PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Sabtu, 16 Januari 2010

ANATOMI SISTEM DIGESTIVUS (DIGESTIVE HUMAN ANATOMY)

-->
Dr. Suparyanto, M.Kes

SISTEMA DIGESTIVUS

  1. Cavum oris (rongga mulut)
  2. Farink (tekak)
  3. Oesofagus (kerongkongan)
  4. Gaster (lambung)
  5. Intestinum tinue (usus halus)
  6. Intestinum crasum (usus besar)
  7. Anus

ORIS

  • Philtrum: cekungan yang terletak di tengah di bibir atas
  • Labium superior: bibir atas
  • Labium inferior: bibir bawah
  • Rima oris: garis yang terbentuk pada tautan bibir atas dan bibir bawah

CAVUM ORIS

  • Palatum durum (langit-langit keras, terbuat dari tulang)
  • Palatum molle (langit-langit lunak, terbuat dari membran)
  • Uvula (Jawa: intil-intil)
  • Arcus palatofaringius anterior: lengkung yang membatasi antara palatum dan farink, bagian depan
  • Arcus palatofaringius posterior: lengkung yang membatasi antara palatum dan farink, bagian belakang
  • Tonsila palatine (amandel)
  • Lingua (lidah)
  • Dents (gigi)

DENTS

  • Dents dibagi menjadi empat kuadran: superior dextra, superior sinistra, inferior dextra dan inferior sinistra
  • Dents diberi nomor mulai dari depan ke belakang, nomor 1 s/d 8
  • Dents permanent: gigi sulung, jumlahnya 32 buah
  • Dents deciduas: gigi susu, jumlahnya 20 buah (tidak ada geraham besar-molar)
  • Dents insicivus: gigi seri, nomor 1 dan 2
  • Dents caninus: gigi taring, nomor 3
  • Dents premolar: gigi geraham kecil, nomor 4, 5 dan 6
  • Dents molar: gigi geraham besar, nomor 7 dan 8

GLANDULA SALIVATORIUS

  • Glandula salivatorius: kelenjar ludah, terdiri 3 kelenjar
  1. Glandula parotis: paling besar, terletak di bagian depan bawah telinga, jika infeksi menimbulkan penyakit parotitis (gondongen)
  2. Glandula sublingualis: terletak di bawah lidah
  3. Glandula submandibularis: terletak di bawah tulang rahang bawah (os mandibula)

LINGUA

  • Permukaan lidah kasar karena ada tonjolan-tonjolan yang tersebar di permukaan lidah, tonjolan ini merupakan tempat receptor gustatorius, tonjolan ini disebut: papilla lingualis, diberi nama berdasarkan bertuknya:
    1. Papilla lingualis sircumvalata: berbentuk bundar seperti sircuit
    2. Papilla lingualis fungiformis: berbentuk seperti jamur
    3. Papilla lingualis filiformis: mempunyai fili
    4. Tonsila lingualis: tonsil duduk

OESOFAGUS

  • Merupakan saluran yang menghubungkan farink dan gaster
  • Terdapat 3 tempat penyempitan di oesofagus
    1. Atas: selalu menutup, karena ada sfinkter oesofagus superior
    2. Tengah: pada percabangan bronkus
    3. Bawah: selalu menutup, karena ada sfinkter oesofagus inferior

GASTER

  • Lambung merupakan tempat penyimpanan makanan, bagian dari lambung:
  • Kardia: tempat pertemuan antara gaster dan esofagus
  • Fundus: bagian dari lambung yang berbentuk seperti kubah (bagian atas)
  • Corpus: badan lambung
  • Pilorus: bagian ujung (ekor) lambung
  • Kurvatura major: lengkung lambung yang panjang
  • Kurvatura minor: lengkung lambung yang pendek
  • Antrum piloricum: ruangan dalam pilorus

  • Pada kardia terdapat sfinkter oesofagus inferior berfungsi mencegah refluk makanan ke oesofagus
  • Pada antrum pilorikum terdapat Sfinkter pilorikum yang berfungsi mengatur makanan ke duodenum (satu porsi akan habis selama 6 jam)
  • Plika gastrika merupakan lapisan mucosa bagian dalam lambung yang berfungsi sebagai kelenjar yang menghasilkan getah lambung

PLIKA GASTRIKA

  • Plika gastrika merupakan lipatan mukosa pada ruang dalam gaster yang berfungsi sebagai kelenjar dan menghasilakan getah lambung
  • Lapisan Lambung: terdiri 3 lapisan
1.      Tunica mucosa
2.      Tunica submucosa
3.      Tunica muscularis (otot)
      • M. sircularis (internal) berfungsi untuk gerak menyempit
      • M. longitudinal (eksternal) berfungsi untuk  gerak memendek

INTESTINUM TINUE

  • Usus halus dibagi 3 bagian
1.      Duodenum
2.      Jejunum
3.      Ilium
  • Secara anatomis ketiganya sama,  bedanya hanya ada pada besarnya lumen, makin kebawah makin besar, dan setiap tambah besar diberi nama berbeda, secara fisiologis ketiganya mempunyai fungsi yang sama


SALURAN EMPEDU DAN PANKREAS

  • Empedu Dan pancreas menghasilkan getah yang dialirkan kedalam duodenum, salurannya adalah sbb:
1.      Ductus hepaticus sinistra (saluran hati kiri)
2.      Ductus hepaticus dextra (saluran hati kanan)
3.      Ductus hepaticus communis (saluran gabungan antara ductus hepaticus dextra dan sinistra)
4.      Ductus sisticus (saluran empedu)
5.      Ductus choleducus (saluran gabungan antara ductus sisticus dan ductus hepaticus communis)
6.      Vesica biliaris/felea (kandung empedu)
7.      Ductus pancreaticus (saluran pancreas)
8.      Ampula vateri (pertemuan antara ductus choleducus dan ductus pankreaticus)
9.      Papilla vateri (tonjolan ampula Vateri, tempat bermuaranya getah empedu dan pancreas kedalam duodenum
  • Duodenum (usus dua belas jari)

INTESTINUM CRASUM

  • Intestinum crasum atau colon hádala usus besar, permukaannya bergelombang yang disebut Haustra, bagian dari usus besar hádala:
1.      Caecum: bagian colon yang terletak dibawah ileum, didalam cecum terdapat appendix vermicularis (usus buntu)
2.      Colon ascenden: bagian colon yang naik keatas, diatas ileum
3.      Colon transversum: bagian colon yang berjalan mendatar
4.      Colon descenden: bagian colon yang berjalan menurun, terletak disebelah kiri
5.      Colon sigmoid: bagian colon yang berbelok, membentuk huruf s (sigmoid)
6.      Rectum; bagian terakhir dari colon yang terletak pada ujung coclon sebelum anus
7.      Anus: merupakan pintu keluar dari colon

  • Permukaan colon yang menggembung disebut haustra, serta ada bentukan seperti cacing pada permukaan colon yang disebut: taenia coli, ini merupakan kumpulan otot colon longitudinal (tidak semua permukaan colon ada otot tsb, hanya ada di tiga tempat)
  • Sepanjang taenia coli terdapat tonjolan jaringan yang disebut: appendix epiploika

  • Tempat pertemuan antara ileum dan colon, terdapat sfinkter yang disebut: sfinkter ileosecal, yang berfungsi mencegah refluk sisa makanan yang sudah masuk colon kembali ke ileum

ANUS

  • Anus merupakan pintu keluar dari colon, anus selalu tertutup karena dijaga oleh dua sfinkter, yaitu:
1.      Sfinkter ani internum, yang terletak sebelah dalam, sifatnya involunter (tidak sadar, artinya diluar kendali otak) dan membuka secara reflek, jika ada feses masuk rectum, terjadi reflek defekasi
2.      Sfinkter ani eksternum, yang terletak disebelah luar sfinkter ani internum,  sifatnya volunter (sadar, artinya gerakannya atas perintah otak)

REFERENSI

  1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC
  2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC
  3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia
  4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview
  5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey
  6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC
  7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia
  8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia
  9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta
  10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta




FISIOLOGI SISTEM DIGESTIVUS (DIGESTIVE HUMAN PHYSIOLOGY)


Dr. Suparyanto, M.Kes

APA ITU PENCERNAKAN

  • Pencernakan adalah proses perubahan makanan dari bentuk komplek menjadi bentuk sederhana atau dari bentuk kasar menjadi halus
  • Tujuan dari pencernakan adalah agar makanan mudah untuk diserap (absorpsi)
  • Hasil pencernakan karbohidrat adalah monosakarida, protein adalah asam amino dan lemak adalah asam lemak
  • Pencernakan dibedakan 2 macam:
1.      Pencernakan Fisika: yaitu pencernakan yang merupakan makanan dari bentuk besar menjadi kecil, yang terjadi hanya perubahan bentuk, tidak terjadi perubahan zat (tidak terbentuk zat yang baru), dilakukan oleh gigi
2.      Pencernakan Kimiawi adalah pencernakan makanan dengan menggunakan enzim, mengubah makanan menjadi zat baru yang lebih sederhana

PERUBAHAN BENTUK MAKANAN

  1. Karbohidrat (polisakarida) menjadi disakarida kemudian dipecah lagi menjadi monosakarida (glucose, fructose dan galaktose)
  2. Lemak dipecah menjadi asam lemak
  3. Protein dipecah menjadi polipeptida, kemudian dipecah lagi menjadi asam amino

MASTIKASI

  • Mastikasi adalah proses mengunyah makanan, yang dilakukan oleh gigi menjadi bagian-bagian yang halus, kemudian dengan bantuan saliva dijadikan satu menjadi bulatan yang disebut bolus
  • Dengan adanya bolus, proses menelan makanan menjadi lebih mudah
  • Didalam saliva terdapat enzim ptyalin (enzim α amilase) yang berfungsi merubah karbohidrat (amilum) menjadi disakarida (maltose)
  • Fungsi saliva:
    • Membasahi mulut
    • Membunuh kuman (mengandung antiseptik)
    • Mencerna secara kimiawi (mengandung enzim ptyalin)
  • Faktor sekresi saliva:
    • Rangsangan rasa asam pada lidah
    • Rangsangan taktil pada lidah terutama obyek yang halus
    • Rangsang bau terutama makanan yang disukai
    • Fantasi makanan yang disukai

DIGLUTISI

  • Diglutisi adalah proses menelan, memasukan bolus dari cavum oris kedalam gaster
  • Ada 3 fase diglutisi:
1.      Fase lingual/oral, bersifat (volunter) sadar (sesuai perintah otak) yang dilakukan oleh lidah
2.      Fase faringeal, bersifat involunter (tidak sadar, bergerak secara reflek, jika ada gangguan akan menimbulkan salah jalan, tersedak), pada fase tsb terjadi proses:
o       Palatum molle menutup nares posterior, agar makanan tidak masuk hidung
o       Arkus palatofaringeal menyempit dibagian tengah, membentuk segitiga dengan dasar diatas agar bolus masuk ke farink posterior
o       Epiglotis mengayun bolus masuk esofagus, sebagai papan lucur bolus
3.      Fase esofagial, dengan gerak peristaltik, mendorong makanan masuk gaster, jika bolus terlalu besar menimbulkan rasa sakit saat menelan

·        Jika proses menelan terganggu terjadi tersedak
·        Jika bolus terlalu besar menimbulkan nyeri pada esofagus
·        Saat menelan ada udara ikut masuk disebut aerofagia yang sebagian diregurgitasi (sendawa) dan  sebagian terus masuk ke usus keluar sebagai flatus

FUNGSI GASTER

  1. Menyimpan makanan
  2. Mencampur makanan dengan getah lambung menjadi bahan setengah padat yang disebut Kimus
  3. Mengatur Kimus dikeluarkan sedikit demi sedikit kedalam duodenum, proses pengaturan dilakukan oleh sfinkter piloricum (satu porsi perlu waktu 6 jam)

·        Didalam lambung protein dicerna oleh enzim pepsin menjadi pepton dan protease
·        Pepsin terdapat didalam getah lambung sebagai enzim pepsinogen yang belum aktif (artinya belum dapat mencerna protein)
·        Pepsinogen perlu diaktifkan HCl (asam lambung) menjadi pepsin (enzim yang aktif, artinya sudah dapat mencerna protein)
·        Yang dapat mengaktifkan enzim pepsinogen adalah asam lambung (HCl) dan pepsin yang telah terbentuk
·        Renin adalah enzim yang befungsi mengkoagulasi susu terdapat banyak pada bayi

GETAH LAMBUNG

  • Isi getah lambung:
    • Mukus
    • Pepsinogen
    • HCl
    • Renin
  • Faktor sekresi:
    • Adanya makanan dalam mulut & lambung
    • Fantasi makanan
    • Emosi (stress)
    • Hipoglikemi
    • Protein, alkohol, cafein, obat-abatan (antalgin, asam mefenamat)

ABSORPSI MAKANAN

  • Di usus halus makanan dicerna oleh enzim jadi bentuk sederhana:
    • Karbohidrat menjadi monosakarida (glukose, fruktose dan galaktose), oleh enzim ptyalin, amilase pankreas dan maltose
    • Lemak menjadi asam lemak, oleh enzim lipase usus dan lipase pankreas
    • Protein menjadi asam amino, oleh pepsin, tripsin dan peptidase
    • Vitamin, mineral, air
  • Glukose dan asam amino, absorpsi oleh usus halus dengan cara diffusi masuk darah melalui vena vorta menuju hati, di hati semua monosakarida dirubah menjadi glukose baru diedarkan keseluruh sel melalui darah
  • Asam lemak, sebagai kilomikron diabsorpsi oleh lakteal sentralis (dalam vili usus) kemudian lewat aliran limfe dimasukan kedalam aliran darah

MACAM ENZIM USUS HALUS

  1. Peptidase berfungsi merubah polipeptide menjadi asam amino
  2. Maltase berfungsi merubah maltose menjadi 2 glukose
  3. Sukrase berfungsi merubah sukrose menjadi glukose + fruktose
  4. Laktase berfungsi merubah laktose menjadi  glukose + galaktose
  5. Lipase berfungsi merubah lemak menjadi asam lemak + gliserol

GETAH PANKREAS

  • Getah pankreas mengandung enzim:
  1. Tripsin berfungsi merubah protein menjadi polipeptide
  2. Amilase pankreas, berfungsi merubah amilum menjadi maltose dan dekstrin
  3. Lipase pankreas berfungsi merubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol

GETAH EMPEDU

  • Getah empedu mengandung: garam empedu yang berfungsi mengemulsi lemak (sebagai deterjen) yang bertujuan agar lemak dapat bercampur dengan air (enzim), sehingga lemak dapat dicerna oleh enzim
  • Jika ductus choleducus buntu maka garam empedu tidak dapat masuk duodenum, yang mengakibatkan lemak tidak dapat dicerna oleh enzim, sehingga lemak ikut terbuang bercampur bersama faeses yang menyebabkan feses berwarna putih seperti dempul
  • Absorbsi vitamin ADEK juga perlu bantuan garam empedu, tidak ada garam empedu akan menyebabkan defisiensi vitamin ADEK

FUNGSI USUS BESAR

  • Mengabsorbsi air dan mineral
  • Merubah sisa makanan menjadi padat (faeses)
  • Jika peristaltik colon terlalu cepat akan menyebabkan diare, sedangkan jika peristaltik colon terlalu lambat akan menyebabkan konstipasi

DEFEKASI

  • Defekasi adalah proses pengeluaran feses
  • Proses defekasi dimulai dari pasase feses dari colon descenden masuk rectum
  • Adanaya feses dalam rectum akan menimbulkan reflek defekasi (kontraksi otot rectum), membukanya sfinter ani interna yang bertujuan untuk mengosongkan isi rectum
  • Proses ini dapat ditahan oleh sfinkter ani eksternum yang mengakibatkan reflek defekasi berhenti
  • Reflek defekasi akan timbul lagi, saat ada feses masuk lagi kedalam rectum

FISIOLOGI DIARE

  • Diare terjadi jika peristaltik colon terlalu cepat yang menyebakan  feses cair sehingga menimbulkan diare
  • Peristaltik colon meningkat jira terjadi rangsangan pada colon
  • Faktor perangsang peristaltik colon:
    • Kuman
    • Toksin
    • Zat kimia/makanan
    • Psikologis

FISIOLOGI KONSTIPASI

  • Konstipasi terjadi jika peristaltik colon terlalu lambat yang menyebakan absorpsi cairan terlalu lama menyebabkan feses padat sehingga menimbulkan konstipasi
  • Faktor penghambat peristaltik colon:
    • Disengaja/menahan defekasi
    • Psikis
    • Anestesi


REFERENSI

  1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC
  2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC
  3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia
  4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview
  5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey
  6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC
  7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia
  8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia
  9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta
  10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta
  11. Lutjen, et all, 2001, Atlas foto anatomi: struktur dan fungsi tubuh manusia, edisi 2, EGC, Jakarta