PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Sabtu, 06 Maret 2010

PENGANTAR BIOSTATISTIK (BIOSTATISTIC INTRODUCTION)

Dr. Suparyanto, M.Kes

Sejarah Statistik
  • Statistik berasal dari bahasa Yunani (states): artinya negara, waktu itu banyak digunakan untuk urusan negara misalnya biaya pajak, jumlah penduduk sehingga muncul istilah statistik penduduk, statistik pendidikan, statistik kelahiran, statistik kematian
  • Statistika adalah ilmu yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan data, serta sifat-sifat data
  • Biostatistik adalah statistik tentang makluk hidup (termasuk kesehatan)

  • Statistika: metode (prosedur, ilmu) untuk pengumpulan, pengorganisasian, penyajian, dan analisa data
  • Statistik: ukuran (karakter, besaran) dari sampel, merupakan informasi
  • Contoh: rata-rata hitung (rerata, mean), median, modus, proporsi, jangkauan (range)
  • BB (berat badan) adalah data , bukan statistik
  • Rata-rata BB mahasiswa Stikes Pemda adalah Statistik

Langkah Statistik:
  1. Pengumpulan data
  2. Pengolahan data
  3. Penyajian data
  4. Penganalisaan data
  5. Penarikan kesimpulan

  • Langkah berurutan, tidak dapat dibolak-balik
  • Statistik merubah data menjadi informasi

Contoh Statistik
  • Data umur mahasiswa: 18, 19, 18, 20, 21, 20, 19, 23, 19, 20, 19, 20, 21, 22, 20
  • Informasi apa yang dapat diambil dari data umur mahasiswa diatas?

Syarat Statistik
1. Merupakan agregat
2. Diperoleh dengan menghitung atau mengukur
3. Mempunyai variabilitas

Agregat
  • Agregat adalah kumpulan fakta yang diperoleh dari obyek yang kita amati
  • Cara memperoleh agregat: mengamati satu/sekelompok obyek secara berulang
Misal:
  • Agregat umur: 12, 13, 12, 15, 16
  • Agregat agama: Islam, Katolik, Kristen, Budha, Hindu
  • Agregat status nikah: tidak menikah, menikah, duda, janda

Beda Menghitung dan Mengukur
  • Menghitung: tidak ada alat ukurnya, bentuk angkanya bulat, tidak ada satuanya
  • Misal: jumlah mahasiswa, jumlah buku
  • Mengukur: ada alat ukurnya, bentuk angkanya desimal, ada satuanya
  • Misal: suhu tubuh, tekanan darah, berat badan, tinggi badan

Kegunaan Statistik
  • Memberikan gambaran tentang suatu objek secara lengkap dan ringkas
  • Membandingkan kejadian satu dengan kejadian lainya dengan memakai acuan waktu atau tempat
  • Membuat ramalan pada kejadian yang sama dimasa yang akan datang

Ruang Lingkup
  • Statistik deskriptif/deduktif adalah statistik yang bertujuan menggambarkan ciri suatu obyek berdasarkan data yang diperoleh, tanpa tindak lanjut (mencari penyebab)
  • Misal:
  • Statistik kunjungan Puskesmas
  • Statistik penderita Ca servix di poli kandungan

  • Statistik Inferensial/ induktif adalah statistik bertujuan menaksir secara umum suatu populasi dengan menggunakan hasil sampel, termasuk didalamnya teori penaksiran dan pengujian teori
  • Misal:
  • Uji faktor yang mempengaruhi kunjungan Puskesmas
  • Uji faktor pengaruh antara umur ibu dengan ca servix

Pendekatan Statistik
  • Pendekatan/ cara berpikir statistik dibagi:
  • Cara berpikir Deduktif adalah mengambil kesimpulan dari data yang bersifat umum ke kesimpulan yang bersifat spesifik
  • Kesimpulan yang ditarik adalah benar, jika premis (dasar pemikiran) benar dan prosedur penarikan kesimpulan benar
Contoh:
  • Premis mayor: semua manusia akan mati
  • Premis minor: Si Fulan adalah manusia
  • Kesimpulan: Si Fulan akan mati

  • Cara berpikir Induktif adalah mengambil kesimpulan dari data yang bersifat sfesifik ke kesimpulan yang bersifat umum
  • Walaupun premis benar, prosedur penarikan kesimpulan sah, kesimpulan belum tentu benar, tetapi bisa dikatakan bahwa kesimpulan tsb mempunyai peluang benar

Contoh:
  • Si Amir berkaki dua
  • Si Santi berkaki dua
  • Si Heru berkaki dua
  • Si Lina berkaki dua
  • Si Hasan berkaki dua
  • Amir, Santi, Heru, Lina, Hasan adalah manusia
  • Kesimpulan: semua manusia (mempunyai peluang besar) berkaki dua
REFERENSI:
  1. Budiarto, 2004, Metodologi Penelitian Kedokteran, Sebuah Pengantar, Jakarta, EGC
  2. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 1 (statistik Deskriptif), Jakarta, Bumi Aksara
  3. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 2 (statistik Infereansif), Jakarta, Bumi Aksara
  4. Nasution, 2004, Metode research (penelitian Ilmiah), Jakarta, Bumi Aksara
  5. Silalahi, 2003, Metodologi Penelitian dan Studi Kasus, Sidoarjo, Citramedia
  6. Tjokronegoro, 2004, Metologi Penelitian Bidang kedokteran, Jakarta, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.


    FISIOLOGI SARAF 2

    Dr. Suparyanto, M.Kes

    Macam Saraf
    1. Saraf sensoris adalah saraf yang membawa impuls dari reseptor ke SSP (Sistem Saraf Pusat)
    2. Saraf konektor adalah saraf menghubungkan saraf sensoris dan saraf motoris di medula spinalis pada gerak reflek
    3. Saraf motoris adalah saraf yang membawa impuls dari SSP ke efektor

    Macam Saraf



    Sistem Lokomotorius



    Gerak Reflek
    • Gerak reflek adalah gerak (respon terhadap impuls sensoris) yang tidak disadari
    • Jarasnya: reseptor → saraf sensoris → saraf konektor (medulla spinalis) → saraf motorik → efektor

    Reseptor Sensoris
    • Reseptor sensorik adalah organ/sel yang berfungsi menerima rangsang/stimulasi lingkungan menjadi impuls saraf
    • Reseptor dibagi berdasarkan:
    • Sumber (lokasi) sensasi
    • Jenis sensasi yang terdeteksi

    Macam Reseptor
    • Eksteroseptor: reseptor yang menerima rangsang dari luar tubuh. (sentuhan, tekanan, nyeri, suhu, penciuman, penglihatan, pendengaran)
    • Propioseptor: reseptor yang menerima rangsang dari dalam tubuh. (otot, tendon, persendian, keseimbangan)
    • Interoseptor/viseroseptor: reseptor yang terletak di organ visera dan pembuluh darah yang diinervasi oleh SSO. (digesti, ekskresi dan sirkulasi)
    • Mekanoreseptor: reseptor untuk rangsangan mekanik. (vibrasi, tekanan, propriosepsi, pendengaran, keseimbangan, tekanan darah)
    • Termoreseptor: reseptor untuk suhu
    • Reseptor nyeri/nosiseptor: reseptor untuk kerusakan jaringan
    • Fotoreseptor: reseptor untuk cahaya
    • Kemoreseptor: reseptor untuk zat kimia

    Sistem Saraf
    • Sistem Saraf Pusat (SSP) terdiri dari cerebrum dan medulla spinalis
    • Sistem Saraf Tepi (SST) adalah saraf yang keluar dari SSP yang terdiri dari nervi cranialis dan nervi spinalis
    • Sistem Saraf Otonom (SSO) adalah saraf SST yang sifatnya tidak sadar (involunter) terdiri dari nervi simpatis dan nervi parasimpatis

    Jaras Saraf Sensoris
    • Jaras mulai dari reseptor → cortex sensoris cerebri → membawa impuls dari reseptor ke SSP
    • Badan sel saraf sensoris ada di ganglion radik posterior dekat medulla spinalis
    • Kerusakan pada jaras sensoris menyebabkan anestesia

    Ada dua jalur:
    1. Untuk Sentuhan/posisi saraf berjalan mulai ganglion radix posterior kemudian melalui serabut sentralis naik didalam kolumna dorsalis lalu menyilang di medulla oblongata dan berakhir di cortex sensoris cerebri
    2. Untuk Nyeri/suhu saraf berjalan mulai ganglion radix posterior kemudian memotong medulla spinalis lalu naik pada traktus antero lateral sisi yang berlawanan menuju cortex sensoris cerebri

    Jaras Motoris
    • Jaras motoris adalah jaras saraf mulai dari cortex motorik cerebri sampai ke efektor (otot, kelenjar)
    • Jaras menyilang di medulla oblongata
    • Dibagi dua yaitu:
    1. UMN
    2. LMN

    Upper Motor Neuron (UMN)
    • Jaras saraf mulai dari cortex motorik cerebrum sampai cornu anterior medulla spinalis
    • Kerusakan pada jaras UMN akan menyebabkan paralisa yang bersifat spastik

    Lower Motor Neuron (LMN)
    • Jaras saraf mulai dari cornu anterior medulla spinalis sampai ke efektor
    • Kerusakan LMN akan mengakibatkan paralise yang bersifat flacid (layuh)

    Fungsi Hemisfer:
    Fungsi hemisfer kiri:
    • Fungsi motorik/sensorik tubuh kanan
    • Fungsi berbahasa
    • Berpikir matematik atau logis

    Fungsi hemisfer kanan:
    • Fungsi motorik/sensorik tubuh kiri
    • Mengendalikan ruang
    • Pemikiran abstrak/imajiner/seni

    Sinap:
    • Sinap adalah hubungan satu neuron dengan neuron lain
    • Pada motorneuron siap terjadi pada soma atau dendrit (ribuan)
    • Diantara bongkol sinap (synaptic knob) ada yang bersifat eksitasi atau inhibisi
    • Bongkol sinap disebut juga terminal knob atau terminal presinaptik

    • Antara terminal sinaptik dan soma neuron terdapat celah sinap
    • Didalam bongkol sinap terdapat vesikel sinaptik dan mitokondria
    • Vesikel sinaptik mengandung senyawa transmiter yang bila dilepaskan kedalam celah sinap dapat merangsang atau menghambat neuron
    • Mitokondria menyediakan ATP yang digunakan untuk mensintesis transmiter baru

    • Bila potensial aksi menyebar sampai bongkol sinaptik, depolarisasi membran menyebabkan pengosongan sejumlah kecil vesikel kedalam celah sinap
    • Neurotransmiter akhirnya menyebabkan eksitasi / inhibisi

    Neurotransmiter:
    • Suatu transmiter akan menyebabkan eksitasi atau inhibisi tak hanya ditentukan oleh sifat transmiter tetapi juga oleh sifat reseptor didalam membran presinaptik
    • Misal :
    • Neuron yang sama akan terangsang oleh sinap yang melepaskan asetilkolin , tetapi terinhibisi oleh sinap lain yang melepaskan glisin
    • Jadi membran saraf mengandung reseptor eksitasi untuk asetilkolin dan reseptor inhibisi untuk glisin
    • Satu neuron hanya melepaskan satu jenis transmiter

    Organisasi Sistem Saraf:
    • Tugas pokok terpenting dari sistem saraf adalah mengatur kegiatan tubuh, dengan cara:
    • Kontraksi otot rangka → untuk gerak sadar (volunter)
    • Kontraksi otot polos (didalam organ internal) →untuk gerak otonom
    • Sekresi kelenjar eksokrin dan endokrin

    Pengolahan Informasi:
    • Sebenarnya > 99 % dari semua informasi sensoris terus dibuang oleh otak karena tidak penting, misal :
    • Orang sama sekali tidak menyadari bahwa pakaianya bersentuhan dengan kulit
    • Orang tidak menyadari tekanan pada tempat duduknya
    • Tempat pengaturan penghantaran impul saraf ada pada sinap

    • Ada sinap yang menghantarkan impuls dengan mudah ada juga yang sulit
    • Juga impuls fasilitasi atau inhibisi dari daerah lain didalam sistem saraf dapat ikut mengatur kegiatan sinaptik
    • Ada neuron yang bereaksi dengan sejumlah impuls dan ada yang sedikit
    • Jadi sinap merupakan tempat melakukan tindakan selektif impuls saraf

    • Hanya sebagian kecil informasi sensoris yang menyebabkan reaksi motorik segera
    • Sebagian besar informasi sensoris digunakan untuk mengatur kegiatan motorik dimasa yang akan datang dan untuk digunakan dalam proses berpikir

    • Letak penyimpanan memori ada di korteks serebri, dan proses penyimpanan informasi disebut daya ingat
    • Pada isyarat sensoris tertentu yang melalui serangkaian sinap, sinap tersebut akan lebih cepat menghantarkan isyarat yang sama pada kesempatan berikutnya, proses ini disebut : fasilitasi

    Tingkat Sistem Saraf
    1. Tingkat Medulla Spinalis
    2. Tingkat Otak rendah (batang otak/ truncus encephali)
    3. Tingkat Otak tinggi / korteks cerebri

    Tingkat Medulla Spinalis
    • Pada dasarnya semua reaksi motorik medulla spinalis bersifat otomatis dan terjadi hampir segera sebagai reaksi terhadap isyarat sensoris yang disebut : Reflek
    • Contoh : Otot teregang tiba tiba → muscle spindle (sensoris) →medulla spinalis → motor neuron cornu anterior → Otot (efektor) → kontraksi

    Tingkat Otak Rendah
    • Hampir semua kegiatan bawah sadar tubuh diatur didalam otak yang lebih rendah, seperti :
    • Medulla Oblongata, Pons, Mesensefalon, Hipotalamus, Talamus, Serebelum, Ganglia basalis
    • Tekanan darah arteria & pernafasan → pusatnya ada di medulla oblongata & pons
    • Keseimbangan pusatnya ada di serebelum, medulla oblongata, pons, mesensefalon
    • Gerakan yang terkoordinasi antara kepala, seluruh tubuh, mata pusatnya ada di mesensefalon, serebelum, ganglia basalis
    • Reflek makanan seperti pengeluaran air liur merupakan koordinasi antara medulla oblongata, pons, mesensefalon, hipotalamus

    Tingkat Otak Tinggi:
    • Korteks serebri merupakan suatu daerah penyimpanan informasi yang luas sekali
    • Cortex serebri juga berfungsi sebagai proses berpikir
    • Bagian otak yang berfungsi menerima impuls sensoris disebut: Area sensoris
    • Bagian otak yang berfungsi mengatur impuls motoris disebut: Area motoris

    Tugas Individu
    1. Mengapa pada penderita kusta, dapat terjadi mati rasa. Apa yang diserang? Bagaimana prosesnya?
    2. Pada penderita polio, kakinya lumpuh layuh dan menjadi kecil. Apa yang diserang? Bagaimana prosesnya?
    3. Penderita yang menjalani operasi lokal, dia sadar tetapi tidak merasa sakit. Mengapa itu bisa terjadi, jelaskan?

    REFERENSI

    1. Anderson, 1999, Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia, Jones and barret Publisher Boston, Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta, EGC
    2. Verralis, Sylvia, 1997, Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan, Jakarta, EGC
    3. Pearce, 1999, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Jakarta, Gramedia
    4. Landan, 1980, Essential Human Anatomy and Physiology, Scott Foresman and Company Gienview
    5. Martini, 2001, Fundamentals of Anatomy and Physiology, Prentice Hall, New Jersey
    6. Gibson, 1995, Anatomi dan Fisiologi Modern untuk Perawat, Jakarta, EGC
    7. Ganong, 1995, Review of Medical Physiology, Philadelphia
    8. Guyton, 1995, Tex Book of Medical Physiology, Philadelphia
    9. Watson, R., 2002, Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat, edisi 10, EGC, Jakarta
    10. Kahle, W., et all, 1991, Atlas dan Buku Teks Anatomi Manusia, EGC, Jakarta
    11. Lutjen, et all, 2001, Atlas foto anatomi: struktur dan fungsi tubuh manusia, edisi 2, EGC, Jakarta