PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Minggu, 30 Mei 2010

LABEL DAN DOSIS OBAT

Dr. Suparyanto, M.Kes

LABEL DAN DOSIS OBAT

Label Obat berisi:
  • Nama dagang / generik
  • Nama , alamat pabrik
  • Komposisi
  • Aturan pakai
  • No. registrasi: contoh : Depkes RI : DTL 123456789012 ( 15 digit )
  • No.batch / kode produksi
  • Expired date / kadaluwarsa

Penggolongan Obat



Label Obat Daftar W






Penyimpanan Obat
  • Ruang penyimpanan : aman (bebas serangga), sirkulasi udara baik, suhu (sejuk), terhindar dari matahari
  • Tata ruang : mudah bergerak
  • Tersedia palet, rak, almari khusus, almari pendingin
  • Alat pemadam kebakaran
  • Penumpukan (kerusakan fisik)

Kebersihan ruangan
  • Semua obat harus disimpan dengan baik dalam wadah dan tutup yg memenuhi syarat
  • Label jelas, nama obat dapat dibaca dengan jelas
  • Obat tanpa etiket/label dan diragukan isinya lebih baik dibuang
  • Simpan obat sesuai petunjuk pd label (ditempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung)

Penyusunan Obat
  • Prinsip FIFO ; FEFO
  • Obat kemasan besar diletakkan di palet
  • Obat kemasan kecil disusun di rak
  • Narkotik-psikotropik di almari khusus
  • Vaksin, suppositoria di almari pendingin

  • Disusun dan dikelompokan berdasarkan bentuk sediaan obat (syrup, tablet, obat luar, alkes habis pakai, alat kontrasepsi)
  • Disusun secara alphabetis
  • Cantumkan nama obat pada kartu stok, letakkan dekat bahan obatnya
  • Obat expired date dipisahkan tersendiri

Pengamatan Mutu
  • Tablet: perubahan warna, bau , rasa, lembab
  • Tablet salut: pecah, lengket, rusak
  • Kapsul: lengket, terbuka, perubahan warna pada cangkang
  • Salep: berubah warna, bintik2, wadah rusak, perubahan bau (tengik)
  • Cairan: berubah warna,perubahan kekentalan
  • Injeksi: warna berubah, endapan keruh, wadah rusak, bocor
  • Pengujian laboratorium
Pemberian Obat
  • 4T1W: Tepat (obat, dosis, sasaran, manfaat), Waspada (efek samping)
  • Etiket: nama pasien, tanggal, no, aturan pakai, instruksi lainnya
  • Pastikan sendok yg digunakan: sendok teh (Cth) : 5 cc, sendok makan (C) : 15 cc
  • Berikan penjelasan kepada pasien tentang: cara pemakaian/minum obat, kegunaan obat, penyimpanan serta kemungkinan efek samping obat.

Pencatatan dan Pelaporan
  • Sarana Pencatatan dan Pelaporan
  • Kartu stok
  • Mengetahui ketersediaan obat,
  • Mengetahui kekosongan/kelebihan obat
  • Mengetahui trend penggunaan obat

  • Sebagai alat untuk pelaporan
  • Catatan harian pemakaian/pengeluaran obat
  • Lembar pemakaian dan lembar permintaan obat (LPLPO)
  • Daftar obat rusak/kadaluarsa

Pemesanan Obat
  • Hitung kebutuhan obat rata2 / bulan
  • Catat frekuensi pengiriman
  • Tentukan faktor pemesanan ulang
  • 3 bila dikirim perbulan
  • 5 bila dikirim setiap 2 bulan
  • 7 bila dikirim setiap 3 bulan
  • 9 bila dikirim setiap 4 bulan

  • Contoh : kebutuhan amoksilin tiap bulan: 3 botol bila pemesanan dikirim tiap 3 bulan → faktor pemesanan 7, jadi jumlah pemesanan ulang: 3x7 = 21 botol

Dosis Obat
  • Dosis obat: jumlah obat yang diberikan kepada penderita
Macam dosis:
Dosis dalam satuan berat (gram, mg, mikrogram)
Dosis dalam satuan isi (ml)
Dosis dalam satuan unit (International Unit)

Macam Dosis:
  • Dosis medicinalis = dosis terapeutik = dosis lazim
  • Dosis permulaan = initial dose
  • Dosis pemeliharaan = maintenance dose
  • Dosis toxica = dosis sampai terjadi keracunan
  • Dosis letalis = dosis sampai terjadi kematian

Dosis Maksimum
  • DM: dosis tertinggi yang relatif masih aman (dewasa)
  • DM prn: dosis boleh melebihi kalau diperlukan dokter → memakai tanda seru (1 – 2 mg !)
  • DM untuk anak: dihitung khusus

Dosis Anak
  • Dosis anak idealnya berdasarkan BB atau LPT (luas permukaan tubuh)
  • Diperhitungkan dengan DD (dosis dewasa) dengan menggunakan rumus:

Dosis Anak Berdasar Umur

  • Rumus Young: { n / (n + 12)} x DD

  • Rumus Dilling: ( n / 20 ) x DD

  • Rumus Cowlling: { (n+1) / 24 } x DD

  • Rumus Fried: ( m / 150) x DD

Keterangan: n = tahun, m = bulan, DD=dosis dewasa


Dosis Anak Berdasar BB

  • Rumus Clark: ( BB / 70 ) x DD

  • Rumus Augeberger: { (1½ BB+10) / 100 } x DD

Keterangan: BB = BB anak dalam Kg


Dosis Khusus
  • Dosis penderita yang obesitas: harus diperhitungkan lemak dan persentase BB tanpa lemak (BBTL)
  • BBTL = BB x (100 - % lemak)

Dosis penderita geriatrik (>65 tahun)
  • Dosis diturunkan ( ± 75 % DD)
  • Perubahan fisiologis dan patologis diperhatikan (cardivaskuler, ginjal, DM)

Dosis penderita ginjal:
  • Ekskresi obat terganggu → obat lebih lama di peredarah darah
  • Dosis dan interval obat harus diatur

Dosis dari Vial / Ampul:
  • Berapa cc harus dihisap untuk mendapatkan dosis penicillin 150.000 IU dari vial penicillin yang berlabel 600.000 IU/cc?
  • Rumus: dosis diket / dosis tanya = cc diket / cc tanya
  • 600.000/150.000 = 1cc/xcc
  • X = 0,25 cc

Latihan Hitung Dosis
  • Dari suatu vial penicillin bubuk 5 juta IU setiap vial, siapkan larutan yang berisi 500.000 IU/cc
  • Dari suatu larutan streptomisin 1 gram/2cc siapkan dosis 0,5 gram
  • Berapakah diperlukan untuk memberikan dosis penicillin 200.000 IU dari larutan penicillin 500.000 IU/cc?

Dosis Tetesan Infus
  • Infus dewasa (makro) 1 cc = 20 tetes, infus anak (mikro) 1cc = 60 tetes (atau ditentukan lain
  • Rumus: cc/jam → cc/menit → tts/menit
  • Berapa tetes menit harus diberikan pada: bayi 200/3 jam serta dewasa 1500 cc/6jam?

Latihan Dosis Obat
  • Apabila suatu cairan 1800cc dipesankan untuk absorbsi dalam jangka waktu 10 jam, dan drip infus mempunyai ukuran 1cc=15tetes, maka berapakah kecepatan tetesan yang diperlukan?
  • Berapa waktu absorbsi yang diperlukan untuk 500cc cairan iv bila tetesan diatur 20 tetes/menit (drip mempunyai ukuran 1cc=10tetes)?

Persen Dalam Obat Campuran
  • Persen b/b → untuk bahan padat/padat
  • Contoh: Salisilat talk 10%

  • Persen v/v → untuk bahan cair/cair
  • Contoh: Alkohol 70%

  • Persen b/v → untuk obat suntik
  • Contoh: Morphin HCl 1%

  • Persen v/b → untuk cairan – minyak/obat asli
  • Contoh: salep, cream

Peran Perawat
  • Membantu cara minum, cara memasukan obat dengan benar
  • Mengawasi efek samping, alergi
  • Menyimpan, menyiapkan, mengadministrasi obat
  • Pendidikan kesehatan tentang obat

UKURAN-UKURAN DALAM EPIDEMIOLOGI

Dr. Suparyanto, M.Kes

UKURAN-UKURAN DALAM EPIDEMIOLOGI

Proporsi:
  • Proporsi adalah perbandingan yang pembilangnya merupakan bagian dari penyebut
  • Proporsi digunakan untuk melihat komposisi suatu variabel dalam populasi
Rumus:

Proporsi : x / (x+y) x k

Contoh:
  • Proporsi Mhs wanita =
Jumlah Mahasiswa wanita
------------------------------------------ k
Jumlah Mahasiswa wanita + pria

  • Proporsi Mahasiswa berprestasi
  • Proporsi Mahasiswa hafal Al Qur’an


Ratio:
  • Ratio adalah perbandingan dua bilangan yang tidak saling tergantung
  • Ratio digunakan untuk menyatakan besarnya kejadian
Rumus:

Ratio: (x/y) k

  • Ratio dapat juga dinyatakan sebagai perbandingan
  • Ratio x : y = 1 : 2
Contoh:

  • Sex ratio =
jumlah pria
---------------------- k
jumlah wanita

Pria : Wanita = x : y

  • Dependency ratio =
Juml usia (0 - <14th) + (>65 th)
------------------------------------------- k
Jumlah usia (15 – 64 th)

Contoh: Jumlah Mahasiswa Stikes = 100, ratio pria : wanita = 2 : 3. Berapa jumlah masing2 mahasiswa?

Rate
  • Rate adalah perbandingan suatu kejadian dengan jumlah penduduk yang mempunyai risiko kejadian tersebut
  • Rate digunakan untuk menyatakan dinamika dan kecepatan kejadian tertentu dalam masyarakat
Rumus:

Rate: (x/y) k
  • X: angka kejadian
  • Y: populasi berisiko
  • K: konstanta (angka kelipatan dari 10)

Contoh:
  • Campak → berisiko pada balita
  • Diare → berisiko pada semua penduduk
  • Ca servik → berisiko pada wanita

Contoh Soal:
Jumlah pasien di RS A = 150, dengan rincian pria = 90 dan wanita = 60
  • Berapa proporsi pasien wanita?
  • Berapa sex ratio pasien di RS A?

PENGUKURAN ANGKA KESAKITAN/ MORBIDITAS

INCIDENCE RATE
  • Incidence rate adalah frekuensi penyakit baru yang berjangkit dalam masyarakat di suatu tempat / wilayah / negara pada waktu tertentu

Incidence Rate (IR):

Jumlah penyakit baru
--------------------------------- k
Jumlah populasi berisiko

PREVALENCE RATE
  • Prevalence rate adalah frekuensi penyakit lama dan baru yang berjangkit dalam masyarakat di suatu tempat/ wilayah/ negara pada waktu tertentu
  • PR yang ditentukan pada waktu tertentu (misal pada Juli 2000) disebut Point Prevalence Rate
  • PR yang ditentukan pada periode tertentu (misal 1 Januari 2000 s/d 31 Desember 2000) disebut Periode Prevalence Rate

Prevalence Rate (PR):

Jumlah penyakit lama + baru
--------------------------------------- k
Jumlah populasi berisiko

ATTACK RATE
  • Attack Rate adalah jumlah kasus baru penyakit dalam waktu wabah yang berjangkit dalam masyarakat di suatu tempat/ wilayah/ negara pada waktu tertentu

Attack Rate (AR):

Jumlah penyakit baru
--------------------------------- k
Jumlah populasi berisiko

(dalam waktu wabah berlangsung)

Contoh Soal:
Data desa Jombang pada tahun 2007 adalah sbb:
Jumlah penduduk = 2.000.000
Ratio pria : wanita = 2 : 3
Ratio balita : bukan balita = 2 : 8
Kasus lama/baru campak: Feb=2/10, Mar=5/20, Jun=4/15
Kasus lama/baru diare: Ags= 2/15, Sep=3/25, Okt=5/10
Kasus lama/baru ca servik: Apr=3/5, Jul=8/5

Hitunglah:
  • Incidence Rate Campak tahun 2007
  • Point Prevalence Rate Campak pada bulan Feb, Maret dan Juni?
  • Periode Prevalence Rate Campak pada tahun 2007?
  • Attack Rate Campak?

Hitunglah:
  • Incidence Rate Diare tahun 2007
  • Point Prevalence Rate Diare pada bulan Ags, Sep dan Okt?
  • Periode Prevalence Rate Diare pada tahun 2007?
  • Attack Rate Diare?

Hitunglah:
  • Incidence Rate Ca Servik tahun 2007
  • Point Prevalence Rate Ca servik pada bulan Apr dan Jul?
  • Periode Prevalence Rate Ca Servik pada tahun 2007?

PENGUKURAN MORTALITY RATE

CRUDE DEATH RATE
  • CDR adalah angka kematian kasar atau jumlah seluruh kematian selama satu tahun dibagi jumlah penduduk pada pertengahan tahun

Rumus: CDR (Crude Death Rate)

Jumlah semua kematian
--------------------------------- k
Jumlah semua penduduk

SPECIFIC DEATH RATE
  • SDR adalah jumlah seluruh kematian akibat penyakit tertentu selama satu tahun dibagi jumlah penduduk pada pertengahan tahun

Rumus: SDR (Specific Death Rate

Jumlah kematian penyakit x
----------------------------------- k
Jumlah semua penduduk

CASE FATALITY RATE
  • CFR adalah persentase angka kematian oleh sebab penyakit tertentu, untuk menentukan kegawatan/ keganasan penyakit tersebut
CFR (Case Fatality Rate):

Jumlah kematian penyakit x
------------------------------------ x 100%
Jumlah kasus penyakit x

MATERNAL MORTALITY RATE
  • MMR = AKI = Angka kematian Ibu adalah jumlah kematian ibu oleh sebab kehamilan/ melahirkan/ nifas (sampai 42 hari post partum) per 100.000 kelahiran hidup

MMR (Maternal Mortality Rate):

Jumlah kematian Ibu
------------------------------ x 100.000
Jumlah kelahiran hidup

INFANT MORTALITY RATE
  • IMR = AKB = angka kematian bayi adalah jumlah kematian bayi (umur <1tahun) per 1000 kelahiran hidup

IMR (Infant Mortality Rate):

Juml kematian bayi
----------------------------- x 1000
Juml kelahiran hidup

NEONATAL MORTALITY RATE
  • NMR = AKN = Angka Kematian Neonatal adalah jumlah kematian bayi sampai umur < 4 minggu atau 28 hari per 1000 kelahiran hidup

NMR (Neonatal Mortality Rate):

Jumlah kematian neonatus
------------------------------------ x 1000
Jumlah kelahiran hidup

PERINATAL MORTALITY RATE
  • PMR = AKP = angka Kematian Perinatal adalah jumlah kematian janin umur 28 minggu s/d 7 hari seudah lahir per 1000 kelahiran hidup

PMR (Perinatal Mortality Rate):

Jumlah kematian perinatal
---------------------------------- -x 1000
Jumlah kelahiran hidup

Contoh Soal:
  • Penduduk Indonesia pada pertengahan tahun 1990 = 178.440.000 orang dengan jumlah kematian selama tahun 1990 = 17.308.680 orang. Berapa CDR tahun 1990?
  • Bila jumlah kematian karena tetanus pada tahun 1990 = 180.000 orang. Berapa SDR tetanus per 1000 penduduk?
  • Jumlah kematian ibu oleh sebab kehamilan di Singapura hanya 1 orang pada tahun 1990, dengan jumlah seluruh kelahiran hidup sebanyak 49.864 orang. Berapa MMR pada tahun 1990?
  • Hasil sensus penduduk Jepang tahu 1990, dilaporkan jumlah kematian bayi <1 tahun sebanyak 5.616 orang, jumlah kematian bayi umur 4 minggu sebanyak 3.179 orang, jumlah kematian janin umur 28 minggu s/d 7 hari post partum sebanyak 7.001 orang.
  • Jika jumlah kelahiran hidup 1.227.900 orang.
  • Berapa IMR tahun 1990?
  • Berapa PMR tahun 1990?
  • Berapa NMR tahun 1990?

Referensi
  1. Noor, 1997, Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular, Jakarta, PT. Rineka Cipta
  2. Bustan, 2000, Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Jakarta, PT. Rineka Cipta
  3. Bustan, 2002, Pengantar Epidemiologi, Jakarta, PT. Rineka Cipta
  4. Notoatmojo, 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip Prinsip Dasar, Jakarta, PT. Rineka Cipta
  5. Entjang, 2000, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti
  6. Vaughan, Morrow, 1993, Panduan Epidemiologi Bagi Pengelolaan Kesehatan Kabupaten, Bandung, ITB