingkan kedua lutut ke kanan dengan menjaga badan tetap pada posisinya, kemudian gulingkan ke kiri dalam hitungan 1-2. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.
Gerakan 4 : Ibu duduk dengan tangan bertelekan di belakang badan, kedua tungkai lurus terbuka selebar bahu. Gerakan pergelangan kaki ke depan dan ke belakang bergantian, dalam hitungan 1-2. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.
Gerakan 5 : Posisi ibu seperti di atas hanya gerakan pergelangan kaki ke samping luar dan ke dalam. Dalam hitungan 1-2. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

6. Latihan Sendi Bahu Dan Payudara Ibu duduk bersila, kedua tangan memgang bahu sisi yang sama. Gerakan bahu memutar ke arah dalam dengan mempertemukan kedua siku ke depan dada dan dengan menekankan lengan atas ke payudara dan bahu diputar dengan putaran penuh (sampai ketiak terbuka) : satu kali putaran penuh dalam satu hitungan. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan. Kemudian lakukan hal yang sama dengan memutar bahiu ke arah luar.

7. Latihan Koreksi Sikap Latihan ini bertujuan untuk mengurangi beban yang harus disangga pinggang selama ibu mengandung. Ibu berdiri dengan kedua kaki lurus namun rileks. Agar posisi ibu tidak terlalu tegak maka aturlah agar dada dan perut agak terdorong ke belakang dan pantat agak terdorong ke depan. Pertahankanlah posisi ini samampu mungkin setiap saat.

8. Latihan Rileksasi Umum Gerakan-gerakan ini dilakukan saat ibu beristirahat agar tercapai rileksasi bagi otot-otot perut dan tungkai yang merupakan otot-otot yang sangat berperan selama ibu mengandung. Gerakan-gerakan di bawah ini bisa menjadi pilihan ibu di saat beristirahat.
Gerakan 1 : Tidur telentang kepala disangga bantal, dan kedua tungkai disangga guling hampir ke arah pantat.
Gerakan 2 : Tidur miring kepala disangga bantal, tungkai yang sisi atas disangga bantal (baik tertumpang di atas tungkai sebelah bawah maupun bertumpu pada alas tidur). Bila perut sudah cukup besar pada sisi antara perut dan alas tidur diganjal bantal tipis atau selimut yang terlipat.
Gerakan 3 : Posisi duduk pada kursi yang ada sandaran punggungnya namun muka menghadap ke arah sandaran kursi. Kedua tungkai ada di samping-samping kursi, kedua lengan terlipat di atas puncak sandaran kursi untuk tempat menyandarkan kepala.

LATIHAN Gerakan Khusus 1 Usia Kehamilan 22 – 30 Minggu
1. Latihan Umum Diulang
2. Latihan-Latihan Untuk Penguatan – Perlemasan Otot Tungkai Pinggang Dan Perut. Gerakan 1 : Posisi ibu merangkak, lengan dan tungkai atas tegak lurus dengan lantai. Cembungkan punggung bawah sambil menundukkan kepala, kemudian cekungkan punggung bawah sambil menengadahkan kepala dengan hitungan 1 – 2 . ulangi sampai 8 X 8 hitungan.
Gerakan 2 : Posisi ibu merangkak, lengan dan tungkai atas tegak lurus dengan lantai. Angkat lengan kiri, kemudian belokkan tubuh ke kanan dan kembali lagi ke posisi semula. Hitungan 1 – 2. Angkat lengan kanan, kemudian belokkan tubuh ke kiri dan kembali lagi ke posisi semula. Hitungan 3 – 4. ulangi sampai 8 X 8 hitungan.
Gerakan 3 : Posisi ibu berdiri atau duduk (di kursi atau di tempat tidur), keduan tangan di pinggang, angkat lengan kiri ke atas, belokkan badan ke kanan, kembali lagi ke posisi semula. Hitungan 1 – 2. Angkat lengan kanan ke atas dan belokkan badan ke kiri. Hitungan 3 – 4. ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

3. Latihan Otot Pinggang (Pelvic Tilting Laterally) Posisi ibu berdiri lengan lurus di samping badan dan tangan membuka ke samping. Gerakan panggul kanan ke atas dengan tungkai tetap lurus sehingga telapak kaki kanan lebih tinggi dari telapak kaki kiri, kemudian kembali ke posisi semula. Hitungan 1 – 2. Lakukan gerakan yang sama untuk panggul kiri, dengan hitungan 3 – 4. Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

4. Latihan otot perut – otot dasar panggul – otot punggung dan penguluran Otot paha bagian dalam serta peningkatan gerakan sendi pangkal paha (pelvic rocking forward and backward). Ibu berdiri tungkai dibuka selebar bahu dan lutut sedikit ditekuk. Letakkan tangan memegang tulang panggul (SIAS) dengan jari-jari di sisi depan dan ibu jari di sisi belakang. Gerakkan panggul ke depan dan ke belakang dengan hitungan 1 – 2 – …Ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

5. Latihan Rotasi Tubuh Ibu berdiri dan tungkai dibuka selebar bahu, tangan di pinggang. Putar badan ke kanan dan pandangan tetap lurus ke depan serta tungkai tetap lurus, kembali ke posisi semula dengan hitungan 1 – 2. Lakukan gerakan yang sama ke arah kiri dengan hitungan 3 – 4. Ulangi sampai 8 X 8 hitugan.

6. Latihan Pernafasan Gerakan 1 : Latuihan pernafasan pada saat latihan umum diulang. Gerakan 2 (panting quick breathing) : Tiupkan nafas dengan cepat dan keras lewat mulut kemudian tariknafas dalam lewat hidungdengan mulut terkatup, hitungan 1 – 2. ulangi sampai 8 X 8 hitungan.

LATIHAN Gerakan Khusus 2 Usia Kehamilan 30 – 36 Minggu
Latihan umum diulang.
Gerakan pada usia 22 – 30 minggu diulang sampai 4 X 8 hitungan.
Mengatasi keluhan : Nyeri punggung bawah a. Infra merah b. Meratakan kurva tulang belakang 4 X 5.
Bengkak kedua tungkai a. Penguluran otot betis b. Meninggikan kedua tungkai pada saat istirahat.

LATIHAN Gerakan Khusus 3 Usia kehamilan 36 – 40 minggu
1)    Duduk bersila kedua tumit bertemu sedekat mungkin dengan selangkangan. Dengan bantuan berat badan tekan kedua lutut dengan telapak tanagan 4 X 8 hitungan.
2)    Berpegangan pada sesuatu yang berat (meja, dll) kemudian berjongkok samapi ke tumit tanpa mengangkat tumit kemudian kembali ke posisi berdiri, lakukan 4 X 8 hitungan.
3)    Latihan nafas saat mulai terjadi pembukaan jalan lahir (mulas-mulas) diulangi lagi (panting quick breathing) 4 X 8 hitungan.
4)    Latihan meneran/ mengejan (valsava). Ibu tidur telentang dengan bantal agar tinggi. Sebelum melakukan gerakan mengejan tarik nafas dulu, ditahan di daerah dada, diikuti lutut ditekuk dibuka ke samping dan kedua tangan memegang pergelangan kaki, angkat kepala dengan mendorong kepala ke arah jalan lahir. Gerakan ini dipertahankan samapi tidak kuat lagi. Kemudian nafas dikeluarkan lewat mulut secara tiba-tiba.
5)    MengMassage payudara 1 X sehari.
6)    Kurangi nyeri punggung bawah dengan kompres hangat.   HYPERLINK "a"     

10. KONSEP KELAS IBU HAMIL

Definisi Kelas Ibu Hamil Kegiatan Kelas Ibu Hamil merupakan sarana untuk belajar kelompok tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir, melalui praktik dengan menggunakan buku KIA (Kesehatan Ibu anak) ( Depkes, 2009 : vii). 

Tujuan Pegangan fasilitator Kelas Ibu Hamil ini diharapkan dapt menjadi catatan alur pembelajaran bagi fasilitator dalam melakukan fasilitasi standar Kelas Ibu Hamil.  Sasaran Bidan atau petugas kesehatan yang terkait dengan kegiatan pelayanan kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dalam melakukan fasilitasi Kelas Ibu Hamil yang sudah mendapatkan pelatihan.  

Manfaat Kelas Ibu Hamil Supaya ibu mengerti tentang kelas ibu hamil Supaya ibu bisa mengaplikasikannya ke dalam kehidupannya sehari-hari Menambah wawasan keluarga tentang kelas ibu hamil  Kelas Ibu Hamil di lakukan selama 3 pertemuan 

Pertemuan kelas ibu hamil pertama Informasi kelas ibu hamil Perubahan tubuh selama kehamilan Perawatan kehamilan Tujuan Memahami apa yang disebut kelas ibu hamil Memahami bahwa kehadiran tepat waktu dan berpartisipasi aktif penting untuk keberhasilan kelas ibu hamil Memahami bahwa kelas ibu penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kehamilan, persalinan dan perawatan anak Memahami bagaimana terjadiya kehamilan Memahami adanya perubahan tubuh ibu selama kehamilan Memahami bagaimana mengatasi berbagai keluhan saat hamil Memahami apa saja yang harus dilakukan oleh ibu selama kehamilan Memahami pentingnya makanan sehat dan pencegahan anemia saat kehamilan Memahami bahwa kesiapan psikologis diperlukan dalam menghadapi kehamilan Memahami bagaimana hubungan suami istri semasa kehamilan Mengetahui obat-obatan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh ibu semasa kehamilan Mengetahui tanda-tanda bahaya pada kehamilan Memahami perlunya perencanaan persalinan sejak awal agar dapat memperlancar proses persalinan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar