PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Kamis, 15 November 2012

GANGGUAN PENDENGARAN

Dr. Suparyanto, M.Kes


GANGGUAN PENDENGARAN

Gangguan pendengaran dibagi:
Tuli konduktif (gangguan hantaran suara di telinga luar dan tengah)
Tuli sensorineural (kelainan pada koklea, nervus 8, otak)
Tuli campur

TEST PENALA (GARPU TALA)
Test Rinne: membandingkan hantaran melalui udara dan tulang yang diperiksa
Test Weber: membandingkan hantaran telinga liri dan kanan
Test Schwabach: membandingkan telinga yang diperiksa dengan telinga normal (pemeriksa)

TEST RINNE
Penala digetarkan, tangkainya diletakan di prosesus mastoid, setelah tidak terdengar, penala diletakan didepan telinga dengan jarak 2 ½ cm
Bila masih mendengar disebut: Rinne (+) → menunjukan telinga masih normal
Bila tidak mendengar disebut: Rinne (-) → menunjukan ada kelainan konduktif

TEST WEBER
Penala digetarkan dan diletakan di vertex, dahi, pangkal hidung, tengah gigi seri atau dagu)
Apabila bunyi penala lebih keras pada salah satu telinga → terjadi lateralisasi
Lateralisasi → menunjukan tempat kelainan konduktif

TEST SCHWABACH
Penala digetarkan, lalu diletakan pada prosesus mastoideus pasien sampai tidak terdengar
Segera pindahkan penala ke prosesus mastoideus pemeriksa (normal)
Bila pemeriksa masih mendengar disebut: memendek
Bila pemeriksa tidak mendengar, pemeriksaan dibalik, jika penderita masih mendengar disebut: memanjang (menunjukan ada kelainan konduktif)

JENIS PEMERIKSAAN
TELINGA KANAN
TELINGA KIRI
Rinne
Negatif
Positif
Weber
Lateralisasi

Schwabach
Memanjang
Sesuai pemeriksa
Kesimpulan
Tuli konduktif
Normal

PENYEBAB TULI
Tuli konduktif: atresia liang telinga, sumbatan serumen, otitis eksterna sirkumskripta, osteoma liang telinga, oklusi tuba eustachius, otitis media, otosklerosis, timpanosklerosis, hemotimpanum, dislokasi oseus auditorius
Tuli sensorineural: tuli sensorineural koklea, dan retrokoklea

Tuli sensorineural koklea: aplasia (kongenital), labirintis, intoksikasi obat, trauma kapitis, trauma acustik, pajanan bising
Tuli sensorineural retrokoklea: neuroma akustik, tumor sudut pons, mieloma multiple, cedera otak, perdarahan otak
Presbikusis: penurunan pendengaran karena usia lanjut


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar