PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Kamis, 08 Maret 2012

SCREENING

Dr. Suparyanto, M.Kes

SCREENING

APA ITU SCREENING
Penyaringan (screening) adalah upaya mendeteksi/ mencari penderita penyakit tertentu dalam masyarakat dengan melaksanakan pemisahan berdasarkan gejala yang ada atau pemeriksaan laboratorium untuk memisahkan yang sehat dan yang kemungkinan sakit, selanjutnya diproses melalui diagnosis dan pengobatan

TUJUAN SCREENING
Mengetahui Dx sedini mungkin → cepat Tx nya
Mencegah meluasnya penyakit
Mendidik masyarakat melakukan general check up
Memberi gambaran kpd nakes tentang suatu penyakit → waspada mulai dini
Memperoleh data epidemiologis → untuk peneliti dan klinisi

BENTUK PELAKSANAAN SCREENING
Mass screening → secara masal pada masyarakat tertentu
Selective screening → Secara selektif berdasarkan kriteria tertentu → pemeriksaan ca paru pada perokok; pemeriksaan ca servik pada yg sdh menikah
Single disease screening → dilakukan untuk satu jenis penyakit
Multiphasic screening → dilakukan untuk lebih dari satu jenis penyakit → pemeriksaan IMS; penyakit sesak nafas

KRITERIA PROGRAM PENYARINGAN
Penyakit yang dipilih merupakan masalah kesehatan prioritas
Tersedia obat potensial untuk TX nya
Tersedia fasilitas dan biaya untuk Dx dan Tx nya
Penyakit lama dan dapat dideteksi dengan test khusus
Screeningnya memenuhi syarat sensitivitas dan spesivisitas

Teknik dan cara screening harus dapat diterima oleh masyarakat
Sifat perjalanan penyakit dapat diketahui dengan pasti
Ada SOP tentang penyakit tsb
Biaya screening harus seimbang (lebih rendah) dengan resiko biaya bila tanpa screening
Penemuan kasus terus menerus

CONTOH SCREENING
Mammografi → ca mammae
Pap smear → ca cervix
Pemeriksaan Tekanan darah  HT
Pemeriksaan reduksi → DM
Pemeriksaan urine → kehamilan
Pemeriksaan EKG → PJK

ALUR SCREENING



APA ITU VALIDITAS
Validitas → kemampuan dari test penyaringan untuk memisahkan mereka yg benar sakit thd yg sehat
Besarnya kemungkinan untuk mendapatkan setiap individu dalam keadaan yg sebenarnya (sehat atau sakit)
Validitas berguna → biaya screening lebih murah daripada test diagnostik

KOMPONEN VALIDITAS
Sensitivitas → kemampuan dari test secara benar menempatkan mereka yang positif betul-betul sakit
Spesivicitas → kemampuan dari test secara benar menempatkan mereka yang negatif betul-betul tidak sakit

HASIL SCREENING


RUMUS

Sensitivitas = TP / (TP+FN)

Sfesifisitas = TN / (TN + FP)

CONTOH SOAL SCREENING


LATIHAN 1
Hasil pemeriksaan screening terhadap 5000 orang PSK dengan pemeriksaan HIV cara dipstik didapatkaan hasil sebagai berikut: 100 orang hasil test positif, setelah dikonfirmasi dengan Western Blot, didapat hasil positif 20, untuk yang dipstik negatif, didapatkan hasil positif 1. Hitung sensitivitas dan spesificitas alat tersebut

LATIHAN 2
Pemeriksaan Hb terhadap 1000 MHS D3 Kebidanan Stikes Sehat dengan cara Sahli didapatkan hasil yang positif 400 MHS, setelah dikonfirmasi dengan alat HB meter ternyata yang anemia 300 MHS, yang negatif dengan cara Sahli didapatkan 30 MHS anemia. Hitung sensitivitas dan spesifisitasnya

APA ITU RELIABILITAS
Reliabilitas adalah kemampuan suatu test memberikan hasil yang sama/ konsisten bila test diterapkan lebih dari satu kali pada sasaran yang sama dan kondisi yang sama
Ada 2 faktor yg mempengaruhi;
Variasi cara screening: stabilitas alat; fluktuasi keadaan (demam)
Kesalahan/perbedaan pengamat: pengamat beda/ pengamat sama dng hasil beda

UPAYA MENINGKATKAN RELIABILITAS
Pembakuan/standarisasi cara screening
Peningkatan ketrampilan pengamat
Pengamatan yg cermat pada setiap nilai pengamatan
Menggunakan dua atau lebih pengamatan untuk setiap pengamatan
Memperbesar klasifikasi kategori yang ada, terutama bila kondisi penyakit juga bervariasi/ bertingkat

BENTUK SCREENING
Screening Seri → dilakukan 2 penyaringan → dinyatakan positif jika hasil kedua penyaringan positif → tes diagnostik
Bentuk seri → pos palsu rendah, neg palsu meningkat
Screenig paralel → dilakukan 2 penyaringan → dinyatakan positif jika hasil salah satu hasil penyaringan pos → tes diagnostik
Bentuk paralel → pos palsu meningkat; neg palsu lebih rendah

PREDICTIVE VALUES
Nilai Prediktif → besarnya kemungkinan sakit terhadap suatu hasil tes
Nilai prediktif pos → porsentase dari mereka dengan hasil tes pos yang benar benar sakit
Nilai prediktif neg → porsentase dari mereka dengan hasil tes neg yang benar benar tidak sakit

RUMUS

PPV = TP / (TP+FP)

NPV = TN / (TN +FN)

LATIHAN 1
Pemeriksaan terhadap 500 Napi untuk penyakit HIV/AIDS dengan cara ELISA didapat hasil 50 Napi positif diantaranya yang benar menderita HIV 5 Napi, dan diantara yang negative ada 1 Napi yang menderita HIV. Hitung PPV dan NPV

LATIHAN 2
Pemeriksaan kehamilan dengan tes urine terhadap 100 Ibu didapatkan hasil 40 ibu positif, ternyata yang benar hamil 25, sedang yang hasil urine negatif terdapat 2 ibu yang benar hamil. Hitung PPV dan NPV

DERAJAT SCREENING (YIED)
Yied adalah kemungkinan menjaring mereka yang sakit tanpa gejala melalui screening, sehingga dpt ditegakan diagnosis pasti serta pengobatan dini
Faktor yg mempengaruhi:
Derajat sensitivitas tes
Prevalensi penyakit
Frekuensi penyaringan
Konsep sehat masyarakat sehari-hari

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar