PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Kamis, 15 November 2012

EPISTAKSIS

Dr. Suparyanto, M.Kes


EPISTAKSIS

Batasan: perdarahan dari hidung

Etiologi:
Kelainan lokal: trauma, kelainan anatomi, pembuluh darah, infeksi lokal, benda asing, tumor, pengaruh udara lingkungan
Kelainan sistemik: penyakit kardiovaskuler,  kelainan darah, infeksi sistemik, perubahan tekanan atmosfer, kelainan hormonal, congenital

Trauma: mengorek hidung, benturan, bersin, mengeluarkan ingus terlalu keras
Kelainan pembuluh darah: lebar, tipis
Infeksi lokal: rinitis, sinusitis
Tumor: hemangioma, karsinoma
Penyakit kardiovaskuler: arteriosklerosis,nefritis, sirosis hepatis, DM
Kelainan darah: leukemia, trombositopenia, hemophilia

Kelainan kongenital: teleangiektasis hemoragik herediter
Infeksi sistemik: DBD, demam tifoid, influenza, morbili
Perubahan udara: cuaca sangat dingin/ kering
Gangguan hormonal: hamil, menopause

Sumber perdarahan:
Epistaksis anterior: pleksus Kisselbach di septum anterior dan arteri etmoidalis. Perdarahan umumnya ringan dan dapat berhenti sendiri
Epistaksis posterior: arteri etmoidalis posterior dan arteri sfenopalatina. Perdarahan hebat, jarang berhenti sendiri

Penalaksanaan:
Cari sumber perdarahan, hentikan dengan kapas yang dibasahi dengan adrenalin 1/5000 – 1/10.000 dan lidocain 2%.
Perdarahan anterior: tekan hidung 10 – 15 menit, dikaustik AgNO3 25% lalu diberi salep antibiotik, bila tidak berhenti beri tampon
Perdarhan posterior: tampon → rujuk




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar