PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Senin, 05 November 2012

SEKILAS TENTANG PENGETAHUAN

Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG PENGETAHUAN

1.    Pengertian pengetahuan
Adalah hasil olah tahu dan ini terjadi setelah orang mengadakan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terhadap obyek terjadi melalui panca indera manusia yakni penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba dengan sendiri. Pada waktu penginderaan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian persepsi terhadap obyek. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo, 2003).

2.    Tingkat Pengetahuan
Menurut Notoatmodjo (2003) pengetahuan di bagi dalam 6 tingkatan yaitu :
A)Tahu ( know )
Tahu di artikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelahjari sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dan seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu ”tahu” ini adalah merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah.

B)Memahami ( comprehention )
Memahami artinya sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dimana dapat menginterprestasikan secara benar. Orang yang telah paham terhadap obyek atau materi terus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan dan sebagainya terhadap suatu obyek yang dipelajari. Misalnya dapat menjelaskan mengapa harus makan makanan bergizi.

 C)Aplikasi ( application )
Aplikasi di artikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi ataupun kondisi riil (sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain. Misalnya dapat rumus statistik dalam perhitungan-perhitungan hasil penelitian, dapat menggunakan prinsip-prinsip siklus pemecahan masalah kesehatan dari kasus yang diberikan.

D)Analisis ( analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menyatakan materi atau suatu obyek kedalam komponen-komponen tetapi masih di dalam struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analis ini dapat diteliti dari penggantian kata sepertii dapat menggambarkan (menurut bagian), membedakan, memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya.

E)Sintesis (synthesis)
Sintesis menunjukkan pada suatu kemampuan untuk melaksanakan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu keseluruhan yang baru. Merupakan kemampuan menyusun, merencanakan, meringkas, menyesuaikan dan sebagainya terhadap suatu teori atau rumusan-rumusan yang ada.
F)Evaluasi ( evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian itu berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan  sendiri atau menggunakan kriteri-kriteria yang telah ada misalnya :dapat membandingkan antara anak-anak yang cukup gizi dengan anak-anak yang kurang gizi, dapat menanggapi terjadinya wabah diare di suatu tempat, dapat menafsirkan sebab ibu-ibu tidak mau ikut KB dan sebagainya.

Pengetahuan atau kognitf merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior). Karena dari pengalaman dan penelitian ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng diibandingkan dengan perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Penelitian rogers (1974) menngungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilku baru (berperilaku baru ), didalam diri seseorang tersebut terjadi proses yang berurutan, yakni :
1)    Awaraeness (kesadaran), dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui terlebih dahuluu dalam stimulus objek
2)    Interest (mersa tertarik) terhadap stimulus atau objek tersebut. Disini sikap subjek sudah mulai timbul.
3)    Evaluation (menimbang-nimbang) terhadap baek maupun buruknya stimulus tersebut bagi dirinya. Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baek lagi.
4)    Trial, dimana suubjek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan apa yangg dikehendaki oleh stimulus.
5)    Adaptasion, dimana subjek telahh berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus (Notoatmodjo, 2003).

3.    Cara Memperoleh Pengetahuan
            Menurut Notoatmodjo (2003) pengetahuan sepannjang sejarah dapat dikelompokan menjadi dua berdasarkan cara yang telah digunakan untuk memperoleh kebenaran,yaitu :

A.Cara kuno untuk memperoleh pengetahuan
1.Cara coba-coba salah (Trial dan Error)
Cara ini telah dipakai orang sebelum adanyan kebudayaan dan bahkan sebbelum adanya peradapan  yang dilakukan dengan menggunakan kemungkinan yang lain sampai masalah dapat dipecahkan.

2.Cara kekuasaan atau otoriter
Sumber pengetahuan cara ini dapat berupa pemimpin-pemimpin masyarakat baik formal maupun informal, ahli agama, pemegang pemerintahan. Prinsip ini dalah orang lain menerima pendapat yang dikemukakan oleh orang yang punya otoriter, tanpa terlebih dahulu membuktikan kebenarannya, baik berdasarkan fakta empiris maupun berdasarkan masa lalu.

3.Berdasarkan pengalaman pribadi
Pengalaman pribadi dapat digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapkan pada masa lalu.

4.Melalui jalan pikiran
Dalam memperoleh kebenaran pengetahuan manusia telah menggunakan jalan pikiran, baik melalui induksi maupun deduksi. Apabila proses pembutan kesimpulan itu melalui pernyataan khusus kepada yang umum dinamakan induksi, sedangkan deduksi adalah pembuatan kesimpulan dari peryataan-pernyataan umum kepada yang khusus.

B.Cara modern dalam memperoleh pengetahuan
Cara ini disebut “metode penelitian ilmiah” atau lebih populer disebut metodologi penelitian. Cara ini mula-mula dikembangkan oleh (1561-1626) kemudian dikembangkan oleh Deobold van Dallien akhirnya lahir suatu cara penelitian yang dewasa ini kita kenal sebgai metodologi penelitian ilmiah.

4.    Faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan
            Menurut berbagai sumber dari berbagi literatur yang berhubungan, beriikut adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang tentang sesuatu hal :

A)Umur
Usia adalah umur yang terhitung dari saat dilahirkan saat ia akan berulang tahun. Semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berpikir dan bekerja. Dari segi kepercayaan masyarakat yang lebih dewasa akan lebih dipercaya daripada orang yang belum cukup tinggi tinggkat kedewasaannya. Hal ini sebagai akibat dari pengalaman dan kematangan jiwanya (Notoatmodjo, 2003)

B)Pendidikan
Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh seseorang  terhadap perkembangan orang lain menuju ke arah suatu cita-cita tertentu. Makin tinggi tingkat pendidikan seseorang makin mudah dalam menerima informasi, sehingga semakin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap sesorang terhadap nilai-niali yang baru dikenal (Notoatmodjo, 2003)

C)Lingkungan
Lingkungan adalah seluruh kondisi yang ada disekitar manusia dan pengaruhnya yang dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku orang atau kelompok. Lingkungan adalah input kedalam seseorang sehingga sistem adatif yang melibatkan banyak faktor intetrnal maupun eksternal. Seseorang yang hidup dalam lingkungan yang berpikiran luas maka pengetahuannya akan lebih baik daripada orang yang hidup di lingkungan yang bepikir sempit (Notoatmodjo, 2003)

D)Pekerjaan
Pekerjaan adalah serangkain tugas atau kegitan yang harus dilaksanakan atau diselesaikan oleh sesorang sesuai deangan jabatan atau profesi masing-masing. Status pekerjaan yang rendah sering memopengaruhi tingkat pengetahuan seseorang. Pekerjaan bisanya sebagai simbol status sosial di masyarakat. Masyarakat akan memandang seseorang dengan penuh penghormatan apabila pekerjaannya sudah pegawai negeri atau pejabat di pemerintah (Notoatmodjo, 2003)

E)Sosial Ekonomi
Variabel ini  sering dilihat angka kesakitan dan kematian, variabel ini menggambarkan tingkat kehidupan seseoerang yang ditentukan unsur seperti pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan banyak contoh serta ditentukan pula oleh tempat tinggal karena hal ini dapat mempengaruhi berbagai aspe kehidupan termasuk pemeliharaan kesehatan.

F)Informasi yang diperoleh
Informasi dapat diperoleh dirumah. Di sekolah, lembaga organisasi, media cetak dan tempat pelayanan kesehatan. Ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan informasi sekaligus  menghasilkan informasi. Jika pengetahuan berkembang sangat cepat maka informasi berkembang sangat cepat pula. Adanya ledakan pengetahuan sebagai akibat perkembangan dalam bidang ilmu dan pengetahuan, maka semakin banyak pengetahuan baru bermunculan. Pemberian informasi seperti cara-cara pencapaian hidup sehat akan meningkatkan pengetahuan masyarakat yang dapat menambah kesadaran untuk berperilaku sesuai deangan pengetahuan yang dimilki (Kartono, 2006)

G).Pengalaman
Merupakan sumber pengetahuan atau suatu cara untuk memperoleh kebenaran dan pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi di msa lalu. Orang yang memiliki pengalaman akan mempunyai pengetahuan yang baik bila dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki pengalaman dalam segi apapun (Notoatmodjo, 2003)

5.    Pengukuran Tingkat Pengetahuan
Menurut arikunto (2006) tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi:
1)    Pengetahuan baik   : nilai 76-100%
2)    Pengetahuan cukup           : nilai 56-75%
3)    Pengetahuan kurang: nilai <56 span="span">

DAFTAR PUSTAKA
1.    Alimul, A.Aziz.(2007). Metode penelitian kebidanan dan teknik analisa data. Jakarta :  rineka cipta
2.    Arikunto,S.(2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Rineka Cipta. Jakarta.
3.    Berliani, paulina. (2009). Kontrasepsi suntikan (Injeksi) – Depo provera. www.pdf-finder.com/pdf/hubungan Tingkat Pengetahuan tentang KB. Diakses sabtu 18 mei  2012.

4.    Departemen kesehatan RI. (2003). KB di Indonesia. (http://www.depkes-RI.com diakses  10 april 2012)
5.    Dinas kesehatan jawa timur (2011). Kb di jawa timur. (http://www.depkes-jatim2011.com diakses 10 april 2012)
6.    Dinas kesehatan ngawi (2011). Kb di ngawi.(http://www.dinkes-ngawi2011.com  diakses 10 april 2012)
7.    Hartanto , Hanafi .2004. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Pustaka Sinar  Harapan. Jakarta.
8.    Kartono.2006. Perilaku Manusia. ISBN .Jakarta.
9.    Manuaba, Ida, Gde. (1999. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC
10. Notoadmodjo.( 2003). Metodologi Penelitian Kesehatan. PT Rineka Cipta. Jakarta
11. Nursalam. (2003). Konsep Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta.
12. Nursalam (2008). Konsep Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Pedoman Skripsi,Tesis danIintrumen Penelitian. Salemba Medika. Jakarta.
13. Saifudin. (2002). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.
14. Sarwono. (2003). Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar