PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Sabtu, 10 Desember 2011

PERSEPSI DALAM PROMOSI KESEHATAN

Dr. Suparyanto, M.Kes

PERSEPSI DALAM PROMOSI KESEHATAN

PENGERTIAN
  • Persepsi adalah hasil interprestasi sebuah stimulus
  • Interpretasi adalah apa yang keluar dari kepala kita
  • Sensasi adalah apa yang kita terima dari luar dan masuk kedalam kepala kita

FAKTOR PERSEPSI
  • Faktor Eksternal:
  1. Kontras: warna, ukuran, bentuk dan gerakan
  2. Perubahan intensitas: perubahan suara, cahaya, akan menarik perhatian
  3. Penggulangan
  4. Sesuatu yang baru
  5. Sesuatu yang menarik perhatian orang banyak

  • Faktor Internal:
  1. Pengalaman/Pengetahuan
  2. Harapan
  3. Kebutuhan
  4. Motivasi
  5. Emosi
  6. Budaya

BENTUK DAN LATAR
  • Bentuk atau objek adalah benda yang masuk dalam fokus perhatian kita
  • Latar atau latar belakang atau background adalah lokasi dari objek yang kita lihat
  • Yang membedakan antara objek dan latar adalah kontur
  • Kontur terbentuk jika ada perbedaan warna yang kontras

HUKUM PENGELOMPOKAN STIMULUS

Hukum Kedekatan (Proximity): kita cenderung mempersepsikan obyek yang lebih kecil dan berdekatan sebagai keseluruhan bentuk yang lebih besar

Contoh:
  • Penari masal yang membentuk angka atau gambar
  • Remaja yang berdekatan dengan pemebuk akan dipersepsikan sebagai pemabuk juga

Hukum Kesamaan (similarity): stimulus yang serupa cenderung kita persepsikan sebagai suatu kesatuan
Contoh:
  • Jika kita orang sunda akan dipersepsikan suka sayuran
  • Jika kita orang jogja akan dipersikan halus berbahasa

Hukum Kesederhanaan (simplicity): dalam mempersepsikan stimulus kita cenderung mempersepsikan yang sederhana

Contoh:
  • Huruf K bolak balik, akan kita persepsikan layang2
  • Angka 8 akan kita persikan dua bulatan ditumpuk

Hukum Keteraturan Bentuk (good figure): dalam mempersepsikan stimulus kita cenderung membuatnya menjadi satu kesatuan yang sempurna atau simetris

Contoh:
  • Sorang ibu dengan dua anaknya cenderung kita katakan sebagai suatu keluarga, walaupun ayahnya sudah tidak ada

Hukum Kesinambungan (continuation): hukum ini mengacu pada kesederhanaan sehingga stimulus mudah diramalkan

Contoh:
  • Garis titik2 yang lurus dan belok, akan mudah kita ramalkan berlanjut pada yang lurus

Hukum Kesempurnaan (law of closure): Kita mengorganisasikan stimulus yang kita lihat dengan dengan cara mengisi bagian2 yang hilang

Contoh:
  • Gambar berkedip pada iklan akan kita persepsikan sebagai benda utuh
  • Benda dengan garis putus2 akan kita persepsikan gambar utuh

Hukum Kesenasiban (law of common fate): hukum ini menyangkut gerakan, benda yang bergerak ke arah yang sama, benda itu akan kita persepsikan bagian dari kelompoknya

Contoh:
  • Bunglon saat diam akan kita persepsikan sebagai pohon, karena warnanya sama dengan pohon, namun saat bergerak akan kita persepsikan bunglon

HUKUM KETETAPAN

Hukum Ketetapan Ukuran: jarak yang jauh seharusnya akan bertambah kecil, tetapai kita akan memepersepsikan sama besarnya

Contoh:
  • Seorang anak naik sepeda, makin jauh tidak makin kecil tetapi kita persepsikan sama besarnya

Hukum Ketetapan Warna: warna obyek akan kita persepsikan sama, walaupun pencahayaanya berubah

Cohtoh:
  • Baju perawat yang berwarna putih, akan kita persepsikan tetap putih walaupun di tempat yang agak gelap (bukan abu2)

Hukum Ketetapan Gerak: saat kita naik kereta api, maka perasaan yang bergerak adalah tiang listrik, tetapi kita tetap mempersepsikan kereta yang bergerak

REFERENSI
  1. Notoadmodjo, 2005, Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi, Jakarta, Rineka Cipta
  2. Morgan, 1986, Introduction to Psychology, New York: Mc-Graw Hill Co. Inc
  3. Elder, 1994, Motivating Health Behavior, New York, Delmar Publisher Inc.
  4. Feldman, 2003, Essentials of Understanding Psychology, New York, Mc-Graw Hill Co. Inc

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar