PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Kamis, 08 Maret 2012

PENDIDIKAN KESEHATAN

Dr. Suparyanto, M.Kes


PENDIDIKAN KESEHATAN                                                     
     1. Pengertian Pendidikan Kesehatan
                 Menurut (Notoatmodjo. S, 2003: 20) pendidikan kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan. Sedang dalam keperawatan, pendidikan kesehatan merupakan satu bentuk intervensi keperawatan yang mandiri untuk membantu klien baik individu, kelompok, maupun masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya melalui kegiatan pembelajaran, yang didalamnya perawat berperan sebagai perawat pendidik.
     2. Tujuan Pendidikan Kesehatan
                      Secara umum, tujuan dari pendidikan kesehatan ialah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, baik fisik, mental dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial (Notoatmodjo S, 2003:21).

    3. Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan
               Menurut ( Notoatmodjo. S, 2003: 27 ) ruang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat dari berbagai dimensi, antara lain: dimensi aspek kesehatan, dimensi tatanan atau tempat pelaksanaan pendidikan kesehatan,dan dimensi tingkat pelayanan  kesehatan.
            a. Aspek Kesehatan   
               Telah menjadi kesepakatan umum bahwa kesehatan masyarakat itu  mencakup  empat aspek pokok yaitu:
1.      Promosi ( promotif )
2.      Pencegahan ( preventif )
3.      Penyembuhan ( kuratif )
4.      Pemulihan ( rehabilitatif )
            b. Tempat Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan
  Menurut dimensi pelaksanaannya, pendidikan kesehatan dapat dikelompokkan menjadi lima yaitu:
1.      Pendidikan kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga)
2.      Pendidikan kesehatan pada tatanan sekolah, dilakukan di sekolah   dengan sasaran murid.
3.      Pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran buruh atau karyawan yang bersangkutan.
4.      Pendidikan kesehatan di tempat-tempat umum, yang mencakup terminal bus, stasiun, bandar udara, tempat-tempat olahraga, dan sebagainya.
5.      Pendidikan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan, seperti: rumah sakit, Puskesmas, Poliklinik rumah bersalin, dan sebagainya.
 c. Tingkat  Pelayanan Kesehatan
                  Dimensi tingkat pelayanan kesehatan pendidikan  kesehatan dapat  dilakukan berdasarkan 5 tingkat pencegahan dari leavel and clark, sebagai berikut;
1.      Promosi kesehatan seperti peningkatan gizi, kebiasaan hidup dan perbaikan sanitasi lingkungan.
2.      Perlindungan khusus seperti adanya program imunisasi.
3.      Diagnosis Dini dan Pengobatan Segera.
            d. Pembatasan Cacat yaitu seperti kurangnya pengertian dan  kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan penyakit seringkali mengakibatkan masyarakat tidak melanjutkan pengobatannya sampai tuntas, sedang pengobatan yang tidak sempurna dapat mengakibatkan orang yang ber sangkutan menjadi cacat.
            e.  Rehabilitasi (pemulihan).
    4. Metode dalam Pendidikan Kesehatan
             Menurut ( Notoatmodjo S, 2003:56 ) metode pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut masyarakat, kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Dengan kata lain, dengan adanya pendidikan tersebut diharapkan dapat membawa akibat terhadap perubahan sikap sasaran. Didalam suatu proses pendidikan kesehatan yang menuju tercapainya tujuan pendidikan yakni perubahan sikap dipengaruhi oleh banyak faktor seperti, faktor yang mempengaruhi suatu proses pendidikan disamping masukannya sendiri juga metode materi atau pesannya, pendidik atau petugas yang melakukannya,  dan alat-alat bantu atau alat peraga pendidikan. Agar dicapai suatu hasil yang optimal, maka faktor-faktor tersebut harus bekerjasama secara harmonis. Metode pembelajaran dalam pendidikan kesehatan dapat berupa:
a.          Metode Pendidikan Individual
1.                  Bimbingan dan penyuluhan
2.                  Wawancara (interview)
b.         Metode Pendidikan Kelompok
1.         Ceramah
2.         Seminar
c.     Metode Pendidikan Massa
1.      Ceramah umum
             2.      Pidato melalui media elektronik.
     Metode ini dipilih berdasarkan tujuan pendidikan, kemampuan perawat sebagai tenaga pengajar, kemampuan individu/ keluarga/ kelompok/ masyarakat, besarnya kelompok, waktu pelaksanaan pendidikan kesehatan, serta ketersediaan fasilitas pendukung.

    5. Alat Bantu Pendidikan Kesehatan
        Menurut ( Notoatmodjo. S, 2003: 62 ) alat bantu pendidikan kesehatan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam penyampaian bahan pendidikan yang biasa dikenal sebagai alat peraga pengajaran yang berfungsi untuk membantu dan memperagakan sesuatu di dalam proses pendidikan, yang kemudian dapat memperoleh pengalaman atau pengetahuan melalui berbagai macam alat bantu tersebut.
              Menurut ( Notoatmodjo. S, 2003: 65 ) pada garis besarnya hanya ada tiga macam alat bantu pendidikan (alat peraga), yaitu:
            a. Alat bantu lihat (visual aids)
            b. Alat bantu dengar (audio aids)
            c. Alat bantu lihat dengar yang lebih dikenal dengan Audio Visual Aids (AVA).
 Disamping pembagian tersebut, alat peraga juga dapat dibedakan       menurut pembuatan dan penggunaannya, yaitu:
            a. Alat peraga yang complicated (rumit)
            b. Alat peraga yang sederhana, mudah dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh.




3 komentar:

  1. Terimakasih Infonya
    sangat bermanfaat..
    Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Kedokteran di UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Yogyakarta
    :)

    BalasHapus
  2. terimakasih pak, infonya sangat bagus...
    izin kopi y.. hehe

    BalasHapus
  3. terima kasih sangat mebantu

    BalasHapus