PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Kamis, 08 April 2010

DESA SIAGA

Apa Itu Desa Siaga
  • Desa siaga adalah desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mengatasi masalah2 kesehatan secara mandiri dlm rangka mewujudkan desa sehat
  • Desa siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat

Ancaman kesehatan masyarakat dapat berupa:
  • Kurang gizi
  • Penyakit menular
  • Penyakit berpotensi KLB/wabah
  • Bencana
  • Kecelakaan

Pengembangan desa siaga mencakup:
  • Mendekatkan pel kes kpd masyarakat
  • Menyiapkan masy menghadapi masalah kes
  • Memandirikan masy dalam mengembangkan PHBS
  • Inti kegiatan desa siaga adalah: memberdayakan masyarakat agar sadar, mau dan mampu untuk hidup sehat

  • Pengembangan desa sehat diperlukan langkah edukatif → memfasilitasi masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran menghadapi maslah kesehatan
  • Desa siaga dikembangkan dari UKBM (Posyandu, Pos Obat Desa, Polindes, Poskestren, Dana sehat) sebagi embrio desa siaga

Desa Siaga Basis Indonesia Sehat




Tujuan Desa Siaga
  • Umum: Mewujudkan masyarakat desa yang sehat, serta peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya
Khusus:
  • Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan
  • Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap risiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana, wabah, kegawat-daruratan)
  • Meningkatkan kel sadar gizi dan melaksanakan PHBS
  • Meningkatkan kesehatan lingkungan di desa
  • Meningkatkan kemampuan dan kemauan masyarakat desa untuk menolong diri sendiri di bidang kesehatan

Sasaran Pengembangan Desa Siaga
  • Semua individu dan keluarga di desa
  • Pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga (Toga, Toma, tokoh perempuan, kader, petugas kesehatan)
Pihak yang diharapkan dapat memberi dukungan kebijakan (camat, pejabat terkait, donatur)

Kriteria Desa Siaga
  • Sebuah desa dikatakan telah menjadi desa siaga apabila desa tsb telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)
  • Poskesdes adalah upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/menyediakan PKD bagi masyarakat desa

Ciri Pokok Desa Siaga
  • Memiliki Pos Kesehatan Desa (poskesdes) sbg UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat), (dapat dikembangkan dari Pondok Bersalin Desa) yang juga berfungsi memberikan pelayanan kesehatan dasar.
  • Memiliki sistem surveilans (penyakit, gizi, kesling, & PHBS) berbasis masyarakat yang berfungsi dengan baik
  • Memiliki sistem pelayanan gawat darurat (safe community) berbasis masyarakat yang berfungsi dengan baik
  • Memiliki sistem pembiayaan kesehatan berbasis masyarakat (mandiri dalam pembiayaan kesehatan)
  • Masyarakat berperilaku hidup bersih & sehat (PHBS) & menyelenggarakan UKBM2 yang diperlukan

Suberdaya Poskesdes
  • Poskesdes diselenggarakan oleh tenaga kesehatan (minimal seorang bidan) dengan dibantu oleh sekurang-kurangnya dua orang kader
  • Sarana poskesdes: bangunan, perlengkapan dan peralatan kesehatan juga alat komunikasi (telepon, ponsel atau kurir)

Proses Pemecahan Masalah
  • Mengidentifikasi masalah, penyebab masalah, sumberdaya untuk mengatasi maslah
  • Mendiagnosis masalah dan merumuskan alternatif pemecahan masalah
  • Menetapkan alternatif pemecahan masalah, merencanakan dan melaksanakan
  • Memantau, mengevaluasi dan membina kelestarian upaya-upaya yg telah dilakukan

Langkah Pengembangan Desa Siaga
  • Pengembangan Tim petugas (sosialisasi, pertemuan atau pelatihan) → petugas faham tugas dan fungsinya
  • Pengembangan Tim di Masyarakat (petugas, tokoh masyarakat dan masyarakat) bertekat mengembangkan desa siaga
  • Survei Mawas Diri (SMD) atau Telaah Mawas Diri (TMD) atau Community Self Survey (CSS) → tokoh masyarakat mampu melakukan telaah mawas diri untuk desanya → sadar akan masalah di desanya → bangkit mencari solusi
  • Output SMD → identifikasi masalah serta potensi mengatasi masalah
  • Musyawarah Masyarakat Desa (MSD) → mencari alternatif pemecahan masalah dan upaya membangun Poskesdes
  • Pelaksanaan kegiatan:
  • Pemilihan pengurus dan kader desa siaga
  • Orientasi/pelatihan kader desa siaga
  • Pengembangan Poskesdes dari UKBM
  • Penyelenggaraan kegiatan desa siaga
  • Pembinaan dan peningkatan

Kegiatan Desa Siaga
  • Pengembangan sistem surveilan berbasis masyarakat
  • Pengembangan kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana
  • Pemberantasan penyakit menular dan penyakit yang potensi menimbulkan KLB
  • Penggalangan dana
  • Pemberdayaan masyarakat menuju kadarzi dan PHBS
  • Penyehatan lingkungan
  • Pelayanan kesehatan dasar
  • Pelayanan UKBM lain (Posyandu)

Indikator Keberhasilan
  1. Indikator input
  2. Indikator proses
  3. Indikator output
  4. Indikator outcome

Indikator Input
  • Ada/tidaknya Forum Masyarakat desa
  • Ada/tidaknya Poskesdes dan sarana bangunan serta pelengkapan/peralatanya
  • Ada/tidaknya UKBM yang dibutuhkan masyarakat
  • Ada/tidaknya tenaga kesehatan (minimal bidan)

Indikator Proses
  • Frekuensi pertemuan Forum Masyarakat Desa
  • Berfungsi/tidaknya Poskesdes
  • Berfungsi/tidaknya UKBM yang ada
  • Berfungsi/tidaknya sistem kegawatdaruratan dan penanggulangan bencana
  • Berfungsi/tidaknya sistem surveilan berbasis masyarakat
  • Ada/tidaknya kegiatan kunjungan rumah untuk kadarzi dan PHBS

Indikator Output
  • Cakupan PKD Poskesdes
  • Cakupan pelayanan UKBM lainya
  • Jumlah kasus kegawatdaruratan dan KLB yang dilaporkan
  • Cakupan rumah tangga yg mendapat kunjungan rumah ntuk kadarzi dan PHBS

Indikator Outcome
  • Jumlah penduduk yang menderita sakit
  • Jumlah penduduk yang menderita gangguan jiwa
  • Jumlah ibu melahirkan yang meninggal
  • Jumlah bayi dan balita yang meninggal
  • Jumlah balita dengan gizi buruk

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar