PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Rabu, 25 Juni 2014

MIKROSKOP

Dr. Suparyanto, M.Kes

MIKROSKOP



2.1.     Mikroskop
Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Ilmu yang mempelajari benda kecil degan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dam kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata. Mikroskop merupakan alat yang sangat vital bagi laboratorium.
2.6.1.        Jenis-Jenis Mikroskop
1.   Berdasarkan kenampakan objek yang diamati    
·      Mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya)
·      Mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo)

2.   Berdasarkan sumber cahaya
·      Mikroskop cahaya
·      Mikroskop elektron
3.   Berdasarkan jumlah lensa mata (eye piece)
·      Mikroskop Monokkuler
·      Mikroskop Binokuler
·      Mikroskop Trinokuler
4.   Berdasarkan kegunaan / pemakaian mikroskop
·      Mikroskop untuk belajar
·      Mikroskop untuk bekerja di laboratorium
·      Mikroskop dengan sistem dan fase kontras
·      Mikroskop laboratorium untuk kejadian cahaya imuno fluorescen dan transmisi medan cahaya yang kuat
·      Mikroskop cahaya terpolarisasi
·      Mikroskop inferse
·      Mikroskop riset metalurgi
·      Mikroskop riset binokuler
·      Mikroskop stereo
·      Mikroskop perbandingan
·      Mikroskop yang dihubungkan dengan pesawat televise berwarna
·      Mikroskop kuantitatif
·      Mikroskop electron


2.6.2.        Bagian-Bagian Mikroskop
                                    yang bener.jpg
Gambar 2.4  Mikriskop
1.    Lensa okuler (Eyepiece / oculars)
2.    Pemutar lensa objektif (Revolving)
3.    Tabung pengamatan/tabung okuler (Observation Tube)
4.    Meja benda (Stage)
5.    Condenser
6.    Lensa objektif (Objective lensa)
7.    Pengatur kekuatan lampu (Brigthness adjustment knob)
8.    Tombol on/off (Main awitch)
9.    Cincin pengatur diopter (Diopter adjustment ring)
10.  Knob pengatur jarak interpupillar (Interpupillar distance adjustment knob)
11.  Penjepit specimen (Specimen holder)
12.  Sumber cahaya (illuminator)
13.  Sekrup pengatur vertical (Vertical feed knob)
14.  Sekrub pengatur horizontal (Horizontal feed knob)
15.  Sekrub focus kasar (Coarse focus knob)
16.  Sekrub focus halus (Fine focus knob)
17.  Sekrub engencang tabung okuler (Observation tube securing knob)
18.  Sekrub pengatur condenser (Condenser adjustment knob)
2.6.3.        Prosedur Pengoprasian Mikroskkop
·           Menyalakan lampu
·           Menempatkan specimen pada meja benda
·           Memfokuskan
2.6.4.        Penggunaan Mikroskop
Hal-hal yang perlu diperhatikan bila menggunakan mikroskop
·      Selalu membawa mikroskop dengan dua tangan.
·      Bila menggunakan preparat basah, tabung mikroskop selalu dalam keadaan tegak, berarti meja dalam keadaan datar. Ini berlaku bagi mikroskop dengan Tabung tegak, tidak berlaku untuk mikroskop dg. Tabung miring
·      Preparat basah harus selalu ditutup dengan Gelas penutup saat dilihat di bawah mikroskop
·      Selalu menjaga kebersihan lensa-lensa mikroskop termasuk cermin.
·      Bila ada bagian mikroskop yang bekerja kurang baik/hilang segera laporkan kepada laboran.
·      Tidak dibenarkan melepas lensa-lensa mikroskop dari tempatnya.
Setelah selesai menggunakan mikroskop, pasang lensa objektif dg. Perbesaran paling rendah pada kedudukan lurus ke bawah. (Lestari,  2011)

 

DAFTAR PUSTAKA

Desy R, Ridarty, Sahat J, Susanti B. 2012. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Infeksi Kecacingan pada Anak 8-9 Tahun di SD Neg 023971. Binjai.
Dinkes Jombang. 2012. Data Kecacingan. Dinkes Jombang
Jalaludin. 2009. Pengaruh Sanitasi Lingkungan, Personal Hygiene dan Karakteristik Anak Terhadap Infeksi Kecacingan pada Murid Sekolah Dasar di Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Universitas Sumatra Utara. Medan.
Kundaian F, Umboh J M L, Kepel B J. 2011. Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan dengan Infeksi Cacing pada Murid Sekolah Dasar di Desa Taling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Universitas Sam Ratulangi. Manado.
Lestari  S. 2011. Materi Instrumentasi. D3 Analis Kesehatan STIKes Insan Cendikia Medika. Jombang.
Mahardian C A. 2013. Pemeriksaan Telur Cacing pada Kotoran Kuku Siswa Sekolah Dasar. STIKes Insan Cendikia Medika. Jombang.
Mustofa P, Palandeng H, Lampus B S. 2013. Hubungan Antara Perilaku Tentang Pencegahan Penyakit Kecacingan dengan Infeksi Cacing pada Siswa SD di Kelurahan Bengkol Kecamatan Mapanget Kota Manado. Universitas Sam Ratulangi. Manado.
Nasir A, Muhith A & Idieputri. 2011. Buku Ajar Metodologi Penelitian Kesehatan: Konsep Pembuatan Karya Tulis dan Thesis untuk Mahasiswa Kesehatan. Nuha Medika. Yogyakarta.
Notoatmodjo, Soekoidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Reneka Cipta. Jakarta.
Nurjanah A, Rakhmawati W, Nurlita N. 2012. Personal Hygiene Siswa Sekolah Dasar Negri Jatinaor. Universitas Podjadjaran. Bandung.
Rahayu S E. 2006. Keberadaan Telur Cacing Parasit pada Siswa SD Sekitar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Terpadau Kota Malang dan Hubungan dengan Kepadatan Telur Cacing pada Air Limbah Perumahan di IPAL Terpadu. Malang
Soedarto. 2011. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran. CV Sagung Seto. Jakarta.
Syaifudin. 2009. Anatomi Tubuh Manusia. Salemba Medika. Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar