PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih
Tampilkan postingan dengan label ANATOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANATOMI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 April 2013

SISTEM REPRODUKSI WANITA

Dr. Suparyanto, M.Kes


SISTEM REPRODUKSI WANITA

1. ALAT REPRODUKSI WANITA BAGIAN LUAR

1.    Mons veneris: Bagian menonjol diatas simphisis, pada wanita dewasa ditumbuhi rambut.

2.    Labia mayora: Terdiri bagian kiri dan kanan, lonjong mengecil ke bawah, terisi jaringan lemak, bertemu di bagian bawah membentuk commisura posterior.

3.    Labia minora: Suatu lipatan tipis bagian dalam labia mayora, mengandung banyak glandula sebacea,serta jaringan saraf yang sangat sensitif, kedua bibir bertemu pada sebelah atas klitoris membentuk Prepotium klitoridis dan pada bagian bawah klitoris membentuk Frenulum klitoridis, sedang pada bagian bawah membentuk Fossa navikulare.

4.    Klitoris: Organ sebesar kacang hijau, sangat erektil, banyak saraf sehingga sangat sensitif. Klitoris ini serupa dengan penis pada laki laki.

5.    Vulva (Vestibulum): Berbentuk lonjong dengan batas atas klitoris, kiri kanan labia minora dan bawah perineium, dibawah klitoris terdapat orifisium uretra eksternum, di bagian bawah terdapat kelenjar Skene dan kelenjar Bartolini yang berfungsi mengeluarkan lendir pada saat coitus. Di daerah ini ditemukan orificium uretra externum tempat keluarnya saluran kencing.

6.    Introitus vaginae: Pada wanita virgin ditutup oleh Hymen , hymen ini bentuknya berbeda beda, dan punya lubang (hiatus hymenalis) yang bervariasi untuk mengeluarkan getah dan haid, umumnya hymen robek pada saat coitus biasanya pada jam 5 atau 7 dan sampai dasar hymen, sesudah persalinan tinggal sisanya disebut carunculae himenalis.

2. ALAT REPRODUKSI WANITA BAGIAN DALAM

1.    Vagina: penghubung antara introitus vagina dan uterus, digunakan untuk coitus dan jalan lahir, dinding depan panjangnya 6 ½ - 9 cm sedang dinding belakang 9 - 11 cm. Bentuk vagina bagian dalam vagina berlipat lipat disebut Rugae yang memungkinkan vagina melebar pada saat partus. Pada kehamilan terdapat hipervaskularisasi di vagina sehingga berwarna merah kebiruan yang disebut livide

2.    Uterus: Terletak didalam panggul dibelakang kandung kencing , berbentuk seperti buah peer dengan panjang 7,5 x 5 x 2,5 cm. Uterus terdiri : Fundus uteri, Corpus uteri dan cervix uteri. Rongga didalam uterus disebut cavum uteri yang dilapisi oleh selaput endometrium, pada fundus bagian proksimal merupakan tempat masuknya tuba falopii, sedang bagian serviks yang menonjol ke vagina disebut Portio.

3.    Tuba falopii  (Saluran telur): Panjangnya 10 cm terdiri 3 bagian pars interstitialis, pars isthmica, pars ampularis dan infundibulum dimana bagian ujungnya ada fimbria yang berguna untuk menangkap telur dari ovarium saat ovulasi.

4.    Ovarium: Ada 2 kiri kanan sebesar ibu jari tangan seperti buah kenari . Didalamnya terdapat folikel primer yang belum matang sebanyak 100 – 200 ribu buah, dan semasa hidupnya wanita mengeluarkan 400 butir sel telur. Yang dikeluarkan secara periodik setiap 14 hari pada saat ovulasi. Ovarium mengeluarkan hormon Estrogen dan hormon Progesteron yang berpengaruh terhadah endometrium untuk mempersiapkan sel telur yang telah dibuahi, jika pembuahan tidak terjadi  maka endometrim tsb mengalami degenerasi akibat spasme dan iskemia dan terjadi perdarahan yang disebut menstruasi.

5.    Ovum: Garis tengahnya 0,2 mm, dan umur sel untuk dapat dibuahi sekitar 24 jam. Ovum tsb berasal dari folikel primer yang telah mengalami pematangan yang disebut Folikel de Graaf.

SISTEM REPRODUKSI PRIA

Dr. Suparyanto, M.Kes


SISTEM REPRODUKSI PRIA

1. ALAT REPRODUKSI PRIA BAGIAN LUAR

1.    Penis (Zakar): Suatu organ berbentuk silindris yang dalam keadaan tidak tegang normal panjangnya  6-8 cm, dimana didalamnya terdapat uretra. Penis terdiri dari 3 komponen jaringan erektil yaitu 2 jaringan Korpus kavernosum dan 1 jaringan  Korpus spongiosum.

2.    Skrotum (Kantong zakar): Suatu kantongan yang terdiri dari jaringan ikat jarang, terletak di belakang penis , diantara kedua paha dan berisi  2 buah testis.


2. ALAT REPRODUKSI PRIA BAGIAN DALAM

1.    Testis (Buah zakar): jumlahnya 2 buah  berukuran 5 x 2 x 3 cm, berbentuk bulat telur, merupakan kelenjar seks utama pria yang berfungsi: (1) Memproduksi spermatozoa di dalam tubuli seminiferi dimana prosesnya disebut spermatogenesis; (2)  Memproduksi hormon Testosteron (mempunyai sifat seks skunder)

2.    Epididimis: Merupakan saluran berkelok kelok seperti spiral yang terletak disamping belakang testis, dihubungkan dengan testis oleh saluran vas defferen. Fungsi epididimis adlah sebagai berikut: 1). Merupakan saluran penghubung antara testis dengan vas defferen; 2). Merupakan lumbung pertama sperma; 3). Mengeluarkan getah / cairan yang berguna untuk perkembangan dan proses pematangan spermatozoa; 4). Mengabsorbsi cairan testis yang mengandung sperma

3.    Vas defferens (saluran mani): Berasal dari testis masuk kedalam rongga perut melalui Canalis inguinalis berjalan masuk kedalam panggul melewati kandung kencing menuju saluran kencing bagian Prostat. Sebelum bermuara di saluran kencing bergabung dengan Vesicula seminalis, tempat penyimpanan air mani sebelum disemprotkan.

4.    Vesicula seminalis (Saluran kantung air mani): Adalah kelenjar tubuler, terletak disebelah kanan dan kiri dibelakang leher kandung kencing. Saluran dari vesica seminalis bergabung dengan ductus defferens membentuk ductus Ejaculatorius. Kantung ini berfungsi untuk menyimpan sperma dan menghasilkan cairan yang kaya dengan zat gula (mungkin untuk makanan sperma)

5.    Glandula prostat (Kelenjar prostat): Terletak dibawah kandung kencing dan menglilingi saluran kencing. Kelenjar ini terdiri dari kelenjar majemuk, saluran saluran dan otot polos. Bentuknya seperti buah kenari, beratnya kurang lebih 20 gram. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang bersifat basa dan berfungsi untuk mempertahankan hidup sperma.
6.    Glandula Cowperi: Menghasilkan cairan mucus, bening dan bersifat basa yang berguna sebagai lubricant (pelicin) pada saat coitus.

7.    Urethra (Saluran kencing): Terdiri 2 bagian pars prostatica dan pars penica, panjangnya 17 – 23 cm berfungsi menyarurkan urine dan sperma. Air kencing dan air mani tidak mungkin keluar secara bersamaan, karena secara reflek telah diatur oleh sebuah klep yang terletak pada muara pertemuan antara saluran kencing dan saluran mani.

8.    Air mani (semen) : Air mani terdiri atas getah / cairan berwarna keputih putihan, agak kental, berasal dari kelenjar kelenjar epididimis, vesica seminalis, prostat, kelenjar cowperi, serta kelenjar kelenjar pada uretra. Air mani mengandung sel mani dan plasma semen. Pada setiap ejakulasi, dipancarkan 2-5 cc air mani yang setiap cc-nya mengandung 20 – 120 juta sel mani ( spermatozoa ). Air mani bersifat basa dan dalam lingkungan ini sperma dapat hidup untuk kurang lebih 3 hari.

3. SPERMATOZOA.

Dibuat didalam tubuli seminiferi  testis melalui proses spermatogenesis, pada bagian kepala terdapat selubung yang mengandung enzim yang berfungsi penetrasi sel telur pada saat fertilisasi, didalam vagina tidak dapat hidup lebih dari 8 jam, sedangkan didalam uterus sampai  tuba dapat hidup sampai 2-3 hari.

Sabtu, 01 Mei 2010

ANATOMI MUSKULOSKELETAL

Dr. Suparyanto, M.Kes

ANATOMI SISTEM MUSKULOSKELETAL

TULANG (OSSEOUS)

Tulang tersusun atas sel, serat dan matriks
Jenis sel tulang
  • Osteoblast: membentuk sel baru
  • Osteosit: sel matang
  • Osteoklas: menghancurkan tulang
Jenis jaringan tulang
  • Tulang kompak: padat
  • Tulang cancellus: berspon/trabekular

  • Struktur tulang kompak terdiri sistem Haverst terdiri:
  • Kanal Haverst: mengandung pembuluh darah, saraf dan limfe
  • Lamella: lempeng tulang (sirkular) yang mengelilingi kanal Haverst
  • Lakuna: ruang diantara lamella mengandung osteosit dan saluran limfe
  • Kanalikuli: saluran kecil penghubung lakuna dan kanal sentral

Osteologi
  • Ilmu yang mempelajari tentang tulang (osteum)
  • Tulang kanselus
  • Tulang kompak
  • Periosteum
  • Diafisis
  • Epifisis

Os cranium
  • Os frontalis
  • Os nasalis
  • Os zigomaticum
  • Os maksilaris
  • Os mandibularis
  • Sutura

  • Os Frontalis
  • Os Parietalis
  • Os Oksipitalis
  • Os Temporalis
  • Os Zigomatikum
  • Os Maksilaris
  • Os Mandibularis

Columna Vertebralis
  • Vertebrae cervicalis: 7
  • Vertebrae thorakalis: 12
  • Vertebrae lumbalis: 5
  • Vertebrae Sacralis: 5
  • Vertebrae Cocygis: 4

Apertura Thoraxis
  • Os Sternum
  • Manubrium sterni
  • Corpus sterni
  • Procesus xiphoideus

Os Costae
  • Costae verae: asli
  • Costae spurae: palsu
  • Costae fluitantes: melayang

Ossa Membri Superior
  • Os Scapula
  • Os Clavicula
  • Os Humerus
  • Os Radius
  • Os Ulna
  • Ossa Carpalia
  • Ossa Metacarpalia
  • Ossa digitorum (phalanges)

Ossa Membri Inferior
  • Os Coxae
  • Os Ilium
  • Os Ischium
  • Os Pubis

  • Os Femur
  • Os Tibia
  • Os Fibula
  • Os Patella
  • Ossa Tarsus
  • Ossa Metatarsus
  • Ossa digitorum (phalanges)

Regio Capitis
  • Regio Frontalis
  • Regio Parietalis
  • Regio Ocipitalis
  • Regio Facialis
  • Regio Orbitalis
  • Regio Nasalis
  • Regio Oralis
  • Regio Bucalis
  • Regio Mentalis

Regio Thorax
  • Regio Cervicalis
  • Regio Pectoralis
  • Regio Mamaria
  • Regio Axilaris

Regio Abdominalis
  • Regio Hypochondrium
  • Regio Epigastrium
  • Regio Lumbalis
  • Regio Umbilicalis
  • Regio Inguinalis
  • Regio Hypogastrium

Regio Dorsalis
  • Regio Dorsalis
  • Regio Sacralis
  • Regio Vertebralis
  • Regio Perinealis
  • Regio Analis
  • Regio Urogenetalis

Regiones membri Superior
  • Regio Deltoid
  • Regio Brachialis
  • Fossa Cubitalis
  • Regio Antebracialis
  • Regio Carpalis
  • Regio Manus

Regio Digitus Manus
  • Digitus Primus/Pollex
  • Digitus Skundus/Indek
  • Digitus Tertius/Medius
  • Digitus Quartus
  • Digitus Quintus

Regiones Membri Inferior
  • Regio Glutalis
  • Regio Coxalis
  • Regio Femuralis
  • Regio Genus
  • Fossa Poplitea
  • Regio Cruralis
  • Regio Tarsus
  • Regio Pes

Regio Digitus pedis
  • Digitus Primus/Hallux
  • Digitus Skundus
  • Digitus Tertius/Medius
  • Digitus Quartus
  • Digitus Quintus

ARTIKULATIO

  • Artikulatio fibrosa
  • Artikulatio kartilaginosa
  • Artikulatio sinovial

Macam Sendi
  • Sendi Bidang: permukaan sendi datar atau hampir datar → artikulatio akromioklavikular
  • Sendi Hinge: sendi yg menghasilkan gerakan fleksi dan ekstensi → artikulatio cubiti
  • Sendi Plana: permukaan sendi bentuk plana → artikulatio karpometakarpalis
  • Sendi Bola dan soket: kapaut salah satu tulang masuk kedalam mangkuk tulang lainya → artikulatio coxae
  • Sendi Kondiloid: sendi yang memungkinkan gerakan lateral → artikulatio temporomandibulare
  • Sendi Pivot: sendi yg memungkinkan gerakan rotasi → artikulatio radius ulnaris

REFERENSI

  1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC
  2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC
  3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia
  4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview
  5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey
  6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC
  7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia
  8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia
  9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta
  10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta
  11. Lutjen, et all, 2001, Atlas foto anatomi: struktur dan fungsi tubuh manusia, edisi 2, EGC, Jakarta

Rabu, 20 Januari 2010

CARDIOVASKULER HUMAN ANATOMY (ANATOMI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH)

Dr. Suparyanto, M.Kes

LETAK JANTUNG

  • Berbentuk segitiga dengan:
  • Basis : menghubungkan dua titik diantara, costae ke-3 kanan (2 cm dari tepi sternum) dan costae ke-2 kiri (1 cm dari tepi sternum)
  • Apex : ruang antar costae 5 kiri (4 cm dari garis medial)
  • Dengan menarik garis antara 2 tanda itu (basis dan apex) kedudukan jantung dapat ditunjukkan

BENTUK JANTUNG

  • Bentuk : kerucut berongga, dengan basis diatas, apex dibawah
  • Ukuran : sebesar kepalan tangan kita
  • Letak : didalam rongga dada diantara kedua paru dibelakang sternum

LAPISAN JANTUNG

  • Perikardium: lapisan pembungkus jantung, ada dua macam
  1. Perikardium Viseralis: pembungkus jantung yang melekat pada jaringan jantung
  2. Perikardium Parietalis: pembungkus jantung yang terletak disebelah luar perikardium parietalis
  • Cavum Pericardial: rongga antara perikardium visceralis dan perikardium parietalis
  • Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan:
  1. Epikardium: lapissan jantung paling luar
  2. Miokardium: lapisan jantung bagian tengah, yang terdiri dari otot jantung
  3. Endokardium: lapisan sebelah dalam, yang melapisi rongga jantung

RUANG JANTUNG

  • Jantung dibagi menjadi 4 ruangan:
  • Atrium dextra: serambi kanan
  • Atrium sinistra: serambi kiri
  • Septum intratrial: jaringan pemisah antara atrium dextra dan atrium sinistra
  • Ventrikel dextra: bilik kanan
  • Ventrikel sinistra; bilik kiri
  • Septum interventrikular jaringan pemisah antara ventrikel dextra dan ventrikel sinistra

PEMBULUH DARAH JANTUNG

  • Aorta: pembuluh darah yang keluar dari ventrikel sinistra, membawa darah bersih ke seluruh tubuh
  • Arteri pulmonalis: pembuluh darah yang keluar dari ventrikel dextra, membawa darah kotor ke paru-paru

  • Vena cava superior: pembuluh darah yang membawa darah dari bagian atas jantung menuju atrium kanan
  • Vena cava inferior pembuluh darah yang membawa darah dari bagian bawah jantung menuju atrium dextra
  • Vena pulmonalis: pembuluh darah yang membawa darah dari paru-paru menuju atrium sinistra
  • Arteri coronaria dextra: arteri yang keluar dari aorta, mensuplay darah untuk jantung kanan
  • Arteri coronaria sinistra: arteri yang keluar dari aorta, mensuplay darah untuk jantung kiri

KATUB JANTUNG

  • Valvula trikuspid: katub tiga lembar, yang memisahkan antara atrium kanan dan ventrikel kanaan
  • Valvula bikuspid (mitral): katub dua lembar, yang memisahkan aantara atrium kiri dan ventrikel kiri
  • Valvula aorta: katub yang memisahkan antara ventrikel kiri dan aorta
  • Katup pulmunal: katub yang memisahkan antara ventrikel kanan dan arteri pulmonalis
  • Chorda tendinae: jeringan (ligamen) yang melekat pada lembar katub jantung yang berbentuk seperti jari
  • Musculus papilaris: tonjolan otot (pangkal dari chorda tendinae)

SIRKULASI PULMONAR

  • Truncus pulmonar: arteri yang keluar dari ventrikel kanan, kemudian bercabang jadi dua
  • Arteri pulmonalis dextra: cabang dari truncus pulmonar yang menuju paru sebelah kanan
  • Arteri pulmonalis sinistra: cabang dari truncus pulmonar yang menuju paru sebelah kiri
  • Vena pulmonalis dextra: vena dari paru kanan menuju ke atrium kiri
  • Vena pulmonalis sinistra: vena dari paru kiri menuju ke atrium kiri

AORTA

  • Aorta ascenden: aorta yang berjalan lupus keatas (dari ventrikel kiri)
  • A. Coronaria sinistra: cabang dari aorta ascenden, mengairi darah ke jantung kiri
  • A. Coronaria dextra: cabang dari aorta ascenden, mengairi darah ke jantung kanan
  • Arcus Aorta: bagian dari aorta yang melengkung (diatas aorta ascenden), keluar tiga cabang:
  1. A. Brakiosefalika
  2. A. Karotis comunis sinistra
  3. A. Subklavia sinistra

AORTA TORAKSIKA

  • A. Pericardial: menuju perikardium
  • A. Bronkial: menuju bronkus
  • A. Esofagial: menuju esofagus
  • A. Intercostalis: menuju ruang antar costa
  • A. Frenika

AORTA ABDOMINALIS

  • A. Seliaka: bercabang tiga:
  • (1) A. Gastrika sinistra: menuju lambung
  • (2) A. Splenika: menuju limpa
  • (3) A. Hepatika komunis: menuju hati
  • A. Mesenterika superior: menuju mesenterium usus
  • A. Suprarenalis: menuju glandula suprarenal
  • A. Renalis: menuju ginjal
  • A. Testikularis: menuju testis
  • A. Mesenterica inferior: menuju mesenterium usus
  • A. Lumbalis: menuju area pinggang
  • A. Sacralis: menuju area sacrum

ARTERI ILIACA KOMUNIS DEXTRA DAN SINISTRA

  • A. Iliaca interna → A. Pudenda interna: menuju alat kelamin
  • A. Iliaca eksterna → A. Femoralis: menuju paha
  • A. Poplitea: menuju belakang lutut
  • A. Tibialis posterior et anterior: menuju tungkai bawah

VENA KEPALA, OTAK, LEHER

  • V. Jugularis eksterna
  • V. jugularis interna
  • V. Aksilaris: dari ketiak
  • V. Brakialis: dari lengan atas
  • V. Radialis: dari lengan bawah searah ibu jari
  • V. Ulnaris: dari lengan bawah searah kelingking
  • V. Sefalika
  • V. Basilika
  • V. Medial kubiti

VENA THORAX

  • V. Brakiosefalika
  • V. Azigos
  • V. Hemiazigos

VENA ABDOMEN ET PELVIS

  • V. Cava Inferior
  • Sistem Portal hepatik, terdiri:
  • V. Splenikus
  • V. Mesenterica superior
  • V. Porta hepatik

VENA EKSTREMITAS INFERIOR

  • V. Iliaca eksterna
  • V. femoralis
  • V. Poplitea
  • V. Tibialis posterior et anterior
  • V. Peronea
  • V. Superfisialis
  • V. Sefanus

REFERENSI

  1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC
  2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC
  3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia
  4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview
  5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey
  6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC
  7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia
  8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia
  9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta
  10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta

Minggu, 17 Januari 2010

DIGESTIVE HUMAN ANATOMY (ANATOMI DIGESTIVUS) 2

Dr. Suparyanto, M.Kes

DENTES

  • Dentes permanen: gigi sulung, jumlahnya  32 buah
  • Dentes decidua: gigi susu, jumlahnya  20 buah, tidak ada gigi geraham besar (molar)
  • Dentes insicivus: gigi seri, jumlah  8 buah, nomor 1 dan 2
  • Dentes caninus: gigi taring, jumlah  4 buah, nomor 3
  • Dentes premolar: gigi geraham kecil, jumlah 8 buah, nomor  4 dan 5
  • Dentes molar: gigi geraham besar, jumlah 12 buah, nomor 6, 7 dan 8

ANATOMI DENTES

  • Corona dentes: mahkota gigi, bagian gigi yang kelihatan berwarna putih
  • Colum dentes: leher gigi
  • Radix dentes: akar gigi, tertanam dalam gingiva
  • Pulpa dentes: ruangan dalam gigi
  • Dentin: lapisan gigi
  • Enamel: lapisan gigi pada corona dentis yang berwarna putih
  • Semen: perekat antara dentin dan ginngiva
  • Ginggiva: gusi

LINGUA

  • Permukaan lidah kasar, karena ada tonjolan-tonjolan yang disebut: papilla lingualis, tempat reseptor gustatorius (reseptor pengecapan)
  • Papilla lingualis: tonjolan pada permukaan lidah, diberi nama berdasarkan bentuknya:
1.       Papilla lingualis cirvumvalata: berbentuk bulat seperti sirkuit
2.       Papilla lingualis fungiformis: berbentuk seperti jamur
3.       Papilla lingualis filiformis: mempunyai fili
4.       Papilla lingualis lentiformis: bentuk kecil
  • Tonsilla lingualis: amandel lidah (terletak bagian belakang)

Letak area kecap pada lidah:
  • Reseptor manis terletak di bagian  anterior
  • Reseptor asin terletak di bagian  anterior dan anterior lateral
  • Reseptor asam terletak di bagian  lateral posterior
  • Reseptor pahit terletak di bagian  posterior

GLANDULA SALIVATORIUS

  • Glandula Parotis,  hasilnya cairan serus (encer)
  • Glandula submandibularis hasilnya campuran antara mucus dan serus, tetapi  dominan serus
  • Glandula sublingualis hasilnya campuran antara mucus dan serus, tetapi  dominan mucus (kental)

HEPAR
  • Terdiri 2 lobus, dextra dan sinistra, dextra lebih besar
  • Sinusoid hepar: ruangan yang dibentuk oleh deretan sel hepar (hepatosid), sebagai tempat mengalirnya darah untuk dilakukan detoksifikasi
  • Darah masuk sinusoid hepar lewat vena porta dan arteri hepatica, kemudian masuk sinusoid hepar, darah yang telah diproses masuk vena centralis, sedangkan racun dialirkan ke empedu lewat ductus hepaticus dextra dan sinistra

PANKREAS

  • Sel pancreas dibedakan menjadi dua:
    1. Asinus, berbentuk bulat, merupakan  kelenjar eksokrin yang menghasilkan  enzim pencernakan yang biasa disebut getah pankreas
    2. Pulau Langerhans, letaknya ditengah, bentuknya seperti pulau-pulau, merupakan  kelenjar endokrin yang menghasilkan  hormone glukagon, insulin dan stomatin

SALURAN HEPAR, EMPEDU DAN PANKREAS

  1. Ductus hepaticus dextra: dari hati kanan
  2. Ductus hepaticus sinistra: dari hati kiri
  3. Ductus hepaticus communis: gabungan ductus hepaticus dextra dan sinistra
  4. Ductus cysticus: saluran empedu
  5. Vesica biliaris/felea : kandung empedu
  6. Ductus choleduchus : gabungan ductus cysticus dan ductus hepaticus communis
  7. Ductus pancreaticus : saluran pancreas (ada dua major dan minor)
  8. Ampula vateri: ruang pertemuan antara ductus choleducus dan ductus pankreaticus
  9. Papilla vateri : tonjolan ampula vateri kedalam duodenum, sebagai muara masukanya getah pancreas dan getah empedu kedalam duodenum

REFERENSI
  1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC
  2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC
  3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia
  4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview
  5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey
  6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC
  7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia
  8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia
  9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta
  10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta