PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Senin, 05 November 2012

SEKILAS TENTANG KECEMASAN

Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG KECEMASAN

1.    Pengertian
Kecemasan adalah suatu sinyal yang menyadarkan manusia dan memperingatkan adanya bahaya yang mengancam dan memungkinkan seseorang mengambil tindakan untuk mengatasi ancaman (Ayub Sani Ibrahim, 2003 : 30). Kecemasan adalah respons emosi tanpa objek yang spesifik yang secara subjektif dialami dan dikomunikasikan secara interpersonal. Kecemasan merupakan kebingungan, kekhawatiran pada sesuatu yang akan terjadi dengan penyebab yang tidak jelas dan dihubungkan dengan perasaan tidak menentu dan tidak berdaya (EGC, 2005 : 108).

Kecemasan adalah emosional yang terjadi antara dua elemen kepribadian dan super ego. Bila terjadi kecemasan maka posisi ego sebagai pengembang id dan super ego berada pada kondisi bahaya. Kecemasan terjadi yang sangat akibat dari ancaman terhadap harga diri atau identitas diri yang sangat mendasar bagi keberadaan individu. Kecemasan  dikomunikasikan secara interpersonal dan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, menghasilkan peringatan yang berharga dan paling penting untuk upaya memelihara keseimbangan diri dan melindungi diri (Suliswati, 2005)

2.    Tanda dan Gejala Kecemasan
Menurut Freud (Kutipan Ayub Sani Ibrahim, 2003 : 31), memiliki 4 gejala yang terdiri dari :
1.Gangguan Somatik
Tremor, panas – dingin, kejang, berkeringat, palpitasi, nausea, diare, mulut kering, libido yang menurun, sesak nafas dan kesukaran untuk menelan.

2.Gangguan Kognitif
Kesukaran untuk berkonsentrasi, kebingungan, kekuatan akan lepas kendali atau akan menjadi gila dan kewaspadaan yang berlebihan serta pikiran akan malapetaka yang besar.

3.Gangguan Perilaku
Ekspresi ketakutan, iritabilitas, imobilisasi, hipertensi dan penarikan diri dari masyarakat.

4.Gangguan Persepsi
Depersonalisasi dan derealisasi.

3.    Keluhan - keluhan yang sering dikemukakan oleh orang yang mengalami kecemasan menurut (Stuart&Sundeen, 1998) dalam (Suparyanto, 2011)
1)    Khawatir, firasat buruk, takut akan pikirannya sendiri, mudah tersinggung
2)    Merasa tegang, tidak tenang, gelisah, mudah terkejut
3)    Takut sendirian, takut pada keramaian, dan banyak orang
4)    Gangguan pola tidur, mimpi-mimpi yang menegangkan
5)    Gangguan konsentrasi dan daya ingat
6)    Keluhan-keluhan somatik, misalnya rasa sakit pada otot dan tulang, pendengaran berdenging (tinitus), berdebar-debar, sesak nafas, gangguan pencernaan, gangguan perkemihan dan sakit kepala.

4.    Tingkat Kecemasan
Menurut (Stuart&Sundeen, 1998) dalam (Suparyanto, 2011) mengidentifikasi tingkat kecemasan dapat dibagi menjadi:

1).Kecemasan Ringan
Kecemasan ini berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada serta meningkatkan lahan persepsinya. Kecemasan dapat memotivasi belajar dan menghasilkan pertumbuhan serta kreativitas. Kecemasan ini normal dalam kehidupan karena meningkatkan motivasi dalam membuat individu siap bertindak. Stimulus dari luar siap diinternalisasi dan pada tingkat individu mampu memecahkan masalah secara efektif, misalnya seseorang yang menghadapi ujian akhir, individu yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, pasangan dewasa yang akan memasuki jenjang pernikahan.

2).Kecemasan Sedang
Kecemasan sedang memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain, sehingga seseorang yang mengalami perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah. Cemas sedang ditandai dengan lapang persepsi mulai menyempit. Pada kondisi ini individu masih bisa belajar dari arahan orang lain. Stimulus dari luar tidak mampu diinternalisasi dengan baik, tetapi individu sangat memperhatikan hal-hal yang menjadi pusat perhatian.

3).Kecemasan Berat
Kecemasan berat sangat mengurangi lahan persepsi orang yang cenderung untuk memusatkan pada sesuatu yang terinci dan spesifik serta tidak dapat berpikir tentang hal lain. Semua perilaku ditunjukkan untuk mengurangi ketegangan. Seseorang memerlukan banyak pengarahan untuk dapat memusatkan pada suatu area lain. Lapang persepsi individu sangat sempit. Pusat perhatiannya pada detail yang kecil (spesifik) dan tidak berfikir tentang hal-hal lain. Seluruh perilaku dimaksudkan untuk mengurangi kecemasan dan perlu banyak perintah atau arahan untuk berfokus pada area lai, misalnya individu yang mengalami kehilangan harta benda dan orang yang dicintai karena bencana alam, individu dalam penyanderaan.

5.    Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan
Menurut (Stuart & Sundeen, 2008) ada 2 faktor yang mempengaruhi kecemasan:

1).Faktor Predisposisi
Faktor predisposisi adalah semua ketegangan dalam kehidupan yang dapat menyebabkan timbulnya kecemasan, yang berupa ;
1)    Peristiwa traumatik yang dapat memicu terjadinya kecemasan  berkaitan dengan krisis yang dialami individu
2)    Konflik emosional yang dialami individu dan terselesaikan dengan baik.
3)    Konsep diri terganggu akan menimbulkan ketidakmampuan individu berpikir secara realitas sehingga akan menimbulkan kecemasan
4)    Frustasi akan menimbulkan rasa ketidak berdayaan untuk mengambil keputusan
5)    Gangguan fisik menimbulkan kecemasan karena merupakan ancaman terhadap integritas fisik yang mempengaruhi konsep diri

2).Faktor Presipitasi
Faktor presipitasi adalah ketegangan dalam kehidupan yang dapat mencetuskan timbulnya kecemasan, yang dikelompokkan menjadi dua;

a).Ancaman terhadap integritas fisik meliputi ;
Sumber internal : kegagalan mekanisme fisiologi system, imun, regulasi suhu tubuh, perubahan biologis normal (hamil)
Sumber eksternal : paparan terhadap infeksi virus dan bakteri, polutan lingkungan, kecelakaan, kekurangan nutrisi, tidak adekuatnya tempat tinggal

b).Ancaman terhadap harga diri meliputi sumber internal dan eksternal ;
Sumber internal : kesulitan dalam berhubungan interpersonal dirumah dan tempat kerja, penyesuaian terhadap tempat baru
Sumber eksternal : kehilangan orang yang dicintai, perceraian, perubahan status pekerjaan, tekanan kelompok

6.    Cara Penilaian Tingkat Kecemasan
Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SRAS) adalah penilaian kecemasan pada pasien dewasa yang dirancang oleh William W.K.Zung, dikembangkan berdasarkan gejala kecemasan dalam diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-II).  Terdapat 20 pertanyaan, dimana setiap pertanyaan dinilai 1-4 (1: tidak pernah, 2: kadang-kadang, 3: sebagaian waktu, 4: hampir setiap waktu). Terdapat 15 pertanyaan ke arah peningkatan kecemasan dan 5 pertanyaan ke arah penurunan kecemasan (Z ung Self-Rating Anxiety Scale dalam Ian mcdowell, 2006).

Rentang penilaian 20-80, dengan pengelompokan antara lain :
1)    Skor 20-44 : normal/tidak cemas
2)    Skor 45-59 : kecemasan ringan
3)    Skor 60-74 : kecemasan sedang
4)    Skor 75-80 : kecemasan berat

DAFTAR PUSTAKA
1.    Ayub Sani Ibrahim (2003), Panik Neurosis dan Gangguan Cemas, Jakarta : PT. Dua  As – As
2.    Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi 2010 . Jakarta: PT Rineka Cipta
3.    Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi VI. Jakarta: PT Rineka Cipta
4.    Anggraini,(2011).Laporan Pendahuluan pada Post SC.http://anggreniniluhputu.blogspot.com diakses tanggal 19 ‎Januari ‎2012 Jam 20.18
5.    Barbara C. Long (1996), Perawatan Medikal Bedah I, Bandung : Yayasan IKAPI
6.    Brunner & Suddarth. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC.
7.    Gunawan,(2011).Konsep Kecemasan.http://teorikecemasan.blogspot.com/ diakses tanggal 27 desember 2011 Jam 16.00 WIB
8.    Hidayat, A. Aziz Alimul. (2007).  Metode Penelitian Kebidanan Dan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika
9.    Hidayat, A. Aziz Alimul. (2007).  Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta : Salemba Medika
10. Hawari, Dadang. 2008. Manajemen Stres, Cemas, dan Depresi. Penerbit FK Universitas Indonesia.
11. Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta
12. Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika
13. Nursalam. 2011. Manajemen Keperawatan Edisi 3. Jakarta : Slemba Medika
14. Perry, Poter, 2006. Buku Saku Ketrampilan Dan Prosedur Dasar.Jakarta:Rineka Cipta
15. Rondhianto,(2008).KeperawatanPerioperatif.http://athearobiansyah.blogspot.comdiakses tanggal 03 ‎Oktober ‎2011 Jam ‏‎18:20:51
16. Sarwono, Prawiroharjo,. 2005. Ilmu Kandungan, Cetakan ke-4. Jakarta : PT Gramedi
17. Smeltzer & Bare, 1997, Keperawatan Medikal Bedah. Edisi VIII. Jakarta: EGC.
18. Stuart, Gail W. 2008. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta: Penerbit EGC.
19. Suparyanto, 2011. Konsep Cemas. http://dr-suparyanto.blogspot.com/2011/03/ konsep-cemas.html (Diakses 17 Februaari 2012).
20. Stuart & Sundeen, 1998. Buku Saku Keperawatan Jiwa (Pocket Guide to Psyciatric Nursing). Edisi 3, Alih bahasa; Achir Yani S Hamid, Jakarta:EGC.
21. Suliswati, (2005). Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Di Ruang Kenanga BRSU Dr. H. Soewondo Kendal
22. Syamsu Yusuf & Juntika Nurihsan. 2011. Teori Kepribadian. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
23. Tahsinul,(2008).Kepribadian.http://tahsinul.wordpress.com  diakses tanggal ‎28 ‎Oktober ‎2011 Jam ‏‎10:12:50

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar