PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Kamis, 08 Maret 2012

WABAH (OUTBREAK)

Dr. Suparyanto, M.Kes

WABAH

APA ITU WABAH
Menurut UU : 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular
Wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka.

APA ITU KLB
Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu

KRITERIA KLB
  1. Timbulnya suatu penyakit/menular yang sebelumnya tidak ada/tidak dikenal.
  2. Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun)
  3. Peningkatan kejadian penyakit/kematian, 2 kali atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun).
  4. Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya.
  5. Angka rata-rata per bulan selama satu tahun menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih dibanding dengan angka rata-rata per bulan dari tahun sebelumnya.
  6. Case Fatality Rate dari suatu penyakit dalam suatu kurun waktu tertentu menunjukan kenaikan 50% atau lebih, dibanding dengan CFR dari periode sebelumnya.
  7. Propotional Rate (PR) penderita baru dari suatu periode tertentu menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibanding periode yang sama dan kurun waktu/tahun sebelumnya.
  8. Beberapa penyakit khusus : Kholera, "DHF/DSS": a). Setiap peningkatan kasus dari periode sebelumnya (pada daerah endemis). b) Terdapat satu atau lebih penderita baru dimana pada periode 4 minggu sebelumnya daerah tersebut dinyatakan bebas dari penyakit yang bersangkutan.
  9. Beberapa penyakit yg dialami 1 atau lebih penderita: Keracunan makanan, Keracunan pestisida.

KLASIFIKASI KLB (PENYEBAB)
  1. Toksin
  2. Infeksi
  3. Toksin Biologis
  4. Toksin Kimia

TOKSIN
  1. Entero toxin, misal yang dihasilkan oleh Staphylococus aureus, Vibrio, Kholera, Eschorichia, Shigella.
  2. Exotoxin (bakteri), misal yang dihasilkan oleh Clostridium botulinum, Clostridium perfringens.
  3. Endotoxin.
INFEKSI
  1. Virus.
  2. Bacteri.
  3. Protozoa.
  4. Cacing.

TOKSIN BIOLOGIS
  • Racun jamur.
  • Alfatoxin.
  • Plankton
  • Racun ikan
  • Racun tumbuh-tumbuhan

TOKSIN KIMIA
  • Zat kimia organik: logam berat (seperti air raksa, timah), logam-logam lain cyanida.
  • Zat kimia organik: nitrit, pestisida.
  • Gas-gas beracun: CO, CO2, HCN, dan sebagainya.

SUMBER KLB
  1. Manusia misal: jalan napas, tenggorokan, tangan, tinja, air seni, muntahan, seperti : Salmonella, Shigella, Staphylococus, Streptoccocus, Protozoa, Virus Hepatitis.
  2. Kegiatan manusia, misal : Toxin biologis dan kimia (pembuangan tempe bongkrek, penyemprotan, pencemaran lingkungan, penangkapan ikan dengan racun).
  3. Binatang seperti : binatang piaraan, ikan, binatang mengerat, contoh : Leptospira, Salmonella, Vibrio, Cacing dan parasit lainnya, keracunan ikan/plankton.
  4. Serangga (lalat, kecoa, dan sebagainya) misal : Salmonella, Staphylokok, Streptokok.
  5. Udara, misal : Staphyloccoccus, Streptococcus, Virus, pencemaran udara.
  6. Permukaan benda-benda/alat-alat misal : Salmonella.
  7. Air, misalnya : Vibrio Cholerae, Salmonella.
  8. Makanan/minuman, misal : keracunan singkong, jamur, makanan dalam kaleng.

PENYAKIT WABAH
  1. Kholera
  2. Pes
  3. Demam kuning
  4. Demam bolak-balik
  5. Tifus bercak wabah
  6. Demam Berdarah Dengue
  7. Campak
  8. Polio
  9. Difteri
  10. Pertusis
  11. Rabies
  12. Malaria
  13. Influensa
  14. Hepatitis
  15. Tipus perut
  16. Meningitis
  17. Encephalitis
  18. Anthrax
  19. SARS

KHOLERA
Diare mendadak disertai muntah-muntah.
Tinja mengucur seperti air sehingga dalam waktu singkat tubuh kekurangan cairan ( dehidrasi) .
Pemeriksaan laboratorium pada najis/muntahan ditemukan adanya kuman kholera (Vibrio cholera) dan dalam darah terdapat zat antinya.

PES
Demam tinggi mendadak,
Pembengkakan kelenjar (bubo) dilipat paha atau ketiak, atau leher,
Batuk darah mendadak (tanpa didahului sakit batuk).
Pemeriksaan laboratorium pada darah, cairan bubo, sputum atau usap tenggorok menunjukkan adanya kuman pes (Yersinia pestis).

DEMAM KUNING
Demam mendadak,
Kulit kuning, sakit kepala, lemah/lesu, mual, muntah, denyut nadi lambat dan lemah,
Seringkali disertai dengan pendarahan berupa mimisan, perdarahan mulut, muntah darah, berak darah.
Pemeriksaan laboratorium pada darah menunjukkan adanya virus demam kuning atau zat antinya.

DEMAM BOLAK BALIK
Demam 2-9 hari diikuti masa tanpa demam 3-4 hari yang berulang-ulang 2-10 kali.
Kadang-kadang selama masa demam ditemukan bercak-bercak merah di kulit.
Pemeriksaan laboratorium pada darah menunjukkan adanya kuman demam bolak-balik (Borellia recurrentis).

TIFUS BERCAK WABAH
Demam ± 2 minggu, sakit kepala, menggigil, badan lemah, kadang-kadang disertai bercak merah menimbul (erupsi macular) pada kulit.
Pemeriksaan laboratorium pada darah menunjukkan adanya zat anti terhadap tifus bercak wabah (Rickettsia prowazeki).

DEMAM BERDARAH
Demam mendadak 2-7 hari tanpa penyebab yang jelas,
Lemah/lesu atau gelisah, nyeri ulu hati, hati membesar dan disertai pendarahan di kulit berupa bintik merah (petechiae), ruam (purpura), atau lebam (ecchymosis) .
Kadang­kadang berak darah, muntah darah, kesadaran menurun, dan renjatan (shock).
Pemeriksaan laboratorium pada darah menunjukkan adanya pengentalan darah (hemokonsentrasi) dan kekurangan sel pembeku darah (trombosit), dan ditemukan virus dengue atau zat antinya (antibodi).

CAMPAK
Panas tinggi, sakit kepala, batuk pilek dan conjunctivitis fotophoby yang berakhir lebih kurang setelah 3-7 hari.
Masa timbulnya bercak-bercak merah (rash) pada kulit sesudah kira-kira 3 hari panas. Mula-mula timbul pada belakang telinga menyebar ke seluruh muka, dada dan anggota badan lainnya.
Bercak bertahan selama 4-6 hari, bila tidak ada komplikasi panas akan turun setelah timbul bercak.

Sebelum bercak timbul ada "koplik spot" yaitu bercak seperti putih garam pada mukosa (selaput lendir) pipi.
Pada fase penyembuhan bekas bercak menjadi kehitaman (hiperpigmentasi) .
Pemeriksaan laboratorium pada lendir conjungtiva dan tenggorokan menunjukkan adanya virus campak, dan pada darah terdapat virus campak atau zat antinya.

POLIO
Panas, ingusan, batuk, lemas, muntah, diare.
Panas menurun kemudian timbul kelemahan/kelumpuhan anggota gerak (lengan/kaki) , biasanya asimetris.
Pemeriksaan laboratorium pada najis atau lendir tenggorokan menunjukan adanya virus polio dan pada darah terdapat zat antinya.

DIPTERI
Panas lebih kurang 38 derajat celcius.
Adanya pseudo­membrane putih keabu-abuan, tak mudah lepas dan mudah berdarah. Letak pseudomembrane bisa di faring, laring atau tonsil,
Sakit waktu menelan, leher membengkak seperti leher sapi (bullneck) disebabkan karena pembengkakan kelenjar leher dan sesak napas disertai bunyi (stridor) .
Pemeriksaan laboratorium pada jaringan luka (lesi) menunjukkan adanya kuman difteri.

PERTUSIS
Batuk beruntun, pada akhir batuk anak menarik nafas panjang dan terdengar, suara "hup" (whoop) khas, biasanya disertai muntah.
Batuk lebih sering pada malam hari. Anak mengeluarkan riak liat dan kental. Akibat batuk yang berat dapat terjadi perdarahan conjungtiva atau edema periorbital.
Lamanya batuk 1-3 bulan (sering disebut batuk 100 hari).
Pemeriksaan laboratorium pada lendir tenggorokan menunjukkan adanya kuman pertusis (Bordetella pertussis).

RABIES
Demam tinggi, sakit kepala hebat, kelumpuhan mulai dari tungkai menjalar ke atas, sulit menelan, takut air (hydro­phobia), sulit bernapas, kesadaran menurun,
Terjadi beberapa minggu sampai satu tahun setelah digigit anjing, kucing, kera, yang menderita rabies.
Pemeriksaan laboratorium pada otak dan kelenjar air liur hewan yang menggigit, dan pada air liur, air mata serta jaringan otak penderita menunjukkan adanya virus Rabies.

MALARIA
Demam berkeringat-dingin, menggigil, yang berulang setiap I-3 hari, sakit kepala hebat, badan lemah, muka pucat, sering disertai mual, muntah dan nyeri otot.
Kadang­kadang limpa membesar, kejang dan kesadaran menurun.
Pemeriksaan laboratorium pada darah menunjukkan adanya parasit malaria (Plasmodium)

INFLUENZA
Demam, perasaan dingin dan ingusan 1-6 hari, seringkali disertai sakit kepala, sakit pada otot-otot clan batuk.
Pemeriksaan laboratorium pada darah menunjukkan adanya virus influenza atau zat antinya.

HEPATITIS
Demam badan lemas, mual, selaput mata kuning, air seni berwarna seperti air teh kental.
Pemeriksaan laboratorium pada darah/tinja menunjukkan adanya virus Hepatitis dan pada darah juga terdapat antigen virus tersebut

TIFUS PERUT
Demam tinggi terus menerus 1 minggu atau lebih, badan lemah, sakit kepala, sembelit (obstipasi) kadang-kadang diare, permukaan lidah kotor dan pinggirnya merah, disertai dengan kesadaran menurun.
Pemeriksaan laboratorium pada darah, air seni, tinja atau sumsum tulang menunjukkan kuman Salmonella typhi dan pada darah terdapat adanya kenaikan kadar zat antinya

MENINGITIS
Panas, kaku kudus, kejang-kejang, kesadaran menurun reflek patologis positif.
Pemeriksaan laboratorium pada cairan serebrospinal menunjukkan adanya kuman/virus penyebab meningitis.

ENCEPHALITIS
Panas tinggi, kejang-kejang, kesadaran menurun dan reflek patologis positif.
Pemeriksaan laboratorium pada darah/cairan serebrospinal menunjukkan adanya virus/kuman atau zat antinya

ANTHRAX
Tipe Kulit :
Kulit melepuh (vesikel) tanpa sebab yang jelas atau tukak (ulcus) dengan pinggir menonjol dan bagian tengahnya berwarna merah tua-kehitaman, kadang-kadang disertai demam tinggi.

Tipe gastrointestinal :
Sakit perut hebat yang terjadi beberapa jam sesudah makan daging hewan yang menderita penyakit anthrax.
Pemeriksaan laboratorium pada darah, lesi di kulit, tinja/ rektal swab, bangkai hewan (tulang, daging, alat organ dalam), dan tanah yang tercemar hewan penderita anthrax menunjukkan adanya kuman anthrax (Bacillus Anthracis).



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar