PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Kamis, 14 Oktober 2010

PENGANTAR PATOFISIOLOGI

Dr. Suparyanto, M.Kes

PENGANTAR PATOFISIOLOGI

PENGERTIAN  PATOFISIOLOGI
  • Patologi → ilmu yang mempelajari tentang penyakit
  • Patologi anatomi: ilmu yang mempelajari tentang perubahan morfologi sel dan jaringan → patologi bedah, sitopatologi, patologi otopsi
  • Patologi klinis: ilmu yang mempelajari tentang perubahan kimia klinis (reaksi biokimia) sel atau jaringan, mikrobiologi, hematologi, imunologi, imunohematologi
  • Patofisiologi: ilmu yang mempelajari tentang perubahan fisiologik akibat penyakit
  • Patofisiologi merupakan integratif ilmu: anatomi, fisiologi, biologi sel dan molekuler, genetika, farmakologi dan patologi
  • Patofisiologi fokus pada mekanisme penyakit, atau proses dinamik yang menampakan tanda (sign) dan gejala (symptom)

APA ITU PENYAKIT
  • Penyakit adalah kegagalan organisme untuk beradaptasi atau mempertahankan homeostasis
  • Penyakit merupakan proses fisiologik yang mengalami penyimpangan
  • Penyimpangan fisiologik dapat disebabkan oleh banyak faktor: agent, hipersensitivitas (alergi), genetik

BENIH PENYAKIT
  • Agent: bakteri, virus, protozoa, jamur
  • Mekanisme adaptif tubuh sendiri:
  1. Lekosit: fungsi fagositosis untuk agent, juga untuk cedera jaringan
  2. Imunitas penting untuk pertahanan, juga dapat menyebabkan alergi (hipersensitivitas)
  3. Proliferasi sel penting untuk penyembuhan sel, juga menyebabkan penyakit kanker

PERKEMBANGAN PENYAKIT
  • Etiologi: studi mengenai penyebab atau alasan suatu fenomena (penyakit)
  • Etiologi → konsep yang komplek karena sebagian besar penyakit causanya multifaktorial dan akibat interaksi faktor instrinsik (genetik) dan lingkungan
  • Tanpa mengetahui etiologi , pencegahan dan pengobatan menjadi sulit
  • Patogenesis: rangkaian kejadian (proses) perkembangan penyakit dari permulaan yang paling awal serta faktor yang mempengaruhi
  • Riwayat penyakit alamiah: perjalanan penyakit dari awal sampai akhir tanpa pengobatan (campur tangan medis)

TAHAP RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT
  1. Tahap Prepatogenesis
  2. Tahap Patogenesis
  3. Tahap Pasca Patogenesis
  • Sembuh
  • Kronik/ Karier
  • Cacat
  • Mati

TAHAP PREPATOGENESIS
  • Kondisi Host masih normal/sehat
  • Sudah ada interaksi antara Host dan Agent, tetapi Agent masih diluar Host
  • Jika interaksi Host, Agent dan Environment berubah → Host jadi lebih rentan atau Agent jadi lebih virulen → masuk tahap patogenesis

TAHAP PATOGENESIS
  • Tahap Inkubasi → tahap masuknya Agent kedalam Host, sampai timbul gejala sakit
  • Tahap penyakit dini → tahap mulainya timbul gejala penyakit dalam keadaan awal (ringan)
  • Tahap penyakit lanjut → tahap penyakit telah berkembang pesat dan menimbulkan kelainan patologis (timbul tanda dan gejala)

TAHAP PASCAPATOGENESIS
  • Tahap penyakit akhir → tahap berakhirnya perjalanan penyakit, dapat dalam bentuk;
  • Sembuh sempurna → Agent hilang, Host pulih dan sehat kembali
  • Sembuh dengan cacat → Agent hilang, penyakit tidak ada → Host tidak pulih sempurna (ada cacat)
  • Karier → Agent masih ada, Host pulih →gangguan Agent masih ada (minimal)

PERKEMBANGAN PENYAKIT
  • Manifestasi: pada awal perkembangan penyakit, agent sudah membuat perubahan fisiologik tetapi belum menunjukan gejala → disebut stadium subklinis
  • Gejala: perasaan subyektif adanya sesuatu yang salah dan hanya dapat dilaporkan oleh pasien kepada pengamat.
  • Tanda: manifestasi penyakit yang dapat diobservasi (Obyektif) oleh pengamat.
  • Lesi: perubahan struktural didalam jaringan akibat penyakit (yang jelas terlihat secara makroskopis maupun mikroskopis)
  • Sekuele: perubahan akibat /pengaruh setelah terjadi penyakit atau cedera (dapat berupa parut atau kelainan lain)
  • Komplikasi: keadaan yang tidak diduga atau penyakit skunder yang terjadi dalam proses perjalanan penyakit primer, misal peritonitis akibat apendisitis

KLASIFIKASI PENYAKIT
  1. Penyakit Herediter: penyakit akibat kelainan kromosom atau gen dalam herediter
  2. Penyakit Kongenital: penyakit yg terjadi sejak lahir (penyebab diketahui atau tidak)
  3. Penyakit Toksik: penyakit akibat racun
  4. Penyakit Infeksi: penyakit akibat agent biologis masuk kedalam tubuh
  5. Penyakit Traumatik: penyakit disebabkan cedera fisik
  6. Penyakit Degeneratif: disebabkan degenerasi berbagai bagian tubuh → osteoporosis, arteriosklerosis
  7. Penyakit Imunologik: disebabkan hipersensitivitas, autoimune, imunodefisiensi
  8. Penyakit Neoplastik: disebabkan pertumbuhan sel abnormal → tumor atau kanker
  9. Penyakit Gizi: disebabkan defisiensi gizi (protein, kalori, vitamin, mineral)
  10. Penyakit Metabolik: disebabkan gangguan proses metabolik/ hormonal
  11. Penyakit Molekuler: disebabkan kelainan molekul tunggal yang menyebabkan abnormalitas → anemia bulan sabit, akibat kesalahan urutan asam amino dalam Hb –nya
  12. Penyakit Psikogenik: disebabkan gangguan mental → Neurosa, skizofrenia
  13. Penyakit Iatrogenik: disebabkan tidak sengaja akibat pengobatan tenaga kesehatan → efek diuretik tiazid → hipokalemia → aritmia
  14. Penyakit Idiopatik: penyakit yang penyebabnya tidak diketahui

INTERAKSI HEREDITAS DAN LINGKUNGAN
  • Penyakit merupakan interaksi antara hereditas (faktor intrinsik) dan lingkungan (faktor ekstrinsik)
  • Penyakit genetik diklasifikasikan tiga:
  • Penyakit gen tunggal (hemofilia)
  • Penyakit multifaktor (hipertensi)
  • Kelainan kromosom (trisomi)

FAKTOR PEMICU CACAT JANIN (TERATOGENIK)
Macam Teratogen:
  • Obat: alkohol, kokain, fenitoin, asam retinoat, talidomit, warfarin
  • Zat kimia: metil merkuri
  • Infeksi: Sitomegalovirus, virus Epstein Barr, Virus herpes Simpleks, HIV, Rubela, Toxoplasmosis, Varisela
  • Penyakit ibu: DM, hipertensi, fenilketonuria
  • Displasia: kelainan susunan atau organisasi sel
  • Deformasi: kelainan bentuk atau posisi suatu bagian tubuh akibat gaya mekanis, seperti penekanan intrauterus
  • Disrupsi: defek morfologik pada organ akibat faktor ekstrinsik

REFERENSI
  • Price, Wilson (2005), Patofisiologi, Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, Jakarta: EGC, edisi 6







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar