PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Kamis, 15 November 2012

TONSILITIS

Dr. Suparyanto, M.Kes


TONSILITIS

TONSILITIS AKUT
Batasan: peradangan akut tonsilla palatina
Etiologi: Streptococcus hemolitik, virus (Epstein Barr), Hemofilus influenza
Gejala klinis:
Tenggorok kering → nyeri tenggorok → nyeri telan (nyeri menjalar ke telinga, “referred pain”)
Panas badan, malaise, anoreksia

Gejala klinis (lanjutan):
Suara seperti mulut penuh makanan (plummy voice)
Bau mulut busuk (foetor ex ore)
Tonsil merah membengkak dengan detritus (kotoran) di permukaan
Palatum molle, arkus udema dan hipermis
Kelenjar regional membesar dan nyeri tekan

Penatalaksanaan:
Jika daya tahan tubuh baik → sembuh sendiri dengan: istirahat, makan lunak, analetik/antipiretik, gargarisma
Jika daya tahan lemah → antibiotika

TONSILITIS KRONIS
Batasan: radang kronis pada tonsil
Patofisiologi: terjadi akibat infeksi akut berulang pada tonsil, biasanya disertai adenoiditis kronik
Gejala klinis umum: malaise, anoreksia, sakit kepala
Gejala klinis lokal: nyeri menelan, dan terasa ada benda asing di tenggorok dan mulut bau

Gejala adenoid kronis: obstruksi nasi, pilek, telinga terasa buntu, gangguan pendengaran
Pemeriksaan: tonsil membesar dan merah, arkus merah, pembesaran kel limfe regional, muka adenoid (akibat adenoid membesar)

Penatalaksanaan:
Operasi
Obat kumur
Terapi tonsilis akut

TONSILITIS MEMBRANOSA
Yang termasuk penyakit ini adalah: Tonsilitis difteria, Tonsilitis, Septik (septic sore throat), Angina Plaut Vincent, kelainan darah: leukemia akut, anemia pernisiosa, neutropenia maligna, lues, TB, moniliasis, morbili, pertusis
Gejala umum: sub febris, nyeri kepala, anoreksia, malaise, nyeri menelan

TONSILITIS DIFTERIA

Gejala Lokal: tonsil membengkak ditutupi bercak putih kotor → membentuk membran semu, mudah berdarah jika diangkat
Keadaan lanjut kelenjar limfe lokal membengkak → leher membengkak, menyerupai leher sapi (bull neck atau Burgemeester’s hals)

Gejala akibat eksotoksin: toksin menyebabkan kerusakan jaringan, miokarditis, dekom kordis, paralisa otot palatum, nafas, albuminuria pada ginjal
Terapi:
ADS (anti difteri serum)
Antibiotika: penisilin, eritromisin
Kortikosteroid
Analgesik, antipiretik
Pasien di isolasi



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar