PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Jumat, 09 Desember 2011

MENYUSUI BAYI

Dr. Suparyanto, M.Kes

MENYUSUI BAYI

1.PENGERTIAN
  • Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu. Bayi menggunakan refleks menghisap untuk mendapatkan dan menelan susu.
  • Apabila ASI banyak dikeluarkan, payudara akan memproduksi ASI dengan banyak pula. Penelitian berkesimpulan bahwa apabila payudara dikosongkan secara menyeluruh juga akan meningkatkan taraf produksi ASI. Dengan demikian, produksi ASI sangat dipengaruhi seberapa sering dan seberapa baik bayi menghisap, dan juga seberapa sering payudara dikosongkan.
  • Produksi ASI yang rendah adalah akibat dari:
  1. Kurang sering menyusui atau memerah payudara
  2. Apabila bayi tidak bisa menghisap ASI secara efektif, antara lain akibat: Struktur mulut dan rahang yang kurang baik; Teknik perlekatan yang salah
  3. Kelainan endokrin ibu (jarang terjadi)
  4. Jaringan payudara hipoplastik
  5. Kelainan metabolisme atau pencernaan bayi, sehingga tidak dapat mencerna ASI
  6. Kurangnya gizi ibu
  • Menyusui setiap dua-tiga jam akan menjaga produksi ASI tetap tinggi. Untuk wanita pada umumnya, menyusui atau memerah ASI delapan kali dalam 24 jam akan menjaga produksi ASI tetap tinggi pada masa-masa awal menyusui, khususnya empat bulan pertama. Bukanlah hal yang aneh apabila bayi yang baru lahir menyusui lebih sering dari itu, karena rata-ratanya adalah 10-12 kali menyusui tiap 24 jam, atau bahkan 18 kali. Menyusui on-demand adalah menyusui kapanpun bayi meminta (artinya akan lebih banyak dari rata-rata) adalah cara terbaik untuk menjaga produksi ASI tetap tinggi dan bayi tetap kenyang. Tetapi perlu diingat, bahwa sebaiknya menyusui dengan durasi yang cukup lama setiap kalinya dan tidak terlalu sebentar, sehingga bayi menerima asupan foremilk dan hindmilk secara seimbang

2. PRODUKSI ASI

  • Refleks dalam Pembentukan ASI ada 2, yaitu :
1.Refleks Prolaktin
  • Dihasilkan oleh kelenjar hipofisis bagian depan didasar otak. Setiap kali bayi menghisap, merangsang ujung syaraf disekitar payudara merangsang kelenjar hipoisis bagian depan untuk memproduksi prolaktin. Kemudian prolaktin dialirkan ke pabrik ASI merangsang sel-sel alveoli membuat ASI. Makin banyak ASI yang dikeluarkan dari gudang ASI, semakin banyak produksi ASI. Prolaktin menekan fungsi indung telur (ovarium) sehingga menyusui secaraa eksklusif akan dapat dapat memperlambat kembalinya fungsi kesuburan dan haid.

2.Releks Oksitosin (love reflex, let down reflex)
  • Dihasilkan oleh kelenjar hipofisis bagian belakang, oksitosin diproduksi jika ujung syaraf payudara dirangsang oleh isapan. Oksitosin dialirkan melalui darah menuju payudara,kemudian akan merangsang kontraksi otot-otot yang mengelilingi pabrik, sehingga ASI diperas keluar dari pabrik ke gudang.
  • Hal-hal yang meningkatkan oksitosin.
  1. Ibu dalam keadaan tenang
  2. Mencium dan mendengarkan celoteh atau tangisan bayi
  3. Melihat dan memikirkan bayinya dengan perasaan kasih sayang
  4. Ayah menggendong bayi dan diberikan ke ibu saat akan menyusui dan menyendawakannya
  5. Ayah mengganti popok dan memandikan bayi
  6. Ayah bermain, menggendong, mendendangkan nyanyian, dan membantu pekerjaan rumah tangga
  7. Ayah memijat bayi

  • Hal-hal yang mengurangi oksitosin.
  1. Takut bentuk payudara berubah dan takut gemuk
  2. Ibu bekerja
  3. Ibu merasa takut ASInya tidak cukup
  4. Ibu merasa kesakitan, terutama saat menyusui
  5. Ibu merasa sedih, cemas, marah, kesal, dan bingung
  6. Malu menyusui
  7. Suami/keluarga kurang mendukung dan mengerti ASI

3. ASI EKSKLUSIF
  • Adalah pemberian ASI saja sejak bayi dilahirkan sampai usia 6 bulan. ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Air susu ibu khusus dibuat untuk bayi manusia. Kandungan gizi dari ASI sangat khusus dan sempurna serta sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi.
1.Keunggulan ASI
  1. Kuantitas dapat memenuhi kebutuhan bayi
  2. Kualitas sesuai untuk bayi
  3. Mengandung zat kekebalan tubuh yang diperlukan bayi
  4. Membina hubungan psikologis ibu-anak
  5. Ekonomis
  6. Mudah

2.Keuntungan Menyusui Eksklusif
  1. Nutrisi yang optial kualitas dan kuantitas
  2. Meningkatkan kesehatan
  3. Meningkatkan kecerdasan
  4. Meningkatkan jalinan kasih sayang (Bounding)
  5. Melindungi dari infeksi dan alergi

4. KOMPOSISI ASI
  • Dalam ASI terkandung 3 komposisi yang dapat menunjang perkembangan dan pertumbahan pada bayi :
1.Kolostrum
  • Merupakan cairan yang pertama disekresi kelenjar pada hari ke 1s/d 3-4. Kolostrum ini berupa cairan viscous kental dg warna kekuning-kuningan. Kolostrum juga dapat dijadikan sebagai pencahar yg ideal untuk membersihkan mekoneum pada BBL, lebih banyak mengandung protein, banyak mengandung antibody, kadar karbohidrat dan lemak rendah. Bila kolostrum dipanaskan akan menggumpal. Volume kolostrum dapat berkisar 150-300ml/24jam
2. ASI Peralihan (Transisi)
  • Merupakan ASI peralihan dari kolostrum sampai menjadi ASI yg matur. ASI peralihan ini disekresi hari ke 4-10 pada fase laktasi. Kadar protein yang dihasilkan makin merendah, sedangkan kadar karbohidrat dan lemak makin meninggi. Volume ASI pada masa peralihan ini makin meningkat
3. ASI Matur
  • Merupakan ASI yg disekresi pd hari ke 10 dan seterusnya. Komposisi pada ASI matur ini relatif konstan. Pada ASI matur berupa cairan berwarna putih kekuning-kuningan yang diakibatkan warna dari garam Ca caseinat, riboflavin dan karoten. Tidak akan menggumpal jika dipanaskan. pada ASI matur ini juga terdapat antimikrobial

5. CARA MENYUSUI YANG BENAR
  • Terdapat berbagai posisi untuk menyusui namun posisi yang baik adalah dimana posisi kepala dan badan bayi berada pada garis yang lurus sehingga bayi dapat menyusui dengan nyaman. Selain itu posisi ibu pun harus nyaman.
  • Cara menyusui yang benar adalah :
  1. Biarkan kepala bayi terjatuh pada pertengahan lengan bawah atau pergelangan tangan ibu
  2. Pegang bagian belakang dan bahu bayi
  3. Hadapkan seluruh badan bayi pada badan ibu
  4. Dekap bayi dibawah payudara
  5. Dada bayi melekat dibawah dasar payudara (dada ibu)
  6. Dagu bayi menempel pada payudara
  7. Hidung bayi menjauhi payudara
  8. Bahu dan lengan ibu tidak tegang dan dalam posisi natural

Chin to breast-chest to chest :
  1. Posisi muka bayi menghadap ke payudara (chin to breast)
  2. Perut/dada bayi menempel ke perut/dada ibu (chest to chest)
  3. Seluruh badan bayi menghadap ke badan ibu sehingga telinga bayi berada pada garis lurus dengan lengan bayi
  4. Leher bayi lurus
  5. Pegang pada bagian bahu/ belakang badan bayi, jangan kepala bayi

Posisi menyusui yang kurang tepat :
  1. Scissor’s hold terlalu dekat dengan putting susu
  2. Badan bayi tidak ditunjang
  3. Kepala bayi di pegang
  4. Badan bayi tidak menghadap ke badan ibu
  5. Kepala bayi terletak disiku sehingga menunduk
  6. c hold tetap di pertahankan
  7. Ibu merokok
  8. Tidak ada perhatian ibu (tidak ada kontak mata)
  9. Leher bayi terputar (tidak lurus)
  10. Hanya bahu yang ditopang oleh tangan ibu
  11. Badan ibu condong ke depan

6. POSISI PERLEKATAN SAAT PEMBERIAN ASI
  • Dalam pemberian ASI pada bayi posisi perlekatan yang benar merupaka kunci keberhasilan menyusui :
  1. Duduk tegak dengan punggung tersangga baik
  2. Pegang bagian belakang badan dan bahu bayi, kepala bayi terjatuh kebelakang sehingga dagu bayi melekat pada payudara
  3. Posisikan bayi melekat di bawah payudara
  4. Gunakan tangan dan lengan untuk melekatkan dada bayi kedasar payudara
  5. Pastikan seluruh badan bayi menghadap ke ibu
  6. Posisikan bayi sehingga putting susu berada di atas bibir atas bayi (berhadapan dengan hidung bayi)
  7. Rangsang bibir bawah atau dagu bayi dengan payudara/areola
  8. Tunggu sampai bayi membuka lebar mulutnya
  9. Secepatnya dekatkan bayi ke payudara dengan cara menekan punggung dan bahu bayi. ingat! jangan kepala bayi
  10. Arahkan puting susu ke atas, lalau masukan ke mulut bayi dengan cara menyusuri langit-langit
  11. Perhatikan! bibir bawah bayi memutar keluar. areola bagian bawah lebih sedikit terlihat dari pada bagian atas. dagu bayi menempel pada payudara. putting susu terlipat di bawah bibir atas bayi

Tanda-tanda posisi perlekatan yang benar :
  1. Tubuh bayi bagian depan menempel pada badan ibu
  2. Dagu bayi menempel pada payudara
  3. Dada bayi menempel pada dada ibu dibawah dasar payudara
  4. Telinga berada pada satu garis dengan leher dan lengan
  5. Mulut bayi terbuka lebar dengan bibir bawah terbuka
  6. Sebagian besar areola tidak Nampak
  7. Bayi menghisap dalam dan perlahan
  8. Bayi puas dan tenang pada akhir menyusui
  9. Terkadang terdengan suara menelan

Tanda-tanda posisi perlekatan yang salah :
  1. Tubuh bayi jauh dari tubuh ibu
  2. Mulut tidak terbuka lebar, tetapi “monyong/mecucu”
  3. Lebih banyak terlihat areola, terutama dibagian bawah
  4. Dagu tidak menempel payudara
  5. Bibir tidak terputar keluar
  6. Bayi menghisap cepat dan sedikit
  7. Bayi gelisah dan menolak menyusu
  8. Ibu merasa nyeri


7. CARA BAYI MENGELUARKAN ASI DI PERAH OLEH LIDAH

  1. Perhatikan lidah bayi saat bayi mengeluarkan ASI
  2. Panah penunjuk gerakan gelombang lidah bayi dari depan ke belakang, menekan “DOT” jaringan payudara keatas kearah langit-langit
  3. Gerakan ini akan mengeluarkan/memerah ASI dari gudang ASI, masuk ke mulut bayi, kemudian ditelan
  4. Jadi, bayi tidak mengeluarkan ASI dari payudara seperti menghisap minuman dengan sedotan
  5. Namun, memakai tekanan negative untuk membentuk dot dari jaringan payudara , gerakan lidah memerah asi dari gudang ke mulut bayi
  6. Isapan efektif jika bayi melekat dengan benar sehingga mudah mengeluarkan asi

8. TANDA-TANDA BAYI LAPAR
  • Ada beberapa tanda-tanda bayi saat mulai lapar, diantaranya :
  1. Membuka mulut dan menjilat atau memasukkan tangannya
  2. Membuka mulut jika bibirnya disentuh
  3. Menunjukkan gerakan-gerakan menghisap dengan mulut dan lidahnya
  4. Memutarkan kepalanya kearah payudara
  5. Melakukan gerakan-gerakan halus dan mengeluarkan suara
  6. Gejala akhir menangis
  7. Kadang-kadang ibu merasakan payudaranya penuh

9. TATA LAKSANA MENYUSUI
  • Cara terbaik dalam mempersiapkan pemberian ASI adalah keadaan kejiwaan ibu yang sedapat mungkin tenang dan tidak mengahadapi banyak permasalahan.
  • Tahap-tahap tata laksana menyusui dapat disusun sebagai berikut :
  1. Keluarkan ASI sedikit untuk membersihkan putting susu sebelum menyusui
  2. Pegang payudara dengan c hold atau scissor hold dibelakang areola
  3. Hidung bayi dan putting susu ibu berhadapan
  4. Sentuh pipi/bibir bayi untuk merangsang rooting reflex
  5. Tunggu mulut sampai terbuka lebar, lidah menjulur
  6. Dekatkan bayike ibu dan arahkan putting susu keatas menyusuri langit-langit mulut bayi

10. TANDA BAYI CUKUP ASI
  • Ada beberapa tanda yang memperlihatkan bahwa bayi itu sudah kenyang. diantaranya :
  1. Bayi tampak tenang
  2. Buang air kecil (BAK) 5-6 kali/hari
  3. Buang air besar (BAB) 2x atau lebih/hari
  4. BB naik dalam 2 mgg pertama (100-200gr/mgg)
  5. Mengakhiri menyusu sendiri
  6. Bayi relaks dan puas setelah minum
  7. Putting susu ibu tidak nyeri
  8. Bayi tampak menghisap kuat dengan irama perlahan

  • Makanan parenteral adalah cairan yang diberikan pada bayi sebelum “ASI keluar”. bahaya pemberian makanan ini :
  1. Menggantikan kolostrum: resiko lebih tinggi terkena infeksi, resiko lebih tinggi terkena alergi dan intoleransi
  2. Mengganggu proses menyusui: bayi kenyang, bingung putting-kesukaran pelekatan, bayi lebih sedikit menyusu, lebih sukar untuk memantapkan menyusui

11. IBU BEKERJA DAN ASI EKSKLUSIF
  • Ada beberapa solusi jika ibu adalah seorang wanita karir.
  1. Bayi dibawa sambil bekerja
  2. Bayi dibawa ketempat kerja
  3. Waktu ibu bekerja diberi ASI perah
Cara-cara memerah ASI :

a. Manual (dengan tangan/jari)
  • Letakkan ibu jari ditepi atas kalang susu (jam 12)
  • Letakkan jari telunjuk ditepi bawah kalung susu (jam 6) dan ketiga jari lainnya menyangga payudara
  • Dengan kedua jari, tekan jaringan payudara kearah dinding rongga dada
  • Dengan gerakan ke depan, pijat kalang susu kearah depan sehingga memerah ASI dalam gudang susu
  • Putar posisi ibu jari dan telunjuk, misalnya kearah jam 9 dan jam 3, ulangi tahap 3-4
  • Lakukan hal yang sama pada setiap posisi

b. Teknik dr.Marmet
  • Kunci keberhasilan memerah ASI Marmet adalah memadukan pemijatan payudaran (yang bertujuan meningkatkan pengeluaran ASI refleks oksitosin) dan memerah ASI.
  • Pemijatan payudara :
1). Massage (pijat payudara)
  • Pijat sel-sel pembuat ASI dan saluran ASI
  • Mulai dari pangkal payudara. tekan 2-4 jari kedinding dada. buat gerakan melingkar pada satu titik area di payudara
  • Setelah beberapa detik, pindah kearea lain dari payudara. dapat mengikuti gerakan spiral mengelilingi payudara kearah putting susu atau gerakan lurus dari pangkal payudaara keputing susu
  • Lakukan selama 5-7 menit
2). Strok (mengurut payudara)
  • Urut payudara daari pangkal payudara sampai putting susu dengan jari-jari atau tepi telapak tangan
  • Lanjutkan mengurut dari dinding dada kearah payudara (lakukan diseluruh bagian payudara)
  • Cara ini akan membuat ibu rileks dan merangsang pengaliran ASI (hormone oksitosin)
  • Lakukan selama 3-5 menit
3). Shake (goyang payudara)
  • Dengan posisi condong kedepan, goyangkan payudara dengan lembut, biarkan gaya tarik bumi meningkatkan stimulasi pengaliran
  • Lakukan selama 2-3 menit

c. Dengan pompa
1). Tipe squeeze-bulb (terompet), tidak dianjurkan karena:
  • Tidak dapat mensterilkan bagian bola karetnya
  • Tekanan negative yang dihasilkannya sukar dikontrol
2). Tipe silindris atau piston :
  • Semua bagian dapat disterilkan
  • Tekanan negate yang dihasilkannya dapatlebih diatur
3). Pompa listrik :

Petunjuk pemakaian pompa listrik
  1. Cuci bersih kedua tangan
  2. Bersihkan payudara dengan kain yang lembab. jangan gunakan sabuna atau alcohol
  3. Duduk dengan nyaman dan santai. jika perlu gunakan pijakan kaki
  4. Pijat payudara sebelum memompa
  5. Keluarkan dengan tangan beberapa tetes ASI yang menetes pertama, kemudoan buang (untuk meminimalkan jumlah bakteri yang dapat mencemari ASI)
  6. Pegang breastshield (corong pompa susu) antara telunjuk dan jari tengah serta tekan dengan lembut tetapi kuat diatas putting. sementara itu sangga payudara sedikit dengan tangan yang sama
  7. Nyalakan pompa susu dan mulailah dengantingkat isapan minimum
  8. Coba dengan tingkat isapan yang berbeda-beda. pilih tingkat isapan yang bekerja terbaik dan nyaman

Membersihkan/mensterilkan:
  1. Lepaskan selang dari breastshield dan pisahkan botol dari breastshield
  2. Lepaskan valve dari breastshield dan membrane dari valve
  3. Masukkan bagian-bagian yang telah dilepas (tidak termasuk mesinnya) kedalam sterilizer, dishwasher, atau rebus di dalam air mendidih (3 menit) atau autoklaf (134°C, 3 menit atau 125°C, 15-20 menit)

d. Alat bantu menyusui/supply line/lactation aid
  • Petunjuk pemakaian alat bantu
  1. Pilih ukuran sekang yang sesuai
  2. Pasang valve (termasuk selangnya) pada valve holder. jangan menarik selang
  3. Masukkan selang melalui cincin penjepit dan tekan valve holder hingga berbunyi klik
  4. Isi botol penampung dengan ASI
  5. Pasangkan cincin penjepit pada botol, lalu jepit kedua selang pada cincin penjepit untuk mencegah ASI mengalir pada saat memasang SNS dileher
  6. Kalungkan SNS dan atur ketinggiannya sehingga bahu botol sejajar dengan putting
  7. Tempelkan masing-masing selang pada kedua payudara dengan melebihkan 55 mm ujungnya diatas putting. lalu lekatkan dengan plester
  8. Posisikan bayi pada payudara, lalu buka selang yang berhubungan dengan payudara yang akan disusukan. gelitik bibir bawah bayi dengan putting dan tunggu sampai mulut bayi terbuka lebar. posisikan selang dibawah bibir atas bayi (ditengah-tengah bibir atas, bukan disudut mulut bayi)
  9. Jika menemui kesulitan, tidak perlu cemas karena memang membutuhkan sedikit latihan. lepaskan bayi dari payudara dam mulailah lagi
  10. Pada awal menghisap, tekan botol dengan lembut agar selang terisi dengan ASI sehingga bayi tidak menelan udara

  • Membersihkan dan melestarikan selang :
  1. Setelah digunakan, isi botoldengan air hangat dengan sedikit sabun, tekan botol agar air mengalir melalui selang sampai bersih
  2. Isi botol dengan air dingin matang, lalu tekan agar air melalui selang. lakukan hingga selang benar-benar bersih dan tidak mengandung sabun
  3. Buang tetes-tetes air yang yang melekat diselang dengan cara tekan botol yang telah kosong berkali-kali

4. Menabung ASI perah
  • ASI perah tahan :
  1. 6-8 jam diudara luar
  2. 24 jamdalam termos es
  3. 2x24 jam dalam lemari es
  4. 2 minggu di freezer, 3 bulan di freezer lemari es dua pintu
  • Penyimpanan ASI perah.
  • ASI adalah cairan hidup, selain makanan, ASI pun mengandung zat anti infeksi. antiineksi yang terkandung didalam ASI membantu ASI tetap segar dalam waktu yang lebih lama karena akan menghambat pertumbuhan bakteri jahat dalam ASI perah yang disimpan. tempat penyimpanan ASI perah yang dianjurkan dalam botol gelas atau botol plastic keras, volume sekitar 80-100 cc. sebelum dimasukkan kedalam freezer, ASI perah segar didinginkan terlebih dahulu selama 30 menit dalam lemari es tempat buah. tulis jam, tanggal, dan hari saat diperah. setelah dicairkan, ASI jangan dimasukkan lagi kedalam lemari es. usakan bayi mendapatkan ASI perah (ASPER) yang tidak dibekukan, karena ASI yang sudah beku akan kehilangan sebagian antiinfeksinya.

12. CARA MEMBERIKAN ASI PERAH DENGAN GELAS/SENDOK
  1. Pangku bayi dengan posisi setengan duduk dipangkuan ibu
  2. Tempelkan tepi cangkir/sendok kecil berisi ASPER pada bibir bawah bayi sehingga ASI menyentuh bibir bayi. bayi akan minim dengan dorongan lidahnya
  3. Jangan menuangkan ASI kedalam mulut bayi. pegang saja cengkir/sendok diatas bibir bayi dan biarkan bayi meminumnya sendiri
  4. Jika bayi merasa cukup kenyang, ia akan menutup mulutnya dan tidak akan minum lagi

  • ASI perah sebaiknya :
  1. Diberikan dengan gelas atau sendok
  2. Tidak diberikan dengan dot

13. BAHAYA PEMBERIAN SUSU FORMULA UNTUK BAYI
  • Ada beberapa bahaya yang akan timbul jika bayi diberi susu formula sebelum waktunya. diantaranya :
  1. Mudah muntah - mencret dan mencret menahun (Dewey 1995, Beaudry 1995,Kramer 2001)
  2. Meningkatkan kemungkinan terkena penyakit gangguan pernafasan akut ( Bachrach 2003, Broor S 2001)
  3. Kurang gizi dan kurang vitamin A
  4. Meningkatkan angka kematian ( Chen 2004,Arifeen 2001)
  5. Menurunkan perkembangan kecerdasan ( kognitif) (Smith 2003, Rao 2002, Richard 2002)
  6. Meningkatkan kegemukan (Frye 2003,Amstrong 2002,Von Kries 1999)
  7. Meningkatkan kemungkinan penyakit menahun seperti penyakit usus besar ( Davis 2001, Ivarsson 2002)
  8. Lebih mudah alergi dan tidak cocok susu formula (Soarinen 1995, Wright 1995,Kerkhof 2003)
  9. Meningkatkan kemungkinan terkena asma (Dell 2001, Oddy 2002, Oddy 2003)
  10. Meningkatkan penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (P Smith 2004,Lucas 2004,Owen 2002,Singhal 2001)
  11. Meningkatkan kemungkinan Infeksi Telinga (Duncan 1993, Duffi 1997)
  12. Meningkatkan terkena Infeksi E. Sakazakii dari bubuk susu yang tercemar (Weir E 2002,Van Acker 2001)
  13. Meningkatkan kemungkinan kanker leukemia dan kanker getah bening pada anak (Dundaroz 2002, UK Childhood Cancer Investigator 2001, Benner 2001)
  14. Meningkatkan kemungkinan kencing manis (Sadauskaite-Kuehne 2004, Monetini 2002,Young 2002)
  15. Meningkatkan resiko kekurangan zat-zat gizi . Mis : kekurangan vit B1 (thiamine) pada bayi dg susu kedelai (Fattal- Valevski Pediatric 2005)
  16. Meningkatkan resiko affek samping pencemaran lingkungan (Boersma E R 2000)

14. KEUNTUNGAN DALAM PEMBERIAN ASI (MENYUSUI)

1. Keuntungan menyusui bagi bayi
  1. Nutrisi
  2. Mengandung zat protektif
  3. Efek psikologis
  4. Pertumbuhan pada anak baik
  5. Mengurangi karies gigi pada bayi
2. Keuntungan menyusui bagi ibu
  1. Mengurangi Perdarahan pasca melahirkan (Postpartum Hemorrhage).
  2. Mengurangi Kurang Darah karena kurang kadar zat besi (Anemia Fe Deficiency)
  3. Mengurangi Kanker Payudara (Ca Mamma)& Kanker Indung Telur (Ca Ovarium)
  4. Mengurangi Keropos Tulang dan diabetes
  5. Metoda KB paling aman, LAM
  6. Ekonomis & Menghemat waktu
  7. Berat Badan & Rahim (Uterus) lebih cepat kembali normal
  8. Tidak repot ,Portable, Membahagiakan orang tua
3. Keuntungan menyusui bagi keluarga
  1. Ekonomi
  2. Psikologi
  3. Kemudahan

15. MASALAH DALAM PEMBERIAN ASI
  • Ada beberapa masalah yang timbul dalam pemberian ASI kepada bayi :
1. Putting susu lecet
  • Penyebabnya :
  1. Kesalahan dalam teknik menyusui
  2. Akibat dari pemakaian sabun, alkohol, krim, dll untuk mencuci putting susu
  3. Bayi yang mempunyai frenulum lingue
  4. Rasa nyeri yang timbul jika ibu menghentikan menyusui dan kurang hati-hati.
2. Payudara bengkak penyebabnya :
  • ASI tidak disusui secara adekuat sehingga sisa ASI terkumpul pada system duktus yang mengakibatkan terjadinya pembengkakan. Biasanya hal ini terjadi pada hari ke tiga dan keempat sesudah melahirkan.
3. Saluran susu tersumbat (Obstructive duct) 
  • Penyebabnya :
  1. Tekanan jari ibu pada waktu menyusui
  2. Pemakaian BH yang terlalu ketat
  3. Komplikasi payudara bengkak, yaitu susu yang terkumpul segera dikeluarkan sehingga menimbulkan sumbatan.
4. Mastitis
  • Yang disebabkan oleh :
  1. Payudara bengkak yang tidak disusu secara adekuat
  2. Putting lecet yang memudahkan masuknya kuman dan terjadi payudara bengkak
  3. BH yang terlalu ketat
  4. Ibu yang diit jelek,kurang istirahat dan anemi.

5. Abses Payudara
  • Merupakan kelanjutan dari mastitis, yang karena meluasnya peradangan payudara, di mana payudara tampak merah mengkilap dan terdapat nanah sehingga perlu insisi untuk mengeluarkannya.
6.Kelainan anatomis pada putting susu.
Jika putting susu tenggelam/datar, dapat diatasi dengan melakukan perawatan payudara.
Jika masih tidak dapat diatasi maka untuk mengeluarkan ASI, dilakukan dengan tangan/pompa dan diberikan dengan menggunakan sendok/pipet.

16. PERAWATAN PAYUDARA
  • Pelaksanaan perawatan payudara dimulai sedini mungkin, yaitu 1-2 hari setelah bayi dilahirkan dan dilakukan 2 kali sehari.
Langkah-langkah :
  1. Cuci tangan di Kran atau air mengalir sebelum melakukan tindakan dan keringkan
  2. Kompres kedua puting susu dengan kapas yang telah dibasahi minyak (baby oil/minyak kelapa) selama 5 menit agar kotoran yangada diputing dan sekitarnya mudah terangkat
  3. Lakukan sesuai bentuk puting susu tiap ibu : (a) Jika puting susu normal, lakukan perawatan berikut;oleskan minyak pada ibu jari telunjuk, lalu letakkan pada kedua puting susu, lakukan gerakan memutar kearah dalam sebanyak 30 x putaran untuk kedua puting susu. Gerakan ini untuk meningkatkan elastisitas otot putting susu. (b). Jika puting susu datar atau masuk kedalam,lakukan tahap berikut : a.Letakkan kedua ibu jari disebelah kiri dan kanan putting susu, kemudian tekan dan hentakkan ke arah luar menjauhi puting susu secara perlahan. b. Letakkan kedua ibu jari diatas dan dibawah puting susu, lalu tekan serta hentakkan ke arah luar menjauhi puting susu secara perlahan.
  4. Licinkan kedua telapak tangan dengan minyak.
  5. Kedua telapak tangan diletakkan diantara kedua payudara
  6. Lakukan pengurutan, dimulai kearah atas, lalu telapak tangan kiri kearah sisi kiri dan telapak tangan kanan kearah sisi kanan.
  7. Lakukan terus pengurutan kesamping kebawah, selanjutnya pengurutan melintang, telapak tangan mengurut kedepan lalu kedua tangan dilepas dari payudara. Gerakan no.6 s/d no.7 dilakukan 20-30 kali
  8. Sokong payudara kiri dengan tangan kiri, kemudian 3 jari tangan kanan membuat gerakan memutar sambil menekan mulai dari pangkal payudara dan berakhir pada puting susu. Lakukan tahap yang sama pada payudara kanan. Lakukan 2 kali gerakan pada setiap payudara.
  9. Sokong payudara dengan satu tangan, sedangkan tangan lain mengurut payudara dengan sisi kelingking dari arah tepi kearah puting susu. Gerakan ini dilakukan 30 kali untuk setiap payudara
  10. Lakukan tahap pengompresan, yang sebelumnya sudah disiapkan baskom kecil yang masing-masing di isi dengan air hangat dan air dingin serta 2 buah waslap/sapu tangan dari bahan handuk. Selanjutnya kompres kedua payudara dengan waslap hangat selama 2 menit, lalu ganti dengan waslap dingin selama 1 menit, kompres bergantian selama 3 kali berturut-turut dan akhiri dengan kompres air hangat.
  11. Bereskan semua alat-alat dan cuci alat-alat yang telah digunakan
  12. Cuci tangan di Kran atau air mengalir setelah melakukan tindakan dan keringkan

DAFTAR PUSTAKA
  1. Soysa, Priyani et.al. 1983. Menyusui dan Kesehatan. Unicef untuk Indonesia. Jakrta
  2. Prawirohardjo Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan. PT bina pustaka sarwono prawirohardjo. Jakarta
  3. V Livingstone. The Art of Successful Breastfeeding VHS. Vancouver, BC, Canada: New Vision Media Ltd..
  4. Program Manajemen Laktasi, 2004. Buku Bacaan Manajemen Laktasi. Jakarta. (hlm:3-5)
  5. Roesli, U., 2005. Panduan Praktis Menyusui. Jakarta: Puspaswara. (hlm: 10-17)
  6. Arianto, 2004. Anatomi Payudara dan Fisiologi Payudara. Diunduh Ahad, 6 September 2009; pukul 10:55 WIB sobatbaru.blogspot.com/2009/02/anatomi-payudara-dan-fisiologi-laktasi.html
  7. Botefilia.com/index.php/archives/2009/01/10/asi-laktasi/ diunduh Ahad, 6 September 2009; pukul 10:50 WIB.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar