PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Minggu, 02 Mei 2010

OSTEOPOROSIS

Dr. Suparyanto, M.Kes

OSTEOPOROSIS

  • Biasa disebut tulang keropos atau tulang mengecil (osteopenia), penyakit ini umum mengenai tulang yang ditandai dengan:
  • Penurunan pembentukan matrik tulang (proses osteoblastik)
  • Peningkatan resorpsi tulang yang hancur (proses osteoclastik)
  • Yang mengakibatkan berkurangnya jumlah (kuantitas) dari matrik tulang, sehingga tulang kelihatan mengecil.

Etiologi :
  • Osteogenesis imperfecta (congenital osteoporosis)
  • Gangguan Hormonal
  • Tulang yang tidak digunakan / difungsikan
  • Ketuaan / senil
  • Fraktur
  • Hormonal osteoporosis : terjadi pada kasus :
  • Hyperparathyroidea
  • Hyperpituitaria
  • Hyperthiroidea
  • Hyperadrenocorticea (baik akibat hyperaktivitas kelenjar adrenocortical maupun pengobatan jangka panjang dengan kortison)

Post menopause / senil Osteoporosis :
  • Pada wanita jika osteoporosinya didapat pada usia antara post menopause sampai < 65 tahun → disebut post menopause osteoporosis. Pada wanita dan pria dengan usia > 65 tahun → disebut Senil Osteoporosis
  • Kasus senil osteoporosis: 50 % → terdeteksi lewat radiografi
  • Umumnya disebabkan hypogonadism dan penurunan intake calsium.

Disuse Osteoporosis :
  • Semua jaringan akan mengalami atrofi jika tidak digunakan, termasuk tulang.
  • Penekanan berat tubuh dan penekanan otot diteruskan ke tulang sebagai stres dan strain → merangsang pengendapan tulang oleh aktivitas osteoblastic, pada banyak individu yang kurang gerak / terlalu membatasi gerak, pengendapan tulang segera dimbangi oleh penyerapan tulang yang menyebabkan → osteoporosis.

Pathologi Osteoporosis
  • Pada semua type osteoporosis, awalnya terjadi perubahan yang menyolok pada tulang spongiosa, dimana dari jaringan pengapuran yang normal menjadi tipis dan renggang, jadi osteoporosis banyak didapatkan tulang panjang dan vertebra karena keduanya mempunyai jaringan tulang spongiosa yang luas.
  • Cortex tulang menjadi tipis dan keropos akhirnya pada beberapa individu tulang menjadi lunak pada osteomalacia, menjadi fragile, menjadi brittle (mengecil) yang mudah menjadi fraktur patologik
  • Mikroskopik fakture biasanya terdapat pada vertebrae yang mengakibatkan dorsal kyphosis.

Gejala klinik
  • Gejala umum osteoporosis : adalah back pain (akibat microscopic faktur)
  • Dorsal kyphosis
  • Gross phatologic facture sering didapatkan sebagai komplikasi penyakit lain
  • Gambaran radiologi, terjadinya penipisan semua tulang (lebih nyata pada bagian spongiosa tulang), cortex tulang menjadi tipis dan tanda deformitas terutama pada corpus vertebrae.
  • Laboratorium : kadar calsium, fosfat dan alkali fosfatase serum normal, tetapi pada uji metabolik dinyatakan terdapat keseimbangan calsium negative.

Penatalaksanaan
  • Morbiditas osteoporosis terbanyak adalah post menopause & senil osteoporosis, untuk ini para ahli telah berusaha untuk mencegah dan menahan penyakit tersebut dengan preparat yang mengandung: ( baik tunggal maupun kombinasi )
  • Estrogen → khusus wanita
  • Calcitonin ( hormon )
  • Difosfatase
  • Vitamin D
  • Calsium
  • Sodium fluoride
  • Selama pengobatan harus dibawah pengawasan dokter ahli orthopaedi
  • Nyeri pada punggung yang disebabkan microscopic fracture dapat dikurangi dengan penyinaran atau memakai spinal brace yang sesuai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar