PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Minggu, 11 November 2012

SEKILAS TENTANG MOTIVASI

Dr. Suparyanto, M.Kes


SEKILAS TENTANG MOTIVASI

1.    Pengertian Motivasi
Motivasi berasal dari bahasa latin moreve yang berarti dorongan dari dalam diri manusia untuk bertindak atau berperilaku (Notoatmojo, 2007). Motivasi adalah “pendorongan” suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorng agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu (Purwanto,2007).

2.    Bentuk-Bentuk Motivasi
 Ada dua bentuk motivasi yaitu(Widayatun, 2009) :
1)    Motivasi Intrinsik: Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik yaitu motivasi yang datangnya dari dalam diri indvidu itu sendiri.
2)    Motivasi Ekstrinsik: Yang dimaksud motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang datangnya dari luar individu.

3.    Tujuan Motivasi
Tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu (Purwanto, 2007).

4.    Ciri-Ciri Keberhasilan Motivasi
Menurut Purwanto (2007), Ciri-ciri keberhasilan motivasi :
1)    Menggerakkan berarti menimbulkan kekuatan pada individu, memimpin seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu, misalnya: kekuatan dalam hal ingatan, respon-respon efektif, dan kecenderungan mendapat kesenangan.
2)    Motivasi juga mengarahkan atau menyalurkan tingkah laku. Dengan demikian ia menyediakan suatu orientasi tujuan. Tingkah laku individu diarahkan terhadap sesuatu.
3)    Menopang tingkah laku dan menjaga lingkungan sekitar harus menggunakan (reinforce) intensitas dan arah dorongan-dorongan dan kekuatan-kekuatan individu.

5.    Teori Motivasi
Menurut Purwanto (2007), teori motivasi dibagi menjadi 5 yaitu :

1).Teori Hedonisme
Hedonisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang memandang bahwa tujuan hidup yang utama pada manusia adalah mencari kesenangan (hedone) yang bersifat duniawi. Oleh sebab itu, orang harus dimotivasi secara tepat agar mau bekerja dengan baik, dengan memenuhi kesenangannya.

2).Teori Naluri
Pada dasarnya manusia mempunyai  tiga naluri pokok, yaitu: naluri mempertahankan diri, naluri mengembangkan diri, dan naluri mengembangkan jenis. Dengan 3 naluri ini, naka kebiasaan atau tindakan manusia sehari-hari mendapat dorongan atau tergerak. Oleh karena itu, menurut teori ini, untuk memotivasi seseorang harus berdasarkan naluri mana yang akan dituju dan perlu dikembangkan.

3).Teori Reaksi yang Dipelajari
Teori ini berpandangan bahwa tindakan atau perilaku manusia tidak berdasarkan naluri-naluri, tetapi berdasarkan pola-pola tingkah laku yang dipelajari dari kebudayaan ditempat orang itu hidup. Menurut teori ini apabila seorang pendidik akan memotivasi anak didiknya, pendidik itu hendaknya mengetahui benar-benar latar belakang kehidupan dan kebudayaan anak-anak yang di didiknya.

4).Teori Daya Pendorong
Teori ini merupakan perpaduan antara “teori naluri” dengan “teori reaksi yang dipelajari”. Daya pendorong adalah semacam naluri, tetapi hanya suatu doronga kekuatan yang luas terhadap suatu arah yang umum. Oleh karena itu, menurut teori ini, bila seorang pendidik ingin memotivasi anak didiknya, ia harus mendasarkan atas daya pendorong, yaitu atas naluri dan juga reaksi yang dipelajari dari kebudayaan lingkungan yang dimilikinya.

5).Teori kebutuhan
Teori ini beranggapan bahwa tindakan yang dilakukan oleh manusia pada hakikatnya adalah untuk memnuhi kebutuhannya, baik kebutuhan fisik maupun kebutuhan psikis. Oleh kaena itu, menurut teori ini, apabila seorang pendidik bermaksud memberikan motivasi kepada seseorang ia harus berusaha mengetahui terlebih dahulu apa kebutuhan-kebutuhan orang yang akan di motivasinya.


6.    Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi
Menurut Ilham (2009) faktor yang mempengaruhi motivasi adalah :

1.Faktor Ekstern
1)    Lingkungan kerja
2)    Pemimpin dan kepemimpinannya
3)    Tuntutan perkembangan organisasi atau tugas
4)    Dorongan atau bimbingan atasan

2.Faktor Intern
1)    Pembawaan individu
2)    Tingkat pendidikan
3)    Pengalaman masa lampau
4)    Keinginan atau harapan masa depan
5)    Mengukur motivasi

Motivasi diukur dengan menggunakan kuesioner atau dengan menggunakan wawancara. Dalam TRA (Theory of Reasoned Action), motivasi merupakan bagian dari intense sehingga belum nampak kegiatannya dan tidak dapat dilakukan observasi secara langsung. Hasil pengukuran motivasi menurut Hidayat (2009) dapat dikategorikan menjadi motivasi tinggi (67-100%), motivasi sedang (34-66%), dan motivasi rendah (0-33%).

Pertanyaan yang banyak diajukan kepada penulis adalah bagaimana cara mengukur motivasi seseorang dan apakah ada suatu alat baku untuk mengukur motivasi. Motivasi tidak dapat diobservasi secara langsung namun harus diukur. Pada umumnya, yang banyak diukur adalah motivasi sosial dan motivasi biologis. Ada beberapa cara untuk mengukur motivasi yaitu dengan:

1).Tes Proyektif
Apa yang kita katakan merupakan cerminan dari apa yang ada dalam diri kita. Dengan demikian untuk memahami apa diinterpretasikan. Salah satu teknik proyektif yang banyak digunakan adalah Thematic Apperception Test(TAT). Dalam tes tersebut klien diberikan gambar dan klien diminta untuk membuat cerita dari gambar tersebut. Dalam teori Mc Leland dikatakan, bahwa manusia memiliki tiga kebutuhan yaitu kebutuhan untuk berprestasi(n-ach), kebutuhan untuk power(n-power), kebutuhan untuk berafilisasi(n-off). Dari isi cerita tersebut kita dapat menelaah motivasi yang mendasari diri klien berdasarkan konsep kebutuhan di atas.

2).Kuesioner
Salah satu cara untuk mengukur motivasi melalu kuisoner adalah dengan meminta klien untuk mengisi kusoner yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang dapat memancing motivasi klien.

3).Observasi Perilaku
Car lain untuk mengukur motivasi adalah dengan membuat situasi sehingga klien dapat memunculkan perilaku yang mencerminkan motivasinya. Misalnya, untuk mengukur keinginan untuk berprestasi, klien diminta untuk memproduksi origami dengan batas waktu tertentu. Perilaku yang diobservasi adalah apakah klien menggunakan umpan balik yang diberikan, mengambil keputusan yang berisiko dan mementingkan kualitas daripada kuantitas kerja.
(Notoatmodjo, 2005).

DAFTAR PUSTAKA

1.    Arikunto. 2010. ProsedurPenelitian, SuatuPendekatanPraktik. Rinekacipta. Jakarta : 192-194.
2.    Azwar,Saifuddin. 2011. Sikap Manusia, Teori & Pengukurannya.Pustaka Pelajar. Yogyakarta : 24-28.
3.    Hidayat, A. Aziz Alimul. 2007. Riset keperawatan. Salemba Medika.  Jakarta : 32-33, 38-39, 55.
4.    Hidayat, A.Aziz alimul.2010. Metode penelitian kebidanan dan tekik analisa data.Salemba Medika. Jakarta :
5.    Kristiyanasari, Weni. 2011. ASI, Menyusui &Sadari. Nuha Medika. Yogyakarta : 9, 15-17, 23.
6.    Notoatmodjo. 2005. Promosi Kesehatan, Teori, Dan Perilaku. Rineka Cipta.Jakarta : 16-17,136, 140
7.    Nursalam.2003.Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Pedoman Skripsi, Tesis, Dan Instrumen Penelitian Keperawatan. SalembaMedika. Jakarta : 97.
8.    Nursalam. 2008. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Pedoman Skripsi, Tesis, Dan Instrumen Penelitian keperawatan. Salemba Medika. Jakarta : 100.
9.    Purwanto, M. Ngalim. 2007. Psikologi Pendidikan. Remaja Rosdakarya. Bandung : 71-77.
10. Proverawati, Atikah. 2010. Kapita Selekta ASI & Menyusui. Nuha Medika. Yogyakarta : 3-4, 14-15.
11. Purwanti.2004. Konsep Penerapan ASI Eksklusif Buku Saku Untuk Bidan.EGC Jakarta : 5-6
12. Widayatun, Tri Rusmi.2009.Ilmu perilaku.Sagung seto.Jakarta : 115, 126

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar