PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Minggu, 02 Mei 2010

OSTEITIS DEFORMAN (PAGET DISEASIS)

Dr. Suparyanto, M.Kes

OSTEITIS DEFORMAN (PAGET DISEASIS)

  • Adalah penyakit yang ditandai oleh penebalan dan perubahan bentuk banyak tulang akibat proses resorpsi tulang yang lebih cepat.
  • Kelainan ini terjadi pada usia > 40 tahun ( 3 % )
Etiologi :
  • Penyebab pasti belum diketahui
  • Diduga akibat virus yang menyerang osteoclast

Pathologi :
  • Pada osteitis deformans terjadi peningkatan kegiatan osteoklast.
  • Vaskularisasi tulang yang mengalami proses ini meningkat.
  • Proses ini diawali dengan fase osteolisis. Pada fase ini, walaupun juga terjadi pembentukan tulang baru. Kekuatanya lebih rendah daripada tulang normal. Akibatnya terjadi pembesaran tulang yang rapuh, sehingga mudah bengkok dan patah.
  • Fase berikutnya adalah fase osteosklerosis yaitu pembentukan tulang yang seimbang dengan penyerapanya, sehingga tulang menjadi lebar dan padat.

  • Tulang yang sering terserang adalah tungkai bawah, paha, pinggul, tulang belakang dan tengkorak.
  • Penyulit yang sering terjadi adalah fraktur patologis yang sangat lambat penyembuhanya, kecacatan yang progresive pada tulang menjadi besar dan bengkok.
  • Walaupun tidak terlalu sering, dapat terjadi degenerasi ganas menjadi sarkoma osteogenik.

Gambaran Klinik
  • Seringkali penyakit ini berlangsung tanpa keluhan atau tanda, sehingga dijumpai secara kebetulan.
  • Nyeri tulang
  • Pada observasi tampak anggota gerak bawah bengkok, kepala dirasa makin membesar, dan tinggi badan makin berkurang.
  • Pada pemeriksaan radiologik tampak tulang osteoporosis secara lokal pada fase osteolisis, dan terjadi peningkatan ketebalan tulang secara tidak teratur pada fase osteosklerosis.
  • Laboratorium : kadar alkali fosfatase serum dan hidroksipolin urine meningkat pada kasus yang meluas, tetapi dapat normal pada kasus yang terlokalisir.

Penatalaksanaan
  • Belum ada pengobatan medis yang spesifik
  • Calcitonin dan difosfonat kadang digunakan, sebab bekerja mengatur metabolisme kalsium dan fosfor
  • Sitotoksik mitramisin bermanfaat untuk mengurangi nyeri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar