PERINGATAN

Dilarang meng-copy materi dari blog ini, tanpa mencantumkan nama penulis dan alamat web (URL). Terima Kasih

Sabtu, 03 Juli 2010

KONSEP DASAR ASI (AIR SUSU IBU)

Dr. Suparyanto, M.Kes

KONSEP DASAR ASI(AIR SUSU IBU)

Pengertian
  • ASI adalah makanan pertama, utama dan terbaik bagi bayi yang bersifat alamiah, dan mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi (Prasetyo, 2008)

Pembagian ASI menurut stadium laktasi yaitu :
Kolostrum
  • Merupakan cairan kental dengan warna kekuning-kuningan yang petama kali disekresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama sampai hari ke 3 – 4
  • Merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan mekanium dari usus bayi bagi makanan yang akan datang
  • Lebih banyak mengandung anti body disbanding dengan ASI matur, yang dapat memberikan perlindungan bagi bayi sampai umur 6 bulan
  • Mengandung protein, vitamin, mineral yang tinggi dan mengandung karbohidrat serat lemak dalam kadar yang rendah bila disbandingkan dengan ASI matur sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran
  • Bila dipanaskan akan menggumpal

ASI transisi/peralihan
  • Mempunyai ASI perlaihan dari kolostrum sampai menjadi ASI matur
  • Disekresi dari hari ke-4 sampai ke-10, tetapi ada pula pendapat yang mengatakan bahwa ASI matur bayu terjadi pada minggu ke-3 sampai minggu ke-5
  • Kadar protein makin rendah sedangkan kadar karbohidrat dan lemak makin tinggi
  • Volume juga akan makin meningkat

ASI matur
  • Merupakan ASI yang disekresi pada hari ke-10 kompesisi relative konstan (ada pula yang menyatakan bahwa komposisi ASI relative konstan baru mulai minggu ke 3 – 5
  • Merupakan makanan satu-satunya yang paling baik dan cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan
  • Merupakan cairan yang berwarna putih kekuning-kuningan yang diakibatkan warna dari garam ca-caseinat, riboflavesi dan karaten yang terdapat didalamnya
  • Tidak menggumpal jika dipanaskan
  • Terdapat antomikrobial factor

Manfaat ASI
Manfaat ASI untuk bayi

  • Komposisi sesuai dengan kebutuhan bayi
  • Lemak
  • Merupakan sumber kalori pertma dalam ASI ( + 50 ) walaupun kadar lemak dalam ASI tinggi ( 3,5 – 4,5%) tetapi mudah disertap oleh bayi karena triglisenda dalma ASI lebih dulu pecah menjadi lemak dan gliresol oleh enzim lipase yang terdapat dalam ASI, kolesterol ASI lebih tinggi dari pada ASI yang diperkirakan berfungsi dalam pembentukan enzim untuk metabolisme kolesterol, yang akan mengendalikan kadar kolesterol dikelak kemudian hari (mencegah anteriosklarosis pada usia muda) selain itu juga mengandung asam lemak esensial yang asam linoleat (omega 6) dan asam linoleat (omega 3) yang merupakan procerfer (pembentuk) decasahexanoic acid (DHA) dan archidonic acid (AA) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak optimal

Karbohidrat
  • Karbohidrat utama dalam ASI adalah lactose, aktose mudah diurai menjadi glukosa dan galaktosa dengan bantuan enzim lactose yang sudah ada dalam mukosa sel, pencernaan sejak lahir, lactose mempunyai manfaat lain yaitu mempertinggi absorbsi kalsium dan merangsang pertumbuhan laktobasilun bifidus

Protein
  • ASI mengandung protein lebih rendah dari air susu sapi (ASS) tetapi protein ASI ini mempunyai nilai nutrisi yang lebih tinggi 9lebih mudah dicerna)

Vitamin
  • ASI mengandung vitamin A, B, C, D (terutama terdapat di colostrom) dan vitamin K yang berfungsi sebagai kataliafus pada proses pembekuan darah

Garam dan Mineral
  • Kadar garam dan mineral ASi lebih rendah disbanding susu sapi, tetapi cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan, kadar Fe dan Ce paling stabil tidak dipengaruhi oleh diit ibu

Mengandung zat protektif

Lactobacillus Bifidus
  • Lactobacillus bifidus berfungsi mengubah lakrosa menjadi asam laktat dan asam asetat, kedua asam ini menjadi saluran pencernaan bersifat asam sehingga menghambat pertumbuhan mikro organisme, ASI mengandung zat faktor pertumbuhan lactobacillus bifidus susu sapi tidak mengandung faktor ini

Lactoferin
  • Lactoferin adalah protein yang berkaitan dengan zat besi, dengan mengikat zat besi, maka laktoferin bermanfaat menghambat pertumbuhan kuman tertentu, yaitu staphylococcus, E. coli dan entaomega hystolytica yang juga memerlukan zat besi untuk pertumbuhannya, selin menghambat pertumbuhan bakteri tersebut, lactoferin dapat pada pula menghambat pertumbuhan jamur landida

Lisozim
  • Lisozim adalah enzim yang dapat memecah dinding bakteri (bakterisidal) dan anti inflamasi, bekerja bersama peroksida dan askorbat untuk menyerang bakteri E. coli dan sebagian keluarga salmonella, keaktifan lisozim ASI beberapa ribu kali lebih tinggi disbanding susu sapi, keunikan lisozim lainnya adalah bila faktor protektif lain menurun kadarnya sesuai tahap lanjut ASI, maka lisosim justru meningkat pada 6 bulan pertama setelah kelahiran. Hal ini merupakan keuntungan karena setelah 6 bulan bayi mulai mendapatkan makanan padat dan lisozim merupakan faktor protektif terhadap kemungkinan serangan bakteri pathogen dan penyakit diare pada periode ini

Komplek C3 dan C4
  • Kedua kompenen ini, walaupun kadar dalam ASI rendah, mempunyai daya opsonik, anafilak toksik, dan kemotaktik, yang bekerja bila diaktifkan oleh Ig A dan Ig E yang juga terdapat dalam ASI

Faktor Antistreptokokus
  • Dalam ASI terdapat faktor antistreptokokus yang melindungi bayi terhadap infeksi kuman streptokokus

Anti Body
  • Secara elektrogoretik, kramatografik dan radio immunoassay terbutik bahwa ASI terutama kolostrum mengandung immunoglobulin, yaitu Ig A sekretotik ( SIg A) Ig E, Ig M dan Ig G, dari semula imunoglobulen, adalah SIg A. antibody dalam ASI dapat bertahan dalam saluran pencernaan bayi karena tahan terhadap asam dan enzim proteolitik saluran pencernaan dan membuat lapisan dalam mukosanya sehinga mencegah bakteri pathogen dan enterovirus masuk kedalam mukosa usus.

Imunitas Seluler
  • ASI mengandung sel-sel sebagian besar (90%) sel tersebut berupa makrofag yang berfungsi membunuh dan memfogositosis mikroorganisme, membentuk C3 dan C4 lisozim dan laktoferin.
  • Konsentrasi faktor anti infeksi tinggi dalam kolostrum, kadar SIgA, laktoferin, lisozim, dan sel seperti makrofag, neutrofil, dan limfosit lebih tinggi pada ASI premature dibanding ASI matur, perbedaan status gizi pada ibu tidak mempunyai konsentrasi faktor anti infeksi dalam ASI

Tidak menimbulkan Alergi
  • Pada bayi baru lahir system Ig E belum sempurna, pemberian susu formula akan merangsang aktifitas system ini dan dapat menimbulkan alergi ASI tidak menimbulkan efek ini. Pemberian protein Asing yang ditunda sampai usia 6 bulan akan mengurangi kemungkinan alergi lain.

Mempunyai efek psikologis yang menguntungkan
  • Waktu menyusui kulit bayi akan menempel pada kulit ibu, kontak kulit yang dini ini akan sangat besar pengaruhnya pada perkembangan bayi kelak. Walaupun seorang ibu dapat memberikan kasih sayang dengan memberikan susu formula, tetapi menyusui sendiri akan memberi efek psikologis yang besar.

Mempunyai pertumbuhan yang baik
  • Bayi yang mendapat ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik setelah lahir, pertumbuhan setelah periode perinatal yang baik, dan mengurangi kemungkinan obesitas, ibu-ibu yang diberi penyuluhan tentang ASI dan Laktasi, turunnya berat badan bayi (pada minggu pertama kelahiran) tidak sebanyak ibu-ibu yang tidak diberi penyuluhan.

Mengurangi kejadian kariesdentis dan maloklusi
  • Insiden kariesdentis pada bayi yang mendapat susu formula jauh lebih tinggi dibanding yang mendapat ASI, karena kebiasaan yang menyusui dengan botol dan dot terutama pada waktu akan tidur menyebabkan gigi lebih lama tumbuh.Kontak dengan sisa susu formula. Sisa tersebut akan berubah menjadi asam yang merusak gigi. Selain itu kadar selenium yang tinggi dalam ASI akan mencegah karies dentis. Telah dibuktikan bahwa salah satu penyebab maloklusi rahang adalah kebiasaan lidah yang mendorong akibat menyusu dengan botol dan dot.

Mengurangi resiko terjadinya penyakit kronik
  • Seperti kencing manis yang bergantung pada insulin dan keganasan.
  • Selain bayi yang diberi Asi lebih jarang menderita diabetes mellitus (insulin-dependen diabeters mellitus-ADDM) atau kencing manis pada usia muda dan penelitian diketahui ASI juga dapat mencegah timbulnya kanker darah pada masa kanak-kanak seperti lomforma dan leokimia.

MANFAAT ASI UNTUK IBU

Mencegah perdarahan pasca persalinan
  • Perangsang pada payudara ibu oleh isapan bayi akan diteruskan ke otak dan kekelenjar hipofisis yang akan merangsang terbentuknya hormone oksitosin.oksitosin membantu mengkontraksikan kandungan dan mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan

Mempercepat pengecilan kandungan
  • Sewaktu menyusui terasa perut ibu mulas yang menandakan kandungan berkontraksi dan dengan demikian pengecilan kandungan terjadi lebih cepat.

Mengurangi anemia
  • Menyusui ekslusif akan menunda masa subur yang artinya menunda haid. Penundaan haid dan berkurangnya perdarahan pasca persalinan akan mengurangi angka kejadian anemia kekurangan besi.

Dapat digunakan sebagai metode KB sementara
  • Menyusui secara ekslusif dapat menjalankan kehamilan. Ditemukan rerata jarak kelahiran ibu yang menyusui adalah 24 bulan sedangkan yang tidak menyusui 11 bulan.hormon yang mempertahankan laktasi bekerja menekan hormone untuk ovulasi,sehingga dapat menunda kembalinya kesuburan. Ibu yang sering hamil selain menjadi beban bagi ibu, juga merupakan resiko tersendiri bagi ibu untuk mendapatkan penyakit seperti anemia,serta resiko kesakitan dan kematian akibat persalinan
  • ASI dapat digunakan sebagai metode KB sementara dengan syarat :
  • Bayi berusia belum 6 bulan
  • Ibu belum haid kembali
  • Asi diberikan secara ekslusif

Mengurangi resiko kanker indung telur dan kanker payudara
  • Hamil, melahirkan dan menyusui itu adalah satu kesatuan.selama hamil tbuh ibu sudah mempersiapkan diri untuk menyusui. Bila ibu tidak menyusui akan terjadi gangguan yang meningkatkan resiko terjadinya kanker indung telur dan kanker payudara. Kejadian kanker payudara dan kanker indung telur pada ibu yang menyusui lebih rendah dibanding yang tidak menyusui.

Memberikan rasa dibutuhkan
  • Manusia itu adalah makhluk social. Dengan menyusui ibu akan merasa bangga dan diperlukan,rasa yang dibutuhkan oleh manusia

Mempercepat kembalinya keberat semula
  • Selama hamil ibu menimbun lemak dibawah kulit.lemak ini akan terpakai untuk membentuk asi sehingga bila ibu tadak menyusui lemak tersebut akan tetap tertimbun dalam tubuh

MANFAAT ASI DALAM KELUARGA

Mudah pemberianya
  • Menyusui sangat praktis karena dapat diberikan dimana saja dan kapan saja. Keluarga tidak perlu repot menyiapkan air masak,botol,dan dot yang selalu harus dibersihkan.tidak perlu meminta pertolongan orang lain.

Menghemat biaya
  • ASI tidak perlu dibeli,sehingga dana yang digunakan untuk membeli susu formula dapat digunakan untuk keperluan lain.selain itu,penghematan juga disebabkan bayi yang mendapat asi lebih jarang sakit sehingga mengurangi biaya berobat.

Mencepat keluarga kecil bahagia dan sejahtera
  • Kebahagiaan keluarga bertambah karena kelahiran lebih jarang,sehingga suasana kejiwaan ibu baik dan dapat mendekatkan hubungan bayi dan keluarga



MANFAAT ASI UNTUK NEGARA

Menurunkan angka kesakitan dan kematian anak
  • Adanya faktor protektif dan nutrient yang sesuai dalam ASI menjamin status gizi bayi baik serta kesakitan dan kematian anak menurun.beberapa penelitian epidemiologis menyatakan bahwa ASI melindungi bayi dan anak dari penyakit infeksi,misalnya diare otitismedia dan infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah.

Mengurangi subsida kesehatan
  • Subsidi untuk rumah sakit berkurang karena rawat gabung akan memperpendek lama rawat ibu dan bayi,mengurangi komplikasi persalinan dan infeksi nosokomial,serta mengurangi biaya yang diperlukan untuk perawatan anak sakit. Anak yang mendapat ASI lebih jarang dirawat dirumah sakit dibandingkan anak yang mendapat susu formula.

Menghemat devisa untuk membeli susu formula
  • ASI dapat dianggap sebagai kekayaan nasional.jika semua ibu menyusui ekslusif selama 6 bulan, berapa banyak devisa yang dapat dihemat oleh Negara yang sebelumnya dipakai untuk membeli susu formula ?

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
  • Anak yang mendapat asi dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal,sehingga kualitas generasi penerus bangsa akan terjamin.

Mengurangi polusi
  • Untuk pembuatan dan distribysi susu formula diperlukan bahan bakar minyak selain itu kaleng serta karton kemasan susu juga menyebabkan pencemaran lingkungan

KERUGIAN AIR SUSU BUATAN

Air susu buatan atau formula mempunyai beberapa kerugian yaitu :
Pengenceran yang salah
  • Mengencerkan susu formula tidaklah mudah.tidak semua ibu dapat mengencerkan susu formula seperti aturan yang seharusnya. Pengenceran yang salah dapat diartikan dua hal,yaitu melarutkan susu formula lebih encer dari seharusnya,atau lebih pekat dari seharusnya. Keduanya akan menimbulkan masalah pada bayi dan anak. Penyebabanya adalah aturan yang tertera pada label kaleng susu formula sulit dimengerti oleh ibu. Pelarutan susu yang lebih pekat dapat mengakibatkan kelebihan kadar natrium dalam darah,kegemukan,tekanan darah tinggi,dan peradangan usus beruapa diare berdarah.

Kontraminasi mikroorganisme
  • Pembuatan susu formula dirumah tidak menjamin bebas dari kontaminasi mikroorganisme pathogen.penelitian menunjukkan bahwa banyak susu formula terkontaminasi oleh mikroorganisme pathogen.

Menyebabkan alergi
  • Kejadian alergi susu sapi tidak jarang,revalensinya dilaporkan antara 0,5-1%,tetapi tidak banyak petugas kesehatan yang menyadarinya.walaupun alergi susu sapi dapat menghilang secara spontan pada usia 1-2 tahun,tetapi gejalanya terkadang berat bahkan dapat mengakibatkan renjatan,sehingga perlu mendapatkan perhatian. Gejala alergi susu sapi tidak hanya berupa gejala saluran cerna seperti muntah,kolik,diare,perdarahan lewat anus,kehilangan protein ( yang berakibat rendahnya kadar protein dalam darah ), dan gangguan pergerakan usus ( dengan gejala muntah,sulit buang air besar,dan kembung ),tetapi juga gejala yang menyangkut system lain yaitu pilek,urtikaria (kaligata), dan renjatan

Susu sapi dapat menimbulkan diare kronik
  • Ada dugaan bahwa dire akut dapat berlanjut menjadi kronik pada anak yang minum susu sapi. Kerusakan mukosa usus yang terjadi pada diare akut menyebabkan terjadinya diare kronik melalui mekanisme penigkatan penyerapan antigen melalui mukosa yang rusak.

Penggunaan susu formula dengan indikasi yang salah
  • Saat ini banyak susu formula yang beredar dipasaran. Ada diantaranya yang digunakan untuk penyakit tertentu atau keadaan tertentu.sering terjadi kekeliruan penggunaan jenis susu formula tertentu karena ketidak tahuan indikasi penggunaan

Tidak mempunyai manfaat seperti ASI
Dari uraian manfaat ASI diatas dapat dikatakan bahwa kekurangan lain susu formula adalah tidak mempunyai manfaat seperti halnya ASI,yaitu susu formula
  • Nutriennya tidak sesempurna asi
  • Tidak mengandung zat protektif
  • Mudah menimbulkan alergi
  • Lebih mudah menimbulkan gigi berlubang
  • Lebih mudah menimbulkan maloklusi
  • Kurang memiliki efek psikologis yang menguntungkan
  • Tidak menguntungkan involusi rahim
  • Tidak menjarangkan kehamilan
  • Tidak mengurangi kejadian kanker payudara
  • Tidak praktis
  • Tidak ekonomis
  • Bagi Negara menambah beban anggaran yang harus dikeluarkan untuk membeli susu formula,biaya perawatan ibu,dan anak.

MANAGEMEN LAKTASI

  • Laktasi adalah keseluruan proses menyusui,mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi menghisap dan menelan ASI. Sementara itu,yang dimaksud dengan management laktasi adalah suatu upaya yang dilakukan oleh ibu,ayah,dan keluarga untuk menunjang keberhasilan menyusui. Management laktasi dibagi :

Masa kehamilan ( antenatal )
  • Ibu mencari informasi tentang keunggulan asi,manfaat menyusui bagi ibu dan bati,serta dampak negative pemberian susu formula.
  • Ibu memeriksakan kesehatan tubuh,kehamilan dan kondisi putting payudara.selain itu,ibu perlu memantau kenaikan berat badan saat hamil
  • Ibu melakukan perawatan payudara sejak kehamilan berumur 6 bulan
  • Ibu selalu senantiasa mencari informasi tentang gizi dan makanan tambahan sejak kehamilan trimester kedua
  • Ibu menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga,termasuk mendapat dukungan suami yang dapat memberikan rasa nyaman kepada ibu

Masa setelah persalinan ( prenatal )
  • Masa persalinan merupakan masa yang paling penting dalam kehidupan bayi selanjutnya.dalam hal ini bayi harus mendapat cukup asi,yang dilanjutkan dengan cara menyusui yang baik dan benar,baik posisi maupun cara meletakkan bayi pada payudara ibu
  • Membantu terjadinya kontak langsung antara ibu dan bayi selama 24 jam agar menyusui dapat dilakukan tanpa jadwal
  • Ibu nifas diberi kapsul vitamin A dosis tinggi ( 200.000 S1) dalam waktu 2 minggu setelah melahirkan

Masa menyusui ( post – natal )
  • Setelah bayi mendapat asi pada minggu pertama kelahiran,ibu harus menyusui bayi secara ekslusif selama 4 bulan pertama setelah bayi lahir.saat itu, bayi hanya diberi asi tanpa makanan atau minuman lainnya
  • Ibu mesti mencari informasi tentang gizi makanan ketika masa menyusui agar bayi tumbuh sehat.saat menyusui,ibu memerlukan makanan 1,5 kali lebih banyak daripada biasanya,dan minum minimal 8 gelas perhari
  • Ibu harus cukup istirahat untuk menjaga keshatannya.ia perlu ketenangan pikiran,serta menghindarkkan diri dari kelelahan yang berlebihan agar produksi asi tidak terhambat

Hal-hal yang terkait persiapan menyusui bayi
  • Ibu harus siap memberi asi kepada bayi yang akan dilahirkan,terutanma bagi ibu yang akan melahirkan untuk pertama kalinya.persiapan harus dilakukan sedini mungkin,karena asi adalah makanan terbaik bagi bayi.
  • Banyaknya asi yang akan dihasilkan seorang ibu tidak tergantung pada besarnya payudara,serta cara menyusui bayi
  • Usia ibu saat mengandung dan menyusui juga turut berpengaruh terhadap produksi asi.pada umumnya ibu yang berumur 19-23 tahun menghasilkan asi yang lebih banyak ketimbang ibu yang berusia 30-an
  • Bentuk puting payudara berpengaruh terhadap keberhasilan menyusui .puting akan menonjol kedepan,dan masuk kedalam mulut bayi lantaran tekanan bibir pada areola ibu.

Cara pengamatan teknik menyusui yang benar
  • Menyusui dengan teknik yang tidak benar dapat mengakibatkan puting susu menjadi lecet, ASI tidak keluar optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya/ bayi nggan menyusu. 
Untuk mengetahui bayi telah menyusu dengan benar:
  • Bayi tampak menempel pada perut ibu
  • Badan ibu menempel pada perut ibu
  • Mulut bayi terbuka lebar
  • Dagu bayi menempel pada payudara ibu
  • Sebagian areola masuk kedalam mulut bayi, areola bagian bawah lebih banyak yang masuk
  • Bayi nampak menghisap kuat dengan irama perlahan
  • Puting susu ibu tidak terasa nyeri
  • Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
  • Kepala agak menengadah

Hal-hal yang perlu diperhatikan setelah bayi selesai menetek meliputi
Melepas isapan bayi
  • Setelah menyusui pada satu payudara sampai terasa kosong sebaiknya menyusui pada satu payudara yang lain.cara melepas isapan bayi : Jari kelingking ibu dimasukkan ksnulut bayi melalui sudut mulut atau dagu bayi ditekan kebawah.

  • Setelah selesai menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting dan areola sekitarnya, dibiarkan sampai kering supaya puting susu tidak lecet

Menyendawakan bayi
  • Tujuannya udara dari lambung supaya bayi tidak muntah (gumoh). Setelah menyusui. Cara menyendawakan bayi : Bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan atau

DAFTAR PUSTAKA

  1. Dwi Sinar Prasetyo,2008, Buku Pintar ASI Eksklusif
  2. Sriana, 2009. (http//:www.who.or.id)
  3. Sarwono Prawihardjo, 2005. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.
  4. Rulina Suradi, 2008, Manfaat ASI Dan Menyusui

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar