PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Kamis, 15 November 2012

OTITIS MEDIA AKUT

Dr. Suparyanto, M.Kes


OTITIS MEDIA AKUT

Batasan: keradangan akut yang mengenai mukosa cavum timpani yang sering didahului oleh ISPA
Patofisiologi/Etiologi:
OMA didahului oleh ISPA → Tuba Eustachius tersumbat → supurasi dan perforasi
OMA:
Otitis Media Supuratif Akut
Otitis Media Serosa Akut

Etiologi: Streptococcus hemolitikus, Staphilokokus aureus,  Pneumokokus, Hemofilus influenza, Escherichia colli, Proteus vulgaris, Pseudomonas aerogenosa
Stadium OMA
Stadium oklusi tuba eustachius(1), Stadium hiperemis (2), Stadium supurasi (3), Stadium perforasi (4), Stadium resolusi (5)

Stadium oklusi tuba eustachius →tampak retraksi membran timpani → akibat tekanan negatif di dalam telinga tengah, akibat absorbsi udara
Stadium hiperemis → vasodilatasi vasculer dis eluruh membran → sekret eksudat
Stadium supurasi → edema seluruh mukosa, terbentuk sekret purulen → membran timpani menonjol keluar (bulging)

STADIUM  OMA

Stadium supuratif lanjutan: pada saat ini kondisi  pasien sangat sakit, terjadi nyeri yang hebat → segera lakukan miringotomi untuk mencegah ruptur membran timpani
Stadium perforasi: dengan pecahnya membran timpani, nanah keluar → anak lebih tenang dan dapat tidur nyenyak
Stadium resolusi: bila kondisi tubuh kuat, sekret berkurang dan mengering, bila sebaliknya akan terjadi OMSK (otitis media supuratif kronis)

OTITIS MEDIA AKUT

Gejala klinis:
Nyeri telinga, rasa penuh di telinga (grebeg2), rasa kurang dengar
Demam tinggi (39,5oC), menurun jika telah terjadi perforasi
Keluar nanah dari liang telinga

Penatalaksanaan:
Stadium oklusi tuba eustachius: membuka tuba eustachius → tetes hidung HCl epedrin 0,5% dalam larutan fisiologis untuk anak, dewasa 1%. Beri antibiotik jika penyebabnya kuman
Stadium prasupurasi: antibiotik, obat tetes hidung dan analgetik
Stadium supurasi: antibiotik dan miringotomi

Penatalaksanaan, lanjutan:
Stadium perforasi: bersihkan sekret, tetes telinga H2O2 3% selam 3-5 hari, beri antibiotik perforasi akan menutup 7-10 hari
Stadium resolusi: membran timpani berangsur normal, sekret menghilang, perforasi menutup

OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS

OMSK atau OMP (Otitis Media Perforata) atau congek/kopok’en
Batasan: infeksi kronis ditelinga tengah dengan perforasi membran timpani dengan sekret terus menerus atau hilang timbul, sekret dapat ecer, kental, bening atau nanah
Dikatakan kronis jika berlangsung > 2 bulan akibat: terlamabt terapi, terapi tidak adekuat, virulensi kuman, taha tahan menurun, higiene buruk

OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS

Tipe OMSK:
OMSK tipe aman/mukosa/banigna
OMSK tipe bahaya/tulang/maligna
OMSK tipe aman: terbatas pada mukosa, tidak mengenai tulang, perforasi sentral, jarang komplikasi dan tidak ada kolesteatoma (kista berisi keratin)
OMSK tipa bahaya: ada kolesteatoma dengan perforasi marginal atau atik, sering timbul komplikasi (mastoiditis)

Tanda OMSK tipe bahaya:
Perforasi marginal atau atik
Abses atau fistel retroaurikuler
Polip atau jaringan granulasi liang telinga
Kolesteatoma pada telinga tengah
Sekret nanah dan berbau khas kolesteatoma
Bayangan kolesteatoma pada foto mastoid

OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS

Terapi OMSK:
OMSK tipe aman:
Konservatif atau medikamentosa
Bersihkan telina dengan H2O2 3% selama 3-5 hari
Setelah telinga kering beri tetes telinag yang mengandung antibiotik dan kortikosteroid
Miringoplasti atau timpanoplasti → memperbaiki membran timpani
OMSK tipe bahaya: mastoidectomi








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar