PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Minggu, 30 Desember 2012

KELEMBABAN RUMAH

Dr. Suparyanto, M.Kes


KELEMBABAN RUMAH

1.    Pengertian
Kelembaban adalah jumlah uap air yang di kandung oleh udara pada waktu dan tempat tertentu. Kelembapan udara dinamakan juga kelengasan atau kebasahan udara yaitu kandungan uap air di dalam udara.uap air di udara itu berasal dari hasil penguapan air di permukaan bumi, air tanah atau air tumbuh – tumbuhan. Kandungan uap air di udara berubah – ubah. Kemampuan udara memegang uap air juga berbeda. Jadi, masa udara mempunyai batas maksimum dalam menampung sejumlah udara. Batas maksimum tersebut di tentukan oleh suhu.(Geografi untuk SMA kelas X, H . Asep Mulyadi. 2006).

Kelembapan mengacu pada jumlah partikel air (dengan kata lain, uap air) yang ada di udara. Udara memiliki kapasitas tertentu untuk menahan partikel-partikel air yang sering bervariasi dengan suhu sekitarnya. Saat cuaca berawan, musim panas atau hujan, akan ada kelembapan yang tinggi di udara. Anda juga mungkin merasa berkeringat dan lebih panas daripada biasanya, sebagai uap air di udara telah mencapai tingkat kejenuhan. Demikian pula, ketika suhu turun selama musim dingin, udara menjadi kering. Tingkat kelembapan rendah juga dapat terjadi di tempat-tempat yang sangat panas dimana tidak ada hujan selama berbulan-bulan. (Ditjen Cipta Karya, 1997)

2.    Macam – macam kelembapan
1).Kelembapan nisbi atau relatif
Bilangan yang menunjukkan berat uap air dalam satuan gram yang ada di dalam 1 m³ udara.pada pagi hari suhu udara 25ºC , saat itu udara mempunyai kemampuan maksimal dalam menampung uap air 50 gram/m³.jadi saat itu kelembapan relatifnya 80%.saat hari bertambah siang, suhu udara menjadi 29ºC. Karena bertambah panas, maka udara memuai sehingga kemampuan maksimalnya dalam menampung uap air menjadi 80 gram/m³. Tetapi jumlah uap air yang benar – benar ada di udara tetap yaitu 40 gram/m³ saat itu kelembapan relatifnya turun menjadi 50%.

Kelembapan relatif di rumuskan dengan :
RH= e/E ×100%
RH=kelembapan relatif (%)
e=kandungan uap air yang benar – benar ada di udara dari hasil pengukuran secara langsung
E= kemampuan maksimal udara dalam menampung air.
suhu bola basah dan kering itu suhu yang tercatat di dalam higrometer yaitu alat pengukur kelembapan udara, biasanya untuk menghitung kelembapan relatif dengan menghitung selisih suhu yang tercatat dari suhu bola yang basah dan yang kering. selisihnya disebut depresi bola basah. kalo misalnya suhu termometer bola basah 26 derajat C dan bola kering 22 derajat C, berarti depresi bola basahnya 4 derajat C.

2).Kelembapan absolut atau mutlak
Angka dalam % yang menunjukkan perbandingan antara banyaknya uap air yang benar – benar di kandung  udara pada suhu tertentu dengan jumlah uap air maksimum yang dapat di kandung udara dalam suhu yang sama.(Geografi untuk SMA kelas X, H . Asep Mulyadi. 2006).

3).Pengaruh Tingkat Kelembapan Tinggi
1)    Jika tingkat kelembapan relatif yang tinggi baik karena kondisi eksternal, seperti suhu udara terbuka atau faktor manusia, udara akan membawa lebih banyak uap air yang dapat mengakibatkan kondisi seperti embun pada permukaan yang dingin, menyebabkan kelembapan di sekitar kita.
2)    Sebagai kumpulan air yang terbentuk pada dinding, jendela dan pintu, permukaan ini mengundang berkembang-biaknya jamur dan lumut yang menjadi sumber berbagai masalah kesehatan kita.
3)    Jamur, bersama dengan tungau dan debu sering menyebabkan masalah pernapasan seperti asma, alergi dan batuk. Mikroorganisme tersebut juga dapat tumbuh di pakaian dalam kondisi basah. 
4)    Seperti udara sekitarnya yang kaya dengan uap air, tubuh anda mungkin keringat mengucur deras dan anda mungkin mengalami kegerahan bahkan selama cuaca berawan. 
5)    Kelembapan juga dapat menyebabkan dinding kertas atau lukisan menjadi lepek, atau bahkan menyebabkan dinding plester yang baru dikerjakan mengalami retak. 
6)    Tingkat kelembapan tinggi di rumah kita dapat menyebabkan pintu kayu atau jendela memuai atau melebar sehingga tidak sesuai dengan ukuran kusen.

4).Pengaruh Tingkat Kelembapan Rendah
Ketika kelembapan turun di bawah tingkat kenyamanan, anda mungkin akan mengalami udara kering dan juga mungkin merasakan dingin yang tidak menyenangkan selama musim dingin. Seperti udara lembap yang sangat tinggi, udara kering juga dapat menyebabkan masalah kesehatan yang terkait seperti kulit kering, bibir pecah-pecah, dan lain-lain. Ketika Anda bernafas dalam udara dingin dan sangat kering, anda juga mungkin mengalami kesulitan bernafas atau mendapatkan sakit tenggorokan selama pagi dan malam hari di saat musim angin. Tidak seperti tingkat kelembaban tinggi, udara kering tidak berpengaruh begitu banyak pada alat-alat rumah tangga. Akan tetapi furnitur seperti pintu, jendela biasanya menciut akibat kekeringan ekstrim udara di sekitarnya. (Ditjen Cipta Karya, 1997)

DAFTAR PUSTAKA


1.    Alimul H.Aziz.(2007).Metode Penelitian Dan Teknik Analisis Data . salemba medika : Jakarta.
2.    Arikunto, Suharsini. (2006).Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta : Jakarta.
3.    Brooks geof.(2001).Mikrobiologi kedokteran. Jakarta : salemba medika
4.    David. P.(2009).TBC di Jawa Timur. Tersedia dalam : http://www.korantempo.com.[Diakses 30 oktober 2010].
5.    Dinkes RI.(2002).Pedoman Nasional Penaggulangan Tuberkulosis: Jakarta.
6.    Dinkes RI.(2007).Pedoman Nasional Penaggulangan Tuberkulosis: Jakarta. Graha Ilmu
7.    Gunawan rudy.(2009) Rencana rumah sehat.KANISIUS ( anggota IKAPI ) : Yogyakarta
8.    Mukono H.J.(2000).Prinsip dasar kesehatan lingkungan.air langga university : surabaya.
9.    Mulyadi asep.(2006).geografi untuk SMA kelas X. CV Alfabeta : bandung.
10. Mansjoer, A.(2001).Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga. FKUI: Media Aeskulapius.
11. Nursalam, (2003).konsep & penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan : pedoman skripsi, tesis dan instrumen penelitian keperawatan.salemba medika : jakarta.
12. Ratih, (2004).TBC di Indonesia (Tempo 10 Maret 2004). Tersedia dalam : www.tempointeraktif.com. [Diakses 3 november 2010]
13. Sarwono, Jonathan.(2009).Statistik Itu Mudah: Panduan Lengkap Untuk Belajar Komputerisasi Statistik Menggunakan SPSS 16.Edisi: 1. ANDI : yogyakarta.
14. Saryono, (2008).Metodologi Penelitian Kesehatan (Penuntun Praktis Bagi Pemula).Mitra cendikia Press : yogyakarta.
15. Setiadi.(2007). Konsep Dan Penulisan Riset Keperawatan Edisi Pertama. GRAHA ILMU : Jogjakarta.
16. Smeltzer, S.C., dan Bare, B.G.(2001).Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner& Suddarth. EGC : Jakarta.
17. Subaruddin Arief, (2008).Membangun rumah sederhana sehat tahan gempa. penebar swadaya : Jakarta.
18. Sudoyo. A, dkk, (2007).Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid II edisi IV. FKUI : Jakarta.
19. Sugiono .(2003).Statistik Untuk Penelitian. CV Alfabeta : Bandung.
20. Sugiyono.(2003). Metode Penelitian Administrasi. CV Alfabeta : Bandung.
21. Tjokronegoro Arjatmo, Utama Hendra.(2001).Buku ajar penyakit dalam jilid 11.FKUI : Jakarta.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar