PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Kamis, 11 Agustus 2011

PERAWATAN PASCA PERSALINAN ( MASA NIFAS)

Dr. Suparyanto, M.Kes

PERAWATAN PASCA PERSALINAN ( MASA NIFAS)

DEFINISI MASA NIFAS
  • Masa nifas (Puerperium) adalah mulai partus selesai, dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. Akan tetapi, seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan. (Prawirohardjo, 2005)
  • Masa nifas (Puerperium) adalah periode dimana organ-organ reproduksi kembali kepada keadaan sebelum hamil, lama masa nifas ini 6 minggu. (Farrer, 1999)

PEMBAGIAN NIFAS
  • Nifas dibagi dalam 3 periode :
1. Puerperium Dini
  • Yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. Dalam agama islam dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40 minggu.
2. Puerperium Intermedial
  • Yaitu kepulihan yang menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8 minggu.
3. Remote Puerperium
  • Yaitu waktu persalinan mempunyai komplikasi waktu untuk sempurna bisa berminggu-minggu, atau bulanan atau tahunan.

PERUBAHAN-PERUBAHAN FISIOLOGI MASA NIFAS
  1. Perubahan fisik
  2. Involusi uterus dan pengeluaran lokia
  3. Perubahan sistem tubuh lainnya
  4. Perubahan psikis. (Sarwono, 2002)

4) PERAWATAN PASCA PERSALINAN

1. Mobilisasi
  • Ibu yang melahirkan secara normal bisa melakukan mobilisasi 6 jam setelah melahirkan dan 8 jam setelah melahirka untuk ibu yang menjalani operasi cesar kemudian ibu dianjurkan melaksanakan mobilisasi dini, misalnya ibu miring kanan-miring kiri, turun dari tempat tidur, belajar duduk, dan berjalan sendiri. Pada hari ke 2 diperbolehkan duduk, hari ke3 diperbolehkan jalan-jalan, dan hari ke 4 atau ke 5 sudah diperbolehkan pulang. Mobilisasi ini bertujuan agar sirkulasi darah menjadi lancar, menghindari pembengkakan, dan mencegah trombosis.
  • Mobilisasi diatas mempunyai variasi, tergantung pada komplikasi persalinan, nifas dan sembuhnya luka-luka. (Sinsin, 2009).
  • Mobilisasi dini sangat penting dalam mencegah trombosis vena. Setelah proses persalinan yang normal, jika gerakannya tidak terhalang oleh pemasangan infus, atau kateter dan tanda vitalnya juga memuaskan, biasanya ibu diperbolehkan untuk mandi dan pergi ke WC dengan dibantu satu atau 2 jam setelah melahirkan secara normal. Sebelum waktu ini, ia harus diminta untuk melakukan latihan menarik napas yang dalam serta latihan tungkai yang sederhana dan harus duduk serta mengayunkan tungkainya dari tepi ranjang. Pasien sectio caesarea biasanya mulai mobilisasi dini 24–36 jam sesudah melahirkan. Jika pasien menjalani analgesia epidural, pemulihan sensibilitas yang total harus dibuktikan dahulu sebelum mobilisasi dimulai. (Farrer,1999)
2. Diet
  • Diet untuk ibu masa nifas harus banyak mengandung protein, besi, serta kalsium, vitamin serta serat makanan dan harus mencakup 3000 ml cairan yang 1000 ml diantaranya berupa susu. Asupan kalori per hari harus di tingkatkan sampai 2700 kalori (11.500 kilojoule). (Farrer,1999)
3. Miksi
  • Hendaknya kencing dapat dilakukan sendiri secepatnya. Bila kandung kemih penuh wanita sulit kencing. Sebaiknya dilakukan kateterisasi.
  • Stres inkontinensia dapat terjadi hanya sementara dan akan menghilang setelah tonus otot dasar panggulnya membaik.
4. Defikasi
  • Buang air besar harus dilakukan 3–4 kali setelah melahirkan
5. Perawatan payudara
  • Perawatan payudara telah dimulai sejak wanita hamil supaya putting susu lemas, tidak keras dan kering sebagai persiapan untuk mengurus bayinya.
Perubahan-perubahan terjadi pada kelenjar payudara :
  1. Poliferasi jaringan pada kelenjar-kelenjar alveoli dan jaringan lemak bertambah
  2. Keluar cairan susu jolog dari duktus laktiferus disebut kolostrum berwarna kuning-putih susu.
  3. Hipervaskularisasi pada permukaan dan bagian dalam dimana vena-vena berdilatasi sehingga tampak jelas.
  4. Setelah persalinan pengaruh supresi estrogen dan progesteron hilang, maka timbul pengaruh hormon laktogenik (LH) atau prolaktin yang akan merangsang air susu.
6. Cuti hamil dan bersalin
  • Menurut undang-undang bagi wanita pekerja berhak mengambil cuti hamil dan bersalin selama 3 bulan, yaitu 1 bulan sebelum bersalin ditambah 2 bulan setelah bersalin.
7. Pemeriksaan pasca persalinan
  • Pemeriksaan post natal antara lain meliputi :
  1. Pemeriksaan umum : TTV, keluhan dan sebagainya.
  2. Keadaan umum : kesadaran, selera makan dan lain-lain
  3. Payudara, ASI, putting susu
  4. Dinding perut, perineum, kandung kemih dan rektum
  5. Sekret yang keluar misalnya lokia, flour albus
  6. Keadaan alat-alat kandungan
8. Nasehat untuk ibu post natal
  1. Sebaiknya bayi segera disusui
  2. Untuk kesehatan ibu, bayi dan keluarga sebaiknya melakukan KB untuk mengatur jarak kelahiran berikutnya
  3. Bawalah bayi anda untuk memperoleh imunisasi. (Mochtar, 1998)

5) TUJUAN ASUHAN MASA NIFAS 

  1. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologi. Melakukan skrining yang komperhensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
  2. Memberikan pedidikan kesehatan tentang kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
  3. Memberikan pelayanan keluarga berencana. (Mochtar, 1998).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Alimul, A. (2007), Metode Penelitian Penulisan Ilmiah, Jakarta: Salemba Medika.
  2. Alimul, H. A, dan Musrifatul, U. (2004), Buku Saku Pratikan Kebutuhan Dasar Manusia, Jakarta: EGC.
  3. Arikunto, S. (2006), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: PT Rineka Cipta.
  4. Cambridge, C. L. (1998) Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia dan System Reproduksi, Jakarta: EGC.
  5. Desiyati, D. (2008) Fisiologi Nifas, from Http://we-littlefairy. blogspot.com
  6. Fizari, S. (2009) Perubahan Fisiologi pada Masa Nifas, From Http://sekuracity/blogspot.com
  7. Hincliff, S. (1999) Kamus Keperawatan, Jakarta: EGC.
  8. Ibrahim, C.S. (1996) Perawatan Kebidanan, Jakarta: Bhratara.
  9. Manuaba, I. B. G. (1998) Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, Jakarta: EGC.
  10. Mochtar, R. (1998) Sinopsis Obstetric, Jakarta: EGC.
  11. Notoadmodjo, S. (2005) Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta: PT. Rineka Cipta.
  12. Nursalam, (2003) Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika.
  13. Nursalam, dan Pariani, S. (2001) Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan, CV, Info Medika.
  14. Prawirohardjo, S. (2002) Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
  15. ___________, (2002) Ilmu Kebidanan, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
  16. Pusdiknakes, WHO, JHPIEGO. (2001) Post Partum, Jakarta: MNH
  17. Ramali, A. (2003) Kamus Kedokteran, Jakarta: Djambatan.
  18. Rambey, R. (2008) Tetap Sehat Setelah Bersalin, from Http:// nursingwear/wordpress.
  19. Roper, N. (2002) Prinsip-Prinsip Keperawatan, Yogyakarta: Yayasan Essentia Medika.
  20. Sinsin, L. (2009). Masa Kehamilan dan Persalinan. PT. Elex Media Komputindo, from Http:// www.elexmedia.co.id, 118-119.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar