PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Rabu, 04 April 2018

FORMAT KERANGKA ACUAN DOKUMEN AKREDITASI PUSKESMAS


PEMERINTAH KABUPATEN COKRO
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS COKROKEMBANG
Jalan Besar No: 33, Kotak Pos 66, Cokrokembang



KERANGKA ACUAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN SPM

I.               PENDAHULUAN
Puskesmas yang akan menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD harus mempersiapkan dokumen-dokumen yang menjadi persyaratan administrative BLUD.
Standar Pelayanan Minimal (SPM) merupakan salah satu persyaratan administrative BLUD.
Agar  puskesmas dapat menyusun SPM, maka perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan penyusunan SPM. Kerangka acuan ini disusun sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendampingan penyusunan SPM

II.              LATAR BELAKANG:
1.     SPM merupakan salah satu syarat administrative BLUD
……….
2.     SPM merupakan indicator untuk menilai kinerja rumah sakit sebagaimana diamanatkan oleh UU No 44 ttg rumah sakit
………..
3.     SPM dapat digunakan untuk melakukan kaji banding kinerja pelayanan antar Rumah Sakit
………..
III.            VISI
Masyarakat Cokrokembang sehat dan mandiri

IV.            MISI
1.     Mengerakan pembanguan kesehatan berwawasan kesehatan
2.     Pemberdayaan masyarakat
3.     Dst

V.             TUJUAN:

1.     Tujun Umum:
Setelah selesai pelatihan: peserta mampu menyusun standar pelayanan minimal Rumah Sakit

2.     Tujuankhusus
1.     Pesertamemahamipersyaratan BLUD
2.     Pesertamemahami SPM sebagaisalahsatupersyaratan administrative BLUD
3.     Pesertamemahamilangkah-langkahpenyusunan SPM
4.     Pesertamemahamicaradanmampumenyusun SPM
5.     Pesertamampumenyusunrencanapencapaian SPM
6.     Pesertamampumenyusun draft peraturankepaladaerahtentang SPM

VI.            TATA NILAI
1.     Disiplin
2.     Ramah
3.     Semangat
4.     Jujur

VII.          KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
1.     Workshop pemahaman SPM
2.     Pelatihan penyusunan SPM dengan pokok bahasan:
a.     Kebijakan BLUD
b.     Standar Pelayanan Minimal sebagai salah satu persyaratan administrative BLUD
c.     Keterkaitan Antara Rencana Strategi Bisnis, SPM dan Rencana Bisnis Anggaran
d.     Langkah-langkahmenyusun SPM
e.     Praktikpenyusunandokumen SPM
f.      Rencana pencapaian SPM
g.     Praktik penyusunan rencana pencapaian SPM
h.     Penyusunan draft peraturan kepala daerah tentang SPM

3.     Pendampingan penyusunan SPM
4.     Penyusunan draft peraturan kepala daerah tentang SPM

VIII.         CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN:
1.     Workshop: paparan tentang SPM dan Cara Penyusunan SPM
2.     Pelatihan penyusunan SPM: dengan metoda ceramah, Tanya jawab, dan penugasan
3.     Pendampingan penyusunan SPM: tiap seminggu sekali tim pendamping kabupaten melakukan kunjungan kepuskesmas @ satuhari
4.     Pendampingan dilakukan oleh tim pendamping yang terdiri dari:
1.     Dr……
2.     Dr…….
3.     Mr……
5.     Biaya :


IX.            SASARAN:
10 tim penyusunan SPM puskesmas yang teridiri dari 3 orang dapat menyusun draft SPM dan draft peraturan kepala daerah tentang SPM

X.             PERAN LINTAS PROGRAM DAN LINTAS SEKTOR
1.     Camat: peran koorditor pelaksana program
2.     Kepala Desa: peran ………
3.     Tokoh masyarakat: peran …….
4.     Kader: peran ………..
5.     Dst

XI.            JADUAL PELAKSANAAN
Workshop              : 6 Oktober 2017 (agenda terlampir)
Pelatihan               :7-9 Oktober 2017 (agenda terlampir)
Pendampingan      : tgl 13 Oktober, 20 Oktober, 27 Oktober, ……

XII.          EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
Evaluasidilakukanoleh Tim persiapan BLUD terhadap ketepatan pelaksanaan kegiatan apakah sesuai jadual pada saat persiapan dan pelaksanaan kegiatan
Laporan evaluasi pelaksanaan kegiatan harus disusun pada tiap akhir tiap kegiatan oleh Tim Persiapan BLUD kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten


XIII.         PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Tim pendampingharusmembuatlaporantiapkegiatan paling lambat 1 minggu setelah pelaksanaan kegiatan kepada Tim Persiapan BLUD dan evaluasi akhir pendampingan paling lambat 2 minggu setelah keseluruhan kegiatan selesai dilakukan Tim pendamping harus melakukan evaluasi terhadap keseluruhan pelaksanaan kegiatan pada setiap tahapan kegiatan, dan melaporkan keseluruhan kegiatan dan evaluasinya pada paling lambat satu bulan setelah kegiatan selesai dilakukan,




Kota, 23 Februari 2017
Kepala  Puskesmas Cokrokembang




Dr. Fulan Akbar, M.Kes.
NIP. 196903102002122003



Rabu, 28 Maret 2018

KARENA BODOH: RAHMAT DIANGGAP MUSIBAH


KARENA BODOH: RAHMAT DIANGGAP MUSIBAH

Yan Karta Sakamira
28 Maret 2018

MANUSIA ITU SIFAT DASARNYA AMAT BODOH

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” (QS. Al Ahzab: 72).

SAKIT ITU RAHMAT

Sabagian besar manusia, jika ditimpa sakit, menganggap sebagai musibah, hanya sebagian kecil yang menganggap itu rahmat.

Sebenarnya sakit itu rahmat, kenapa?

Rasulullah bersabda

 مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

KECELAKAAN ADALAH RAHMAT

Sabagian besar manusia, jika ditimpakecelakaan, menganggap sebagai musibah, hanya sebagian kecil yang menganggap itu rahmat.

Sebenarnya kecelakaan itu rahmat, kenapa?

Rasulullah bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً

“Tidak ada satupun musibah (cobaan) yg menimpa seorang muslim berupa duri atau yg semisalnya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya.” [HR.Muslim]

Kecelakaan yang menyebabkan kedua matanya buta, juga merupakan ramat:

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ قَالَ إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِى بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah berfirman, “Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan dua kekasihnya (kedua matanya), kemudian ia bersabar, niscaya Aku menggantikan keduanya (kedua matanya) dengan surga.” (HR. Bukhari no. 5653).


DIMINTAI BANTUAN ORANG LAIN MERUPAKAN RAHMAT

Sabagian besar manusia, jika dimintai bantuan oleh lain, menganggap sebagai musibah, hanya sebagian kecil yang menganggap itu rahmat.

Sebenarnya membantu saudara kita itu rahmat, kenapa?

Rasulullah bersabda:

اَلْـمُسْلِمُ أَخُوْ الْـمُسْلِمِ ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ ، وَمَنْ كَانَ فِـيْ حَاجَةِ أَخِيْهِ ، كَانَ اللهُ فِيْ حَاجَتِهِ ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ ، فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًـا ، سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

Seorang Muslim adalah saudara orang Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzhaliminya dan tidak boleh membiarkannya diganggu orang lain (bahkan ia wajib menolong dan membelanya). Barangsiapa membantu kebutuhan saudaranya, maka Allâh Azza wa Jalla senantiasa akan menolongnya. Barangsiapa melapangkan kesulitan orang Muslim, maka Allâh akan melapangkan baginya dari salah satu kesempitan di hari Kiamat dan barangsiapa menutupi (aib) orang Muslim, maka Allâh menutupi (aib)nya pada hari Kiamat. (Shahih: HR. Bukhâri (no. 2442 dan 6951), Muslim (no. 2580) dan Ahmad (2/91), Abu Dâwud (no. 4893), at-Tirmidzi (no. 1426), dan Ibnu Hibbân (no. 533))

SABAR DALAM MENGHADAPI MUSIBAH

Rasulullah bersabda:

عَنْ أُمِّ العَلاَءِ قَالَتْ : عَادَنِيْ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَرِيْضَةً، فَقَالَ : اَبْشِرِىْ يَا أُمِّ العَلاَءِ، فَإِنِّ مَرَضَ المُسْلِمِ يُذْ هِِبُ اللَّهُ بِهِ خَطَايَاهُ كَمَا تُذْ هِبُ النَّارُ خَببَثَ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ

“Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata :”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk-ku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. ‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak”. (HR: Abu Daud, 3092)

Saudaraku sesama muslim, hendaklah kita bersabar saat kita tertimpa musibah, sebab kejadian yang menurut kita sebagai musibah, namun bagi Allah itu merupakan rahmat bagi kita, karena Allah sedang menghapus dosa kita.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang yang sabar. Aamiin.