PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Senin, 05 Desember 2011

KONSEP PROMOSI KESEHATAN

Dr. Suparyanto, M.Kes

KONSEP PROMOSI KESEHATAN

Posting ke 500

PENGERTIAN
  1. Promosi Kesehatan merupakan bagian dari pencegahan penyakit
  2. Promkes dapat diartikan upaya untuk mencegah penyakit
  3. Promkes adalah upaya memasarkan pesan2 kesehatan agar masyarakat merubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat
  4. Promkes dapat sebagai Health promotion dan Health Education

TINGKAT PENCEGAHAN PENYAKIT
  1. Health Promotion
  2. Specific Protection
  3. Early Diagnosis and Prompt Treatment
  4. Disability Limitation
  5. Rehabilitation

PERUBAHAN PERILAKU
  • Menurut WHO: pengetahuan kesehatan masyarakat sudah tinggi, tetapi perubahan perilaku kesehatan masih sedikit
  • Contoh: masyarakat sudah tahu PSN-3M 80%, tetapi yang melaksanakan baru 35 %
  • Pendidikan kesehatan belum memampukan (ability) masyarakat, tetapi baru memaukan (willingness) masyarakat
  • Pendidikan kesehatan yang telah dijalankan pada era tahun 1990, direvitalisasi dengan istilah Promosi Kesehatan pada tahun 1984
  • Pendidikan kesehatan dengan tujuan merubah perilaku
  • Promosi kesehatan tidak hanya merubah perilaku tetapi juga merubah lingkungan yang memfasilitasinya

DEFINISI PROMKES
  • Promosi Kesehatan menurut Lawrence Green (1984): segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik dan organisasi, yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang kondosif bagi kesehatan

  • Menurut Piagam Ottawa (Ottawa Charter: 1986): Health promotin is the process of enabling people to increase control over, and improve their health

KESEHATAN MASYARAKAT
  • Dipengaruhi 2 faktor: perilaku dan non perilaku (fisik, sosial budaya, ekonomi, politik)
  • Upaya perubahan fisik: penyediaan air bersih, jamban sehat, rumah sehat, sarkes bermutu
  • Upaya perubahan perilaku:
  1. Pendidikan: upaya merubah perilaku secara persuasif
  2. Paksaan: upaya merubah perilaku secara paksa

FAKTOR PERILAKU
  • Menurut Lawrence Green: perilaku dipengaruhi:
  1. Faktor Predisposisi: faktor yang ada dalam diri seseorang: pengetahuan, sikap, kepercayaan, dilakukan dengan penyuluhan kesehatan
  2. Faktor pemungkin (enabling factor): fasitas (sarana dan prasarana) yang mendukung perilaku: sarana kesehatan, tenaga medis, bidan, Puskesmas, Posyandu, Kader, RS, dilakuakan dengan pemberdayaan masyarakat
  3. Faktor Penguat (reinforcing factors): adanya contoh atau teladan atau seruan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pejabat, dilakuakan dengan advokasi

VISI DAN MISI
  • Visi Promkes: Masyarakat mau dan mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka
  • Misi Promkes:
  1. Advokat (advocate): mempengaruhi
  2. Menjembatani (mediate)
  3. Memampukan (enable)

STRATEGI PROMKES
  1. Advokasi (advocacy)
  2. Dukungan sosial (social support)
  3. Pemberdayaan masyarakat (empowerment)

Menurut Piagam Ottawa:
  1. Kebijakan berwawasan kesehatan (Healthy Public Policy)
  2. Lingkungan yang mendukung (Supportive Environment)
  3. Reorientasi Pelayanan kesehatan (Reorient Health Services)
  4. Ketrampilan Individu (Personal Skill)
  5. Gerakan Masyarakat (Community Action)

RUANG LINGKUP PROMKES
  • Sebagai ilmu:
  1. Ilmu Perilaku: psikologi, antropologi, sosiologi
  2. Ilmu intervensi perilaku: pendidikan, komunikasi, manajemen, kepemimpinan

  • Berdasar aspek pelayanan kesehatan:
  1. Promkes tingkat promotif
  2. Promkes tingkat preventif
  3. Promkes tingkat kuratif
  4. Promkes tingkat rehabilitatif

  • Berdasar tempat pelaksanaan (tatanan):
  1. Promkes tatanan keluarga
  2. Promkes tatanan sekolah
  3. Promkes tatanan tempat kerja
  4. Promkes tatanan tempat2 umum
  5. Promkes tatanan institusi pelayanan kesehatan

METODE DAN TEKNIK PROMKES
  1. Metode Promkes individu konseling
  2. Metode Promkes kelompok: brain storming, snow ball, role paly, simulation game, flip chart, alat peraga, slide
  3. Metode Promkes massal: ceramah umum, sandiwara, talk show, dialog interaktif, media cetak, media elektronik, komik, billbord, umbul2, spanduk, banduk, baliho

REFERENSI
  1. Notoatmodjo, 2005, Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi, Jakarta, Rineka Cipta
  2. Green, Lawrence, Health Education: A Diagnosis Approach, The John Hopkins University, Mayfield Publishing Co, 1980
  3. WHO, Health Promotion in Developing Countries, Devision of Health Education and Promotion, Genewa, 1989



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar