PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih
Tampilkan postingan dengan label Journal Kebidanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Journal Kebidanan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Agustus 2012

JURNAL KEBIDANAN: FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA DI DESA WONOSALAM KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG

Dr. Suparyanto, M.Kes


ABSTRAK

FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA DI DESA WONOSALAM KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG

PEMBIMBING I         : dr Suparyanto M. Kes
PEMBIMBING II        : Luluk Nur Kholisoh SKM

Oleh :
UMUL CHOIROH
090403139

Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. Remaja yang mengalami masa pubertas mempunyai dorongan atau keinginan yang kuat tentang perubahan yang terjadi pada tubuhnya dan timbul rasa ketertarikan dengan lawan jenis. Di masyarakat seks merupakan hal yang masih tabu untuk dibicarakan. Sedangkan informasi yang salah dapat mengakibatkan remaja penasaran dan ingin mencoba untuk berhubungan seks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi perilaku seks bebas pada remaja di desa Wonosalam kecamatan Wonosalam kabupaten Jombang.

Desain penelitian ini adalah Deskriptif. Variabel yang diteliti adalah adanya dorongan biologis, ketidakmampuan menahan dorongan biologis, kurangnya pengetahuan remaja tentang seks bebas dan adanya kesempatan untuk melakukan seks. Populasi yang digunakan berjumlah 408. Besar sampel 65 responden dengan tehnik pengambilan sampel random sampling dengan menggunakan koesioner.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden pernah mengalami adanya dorongan biologis sebanyak 65%. Sedangkan responden yang tidak dapat menahan adanya dorongan biologis sebanyak 6%. Dan responden yang belum mengerti tentang seks bebas sebanyak 12%. Sedangkan adanya kesempatan untuk melakukan hubungan seks menunjukkan sebanyak 75%.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi perilaku seks bebas pada remaja adalah adanya kesempatan remaja melakukan hubungan seks. Hal ini diharapkan bisa menjadi perhatian bagi seluruh orang tua maupun guru untuk lebih memperhatikan anaknya.


Kata kunci : Seks Bebas, Perilaku, Faktor Dominan

Sabtu, 16 Juni 2012

JURNAL KEBIDANAN: TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

Dr. Suparyanto, M.Kes

JURNAL KEBIDANAN:  TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

JUDUL:
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SMU DARUL ULUM 3 DESA REJOSO KECAMATAN PETERONGAN KABUPATEN JOMBANG.

OLEH:
Sucik Kurniawati (07.077)

PENGUJI:
1.    Sri Mukhodim Farida Hanum, SST, MM
2.    Dr. Suparyanto, M.Kes
3.    Helmi Annuchasari, A.Md.Keb

ABSTRAK

PHBS merupakan upaya membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat bagi siswa dan guru di institusi pendidikan untuk mengenali masalah dan tingkat kesehatannya, serta mampu memgatasi, memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya sendiri

Penulisan ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang perilaku hidup bersih dan sehat di SMU Darul ulum 3 Desa Rejoso Kecamatan Peterongan kabupaten Jombang.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau tentang suatu keadaan secara obyektif. Populasi adalah seluruh siswa-siswi kelas X sebanyak 51 siswa. Dan sampel yang didapat dengan menggunakan rumus   sebanyak 45 responden yang sesuai dengankriteria sampel. Desain sampling dalam penelitian ini adalah probability dengan menggunakan pendekatan simple random sampling. Data diambil dari kuesioner dan diteliti dengan rumus  . Alat pengumpulan data dengan kuesioner dengan kriteria baik, cukup, dan kurang.

Hasil dari penelitian dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan remaja tentang PHBS sebagian besar 26 siswa mempunyai pengetahuan cukup (57,8%).
Dengan demikian petugas kesehatan perlu adanya upaya untuk meningkatkan pengetahuan baik dengan cara menyebarkan leflet serta melalui penyuluhan dan motivasi dari petugas kesehatan sehingga masyarakat sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS.

Kata kunci : Tingkat Pengetahuan, Remaja, PHBS

INSTITUSI: Program Studi D3 Kebidanan, FIK UNIPDU Jombang, 2011


JURNAL KEBIDANAN: TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KELAS IBU HAMIL

Dr. Suparyanto, M.Kes

JURNAL KEBIDANAN: TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KELAS IBU HAMIL

JUDUL:
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KELAS IBU HAMIL DI DESA KEDUNG BETIK KECAMATAN KESAMBEN KABUPATEN JOMBANG

OLEH :
Siti Nur Faridah (NIM. 07.076)

PENGUJI:
1.    Sri Mukhodim Farida Hanum, SST, MM
2.    Dr. Suparyanto, M.Kes
3.    Helmi Annuchasari, A.Md.Keb


ABSTRAK

Kegiatan Kelas Ibu Hamil merupakan sarana untuk belajar kelompok tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir, melalui praktik dengan menggunakan buku KIA.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang kelas ibu hamil didesa Kedung Betik Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang.

Desain  penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh Ibu hamil sejumlah 34 responden yang ada di desa Kedung Betik. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling dengan menggunakan seluruh polulasi yakni berjumlah 34 orang.

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kelas ibu hamil adalah tinggi yaitu sebanyak 14 responden (41%), yang berpengetahuan cukup sebanyak 12 responden (35%), dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 8 responden (24%).

Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa tingkat ibu hamil tetang kelas ibu hamil Desa Kedung Betik Kecamatan Kesamben Jombang adalah baik yaitu sebanyak 14 responden (41%).

KATA KUNCI: Pengetahuan, Kehamilan, Kelas Ibu Hamil

INSTITUSI: Program Studi D3 Kebidanan, FIK UNIPDU Jombang, 2011



JURNAL KEBIDANAN: TINGKAT PENGETAHUAN IBU PADA BALITA TENTANG DEMAM DAN PENANGANANNYA

Dr. Suparyanto, M.Kes

JURNAL KEBIDANAN: TINGKAT PENGETAHUAN IBU PADA BALITA TENTANG DEMAM DAN PENANGANANNYA

ABSTRAK

JUDUL:
TINGKAT PENGETAHUAN IBU PADA BALITA TENTANG DEMAM DAN PENANGANANNYA DI DESA GENTENGAN KECAMATAN PULO LOR KABUPATEN JOMBANG

OLEH:
Rissa Junita (07.033)

PENGUJI:
1.    Sri Mukhodim Farida Hanum, SST, MM
2.    Dr. Suparyanto, M.Kes
3.    Helmi Annuchasari, A.Md.Keb



Tubuh mempunyai cara dan alat untuk mengukur penyakit sampai batas waktu tertentu, beberapa penyakit seperti batuk, pilek dan cacar air dapat sembuh tanpa pengobatan. Dalam hal ini dikatakan bahwa system imun tersebut cukup baik untuk memngatasi dan mengalahkan kuman penyakit, tapi bila kuman itu ganas system pertahanan tubuh terutama pada balita dan anak-anak yang pertahanan tubuhnya lemah tidak dapat dicegah, kuman itu dapat berkembang biak sehingga dapat mengakibatkan penyakit berat yang menyebabkan cacat atau kematian .
Hal yang ditimbulkan dari demam atau suhu diatas 38ºc bias menyebabkan kejang pada anak, sbagian anak terutama  pada usia 2 tahun pertama pertumbuhannya sering kali mengalami kejang – kejang yang disebabkan oleh meningkatnya suhu tubuh mereka dengan demikian yang harus dilakukan menjaga suhu tubuh anak agar tidak naik atau normal.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengetahuan dan memahami yaitu pengetahuan ibu pada balita tentang demam dan penanganannya yang terdiri dari pengertian demam, fobia demam dan pengukuran demam, dan penanganan demam.

Penelitian ini merupakan deskriptif dengan 18 responden di BPS Ny sutinah yoewono di desa gentengan kecamatan pulo lor kabupaten jombang pada tanggal 8-13 mei 2010 yang diambil secara total sampling, pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada responden dari hasil penelitian dihasilkan 17% ibu mempunyai pengetahuan kurang, 28% mempunyai pengetahuan baik, dan 55% mempunyai pengetahuan cukup.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dapat digambarkan pengetahuan ibu balita di desa gentengan kecamatan pulo lor kabupaten jombang mempunyai pengetahuan cukup, sehingga petugas kesehatan perlu memberikan penyuluhan tentang penanganan demam pada masyarakat luas khususnya di desa gentengan jombang.


KATA KUNCI : Tingkat Pengetahuan, Demam

INSTITUSI: Program Studi D3 Kebidanan, FIK UNIPDU Jombang, 2011


JURNAL KEBIDANAN: HUBUNGAN STIMULASI PUTING SUSU KALA II PERSALINAN DENGAN PENINGKATAN KONTRAKSI UTERUS

Dr. Suparyanto, M.Kes

JURNAL KEBIDANAN: HUBUNGAN STIMULASI PUTING SUSU KALA II PERSALINAN DENGAN PENINGKATAN KONTRAKSI UTERUS

ABSTRAKS

JUDUL
HUBUNGAN STIMULASI PUTING SUSU KALA II PERSALINAN DENGAN PENINGKATAN KONTRAKSI UTERUS DI BIDAN Ny. Hj. SOETINAH SOEYONO, S.ST DESA KARANGPAKIS KECAMATAN KABUH KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2010

OLEH:
Siti Istikomah  (07.075)

PENGUJI:
1.    Sri Mukhodim Farida Hanum, SST, MM
2.    Dr. Suparyanto, M.Kes
3.    Helmi Annuchasari, A.Md.Keb


Stimulasi puting susu adalah mengusap salah satu atau kedua puting dengan lembut, berhenti selama ada kontraksi dan mengusapnya lagi sesudah kontraksi berhenti. Merangsang puting menyebabkan dilepaskannya oksitosin yang menimbulkan kontraksi rahim.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan stimulasi puting susu kala II persalinan dengan peningkatan kontraksi uterus di Bidan Ny. Hj. Soetinah Soeyono, S.ST Desa Karangpakis Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang Tahun 2010.

Desain dalam penelitian ini menggunakan metode analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional, dengan populasi ibu bersalin di BPS. Ny. Hj. Soetinah Soeyono, S.ST Desa Karangpakis Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang dan sampel dari penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin (14 orang) yang memenuhi kriteria sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik total populasi, variabel yang digunakan adalah variabel independent dan variabel dependent, variabel independentnya adalah stimulasi puting susu kala II persalinan, variabel dependentnya adalah peningkatan kontraksi uterus. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah check list setelah data terkumpul dilakukan uji cross tabulasi dengan menggunakan uji Mann Whitney-U, uji ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel-variabel yang diteliti.

Setelah dilakukan uji statistik Mann Whitney-U menggunakan SPSS mendapatkan hasil Z-2,619 < Z tabel dan Asymp.sig 0,009 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara stimulasi puting susu kala II persalinan dengan terjadinya peningkatan kontraksi uterus di BPS. Ny. Hj. Soetinah Soeyono, S.ST Desa Karangpakis Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang Tahun 2010 dalam hal ini hipotesis penelitian yaitu H1 diterima.

KATA KUNCI : Stimulasi Puting Susu, Peningkatan Kontraksi Uterus  

INSTITUSI: Program Studi D3 Kebidanan, FIK UNIPDU Jombang, 2011


Kamis, 07 Juni 2012

JURNAL KEBIDANAN: HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PELAKSANAAN PERAWATAN TALI PUSAT PADA IBU NIFAS

Dr. Suparyanto, M.Kes

JURNAL KEBIDANAN: HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PELAKSANAAN PERAWATAN TALI PUSAT PADA IBU NIFAS

ABSTRAK

JUDUL:
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PELAKSANAAN PERAWATAN TALI PUSAT PADA IBU NIFAS DI DESA BANJAR AGUNG KECAMATAN BARENG  KABUPATEN JOMBANG

OLEH:
Silvi Qomariyah (07.035)

PENGUJI:
1.    Sri Mukhodim Farida Hanum, SST, MM
2.    Dr. Suparyanto, M.Kes
3.    Helmi Annuchasari, A.Md.Keb


Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kesakitan (Morbilitas) dan angka kematian (Mortalitas) adalah dengan memberikan pelayanan kesehatan yang efektif pada masyarakat tentang perawatan tali pusat bayi, dalam melaksanakan upaya tersebut diperlukan sumberdaya manusia yang mempunyai kemampuan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas yaitu dengan memberikan penyuluhan tentang kesehatan kepada masyarakat sehingga pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat diharapkan dapat mempengaruhi perilaku masyarakat terhadap kesehatan. Apabila penerimaan prilaku baru atau adopsi prilaku didasari oleh pengetahuan, kesadaran dan sikap yang positif maka prilaku tersebut bersifat langgeng. Sebaliknya prilaku itu tidak didasari oleh pengetahuan dan kesadaran akan tidak berlangsung lama.
Di Jawa Timur penyakit penyebab kematian neonatal kelompok umur 0-28 hari tertinggi adalah infeksi sebesar 57,1% (termasuk tetanus, sepsis, infeksi tali pusat, pneumonia, diare), kemudian (14,3%) feeding problem.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat terhadap pelaksanaannya. Dengan menggunakan pendekatan scoss sectional dengan jumlah populasi ibu nifas di desa Banjar Agung kecamatan Bareng kabupaten Jombang 20 orang. Dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sehingga didiperoleh sampel 15 orang. Variabel independen adalah tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat variabel dependen adalah pelaksanaan perawatan tali pusat. Pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner dan ceklist. Analisa data menggunakan rumus distribusi frekuensi. Kemudian dilakukan uji statistik spearman rank dengan taraf signifikasi 0,05.

Hasil yang diperoleh untuk pengetahuan ibu nifas baik ( 20,00% ), sedang ( 66,67 % ), kurang (13,33 %) dan pelaksanaan perawatan tali pusat baik ( 33,33 % ), sedang ( 40,00% ), kurang (26,67%). Untuk hasil analisis SPSS didapatkan hasil uji statistik spearman rank 0,02 < α (0,05).

Dari hasil tersebut didapatkan bahwa hipotesa H1 diterima ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali terhadap pelaksanaannya. Oleh karena itu pengetahuan yang tinggi yang dimiliki oleh ibu nifas dapat mempengaruhi pelaksanaan perawatan tali pusat menjadi lebih baik.

KATA KUNCI : pengetahuan, perawatan tali pusat, ibu nifas

INSTITUSI: Program Studi D3 Kebidanan, FIK UNIPDU Jombang, 2011


JURNAL KEBIDANAN: HUBUNGAN ANTARA PERILAKU IBU DAN CAKUPAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI

Dr. Suparyanto, M.Kes

JURNAL KEBIDANAN: HUBUNGAN ANTARA PERILAKU IBU DAN CAKUPAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI

ABSTRAK

JUDUL:
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU IBU DAN CAKUPAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI DESA PLOSO KERAP KECAMATAN SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG

OLEH:
RAINIEKE PUTRI ARUM ( NIM: 07.032)

PENGUJI:
1.    Sri Mukhodim Farida Hanum, SST, MM
2.    Dr. Suparyanto, M.Kes
3.    Helmi Annuchasari, A.Md.Keb


ASI Eksklusif yang dimaksudkan adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan pertama tanpa makanan pendamping. Namun upaya untuk meningkatkan perilaku menyusui dalam pemberian ASI dirasa masih kurang. Hal ini berdampak pada tidak terpenuhinya cakupan ASI Eksklusif pada tahun 2009 di Desa Ploso Kerep yaitu 15,8% sedangkan cakupan di kabupaten Jombang mencapai 62,8%. Dari data tersebut, terdapat kesenjangan antara target dengan cakupan yang ada.  Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian diarahkan untuk mengetahui hubungan antara perilaku ibu dengan cakupan ASI Eksklusif di desa Ploso Kerep.

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6-17 Mei 2010 di Desa Ploso Kerep dengan membagikan Kuesioner kepada responden untuk memperoleh data umum dan data khusus. Jenis penelitian ini menggunakan Analitik Retrospektif dengan populasi semua ibu menyusui yang mempuyai bayi usia 6-12 bulan di desa Ploso Kerep sebanyak 57 responden. Teknik sampling yang digunakan Simple Random Sampling dengan cara menyeleksi secara acak populasi untuk mendapatkan sampel yaitu 50 responden. Selanjutnya data diolah dengan uji Chi-square dengan taraf signifikan 0,05.

Pada hasil tabulasi silang didapatkan 25 responden (50%) tidak melakukan perilaku dalam upaya pemberian ASI dan juga tidak melaksanakan pemenuhan ASI Eksklusif. Dari hasil perhitungan statistik menggunakan uji Chi-square χ2 = 32,57 > dk> 3,34. dan ρ = 0,012 < α < 0,05. Maka Ho ditolak yang berarti ada hubungan antara perilaku ibu dan cakupan ASI Eksklusif.

Berdasarkan hal diatas disimpulkan bahwa Ibu menyusui yang mempunyai bayi usia  6-12 bulan sebagian besar perilakunya tidak melakukan upaya dalam pemberian ASI dan cakupan ASI Eksklusif tidak terpenuhi, sehingga ada hubungan antara perilaku ibu dan cakupan ASI Eksklusif.

KATA KUNCI: Perilaku ibu, Cakupan, ASI Eksklusif

INSTITUSI: PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN, FIK UNIPDU JOMBANG, 2011


JURNAL KEBIDANAN: PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG ASI

Dr. Suparyanto, M.Kes

JURNAL KEBIDANAN: PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG ASI

ABSTRAK

JUDUL:
TINGKAT PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG ASI DI BPS. NY. YUNI W. AMD KEB. DESA SUMBERMULYO KABUPATEN JOMBANG

OLEH :
Leni Retnasari (06.058)

PENGUJI:
1.    Sri Mukhodim Farida Hanum, SST, MM
2.    Dr. Suparyanto, M.Kes
3.    Helmi Annuchasari, A.Md.Keb

ASI merupakan makanan alamiah yang ideal untuk bayi, terutama pada bulan-bulan pertama, memberikan makanan bayi dengan ASI bukan hanya memberinya awal kehidupan yang sehat dan bergizi, tetapi merupakan cara yang hangat, penuh kasih sayang dan menyenangkan. Sebanyak 30% Ibu belum mengerti tentang ASI, hasil ini disebabkan kurangnya informasi yang diterima sehingga Ibu Primigravida tidak mengerti tentang pentingnya ASI. Karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran Ibu untuk memberikan ASI sehingga ASI lebih jarang diberikan dan diganti dengan susu formula. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan Ibu Primigravida tentang ASI di Bps Ny. Yuni W. Amd. Keb. Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang. Yang mana sebelumnya Ibu Primigravida kurang mengerti tentang manfaat ASI

Penelitian ini adalah penelitan diskriptif, sampel dan penelitian ini adalah 30 ibu primigravida. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling, penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2010 data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner.

Dari penelitian tingkat pengetahuan Ibu Primigravida tentang ASI, diketahui bahwa pengetahuan responden tentang ASI sebanyak 77% Pengetahuan cukup dan 16% pengetahuan kurang.

Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa informasi mempengaruhi tingkat pengetahuan dan wawasan pada Ibu Primigravida tentang ASI, sehingga perlu adanya tingkat pengetahuan Ibu Primigravida tentang ASI.

KATA KUNCI : Pengetahuan, Primigravida, ASI

INSTITUSI: PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN, FIK UNIPDU JOMBANG, 2011