PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Minggu, 07 Februari 2010

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI (STUDI KASUS DI STIKes ICMe JOMBANG)

ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI (STUDI KASUS DI STIKes ICMe JOMBANG)

Oleh: Setyarini Indah Lestari

Pembimbing: Dr. Suparyanto, M.Kes; Yasmin Indriyas Y.W, SST

Beberapa saat sebelum menstruasi, sejumlah wanita mengalami rasa tidak nyaman yang biasa disebut dengan premenstrual syndrome (PMS). Salah satu penyebab PMS adalah defisiensi zat gizi. Pada studi pendahuluan di STIKes ICme Jombang pada bulan mei 2009, dari 15 orang, didapatkan 11 orang (73,3%) yang mengalami PMS dan 4 orang (26,7%) yang tidak mengalami PMS. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian PMS pada remaja putrid di STIKes ICMe Jombang.

Desain penelitian menggunakan analitik Cross Sectional dengan menggunakan data primer. Jumlah sampel 186 orang, diambil secara Simple Random Sampling. Variabel bebasnya adalah status gizi, sedangkan variabel tergantungnya adalah PMS. Pengumpulan data dengan pengukuran antropometri dan kuesioner, hasilnya dianalisa menggunakan uji Mann Whitney dengan taraf signifikasi α=0,05.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar PMS dialami oleh responden yang mempunyai status gizi kurang yaitu sebanyak 43 orang (70,5%). Dari uji Mann Whitney didapatkan hasil ρ=0,011.

Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan kejadian PMS pada remaja putri. Oleh karena itu, disarankan pada remaja putri untuk mempertahankan status gizi yang baik, sehingga dapat mencegah PMS.

Kata Kunci : Status Gizi, Premenstrual syndrome, Remaja Putri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar