PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Sabtu, 15 September 2012

PRIMARY HEALTH CARE (PHC)

Dr. Suparyanto, M.Kes

PRIMARY HEALTH CARE (PHC)

LATAR BELAKANG PHC

  • Berakhirnya PD II, menimbulkan kerusakan di segala bidang
  • PBB memproklamirkan “dekade pembangunan”
  • Periode tahun 1970, terdapat kesenjangan pembangunan, terutama negara maju dan negara sedang berkembang

  • Akhirnya pada tahun 1977 dalam Sidang Kesehatan Sedunia ( World Health Essembly ) dihasilkan kesepakatan ”Health For All by The Year 2000” atau “Kesehatan Bagi Semua Tahun 2000”
  • Dengan Sasaran Semesta Utamanya adalah: ”Tercapainya Derajat Kesehatan yang Memungkinkan Setiap Orang Hidup Produktif Baik Secara Sosial Maupun Ekonomi”.

  • Sebagai tindak lanjut, pada tahun 1978 Konferensi Alma Ata menetapkan ”Primary Health Care” ( PHC ) sebagai Strategi Global atau Pendekatan untuk mencapai ”Health For All by The Year2000” (HFA 2000) atau “Kesehatan Bagi Semua Tahun 2000” (KBS 2000).

DEFINISI PHC

  • Primary Health Care ( PHC ) adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada metode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri (self reliance) dan menentukan nasib sendiri (self determination).

  1. Pelayanan Kesehatan Pokok/Dasar
  2. Dapat diterima dan dilaksanakan oleh masyarakat sendiri
  3. Dibiayai sendiri (terjangkau masyarakat)
  4. Semangat hidup sendiri
  5. Menentukan nasib sendiri

PRINSIP PHC

Pemerataan upaya kesehatan
  • Distribusi perawatan kesehatan menurut prinsip ini yaitu perawatan primer dan layanan lainnya untuk memenuhi masalah kesehatan utama dalam masyarakat harus diberikan sama bagi semua individu tanpa memandang jenis kelamin, usia, kasta, warna, lokasi perkotaan atau pedesaan dan kelas sosial.

Penekanan pada upaya preventif
  • Upaya preventif adalah upaya kesehatan yang meliputi segala usaha, pekerjaan dan kegiatan memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan dengan peran serta individu agar berperilaku sehat serta mencegah berjangkitnya penyakit.

Penggunaan teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan
  • Teknologi medis harus disediakan yang dapat diakses, terjangkau, layak dan diterima budaya masyarakat (misalnya penggunaan kulkas untuk vaksin cold storage).

Peran serta masyarakat dalam semangat kemandirian
  • Partisipasi masyarakat adalah proses di mana individu dan keluarga bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka dan mengembangkan kapasitas untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

Kerjasama lintas sektoral dalam membangun kesehatan
  • Pengakuan bahwa kesehatan tidak dapat diperbaiki oleh intervensi hanya dalam sektor kesehatan formal; sektor lain yang sama pentingnya dalam mempromosikan kesehatan dan kemandirian masyarakat.

SEKTOR TERKAIT KESEHATAN
  • Sektor-sektor ini mencakup, sekurang-kurangnya:
  1. pertanian (misalnya keamanan makanan),
  2. pendidikan,
  3. komunikasi (misalnya menyangkut masalah kesehatan yang berlaku dan metode pencegahan dan pengontrolan mereka);
  4. perumahan;
  5. pekerjaan umum (misalnya menjamin pasokan yang cukup dari air bersih dan sanitasi dasar) ;
  6. pembangunan perdesaan;
  7. industri;
  8. organisasi masyarakat
  9. pemerintah daerah

UNSUR UTAMA PHC
  1. Mencakup upaya kesehatan dasar
  2. Melibatkan peran serta masyarakat
  3. Melibatkan kerjasama lintas sektoral

TUJUAN PHC
Tujuan Umum
  • Menemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan, sehingga akan dicapai tingkat kepuasan pada masyarakat yang menerima pelayanan.

Tujuan Khusus
  1. Pelayanan harus mencapai keseluruhan penduduk yang dilayani
  2. Pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dilayani
  3. Pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi yang dilayani
  4. Pelayanan harus secara maksimum menggunkan tenaga dan sumber – sumber daya lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

FUNGSI PHC
  1. Pemeliharaan Kesehatan
  2. Pencegahan Penyakit
  3. Diagnosis dan Pengobatan
  4. Pelayanan Tindak lanjut
  5. Pemberian Sertifikat

ELEMEN PHC
  1. Pendidikan kesehatan.
  2. Perbaikan gizi dan makanan.
  3. Penyediaan air  bersih dan perbaikan sanitasi.
  4. Pemeliharaan kesehatan ibu dan anak.
  5. Imunisasi.
  6. Pencegahan dan pengawasan penyakit endemik.
  7. Pengobatan.
  8. Penyediaan obat obatan pokok.

CIRI-CIRI PHC
  1. Pelayanan yang utama dan intim dengan masyarakat
  2. Pelayanan yang menyeluruh
  3. Pelayanan yang terorganisasi
  4. Pelayanan yang mementingkan kesehatan individu maupun masyarakat
  5. Pelayanan yang berkesinambungan
  6. Pelayanan yang progresif
  7. Pelayanan yang berorientasi kepada keluarga
  8. Pelayanan yang tidak berpandangan kepada salah satu aspek saja

TANGGUNG JAWAB NAKES DLM PHC
  1. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan dan implementasi pelayanan kesehatan dan program pendidikan kesehatan
  2. Kerjasama dengan masyarakat, keluarga, dan individu
  3. Mengajarkan konsep kesehatan dasar dan teknik asuhan diri sendiri pada masyarakat
  4. Memberikan bimbingan dan dukungan kepada petugas pelayanan kesehatan dan kepada masyarakat
  5. Koordinasi kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar