PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Kamis, 24 Desember 2009

TINGKAT PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG INFERTILITAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARENG JOMBANG


ABSTRAK

TINGKAT PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG INFERTILITAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARENG JOMBANG

Oleh : SYAMSIYAH

Pembimbing I   : dr. SUPARYANTO, M.Kes.

Pembimbing II  : EFFY KURNIATI, drg.

Di Indonesia kejadian perempuan infertil 15% pada usia 30-34 tahun, meningkat 30% pada usia 35-39 tahun, dan 55% pada usia 40-44 tahun. hasil survei gagalnya kehamilan pada pasangan yang sudah menikah selama 12 bulan, 40% disebabkan infertilitas pada pria, 40% karena infertilitas pada wanita, dan 10% dari pria dan wanita, 10% tidak diketahui penyebabnya. pasangan usia subur (PUS) yang menderita infertilitas sebanyak 524 (5,1%) PUS dari 10205 PUS. angket prapenelitian yang penulis lakukan terhadap 20 PUS yang berkunjung di Puskesmas Bareng Kabupaten Jombang pada bulan Mei 2009 didapatkan 3 (15%) pengetahuan baik, 6 (30%) pengetahuan cukup, dan 11 (55%) pengetahuan kurang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang infertilitas di wilayah kerja Puskesmas Bareng Jombang.

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi sebanyak 41 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling, dan sampel sebanyak 41 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang infertilitas. Data dikumpulkan dengan wawancara terstruktur.

Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang infertilitas sebagian besar responden (56,1%) pengetahuan kurang.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan pasangan usia subur tentang infertilitas. Dari hasil penelitian ini maka disarankan pada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang infertilitas, konseling dan pembagian leaflet.

Kata kunci: Pengetahuan, Pasangan Usia Subur, Infertilitas

 

TINGKAT KECEMASAN BIDAN DALAM MENOLONG PERSALINAN DI PUSKESMAS BARENG KABUPATEN JOMBANG


ABSTRAK

TINGKAT KECEMASAN BIDAN DALAM MENOLONG PERSALINAN DI PUSKESMAS BARENG KABUPATEN JOMBANG

Oleh :Sutami

Pembimbing I         : Ririn Probowati, Skp.,M.Kes
Pembimbing II        : dr. Suparyanto, M.Kes

Berdasarkan hasil wawancara awal yang  dilakukan  peneliti kepada 10 bidan yang menolong persalinan di Puskesmas Bareng Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang, didapatkan hasil  70 % bidan mengalami kecemasan ringan dalam menolong persalinan, dan sebanyak 30 % tidak mengalami kecemasan. Kecemasan menghadapi proses menolong persalinan berpengaruh pada proses persalinan. Perasaan cemas dan keadaan yang menggelisahkan penolong dapat menimbulkan ketegangan, sehingga ketenangan yang harus dikuasai selama proses menolong persalinan tidak tercapai.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecemasan bidan dalam menolong persalinan di di puskesmas Bareng Kabupaten Jombang. Penelitian dilakukan di  puskesmas Bareng Kabupaten Jombang Agustus- Oktober 2009,dengan jumlah populasi 20 responden,jumlah sampel 20 responden.Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif untuk mengetahui tingkat kecemasan bidan dalam menolong persalinan. Hasil penelitian berdasarkan tingkat kecemasan ringan dari tabel distribusi frekuensi umur responden paling banyak 31-35 tahun sejumlah 10 orang atau 50 %, pendidkan paling banyak DIII Kebidanan sejumlah 10 orang atau 50 %, Pengalaman masa kerja paling banyak 0-5 tahun sejumlah 8 Orang atau 40%, aset fisik atau alat pertolongan persalinan sangat lengkap paling banyak 11 orang atau 55%.

Kesimpulan seorang bidan mengalami kecemasan ringan  dalam menolong persalinan sarannya agar bidan menempuhpendidikan berkelanjutan,mengikuti seminar-seminar tentang persalinan,dan mengikuti pelatihan tentang persalinan.

Kata kunci : Kecemasan, Persalinan, Bidan