PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Rabu, 08 September 2010

HERPES SIMPLEK

Dr. Suparyanto, M.Kes

HERPES SIMPLEK

Pengertian
  • Herpes simplek adalah penyakit yang mengenai kulit dan mukosa, bersifat kronis dan residif, disebabkan oleh virus herpes simplek herpes virus homanis. Infeksi herpes dapat menimbulkan implikasi (kesimpulan) serius apabila terjadi pada mata, sekitar serviks, pada bayi baru lahir, atau pada individu yang kekebalannya tertekan. Infeksi herpes pada mata menyebabkan keratitis herpatika. (Loetfia, 2007 : 47)
  • Virus herpes simplek (HVS) termasuk dalam family Herpesviridae (Virus DNA) dam hanya mengenai manusia, terdapat dua tipe HVS-1 dsn HVS-2. Infeksi terjadi di seluruh dunia. Sekitar 10% infeksi primer simtomatik. Sebagian besar infeksi HVS-1 terjadi pada tahun-tahun prasekolah dan antara 70 sampai 90% populasi dewasa dunia memiliki antibody dalam darahnya dari infesi sebelimnya. Infeksi HVS-2 biasanya terjadi pada aktivitas seksual; 20% orang dewasa memiliki antibody gambaran ini lebih tinggi pada individu yang bergonta ganti pasangan seksual dan kelompok sosio ekonomi lebih rendah. Masa inkubasi sekitar 5 hari(berkisar 2-12 hari). (Mandal, 2006 )

Tanda dan Gejala
  • Vesikel berkelompok yang nyeri dapat timbul setelah kontak primer dengan virus tersebut. 
  • Infeksi primer dapat terjadi pada sembarang tempat di kulit. 
  • Biasanya vesikel timbul disekitar mulut dan hidung, menyebabkan gingivastomatitis (peradangan pada gusi dan mukosa mulut), disekeliling mata, menyebabkan konjugtivitis (peradangan pada konjungtiva), pada jari tangan, 
  • Menyebabklan edema dan vesikel sabit, dipantat dan alat kelamin, menyebabkan vulvovaginitis. Infeksi primer menyebabkan odema kulit berat. 
  • Selama infeksi primer, virus berjalan naik melalui saraf perifer mencapai radiks ganglia dorsalis, di mana virus akan berada dalam stadium dorman. 
  • Pada kondisi ini sering kali klien tidak merasa sakit, tetapi sebenarnya dalam tubuhnya masih mengandung virus herpes simplek yang suatu saat dapat kanbuh kembali. Beberapa penderita dapat mengalami teraktifasi rekuren dari virus laten ini. 
  • Kekambuhan infeksi dapat dipicu oleh demam, sinar matahari atau trauma. Kelompok vesikel akan menjadi pustula dalam waktu beberapa hari dan kemudian sembuh secara spontan dalam waktu dua minggu. (Loetfia, 2007 : 46)
  • Herpes virus adalah virus yang besar, anggota grup yang berlainan memiliki bentuk yang hampir sama dan tidak dapat dibedakan melalui mikroskop electron. Semua herpes virus mempunyai inti DNA untai ganda, dalam bentuk tiroid, dikelilingi selubung protein yang membentuk simetri(tangkup) ikosahedral dan dan mempunyai 162 kapsomer. (Brooks, Geo F. 2005 :81
  • Penyebaran langsung kedaerah sekitar juga terjadi. 
  • Sel yang terangsang memperlihatkan gambaran degenerasi balon dengan karakteristik sel raksasa dan inklusi intranuklear. 
  • Saat infeksi primer menghilang, imunitas humoral dan selular terbentuk namun virus tetap dorman dalam sel ganglion dan dapat mengalami eaktivasi selanjutnya, menyebabkan penyakit local rekuren atau perkembangbiakan virus asimtomatik. 
  • Penyakit interkuren, cahaya matahari dan Trauma merupakan faktor reaktivasi belum diketahui. (Mandal,2006)
Penyebab
  • Herpes simplek disebabkan oleh virus DNA.Partikel DNA yang menular masuk kedalam nukleus sel dan memanfaatkan mesin reproduksi untuk replikasinya(meniru/berkembang biak) sendiri. (Loutfiya, 2007 : 45).

Akibat
  • Virus herpes simplek mengakibatkatkan beragam penyakit mulai dari gingivostomatitis (peradangan pada gusi dan mukosa mulut) sampai keratokonjuctivitis (peradangan pada kornea dan konjungtiva), penyakit genital, dan infeksi pada bayi baru lahir. Herpes simplek menjadi penginfeksi yang laten pada sel saraf, dan umumnya terjadi rekurensi (kekambuhan). (Brooks, Geo F. 2005 : 86).

Penularan
  • Sebagai sumber penularan atau reservoir adalah penderita. Penularanyan melalui kontak langsung kulit atau mukosa yang robek dengan sekresi orongenital dari orang yang terinfeksi. (Mandal, 2006 )

Pengobatan
  • Uji terbuka positif pada 50-80% penderita herpes. Pada uji ini, bahan dari vesikel diletakkan pada gelas obyek dan diwarnai dengan biru toluidin 1%. Dari asupan yang diambil dari penderita herpes simplek dapat terlihat sel-sel raksasa yang berinti banyak dan besar. 
  • Asiklovyr dapat diberikan kedalam cairan intravena atau dalam bentuk salep. Obat ini efektif pada penderita yang kekebalannya tertekan. Salep Asiklovyr mengurangi masa penularan virus pada penderita yang terkena herpes primer. (Loetfia, 2007 : 47)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Brooks. Geo F. 2005.Mikrobiologi Kedokteran 2. Jakarta.Salemba Medika
  2. Candra. 2008. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta. EGC
  3. Dahlan. 2001. Kamus Istilah Medis. Surabaya. Arkola
  4. Darmadi. 2008. Infeksi Nosokomial. Jakarta. Salemba Medika
  5. Entjang. 2003. Mikrobiologi Dan Parasitologi. Bandung. PT Citra Aditya Bakti Horton. Sosiologi. Jakarta. Erlangga
  6. Kumala. 1998. Kamus Saku Kedokteran Dorland. Jakarta. EGC
  7. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 263/Menkes/SK/II/2010 Tanggal : 10 Februari 201026 Pedoman Rehabilitasi Kognitif I. internet available from : http//www.google.com (Accesed April 13 th 2010 01:30 PM)
  8. Loetfia, 2007.Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem Integumen. Jakarta. Kedokteran EGC
  9. Mandal. 2006.Penyaki Infeksi. Jakarta. Erlangga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar